Sisi

Sisi
NONTON BOLA


__ADS_3

Keesokan hari nya aku pun terbangun, setelah semalam, aku pergi ke pasar malam bersama Sandra.Suasana yang beda, karena, biasanya aku hanya melihat satu boneka yakni boneka pangeran, namun sekarang aku bisa melihat dua boneka itu, boneka pangeran dan juga putri yang sedang berdampingan, seperti terlihat begitu mesra dan bahagia.


Tak lama setelah itu, tiba tiba ada bunyi ketukan pintu dari luar kamar.Aku pun langsung mendekati pintu itu,kemudian aku membuka pintu itu perlahan lahan dan ternyata itu adalah tante Lina yang sedang memakai mukena putih, seperti habis sholat.


"Tante Lina." ucapku dengan tersenyum.


"Ayo sholat dulu sayang, udah adzan subuh." ucap tante Lina dengan tersenyum.


"Iya tante Lina." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian aku dan tante Lina pun berjalan perlahan meninggalkan kamar yang aku tempati.


"Kamu di sini berapa hari Arsyan?." tanya tante Lina.


"Mungkin besok udah pulang tante." jawabku dengan tersenyum.


"Cepat banget." ucap tante Lina.


"Iya tante." ucapku dengan tersenyum.


"Tapi Sandra katanya mau ikut ya?." tanya tante Lina.


"Iya tante,tapi boleh kan kalau Sandra ikut Arsyan ke desa." jawabku dengan tersenyum.


"Ya boleh dong sayang,tapi jaga Sandra baik baik ya." ucapnya dengan tersenyum.


"Siap tante." ucapku dengan tersenyum.


"Yaudah, Arsyan sholat dulu ya sayang, habis sholat nanti bantuin tante masak mau kan?." ucap tante Lina.


"Sama Sandra juga kan tante?." tanyaku.


"Iya dong sayang." jawab tante Lina dengan tersenyum.


"Iya tante." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian aku pun langsung menuju ke kamar mandi untuk berwudhu dan sholat. Setelah beberapa saat kemudian akhirnya makanan pun telah siap di meja makan, masakan itu adalah masakan dari aku, tante Lina dan juga Sandra.


Kami semua pun telah duduk di meja makan, aku duduk berdampingan dengan Sandra, sementara tante Lina duduk berdampingan dengan om Syarif dan Dino duduk di samping tante Lina.


"Ayo di makan." ucap tante Lina.


"Iya tante." ucapku dengan tersenyum.


"Ini masakannya Arsyan dan Sandra loh pa." ucap tante Lina.


"Masa sih." ucap om Syarif.


"Iya pa, tadi mama cuma bantuin doang." ucap tante Lina dengan tersenyum.


"Enak gak masakan Sandra pa?." tanya Sandra.


"Masakan kamu itu selalu enak Sandra, gak jauh beda sama masakan mamamu." Jawab om Syarif dengan tersenyum.


"Iya dong pa, kan mama sama anak." ucap tante Lina dengan tersenyum.


Tak lama setelah itu, bel rumah pun berbunyi.


"Itu pasti Syifa." ucap tante Lina.


"Pagi banget tante, mbak Syifa udah datang." ucapku dengan tersenyum.


"Iya sayang, emang kerjanya dari jam segini sampai nanti jam empat." ucap tante Lina.


"Oh." ucapku dengan mengangguk.


Kemudian tante Lina berdiri, lalu setelah itu tante Lina berjalan menuju ke pintu rumah untuk membukakan pintu buat mbak Syifa yang sudah datang.Sementara kami semua terus melanjutkan menyantap makanan yang ada di meja.


Beberapa saat kemudian kami pun telah menghabiskan makanan kami masing masing, lalu Sandra mengajakku duduk di teras rumahnya.


"Duduk di teras yuk sayang!." ajaknya.


"Ayuk." ucapku setuju.


Kemudian kami berdua berjalan menuju keluar rumah. Sesampainya di teras rumah, kami pun langsung duduk berdampingan.


"Sayang." panggilnya dengan tersenyum ke arahku.


"Iya sayang." balasku dengan tersenyum ke arahnya.


"Gak jadi sayang." ucapnya dengan tersenyum.


"Gak jelas." ucapku dengan tersenyum.

