Sisi

Sisi
MESRA


__ADS_3

Kami berdua duduk di sepanjang pelajaran dengan bergandengan tangan, terlihat begitu mesra sekali padahal kami berdua cuma berpura pura di hadapan teman teman. Gak tau apa tujuan Safira mengajakku berpura pura seperti ini, aku hanya mengikuti perintah dari sahabat cewekku yang paling aku cintai itu. Hingga guru yang mengajar di kelas kami pun heran dengan aku dan Safira yang selalu bergandengan tangan.


"Arsyan dan Safira, bisa lepasin gak gandengan tangan kalian!. " perintah ibu guruku.


"Iya bu, Arsyan lepasin." ucapku.


Kemudian aku melepas tangan Safira.


"Himbauan untuk kalian semua, kalau mau pacaran jangan saat jam pelajaran,its oke ibu gak ngelarang kok kalian pacaran, tapi ya kalian harus bisa mengatur waktu." ucap ibu guru.


"Iya bu." ucap seluruh murid di kelasku.


Setelah beberapa saat bel istirahat pun berbunyi.


"Oke karena bel istirahat sudah berbunyi, jadi silahkan istirahat, dan Arsyan sama Safira, mungkin bisa di lanjutin lagi pacaranya." ucap ibu guru itu.


Kemudian semua murid di kelasku pun keluar, kecuali aku dan Safira yang berniat untuk meminta maaf kepada ibu guru yang sedang duduk.


"Ibu guru." panggilku.


"Iya Arsyan. " ucapnya.


"Kami minta maaf soal yang tadi ya." ucap maafku.


"Iya Arsyan gak apa apa kok." ucap ibu guru dengan tersenyum.


"Tapi kami berdua cuma pura pura pacaran kok bu." ucapku.


"Iya bu gak beneran." ucap Safira.


"Kalian cuma pura pura pacaran gitu?. " tanya ibu guruku.


"Iya ibu guru, cuma sehari doang." ucap Safira dengan tersenyum.


"Tapi tujuan kalian apa ngelakuin itu?. " tanya guruku.


"Biar temen temen pada kaget gitu bu." jelas Safira.


"Aneh aneh aja kalian." ucap Ibu guru dengan tersenyum.


"Emang aneh bu ide dia itu." ucapku.


"Jadi ini idenya Safira?. " tanya ibu guru.


"Iya bu, ngapain Arsyan punya ide seperti ini." ucapku.


"Ada ada aja deh kalian." ucap ibu guru dengan tersenyum.


"Yaudah bu kami keluar dulu ya." pamitku.


"Iya, semangat pura puranya." ucap ibu guru dengan tersenyum.


"Siap ibu guru. " ucapku.


Kemudian kami berdua pun keluar dari kelas untuk menuju ke kantin sekolah, kami berdua tetap bergandengan tangan, layaknya seorang pasangan kekasih.Tiba tiba di tengah jalan kami berpapasan dengan  Vina.


"Arsyan." panggilnya.


"Hai Vina." balasku. 


"Kenalin aku Safira pacar baru Arsyan." ucap Safira dengan tersenyum.


"Katanya cuma temen Syan." ucapnya.


"Udah jadian sekarang Vin, doain semoga langgeng ya." ucapku.


"Iya deh Syan. " ucapnya.


"Ngomong ngomong lo habis dari mana?. " tanyaku.


"Oh habis berak Syan, dari kemarin belum berak soalnya. " ucap Vina.


"Oh." ucapku dengan mengangguk.


"Lo mau ke mana sama pacar baru lo?. " tanyanya.


"Oh mau ke kantin Vina." ucapku dengan tersenyum.


"Oh yaudah, gua ke kelas dulu ya." pamitnya.


"Iya Vin hati hati loh." ucapku.


"Iya." ucapnya dengan tersenyum.


Kemudian kami berdua tetap bergandengan tangan sepanjang perjalanan.


