Sisi

Sisi
DI TUTUP


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,tepatnya pada hari minggu,aku pun sudah siap untuk berangkat ke rumah makan tempat kerjaku. hari ini aku tidak memakai kaos yang biasa aku pakai saat bekerja, karena ini adalah hari terakhir aku bekerja di rumah makan milik mas Ricky, sekaligus sekarang adalah hari penutupan rumah makan itu.


Sebelum berangkat aku berpamitan kepada tante Santi, yang masih berada di rumah.


"Tante jadi pulang hari ini?." tanyaku.


"Besok sayang,nunggu kamu pulang dulu." jawabnya dengan tersenyum.


"Yaudah tante kalau begitu, Arsyan berangkat dulu ya tante." pamitku.


Kemudian aku bersaliman dan mencium tangan tante Santi, lalu aku pun berjalan menuju ke motorku yang ada di halaman rumah.


"Hati hati loh sayang." ucapnya dengan tersenyum.


"Iya tante." ucapku.


Setelah itu aku pun langsung menjalankan motorku menuju ke tempat kerjaku. Aku mengendarai motorku dengan begitu santai dan menikmati.Hingga beberapa saat kemudian akhirnya aku sampai di rumah makan tempat kerjaku. Setelah itu aku memarkirkan motorku di halaman rumah makan dan aku langsung masuk ke dalam rumah makan. Di dalam sudah ada seluruh karyawan rumah makan yang sedang duduk di tempat yang ada di dalam rumah makan.


Setelah itu aku menghampiri mbak Syifa, mbak Tya dan Cindy yang sedang duduk di satu meja dan aku pun duduk di samping Cindy.


"Sudah dari tadi mbak?." tanyaku.


"Baru kok Arsyan." jawab mbak Syifa.


"Mbak juga baru kok Syan." jawab mbak Tya.


"Aku juga baru sampai Syan." jawab Cindy.


"Oh yaudah kalau begitu." ucapku dengan tersenyum.


"Gimana Syan tadi malam mu menang kan?." tanya mbak Tya dengan tersenyum.


"Iya dong mbak, menang telak lagi." jawabku dengan tersenyum.


"Gak kek sebelah, masa imbang sama cadiz sih, kemarinya kalah lagi sama Betis." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Ngeledek aku ya kamu Tya." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Gak mbak cuma bilangin aja, klub besar kok bisa gitu,imbang sama klub kecil." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Awas aja kamu kalau mu kalah." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Gak akan, iya kan Arsyan." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Iya dong mbak, kan mu kuat peringkat dua lagi." ucapku dengan tersenyum.


"Sama manchester city pasti juga kalah." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Gak akan, iya kan Syan." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Iya dong mbak." ucapku dengan tersenyum.


"Ngomong ngomong, habis ini kerja di mana kamu mbak?." tanya mbak Tya.


"Udah ngebully mbak." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Udah, takutnya entar mbak nangis lagi, iya kan Syan." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Iya dong mbak." ucapku dengan tersenyum.


"Ye, kamu itu yang nangis kalau mu kalah." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Udahan mbak bahas bolanya, aku kasihan sama mbak." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Bodoh amat." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Mbak kerja habis ini kerja di mana?." tanya mbak Tya.


"Kepo ya." jawab mbak Syifa dengan tersenyum.


"Mbak Syifa, aku nanya beneran." ucap mbak Tya.


"Kerja di temannya Arsyan, jadi pembantu." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Teman kamu siapa Syan?." tanya Cindy.

__ADS_1


"Sandra Cin, adik kelas kamu dulu." jawabku dengan tersenyum.


"Oh, emang orang kaya sih dia." ucap Cindy dengan tersenyum.


"Tapi kapan mulai kerjannya mbak?." tanya mbak Tya.


"Gak tau Arsyan." jawab mbak Syifa.


"Aku kasih nomernya Sandra aja ya mbak, nanti mbak Syifa bisa telpon sendiri." ucapku.


"Iya Arsyan." ucap mbak Syifa.


Kemudian aku mengirimkan nomer Sandra ke mbak Syifa.


"Sudah masuk mbak?." tanyaku.


"Sudah Arsyan." jawab mbak Syifa.


"Oh yaudah." ucapku dengan tersenyum.


"Kalau mbak Tya habis ini mau kerja apa?." tanya Cindy dengan penasaran.


"Iya Tya, kamu mau kerja apa?." tanya mbak Syifa.


"Kalau aku sih, gak kerja mbak mau fokus jadi ibu rumah tangga aja." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Hati hati tambah gemuk loh Tya." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Gak apa apa dong mbak, yang penting suami aku masih sayang sama aku." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


Tak lama setelah itu mobil mas Ricky telah sampai di halaman rumah makan dan mas Ricky keluar bersamaan dengan tante Santi dari dalam mobil.Setelah itu Mas Ricky dan tante Santi masuk ke dalam rumah makan dengan bergandengan tangan.


"Ayo semua kumpul dulu!." perintah mas Ricky.


Setelah itu semua karyawan pun berkumpul dan berbaris di depan mas Ricky dan tante Santi.


