
Keesokan harinya, aku terbangun dengan keadaan pakaian yang telah basah, di sampingku ada ibu yang membawa ember.
"Bangun gak, ibu siram lagi nanti." ucapnya dengan tersenyum.
"Ibu kok gitu sih, anaknya sendiri masa di siram." ucapku.
"Lagian di bangunin ibu, gak bangun bangun sih dari tadi." ucapnya.
Kemudian aku pun berdiri dan langsung menuju ke kamar mandi untuk mandi, sementara ibu melanjutkan memasaknya. Beberapa saat setelah itu aku pun keluar dari kamar mandi, dengan hanya memakai handuk. Lalu aku menghampiri ibu yang sedang memasak.
"Ibu." panggilku.
"Apa sayang?. " tanyanya.
"Tante Indri udah pulang ya?. " tanyaku.
"Udah tadi adzan subuh." jawabnya.
"Oh, kalau ayah udah berangkat?. " tanyaku lagi.
"Iya sayang. " jawabnya.
Kemudian aku pergi ke kamarku, untuk sholat dan berganti baju sekolah. Sekitar beberapa menit akhirnya aku pun telah selesai melakukan semuanya, lalu aku pun keluar kamar menghampiri ibu yang sedang memasak makanan.
"Sayang tolong bantu ibu membawa makanan ini ke meja makan ya!." perintahnya.
"Iya ibu." ucapku.
Kemudian aku membantu membawa makanan makanan itu ke atas meja makan,lalu aku duduk. Sementara ibu pergi mengambil minum, kemudian ibu ikut duduk di sampingku.
"Oh iya sayang, nanti tante Santi mau ke sini loh." ucapnya.
"Masa sih bu." ucapku dengan bahagia.
"Iya sayang." ucapnya dengan tersenyum.
"Cuma tante Santi doang bu? . " tanyaku.
"Iya sayang, kalau nanti adik sudah lahir, kita pergi ke Bogor sama sama ya." ucap ibu.
"Tapi aku mau nanya deh bu. " ucapku.
"Mau nanya apa?. " tanyanya.
"Rumah kontrakan ayah dulu di mana sebelum nikah sama ibu?." tanyaku.
"Ayah dulu ngontrak di desa Melati sayang." jawabnya.
"Oh iya, kakek sama nenek yang ada di Lamongan bu, udah tau?. " tanyaku.
"Udah sayang, tante Ifa sudah ibu telpon kemarin." jawabnya.
"Kita udah lama gak ke Lamongan ya bu?. " tanyaku.
"Iya sayang, terakhir kita ke Lamongan saat kamu kelas satu sd." jawabnya.
"Tapi aneh ya, ibu kan orang Bogor, sama ayah orang Lamongan, kok bisa ya ibu sama ayah bertemu." ucapku.
"Namanya juga jodoh sayang, walaupun jaraknya jauh, pasti juga akan ketemu sendiri nanti." ucapnya dengan tersenyum.
"Ngomong ngomong kita kapan ke Lamongan lagi?. " tanyaku.
"Mungkin setelah adik kamu lahir kita ke Lamongan juga sayang. " jawabnya.
"Aku nanti kalau udah lulus, main ke sana aja kali ya bu." ucapku.
"Iya sayang." ucapku.
Kemudian aku pun sarapan bersama ibu. Tapi tak lama setelah itu ada bunyi ketukan pintu dari luar, seketika aku langsung mengecek di pintu dan perlahan aku membuka pintu.Lalu aku terkejut, ketika melihat ternyata itu adalah tante Ifa, dengan hijab warna hitam, kemeja warna hitam, dan juga celana hitam dengan tas yang lumayan besar yang ada di sampingnya,hatiku sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan tante Ifa.
"Arsyan ini ya." ucapnya dengan tersenyum.
"Iya tante. " ucapku dengan tersenyum.
Seketika aku pun langsung memeluk tante Ifa dengan penuh bahagia. Kemudian aku melepaskan pelukanku.
__ADS_1
"Kamu kok masih ingat sama tante ya." ucapnya dengan tersenyum.
"Masih dong tante." ucapku dengan tersenyum.
Kemudian ibuku pun menghampiri kami berdua, yang ada di luar rumah. Seketika ibu juga terkejut ketika melihat tante Ifa yang sudah ada di hadapannya.
"Mbak Indah." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
Seketika ibuku langsung memeluk tante Ifa dengan tersenyum.
"Kenapa gak bilangin mbak kalau mau kesini Ifa?. " ucap ibuku.
Kemudian ibu melepaskan pelukannya.
"Kan kejutan mbak." ucap tante dengan tersenyum.
"Kan kalau bilang mbak, nanti bisa di jemput di stasiun Ifa." ucap Ibu dengan tersenyum.
"Gak apa apa mbak." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Yaudah ayo masuk ke dalam, masakan mbak sudah matang nih." ajak ibuku.
Kemudian kami bertiga pun masuk ke dalam rumah, tante Ifa langsung menaruh tasnya di ruang tamu, dan langsung duduk di meja makan.
"Ambil sendiri ya Ifa. " ucap Ibu dengan tersenyum.
"Nggeh mbak." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Tante Ifa kok pakai hitam hitaman gini, kek mau ngelayat aja." ucapku dengan tersenyum.
"Kan tante suka warna hitam syan." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Ibu sama bapak sehat kan di sana Ifa?." tanya ibuku.
"Alhamdulillah sehat mbak." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"InsyaAllah nanti kalau bayinya udah lahir mbak sama mas Toni ke sana. " ucap ibu.
