
Hai hai hai...
Gimana part sebelumnya???
Menarik ga???
Oke, mari kita lanjutkan kisah cerita mereka lagi.
Jangan lupa setelah baca di like yaaa.
***
Sepulang dari Kafe tadi, aku dibuat diam seribu bahasa dengan ucapan mereka kepadaku.
Entah benar atau tidak ucapan mereka membuatku semakin banyak berpikir apakah beberapa beberapa waktu aku bersama Dani membuat apa yang mereka katakan itu benar.
Sejujurnya nya saat aku bersama Dani beberapa waktu lalu terkadang aku berfikir di saat kami melakukan banyak hal membuatku menjadi orang yang berbeda.
Benar apa yang diucapkan oleh Arga kalau aku bukanlah orang yang mudah sekali mengalah untuk orang lain. Bahkan sangat acuh dengan orang yang bukan berhubungan denganku.
Dan benar apa yang diucapkan oleh mereka bahwa aku nggak pernah punya pacar. bukan karena tidak ada yang menyukaiku tapi memang aku yang menjaga jarak dengan orang-orang yang tidak terlalu aku sukai.
Cinta.... Jatuh cinta???
Merupakan hal yang paling sulit masuk dalam kehidupanku. Semenjak Ayah menikah lagi aku hanya fokus untuk kebahagiaanku sendiri. Menjaga jarak dengan laki-laki adalah cara cara agar aku tidak bisa tersakiti.
**
Kubuka pintu kamarku sesaat setelah aku sampai ke rumah. wangi bubble gum ketika menyeruak sesaat setelah aku berada di kamar dengan nuansa warna pink di seluruh penjuru kamarku.
Kujatuhkan tubuhku di atas tempat tidurku, lagu kupandangi dinding langit kamarku. masih ku pikirkan tentang Apa benar perasaanku yang sekarang ku rasakan adalah rasa jadi cintaku kepada Dani.
berharap ini hanya mimpi itu adalah sesuatu hal yang tidak mungkin, karena jujur di lubuk hatiku yang paling dalam aku juga menginginkan waktu-waktu ku habiskan bersamanya.
Kulihat layar HP yang kugenggam sejak tadi. tidak ada notice pesan yang masuk.
Ahhhh... perasaan apa ini, seolah-olah sekarang Aku mengharapkan ada pesan masuk dari Dani untukku. sedangkan selama ini tidak pernah mengirim pesan apapun kepadaku. haruskah aku yang terlebih dahulu mengirim pesan untuknya???
Ku scroll kontak untuk mencari namanya. setelah kutemukan klik untuk melanjutkan dengan pesan chatting.
Lagi apa????
sebuah ucapan singkat, untuk memulai sebuah percakapan. Kutunggu dalam beberapa detik tapi tak ada balasan. apakah dia sibuk??? atau memang sedang mengabaikanku???
Segala pertanyaan-pertanyaan konyol berkutat di seluruh otakku.
Kubenamkan wajahku dengan sebuah bantal tanda rasa yang kudapati bahwa sepertinya Dani mengabaikan pesan singkatku.
Maluuuu!!!! Haruskah kutarik pesan yang baru saja kukirim???? Kulihat lagi layar hp ku...
Terbaca
Tapi tak ada balasan darinya tanda benar firasatku bahwa aku diabaikan.
__ADS_1
"Ahhhhhhh!!!" ... Kugoyangkan tubuhku dengan asal. Diikuti teriakan keras suaraku.
**
Tanpa sadar akupun tertidur, entah mungkin karena rasa malu yang membuatku mengantuk dan akhirnya tertidur pulas.
Kutarik mataku merasakan goyangan sebuah tangan dibahuku.
"Non... non... udah malem... Bapak manggil buat makan malemnya" terdengar sayup suara Bi Ina meleburkan pulas tidurku.