"Oke, jadi hari ini adalah hari penutupan rumah makan dan saya berterima kasih atas kontribusinya selama kurang lebih 2 tahun di restoran ini." ucap mas Ricky.


Kemudian mas Ricky mengambil beberapa amplop yang ada di tasnya dan di berikan satu persatu ke karyawan rumah makan, setelah semua telah kebagian mas Ricky pun kembali berdiri depan kami.


"Bisa di maafkan gak nih mas Ricky." ucap tante Santi dengan tersenyum.


"Bisa." ucap semua karyawan.


"Terima kasih, semuanya bisa langsung pulang." ucap mas Ricky.


Kemudian ke empat tukang masak pun keluar dari rumah makan untuk langsung pulang ke rumahnya masing masing. Sementara aku, mbak Syifa, Cindy dan mbak Tya duduk di salah satu tempat duduk, yang ada di dalam restoran.


"Kalian gak pulang?." tanya mas Ricky.


"Nanti dulu mas, nongkrong dulu." jawabku dengan tersenyum.


"Oh yaudah, aku juga ikut duduk kalau gitu." ucap mas Ricky dengan tersenyum.


Setelah itu mas Ricky mengambil dua kursi untuk dia dan juga tante Santi, lalu mas Ricky pun duduk.


"Sayang sini duduk dulu!." Mas Ricky menyuruh tante Santi untuk duduk.


"Oh, iya sayang." ucap tante Santi dengan tersenyum.


Kemudian tante Santi menghampiri kami semua yang sedang duduk dan setelah itu tante Santi duduk di samping mas Ricky.


"Ngomong ngomong kalian udah dapat kerjaan baru belum?." tanya mas Ricky.


"Aku udah dapat." jawab mbak Syifa.


"Kerja di mana?." tanya mas Ricky lagi.


"Kerja jadi pembantu di rumahnya temannya Arsyan." jawab mbak Syifa dengan tersenyum.


Kemudian tante Santi menoleh ke arahku


"Teman kamu siapa sayang?." tanya tante Santi.


"Sandra tante." jawabku.

__ADS_1


"Oh Sandra." ucap tante Santi dengan mengangguk.


"Iya tante." ucapku dengan tersenyum.


"Arsyan loh yang omongkan ke Sandra mbak Santi." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Bener sayang?." tanya tante Santi.


"Iya tante." jawabku dengan tersenyum.


"Tante bangga deh sama kamu sayang." ucap tante Santi dengan tersenyum ke arahku.


Aku hanya tersenyum.


"Makasih ya Arsyan." ucap mbak Syifa dengan tersenyum ke arahku.


Aku pun hanya tersenyum.


"Kalau mbak Tya sama mbak Cindy gimana?." tanya mas Ricky.


"Kalau aku udah gak kerja mas, mau fokus jadi ibu rumah tangga aja." jawab mbak Tya dengan tersenyum.


"Kalau Cindy, mau kuliah mas." ucap Cindy.


"Yaudah, kalau begitu." ucap mas Ricky dengan tersenyum.


"Iya mas." ucap mbak Tya dan Cindy serentak.


"Ngomong ngomong, mas mau nikah kapan nih?." tanya mbak Syifa.


"Kapan ya sayang?. " tanya mas Ricky dengan menoleh ke arah tante Santi.


"Tahun depan mbak." jawab tante Santi dengan tersenyum.


"Di tunggu undangannya." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Jangan lupa kami loh mas." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Tenang aja, kalian semua aku undang kok, pokoknya do'ain biar pernikahan kami bisa lancar." ucap mas Ricky.


"Amin." ucap kami berempat serentak.


"Pokoknya Arsyan nanti saat acara pernikahan tante,harus duduk di sebelah tante." ucap tante Santi dengan tersenyum.


"Berarti harus berdandan tante?." tanyaku.


"Iya dong, pakai pakaian adat, biar nanti seperti pangeran." jawab tante Santi dengan tersenyum.


"Gak ah tante, malu." ucapku.


"Pakai pakaian adat kok malu sayang." ucap tante Santi dengan tersenyum.


"Malu tante, nanti di lihatin orang banyak." ucapku.


"Gak apa apa sayang." ucap tante Santi dengan tersenyum.


"Iya Arsyan, pokoknya bayangin seperti mu menang juara ucl aja." ucap mbak Tya dengan tersenyum ke arahku.


"Mimpi kali juara ucl, lolos fase grup ucl aja susah." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Daripada Barcelona, masa sih jarang menang." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Trofi uclnya banyakan mana?." tanya mbak Syifa dengan tersenyum.


"Banyakan mu." jawab mbak Tya.


"Mimpi kali banyakan mu, ya jelas banyakan Barcelona lah." ucap mbak Syifa.


"Gak usah di debatin banyakan Real madrid." saut mas Ricky dengan tersenyum.


"Kalau itu aku nyerah sih." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Aku juga." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


Kami semua pun berbahagia di rumah makan itu.

__ADS_1


............................BERSAMBUNG...........................


__ADS_2