Sisi

Sisi
KETEMU SANDRA


__ADS_3

Setelah itu mbak Tya pun menghampiri kami berdua yang sedang duduk.


"Aku ikut duduk boleh kan." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Boleh, duduk aja sini samping aku." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


mbak Tya pun duduk di samping mbak Syifa.


"Aku kasih pertanyaan Arsyan." ucap mbak Syifa.


"Pertanyaan apa mbak Syifa?." tanyaku dengan tersenyum.


"Kira kira mbak Tya udah nikah atau belum menurut kamu?. " tanya mbak Syifa.


"Iya coba tebak." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Belum, kan mbak Tya masih muda." ucapku dengan tersenyum.


"Ngawur aja kamu, mbak Tya udah punya anak satu tau." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Masa sih mbak." ucapku dengan tersenyum.


"Iya Arsyan." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Habis lulus sma langsung nikah dia Syan." ledek mbak Syifa dengan tersenyum.


"Pantesan anaknya udah satu." ucapku dengan tersenyum.


"Iya dong Syan, dari saat pacaran saat sma udah kebelet mau nikah aja, apalagi suami mbak lebih tua dari mbak enam tahun, jadi mbak gak khawatir." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Masih kecil dong anaknya mbak?." tanyaku.


"Iya masih satu tahun Syan." jawab mbak Tya dengan tersenyum.


"Tapi mbak, yang jagain anak mbak siapa kalau mbak lagi kerja?." tanyaku dengan tersenyum.


"Neneknya Syan,ibu dari mbak." jawab mbak Tya.


"Oh." ucapku dengan mengangguk.


"Ngomong ngomong, kamu keponakannya mbak Santi kan ya?. " tanya mbak Tya.


"Iya, tante Santi adiknya ibuku." jawabku dengan tersenyum.


"Tapi kamu ngekost di sini Syan?. " tanya mbak Tya.


"Gak, tidur di rumahnya mas Ricky yang satunya." jawabku.


"Oh gitu ya." ucap mbak Tya.


"Ngomong ngomong rumah mbak Tya jauh gak dari sini?." tanyaku.


"Rumahku gak jauh sih, palingan cuma lima menitan perjalanannya." jawab mbak Tya.


"Kalau rumahnya mbak Syifa?." tanyaku.


"Lumayan sih Syan,palingan lima belas menit baru nyampek,emang kamu mau main ke rumah mbak Syifa?." tanya mbak Syifa dengan tersenyum.


"Gak mbak cuma nanya doang." ucapku dengan tersenyum.


"Kalau mau main ke rumah mbak juga gak apa apa, nanti mbak kirim lokasinya." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Iya kalau mau main ke rumah mbak Tya juga gak apa apa kok, sekalian kenalan sama anak mbak." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Iya mbak makasih,kalau ada waktu Arsyan nanti main ke rumah mbak Syifa dan mbak Tya." ucapku dengan tersenyum.


"Mbak tunggu pokoknya Syan." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Iya, sekalian cobain masakan mbak Tya." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


Kemudian wanita kasir itu menghampiri kami bertiga yang sedang duduk dan mengobrol.


"Boleh ikutan duduk gak?." tanya wanita kasir itu.


"Boleh dong, sana duduk samping Arsyan." jawab mbak Syifa.


Kemudian wanita kasir itu duduk di kursi yang ada di sampingku.


"Itu namanya Cindy Syan, umurnya palingan sama kek umur kamu." ucap mbak Syifa.


"Umur aku baru 19 tahun mbak." ucapnya.


"Kalau aku masih 18 sih." ucapku dengan tersenyum.


"Beda tipis ya." ucapnya.


"Iya, ngomong ngomong mbak lulusan tahun kemarin ya?. " tanyaku.


"Iya Syan, beneran Arsyan kan namanya." jawabnya.


"Iya mbak." ucapku dengan tersenyum.


"Mbak kenal Sisi gak?." tanyaku.


"Sisi siapa aku gak kenal." jawabnya.


Kemudian aku menoleh ke mbak Syifa dan mbak Tya.


"Kalau mbak Syifa dan mbak Tya kenal Sisi gak?." tanyaku.


"Mbak Syifa, gak kenal Syan." jawab mbak Syifa.


"Aku juga gak kenal." ucap mbak Tya.


"Kalau ibu Lina mbak, kenal gak?." tanyaku.