Kupaksakan tubuhku untuk tertarik ke atas dan bersandar pada dinding kasur. Mulai kuedarkan pandangan menuju jam dinding yang berada di sebelah kiri atas dinding kamarku.
Ahh yaa... sudah pukul 7 malam. Ternyata perasaan kalutku membuatku menjadi tertidur pulas.
"iya Bi... bentar Sisi ngumpulin nyawa dulu" ucapku sembari memegang kepalaku yang masih dipenuhi rasa melayang karena masih mengantuk.
"iya Non, mau Bibi ambilin air putih dulu buat minum???" jawab Bi Ina mulai beranjak berdiri.
Kugoyangkan tanganku tanda menolak tawarannya.
"engga usah Bi, sekalian aja di bawah sambil makan sama Ayah" ucapku sambil meraba kasur mencari keberadaan Handphone ku yang entah berada dimana.
Ternyata tepat berada di bawah bantal tidurku. Kuambil dan kulihat sembari menekan tombol samping agar layarnya menyala.
Ahhhh ternyata baterainya habis. Oh iya, dari pagi belum sama sekali ku charge handphone. Kuangkat tubuhku untuk berdiri dan berjalan menuju meja kecil disamping jendela. Lalu kutarik kabel berwarna pink yang sudah berada disana. ku charger Handphone ku dan kuletakkan kembali diatas meja kecil tersebut.
Sembari menunggu menyala, kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi yang berada diujung kamar. Bi Ina sudah berlalu meninggalkan ku kembali menuju ke bawah.
*
Kumundurkan sedikit tubuhku agar terlihat pantulan dari tubuhku. Ahhh yaa, aku masih mengenakan rok sekolah yang belum kulepas. Hanya kaos saja yang tadi kuganti saat berada di mall.
Akhirnya sebelum turun kebawah kuganti rok sekolahku dan menaruhnya di bak cucian yang berada di dalam kamar mandi.
*
Kulangkahkan kakiku menuruni anak tangga satu persatu, kulihat 3 orang yang ternyata sudah menungguku duduk manis sembari bercengkerama diiringi canda tawa dari kedua orang paruh baya yang tidak lain Ayah dan Tante Mona. Dan seperti biasa Keke hanya duduk menunduk sembari memegang pinggiran piring besar yang berada dihadapannya.
"Aduhh... aduhh anak Ayah... udah seminggu ini Ayah ga bisa makan bareng" sambut Ayah melihatku yang berjalan menuju samping tempat duduknya.
"iyaahh... Ayah betah banget di jepangnya, sampai lupa pulang" jawabku sembari memegang telapak tangannya yang sedari awal menyambutku.
"iya maaf, proyek Ayah yang ini harus diselesaikan secepatnya. Jadi harus Ayah pantau prosesnya sampai akhir sayang" ucapnya lembut sembari mengelus puncak kepalaku.
"oh iyaa... Pesenan kamu udah Ayah bawa yaa... ada di ruang kerja Ayah, nanti kamu ambil jangan lupa" ucapnya lagi sembari mulai mengambil sendok garpu yang berada disamping piringnya.
"Duuuhhh... seneng banget pasti Sisi nihh... Tante aja ga dibawain apa-apa nih???" ucap Tante Mona sesaat setelah dia mengambil kan Nasi dan lauk pauk untuk Ayah.
"Kok jadi aku yang salah nihh??? aku sudah tanya kan kemarin kamu aku bawakan apa??? kamu jawab kamu cuma butuh aku" ucap Ayah gombal sembari diiringi gelak tawa dari mereka berdua. Dan rasa bergidik jijik dari aku. Dan kulirik sampingku Keke yang hanya diam seperti biasa.
Makan malam hari ini hampir sama dengan makan malam sebelum-sebelumnya. Diisi dengan becandaan konyol Ayah dan Tante Mona. Dilanjutkan cerita-cerita mereka yang membuatku sedikit malas. Kucepatkan suapan-suapan makananku.