"Dia kok kenal sama lo sih?. " tanya Safira.


"Jadi dia kemarin itu ikut lomba sama seperti lomba gua Fir." jawabku.


"Oh gitu ya makanya." ucap Safira dengan mengangguk.


"Aku nganterin pulang dia ke rumah juga loh." ucapku.


"Masa sih." ucap Safira.


"Iya Safira." ucapku.


"Lo kenalnya baru kemarin kan?. " tanya Safira.

__ADS_1


"Emang iya." jawabku.


"Tapi kok lo udah berani nganter dia sih?. " tanya Safira.


"Ya berani lah dia kan gak setan, tapi tunggu tunggu lo cemburu ya." ucapku dengan tersenyum.


"Gak gua gak cemburu." ucap Safira dengan menggelengkan kepala.


"Jujur deh iya kan." ucapku.


"Gak anjir, ngapain gua cemburu lo aja bukan pacar gua. " ucap Safira dengan tersenyum.


Secara mengejutkan Risa ada di belakang kami.


"Arsyan, Safira. " panggil Risa.


"Iya." balasku.


"Jadi kalian cuma pura pura pacaran?. " tanya Risa.


"Iya Risa." jawabku.


"Padahal tadi gua udah ikutan bahagia loh." ucap Risa dengan tersenyum.


"Lo kecewa gak. " ucap Safira.


"Sedikit kecewa sih gua, tapi kalian berdua cocok kalau memang pacaran beneran. " ucap Risa dengan tersenyum.


"Masa sih." ucapku.


"Iya." ucap Risa.


"Tapi kalau kita berdua pacaran juga, gak akan se alay itu kali." ucap Safira dengan tersenyum.


"Iya." ucapku dengan tersenyum.


"Makanya gua juga kaget, sifat kalian tiba tiba berubah seperti itu, eh ternyata cuma boongan." ucap Risa dengan tersenyum.


"Temen temen bilangin juga kalau kita berdua cuma pura pura." ucapku.


"Iya deh." ucap Risa.


"Btw, lo mau kemana?. " tanya Safira.


"Gua mau ke kantin." jawab Risa.


"Bareng yuk." ucap Safira.


"Yaudah gua pergi dulu ya. " pamitku.


"Lo gak ikutan juga Syan?. " tanya Risa.


"Yaudah lo pergi sana, kita udah putus." ucap Safira dengan tersenyum.


"Iya kita putus." ucapku.


Kemudian Safira dan Risa pergi ke kantin, sementara aku pergi untuk menuju ke halaman, tapi di tengah perjalanan aku bertemu dengan Nia yang sedang duduk di depan kelasnya.


"Nia." panggilku.


"Eh Arsyan sini duduk dulu Syan." ucapnya.


Lalu aku mengurungkan niatku untuk pergi ke halaman dan memilih duduk di samping Nia.


"Lagi ngapain lo Nia?." tanyaku.


"Lagi duduk aja." ucapnya.


"Lo gak siapin untuk pemilihan ketua Osis?. " tanyaku.


"Udah Syan. " jawabnya.


"Siapa calonya Nia?. " tanyaku dengan penasaran.


"Calon ke satu, Ardila kelas sebelas sama wakilnya Tito kelas sepuluh, lalu calon nomer dua, Ari kelas sebelas sama wakilnya Vina kelas sepuluh." jelasnya.


"Alvina fitri ya?. " tanyaku. 


"Kok kamu kenal sih Syan." jawabnya.


"Iya dong gua gituloh." ucapku.


"Itu sepupu aku loh." ucapnya.


"Masa sih?." tanyaku.


"Iya Syan, dia sepupu aku." ucapnya.


"Oh." ucapku.


"Baru tau kamu ya." ucapnya dengan tersenyum.


"Iya Nia. " ucapku dengan tersenyum.


"Ngomong ngomong lo udah jadian sama teman perempuan kamu itu ya?." tanyanya.


"Safira." ucapku.