"Di lingkungan saya nama Lina banyak Syan." jawab mbak Syifa dengan tersenyum.


"Iya Syan, nama temen sekelas mbak dulu juga ada yang namanya Lina." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Emang kamu tau nama panjangnya?." tanya mbak Syifa.

__ADS_1


"Gak tau sih mbak." jawabku dengan menggelengkan kepala.


"Susah Syan kalau gak tau nama panjangnya." ucap mbak Tya.


"Mana namanya Lina banyak lagi Syan." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Kalau yang Sisi, aku baru dengar sih Syan." ucapku mbak Tya.


Kemudian setelah itu ada pasangan kekasih yang masuk ke dalam rumah makan.Setelah itu kami semua langsung berdiri dan pergi ke ruang dapur, sementara mbak Cindy kembali ke tempat kasir.


"Syan nanti kamu yang nanyain ya." ucap mbak Syifa.


"Siap mbak." ucapku dengan tersenyum.


Terus mbak Syifa memberiku daftar menu rumah makan.


"Ini daftar menunya ya." ucap mbak Syifa sembari memberiku daftar menu.


"Iya mbak." ucapku dengan menerima daftar menu yang di berikan mbak Syifa.


"Bisa kan Syan." ucap mbak Syifa.


"Bisa mbak." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian aku pun keluar dari dalam ruang dapur, lalu menghampiri pasangan kekasih yang sudah duduk dan menunggu.


"Permisi mas mbak, ini daftar menunnya silahkan di pilih." ucapku dengan tersenyum ramah, sembari memberikan daftar menu.


"Makasih mas." ucap pria itu dengan tersenyum.


Kemudian pria itu melihat daftar menu yang aku berikan itu.


"Kamu mau apa sayang?." tanya pria itu ke pacarnya yang sedang duduk di sampingnya.


"Sama kek kamu aja deh sayang." jawab wanita itu.


"Ayam bakar aja ya sayang?." tanya pria itu.


"Iya sayang." jawabnya.


Kemudian pria itu menoleh lagi ke arahku.


"Ayam bakar mas dua porsi, sama jus jeruk dua." ucap pria itu.


"Ayam bakar dua porsi sama jus jeruk." ucapku sembari mencatat pesanannya.


Kemudian aku mengambil daftar menu yang ada di meja.


"Di tunggu pesanannya ya mas, mbak." ucapku dengan tersenyum ramah.


"Iya mas." ucap pria itu dengan tersenyum.


Kemudian aku kembali lagi ke dapur, dan menghampiri mas Anto.


"Ini mas pesanannya." ucapku sembari memberikan catatan itu.


"Iya Syan." ucap mas Anto dengan menerima catatan yang aku berikan.


"Gimana Syan lancar?." tanya mbak Syifa.


"Lancar dong mbak." jawabku.


"Gerogi gak kamu." tanya mbak Tya dengan tersenyum.


"Gak mbak biasa aja." ucapku dengan tersenyum.


"Beneran?." tanya mbak Syifa dengan tersenyum.


"Iya mbak Syifa." jawabku dengan tersenyum.


Kemudian setelah itu mbak Cindy masuk ke dalam ruangan dapur.


"Mbak ada pembeli." ucap mbak Cindy.


"Oh iya Cin." ucap mbak Syifa.


Mbak Syifa akan keluar dari ruang dapur, untuk menghampiri pembeli itu, tapi mbak Tya mencegahnya.


"Aku aja mbak." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Yaudah Tya silahkan." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


Lalu setelah itu mbak Tya pun keluar dari ruang dapur untuk menemui pembeli itu.


"Ayo kedepan Syan!." ajak mbak Syifa.


"Yuk mbak." ucapku setuju.


Kemudian kami berdua pun keluar dari ruang dapur itu, dan setelah itu duduk di tempat kasir di samping mbak Cindy.


"Kok kesini dua duanya sih mbak, nanti yang nganterin makanannya siapa?." tanya mbak Cindy.


"Oh iya aku lupa." ucap mbak Syifa dengan mengelus dahinya.


"Aku aja mbak kali ya yang ke dalam." ucapku.


"Gak usah Syan, mbak Syifa aja yang ke dalam kamu duduk sini aja bareng Cindy." ucap mbak Syifa.


Kemudian mbak Syifa berdiri dan langsung berjalan ke ruang dapur, sementara aku sedang duduk bersama mbak Cindy.