Dan akhirnya, selesai sudah makan malamku.
__ADS_1
Kuangkat tubuhku untuk berdiri.
"Yah... Tante... Sisi ke kamar yaa" ucapku memotong pembicaraan mereka yang seru.
Ayah dan Tante Mona menggangguk tanda setuju. Dan aku pun berbalik badan dan berjalan menuju tangga.
Kulangkahkan cepat kakiku untuk menuju kamar. Mulai terdengar samar obrolan yang membuatku kurang nyaman tersebut. Entah mengapa sampai sekarang, aku belum bisa terima dengan apa yang Ayah rasakan. Kebahagiaan Ayah membuatku menjadi cemburu, mungkin karena yang berada disitu bukan Bunda, melainkan wanita lain yang tiba-tiba masuk kedalam kehidupan aku dan Ayah.
**
Saat kubuka pintu kamarku, aku jadi ingat akan seseorang yang kupikirkan sebelumnya. Tentang perasaan yang terus menggangguku.
Tentang rasa yang selalu mengusik hatiku sehingga rasa panas memenuhi tubuhku.
Kujalankan tubuhku menuju letak handphone ku yang berada dimeja kecil. Kuingat pesan kecil yang kukirim tanpa balasan diujung sana. Ahhhh... perasaan kacau itu muncul kembali.
Kulihat layar handphone ku. Tetiba hawa panas menyerang tubuhku. Sebuah notice berwarna merah berada diujung kotak kecil handphone ku. Ada pesan masuk!!! Kusentuh bagian yang menarik perhatianku.
Yaaaaaaakkkk... ada balasan dari Dani.
Seketika kulepas kabel charger dan kutarik tubuhku untuk duduk di pinggir kasurku.
Mau berangkat kerja
Sorry baru bales, tadi lagi mandi
Lo udah makan??
Lagi apa??
Empat baris pesan itu sudah masuk semenjak 4 jam yang lalu. Tepatnya jam 3 sore. Dan kuingat itu waktuku mulai tertidur.
Kupegang kepalaku dengan menggunakan kedua tanganku. Dan kumulai mengacak-acaknya. Rasa kesal langsung membuatku menyalahkan diri sendiri. Ternyata dia membalas pesanku. cuma terlambat karena dia belum sempat membalasnya. Dan sekarang aku yang belum membalasnya dalam waktu 4 jam karena aku tertidur.
Rasanya ingin kukubur tubuhku kedalam tumpukan pasir dilaut dan tidak muncul kembali.
Dengan cepat kuambil jaket diujung gantungan bajuku. Kumasukkan handphone ku kedalam tas kecil yang berada di meja riasku.
Tanpa memilih, kupakai asal sepatu yang berada acak dipinggir pintu masuk kamarku.
Kulangkahkan kakiku menuju kebawah lantai rumahku. Kulihat kosong, mungkin mereka semua sudah dikamar masing-masing. Ahhh, sekarang ku tak perduli.
Saat kubuka pintu rumahku. Kulihat Pak Min sedang mengelap mobil yang berbaris rapih didepan pintu rumahku.
"Pak Min, anterin aku!!!!" ucapku sembari masuk kedalam mobil merahku.
Pak Min sempat bingung, tapi dengan cepat dia menuruti permintaanku untuk langsung menjalankan mobilku agar segera menuju tempat tujuanku.
Yaaa tempat tujuanku sekarang... Dimana ada seorang pria yang telah membalas pesan singkatku dan belum sempat kubalas.
*bersambung
Nahhhh, akhirnya cerita ini rampung juga gess... Maaf kalo membutuhkan waktu 1 Minggu untuk menyelesaikan part ini.
__ADS_1
Aku lagi banyak kerjaan kantor, jadi aku lagi fokus dulu yaaa...
Next part akan kuusahakan secepatnya nya. soalnya aku juga ga sabar mau cerita kisah cinta mereka.