__ADS_1


Kemudian tante Lina pun datang dan menghampiri kami berdua yang sedang duduk.


"Sayang, mama boleh ikut duduk gak?." tanya tante Lina.


"Boleh ma sini duduk di tengah tengah kami." jawab Sandra.


Kemudian tante Lina duduk di tengah tengah kami berdua.


"Udah di hubungi tante nomernya?." tanyaku.


"Sudah sayang, tapi ibumu gak aktif." jawab tante Lina.


"Kalau tante Indri sama tante Rani?." tanyaku.


"Belum sayang." jawab tante Lina.


"Coba deh tante telpon sekarang." ucapku.


"Nanti aja deh sayang, tante malas ngambil handphone." ucap tante Lina.


"Yaudah tante." ucapku dengan tersenyum.


"Oh iya ma aku sama Arsyan nanti mau nonton bola ke stadion." ucap Sandra.


"Di gelora bung Karno, sayang?." tanya tante Lina.


"Iya ma, boleh kan." jawab Sandra.


"Gak boleh, kalau kamu sendirian, tapi kalau sama Arsyan, mama bolehin." ucap tante Lina dengan tersenyum.


"Makasih mama, mama memang mama terbaik yang pernah ada." ucap Sandra dengan memeluk tante Lina.


Tak lama setelah itu Dino yang sudah memakai seragam sekolah pun menghampiri kami bertiga yang duduk di teras.


"Mama, Dino udah siap nih." ucap Dino dengan tersenyum.


"Iya sayang, bentar ya mama pakai kerudung dulu." ucap tante Lina.


Setelah itu tante Lina pun masuk ke dalam rumah, sementara Dino duduk di tengah tengah kami sembari menunggu tante Lina yang masuk ke dalam.


Beberapa jam kemudian, tepatnya jam empat sore kami berdua pun telah bersiap siap untuk pergi ke stadion Gelora bung Karno, untuk menyaksikan timnas main, aku memakai jersey mu,sementara Sandra memakai baju timnas Indonesia. Namun sebelum berangkat kami berdua pun terlebih dahulu berpamitan dengan tante Lina dan juga mbak Syifa yang ada di teras rumah.


"Mama aku pamit dulu ya." pamit Sandra.


Kemudian kami berdua bersaliman dan mencium tangan tante Lina dan juga mbak Syifa.


"Hati hati loh Syan." ucap mbak Syifa.


"Iya mbak." ucapku dengan tersenyum.


"Jangan ngebut ngebut sayang." ucap tante Lina.


"Iya tante." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian kami berdua menghampiri motorku yang sudah ada di depan halaman. Setelah itu aku pun langsung memakai helm ku yang ada di atas motor, lalu setelahnya aku memakaikan helm satunya kepada Sandra. Setelah itu aku pun langsung naik ke motorku, lalu di ikuti Sandra yang duduk di belakangku. Setelah kami berdua naik, aku pun langsung menjalankan motorku perlahan, menuju ke stadion gelora bung Karno, yang agak jauh dari rumah Sandra.


Aku menikmati perjalanan itu dengan begitu santai dan berkendara yang lumayan pelan.


"Sayang, jujur deh sama aku, kamu suka sama aku sejak kapan?." tanyanya.


"Kalau boleh jujur, aku suka sama kamu saat kita masih sd." jawabku dengan tersenyum.


"Beneran?." tanyanya.


"Iya sayang, saat kita bermain berdua di belakang rumah." jawabku dengan tersenyum.


"Aku juga sayang,kamu tau gak aku sangat sedih saat kita berpisah hari itu." ucapnya.


"Aku juga sayang,setiap malam aku selalu kepikiran kamu dan berharap kamu segera kembali." ucapku dengan tersenyum.


"Tapi sekarang kita udah bersama lagi." ucapnya.


"Iya sayang." ucapku dengan tersenyum.


Beberapa saat kemudian, tak terasa terlalu asik kami berdua berbincang, akhirnya kami berdua pun sampai di stadion Gelora bung Karno, aku pun langsung mengarahkan motorku menuju ke parkiran untuk memarkirkan motorku. Beberapa saat setelah motorku telah terparkir aku dan Sandra pun langsung pergi ke pusat stadion untuk segera menonton pertandingan sepak bola.