"Iya, soalnya aku tadi lihat kamu sayang sayangan sama dia." ucapnya dengan tersenyum.

__ADS_1


"Gak gua cuma pura pura kali Nia." ucapku.


"Hah pura pura?." tanyanya dengan kaget.


"Iya Nia." jawabku.


"Mesra banget tapi. " ucapnya.


"Biasalah namanya juga Arsyan dan Safira." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian tak lama setelah itu Safira datang menghampiri kami berdua yang sedang duduk.


"Arsyan." panggil Safira dari belakang.


"Ngapain lo ikutan ke sini anjir?. " tanyaku dengan tersenyum.


"Gak boleh ya, mentang mentang udah berduaan sama mbak ketua Osis aja gua di lupain." ucap Safira.


"Sini duduk dulu Safira." ucap Nia.


Kemudian Safira duduk menengahi kita berdua.


"Maaf ya mbak ketua Osis aku menengahi." ucap Safira dengan tersenyum ke Nia.


"Manggilnya gak usah mbak ketua Osis gitu juga kali." ucap Nia dengan tersenyum.


"Namanya siapa sih kok lupa gua?. " tanya Safira.


"Nia, Safira." ucap Nia.


"Oh, maaf ya Nia." ucap Safira dengan tersenyum.


"Ngomong ngomong lulus nanti mau kuliah dimana?. " tanya Nia.


"Kuliah di Bandung Nia." jawab Safira.


"Oh,kalau aku mau kuliah di jogja." ucap Nia.


"Jauh banget Nia." ucap Safira.


"Sekalian pindah di sana sekeluarga Safira." ucap Nia.


"Oh." ucap Safira.


Kemudian bel masuk pun berbunyi, hingga aku dan Safira pun berniat kembali ke kelas.


"Gua balik dulu ya Nia." ucapku.


"Iya." ucapnya.


"Da da Nia." ucap Safira dengan melambaikan tangan.


Aku dan Safira pun kembali ke kelas dengan bergandengan tangan, hingga sampai ke kelas.Kemudian kami berdua pun masuk ke kelas dengan bergandengan.


"Iya kan sayang." ucapku.


"Iya dong sayang." ucap Safira.


"Hah pura pura doang ternyata huh." ucap salah satu murid.


"Huuuh." ucap seluruh murid di kelas.


"Kami minta maaf ya." ucapku dengan tersenyum.


"Padahal gua udah ikutan baper tadi." ucap salah satu temanku.


Beda dengan yang lain terlihat kecewa, Andi malah terlihat sangat bahagia.


"Lo kelihatan bahagia banget di?." tanya Safira.


"Iya dong, kan gua bisa deketin lo lagi." ucap Andi dengan tersenyum.


"Kalau gua gak mau lo deketin gimana?. " tanya Safira dengan tersenyum.


Aku yang ada di samping Safira pun tersenyum melihatnya.


"Ya sakit dong hati gua." ucap Andi dengan tersenyum.


Lalu Safira duduk di samping Andi. Sementara aku duduk di tempat biasa aku duduk.


"Kok lo duduk di samping gua sih Safira." ucap Andi dengan tersenyum.


"Gak apa apa kalau gak boleh,yaudah gua pindah aja." ucap Safira.


"Ya boleh dong." ucap Andi dengan tersenyum.


"Cie cie." ucapku kemudian di ikuti teman teman yang lain.


Kemudian Safira bersandar di bahu Andi.


"Kok banyak drama di kelas ini dari tadi. " ucap Risa .


"Kelas kita adalah kelas yang penuh drama. " ucapku dengan tersenyum.


"Apalagi kalau duduknya sama Andi gini." ucap Safira dengan tersenyum.


"Bisa aja deh lo." ucap Andi dengan tersenyum.


Kemudian seluruh murid yang ada di kelas pun menyoraki Safira dan Andi dengan begitu bahagia.

__ADS_1


..........................BERSAMBUNG.....................


__ADS_2