"Nanti ibuk dan bapak aku bilangin mbak." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Kalau satu bulan di sini boleh kan mbak?. " tanya tante Ifa kepada ibuku.
"Boleh dong Ifa,masa sih adik ipar mbak sendiri, mbak larang. " ucap ibuku dengan tersenyum.
"Makasih mbak." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
Setelah beberapa saat akhirnya aku pun sudah siap berangkat ke sekolah. Aku siapkan motorku di depan rumah tak lupa aku bersaliman dan mencium tangan ibu dan juga tante Ifa, lalu akupun langsung menjalankan motorku untuk menuju ke sekolah. Tapi ketika baru saja aku berangkat tiba tiba aku teringat dengan Prisila, sehingga aku pun memutar balik motorku menuju ke rumah.
Lalu tak lama setelah itu,di tengah perjalanan aku berpapasan dengan Prisila dan juga tante Rani, yang hendak berangkat, sehingga aku pun menghampiri mereka.
"Tadi mas lupa Sil gak manggil kamu." ucapku dengan tersenyum.
"Iya mas. " ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian Prisila bersaliman dan mencium tangan tante Rani,lalu langsung naik ke motorku di bagian depanku.
"Hati hati loh Syan." ucap tante Rani.
"Siap." ucapku.
Tante Rani kembali pulang ke rumah, sementara aku langsung menuju ke rumah Safira untuk menjemputnya.
"Yang di rumah mas Arsyan itu siapa?. " tanya tante Ifa.
"Tante mas Arsyan, namanya tante Ifa adik ayah mas Arsyan." jawabku.
"Oh." ucap Prisila dengan mengangguk.
Kemudian tak lama setelah itu kami sampai di rumah Safira, terlihat Safira telah menungguku di depan rumahnya.
"Safira cantik ayo naik." ajakku.
"Lama banget sih lo." ucapnya.
"Ada tamu gua. " ucapku.
__ADS_1
"Siapa anjing?. " tanyaku.
"Tante aku dari Lamongan." jawabku.
"Jauh banget anjir dari Lamongan. " ucapnya.
"Maka dari itu." ucapku dengan tersenyum.
Kemudian aku pun langsung melanjutkan perjalananku menuju ke sekolah, tapi terlebih dahulu seperti biasa aku mengantarkan Prisila ke sekolahnya. Setelah sampai di sekolahnya Prisila pun bersaliman dan mencium tangan kami berdua.
"Belajar yang pintar loh." ucapku dengan tersenyum.
"Iya mas." ucap Prisila dengan tersenyum.
Prisila langsung masuk ke sekolahnya, sementara kami berdua langsung pergi menuju ke sekolahan dengan kecepatan lumayan tinggi hingga akhirnya kami berdua pun sampai di sekolahan, seperti biasa akupun langsung mengarah ke parkiran sekolah.Kami berdua pun turun, perlahan kami berjalan menuju ke kelas kami.
Seperti biasa ketika sampai di depan kelas 12 ipa 2,Safira menggandeng tangan dengan mesra layaknya pasangan kekasih.
"Iya kan sayang." ucapnya dengan tersenyum.
"Iya dong sayang." ucapku.
Anak anak kelas 12 ipa 2,yang sedang nongkrong di depan kelas pun menatap kami berdua dengan tatapan yang tidak mengenakkan. Tapi kami berdua tetap berjalan dengan sangat santai, sambil bergandengan tangan dengan sangat mesra. Hingga akhirnya kami berdua sampai di kelas dan kami berdua langsung duduk di tempat duduk kami.
"Lo mau gak jadi agen gua?." tanyaku.
"Agen apa anjir?." tanyanya dengan bingung.
"Agen perjodohan mas Bejo sama mbak siapa kemarin?." tanyaku.
"Mbak Nadin,emang mas Bejo mau sama janda?." tanyanya.
"katanya sih mau, kalau mbak Nadinnya mau." jawabku.
"Tapi katanya juga,dia pengen banget punya suami yang bisa nerima dia apa adanya." ucapnya.
"Dia pernah curhat sama lo?." tanyaku.
"Pernahlah, sering tau dia curhat sama gua." jawabnya.
"Jadi lo bisa dong rekomendasiin mas Bejo ke mbak Nadin." ucapku.
"Gimana gua ngomongnya?. " tanyanya.
"Lo bilang aja gini, mbak gua ada rekomendasi suami buat mbak." jawabku.
"Gitu doang?. " tanyanya.
"Pokoknya tambahin kata kata lo yang menarik deh." jawabku.
"Tunggu tunggu, kenapa kita jadi jodohin orang sih?." tanyanya.
"Gak apa apa kan, mereka bahagia kita juga kan ikut bahagia." jawabku.
"Iya sih. " ucapnya.
"Lagi pula, mereka punya impian yang sama kan." ucapku.
"Iya juga ya." ucapnya.
"Lo setuju gak dengan misi ini?. " tanyaku.
"Setuju dong Syan." jawabnya.
Kemudian setelah itu ibu guru pun masuk ke dalam kelas, dan hendak memulai pelajaran.
"Lo nanti ikut sholat jum at gua gak?." tanyaku.
"Gak dulu deh, gua di sekolahan aja." jawabnya.
"Yaudah, tapi jangan lupa sholat dzuhur loh." ucapku.
"Iya." ucapnya dengan mengangguk.
Ibu guru pun memulai pelajarannya, hingga seluruh murid di kelas pun diam dan mendengarkan penjelasan ibu guru.
__ADS_1
......................BERSAMBUNG.....................