"Sayang tiketnya masuk stadion mana?." tanyaku.


"Udah di beliin temanku sayang." jawabku dengan tersenyum.


"Teman kamu siapa?." tanyaku.


"Teman aku, Riska, yang waktu itu sama aku di restoran." jawabnya dengan tersenyum.

__ADS_1


"Oh ya, yang rambutnya lurus." ucapku dengan tersenyum.


"Iya." ucapnya dengan tersenyum.


"Kamu tau gak, aku nabrak kamu waktu itu, gara gara aku lihat dia loh." ucapku dengan tersenyum.


"Ye, mata keranjang kamu itu." ucapnya dengan tersenyum.


"Gak sayang, kan aku cuma kagum gitu soalnya cantik banget." ucapku dengan tersenyum.


"Terus sekarang kamu suka sama dia?." tanyanya dengan tersenyum.


"Ya gak lah sayang, kan aku udah ada kamu." jawabku dengan tersenyum.


"Awas aja kamu sampai suka wanita lain selain aku." ucapnya dengan tersenyum.


"Iya sayang." ucapku dengan tersenyum.


Tak lama setelah itu kami berdua pun ketemu dengan Fariska bersama cowoknya, tapi aku kaget ketika cowok itu adalah Satria pria yang pernah aku temui waktu di perlombaan. Kemudian kami berdua pun langsung menghampiri mereka berdua.


"Riska." panggil Sandra.


"Eh, Sandra." ucap Fariska dengan tersenyum.


"Satria." panggilku.


"Arsyan, kamu kok bisa bareng sama Sandra?." tanya Satria.


"Lo gak tau ya, kalau sekarang Arsyan adalah pacar gua." jawab Sandra.


"Beneran?." tanya Satria dengan kaget.


"Iya lah masa bohongan." jawab Sandra.


"Lo juga gak tau, kalau Riska sekarang pacar gua?." tanya Satria.


"Kok lo gak bilang sama gua sih Ris." ucap Sandra dengan tersenyum ke Fariska.


"Lo juga gak bilang, kalau lo udah punya pacar." ucap Fariska dengan tersenyum.


"Gua lupa Riska." ucap Sandra dengan tersenyum.


"Gua juga sama dong lupa." ucap Fariska dengan tersenyum.


"Yaudah sekarang udah tau kan." ucap Sandra dengan tersenyum.


"Iya." ucap Fariska dengan tersenyum.


"Btw tiket gua mana?." tanya Sandra.


Kemudian Fariska mengambil tiketnya yang ada di tasnya.


"Ini San tiket lo." ucap Fariska sembari memberikan kedua tiket itu pada Sandra.


"Makasih Riska." ucap Sandra sembari menerima tiket itu.


"Yaudah sekarang ayo masuk!." ajak Riska.


"Yuk." ucap Sandra setuju.


Kemudian kami berempat masuk ke dalam Stadion untuk menonton bola bersama sama.


Beberapa saat kemudian ketika kami sudah berada di stadion, saat pertandingan sedang berlangsung kami berdua ikut bernyanyi dan bersorak sorak dengan suporter yang lain. Aku lihat raut wajah bahagia yang terpancar dari Sandra dengan senyuman yang begitu manis. Sehingga akhirnya timnas Indonesia pun mencetak goal dan seluruh stadion bergemuruh dan bersorak. Sandra pun seketika memelukku karena begitu bahagia.


"Kok meluk." ucapku dengan tersenyum.


Seketika Sandra melepaskan pelukannya.


"Gak sayang, reflek tadi." ucapnya dengn tersenyum.


"Gak apa apa kali kalau mau peluk." ucapku dengan tersenyum.


"Kapan kapan aja sayang, di sini malu tau gak di lihatin orang." ucap Sandra dengan tersenyum.


"Iya deh." ucapku dengan tersenyum.


"Kamu bahagia gak?." tanyaku.


"Bahagia banget dong sayang." jawabnya dengan tersenyum.


Aku ikut bahagia ketika melihat Sandra berbahagia, dan aku tak menyangka jika kini Sandra telah menjadi pacarku, orang yang aku cintai.


...........................BERSAMBUNG............................

__ADS_1


__ADS_2