"Mbak dulu sekolahnya di mana?.tanyaku.


"Di sekolah sma samping stadion." jawabnya dengan tersenyum.


"Oh." ucapku dengan mengangguk.


"Kamu tau ya?." tanya mbak Cindy.


"Iya mbak, dulu pernah lomba di sana." tanyaku.


"Oh." ucap mbak Cindy.

__ADS_1


"Berarti kenal Sandra ya?." tanyaku.


"Ya kenal lah, itu orangnya ada di sana." jawab mbak Cindy dengan menunjuk Sandra yang sedang duduk.


Kemudian aku menoleh ke arah Sandra, ternyata memang benar ada Sandra yang sedang duduk di sana. Setelah itu aku berniat untuk menghampirinya.


"Mbak, aku ke Sandra dulu ya." pamitku pada mbak Cindy.


"Iya Syan." ucapnya dengan tersenyum.


Kemudian aku menghampiri Sandra yang sedang duduk.


"Sandra." panggilku.


Kemudian dia menoleh ke arahku.


"Arsyan, lo kerja di sini?." tanyanya dengan kaget.


"Iya San." jawabku dengan tersenyum.


"Duduk dulu Syan." ucapnya.


"Iya." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian aku pun duduk di depan Sandra.


"Btw lo mau kemana?." tanyaku.


"Ya mau makan di sini lah gimana sih lo." jawabnya dengan tersenyum.


"Gak gitu maksud gua." ucapku dengan tersenyum.


"Iya iya, Gua mau ke rumah teman sih aslinya." ucap Sandra dengan tersenyum.


"Oh,lo kok senyum senyum terus ya sekarang." ucapku dengan tersenyum.


"Gak boleh ya Syan." ucapnya dengan tersenyum.


"Gak, cuma dulu pas pertama ketemu gua, kamu gak murah senyum seperti ini deh." ucapku dengan tersenyum.


"Itu aku pakai topeng Arsyan, kalau ini wajah asliku." ucapnya dengan tersenyum.


"Bisa aja deh kamu Sandra." ucapku dengan tersenyum.


Tak lama setelah itu mbak Tya pun datang dengan membawa makanan yang di pesan Sandra.


"Loh kamu kenal sama dia Syan?." tanya mbak Tya.


"Kenal dong mbak, dia kan temen aku." jawabku.


"Iya mbak." ucap Sandra dengan tersenyum.


"Oh." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


Lalu mbak Tya menaruh pesanan Sandra di meja, kemudian mbak Tya kembali ke ruang dapur.


"Sandra gua ke sana dulu ya." pamitku.


"Tunggu dulu dong Syan,aku mau ngomong." ucapnya.


"Ngomong apa San?." tanyaku.


"Lo libur kerja hari apa Syan?." tanyanya.


"Hari senin." jawabku.


"Jalan yuk hari senin, lo mau gak?." tanyanya.


"Kemana Sandra?." tanyaku dengan penasaran.


"Di taman kek kemarin, tapi pagi pagi ya." jawabnya.


"Oh iya Sandra." ucapku dengan tersenyum.


"Nanti gua jemput di rumah lo." ucapnya.


"Emang lo tau rumah gua?." tanyaku.


"Kirim lokasi dong Syan." jawabnya.


"Oke deh siap." ucapku dengan tersenyum.


"Beneran loh." ucapnya dengan tersenyum.


"Iya Sandra, sekarang gua ke sana dulu ya." pamitku.


"Iya Syan." ucapnya dengan tersenyum.


"Selamat menikmati makanannya kakak." ucapku dengan tersenyum.


"Iya kakak." ucapnya dengan tersenyum.


Kemudian aku pun kembali ke tempat kasir,di sana sudah ada mbak Syifa, mbak Tya dan mbak Cindy yang sedang duduk.


"Pacar kamu ya Syan?." tanya mbak Syifa dengan tersenyum.


"Teman mbak." jawabku dengan tersenyum.


"Bohong kamu Syan." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Gak mbak." ucapku dengan tersenyum.


"Yang bener." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Iya mbak Tya." ucapku dengan tersenyum.


"Yaudah sini duduk dulu Syan, di samping mbak." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Iya mbak." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian aku duduk di samping kanan mbak Syifa yang duduk paling kanan.Setelah itu kami berempat pun berbincang bincang dengan topik yang random.

__ADS_1


.......................... BERSAMBUNG............................


__ADS_2