
Tak lama setelah itu aku pun hampir sampai di warung bakso yang di tuju, namun, hampir saja aku sampai di warung itu tiba tiba Safira menyuruhku untuk berhenti.
"Berhenti dulu Syan!. " perintahnya.
"Ada apa Ra?. " tanyaku.
"Berhenti dulu aja." jawabnya.
Kemudian kami pun berhenti, disamping jalan.
"Lihat deh, itu bukanya tante Ifa sama mas Bejo gak sih." ucapnya dengan menunjuk ke arah mereka.
"Iya itu mereka, kita intip dari belakang yuk. " ucapku.
"Jangan anying gak boleh kek gitu." ucapnya.
"Yaudah, kalau gak mau gua tinggal di sini sendiri lo." ucapku.
"Iya deh iya." ucapnya.
Kemudian aku pun langsung menjalankan motorku ke arah yang lumayan jauh dari mereka berada saat ini. Aku memarkirkan motorku di samping jalan, lalu kami berdua turun dari motor dan mulai menghampiri mereka berdua dari belakang, tanpa mereka ketahui. Kami berdua pun duduk di samping pohon kecil, yang tak jauh dari belakang mereka, sehingga suara mereka masih terdengar, dari tempat kami berdua.
"Kamu gak kerja Bejo?. " tanya tante Ifa.
"Gak aku izin sehari mau ketemu kamu. " jawab mas Bejo dengan tersenyum ke arah tante Ifa.
"Nanti kalau di pecat gimana?. " tanya tante Ifa lagi.
"Gak apa apa, cari kerja lagi." jawab mas Bejo.
"Cari kerja susah loh Bejo." ucap tante Ifa.
"Tenang aja gak akan di pecat kok Ifa." ucap mas Bejo.
"Yaudah, kalau gitu." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Btw, kamu cantik banget deh." ucap mas Bejo dengan tersenyum.
"Kamu dari kemarin kemarin kok gitu mulu sih, dari saat pertama kita jalan kamu selalu ngomong gitu." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Btw, aku pasti kangen nanti kalau kamu kembali ke Lamongan nanti." ucap mas Bejo.
"Iya Bejo, aku juga pasti kangen banget sama kamu." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Selama kamu di sini, kamu sering banget ngajak aku jalan. " ucap mas Bejo dengan tersenyum.
"Iya Bejo, makasih udah ada waktu buat aku." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Iya, mungkin ini akan menjadi jalan jalan kita yang terakhir Ifa." ucap mas Bejo.
"Iya Bejo, minggu depan aku udah balik ke Lamongan. " ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Sering sering ngabarin aku ya, video call atau telpon. " ucap mas Bejo.
"Iya Bejo tenang aja. " ucap tante Ifa dengan tersenyum.
Kemudian sekitar lima menit tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua.
"Kok gak ngomong ngomong sih mas Bejo kalau naksir sama tante Ifa." ucapku.
"Iya padahal udah sedikit lagi." ucap Safira.
"Aku bantu aja kali ya." ucapku.
"Gak usah Arsyan lo itu sini aja, jadi gak seru nanti kalau kita ketahuan sama mereka." ucap Safira.
"Iya juga ya." ucapku.
Kemudian mas Bejo pun memulai pembicaraan kembali.
"Fa." panggil mas Bejo.
"Iya Bejo." ucap tante Ifa dengan senyum manis yang keluar dari wajah cantiknya itu.
"Kamu pengen gak punya suami?. " tanya mas Bejo.
"Pengen Bejo, aku pengen punya suami dan juga pengen sekali punya anak." jawab tante Ifa dengan tersenyum.
"Udah ada calon gak?. " tanya mas Bejo.
"Belum sih, tapi mudah mudahan segera dapat." jawab tante Ifa dengan tersenyum.
"Kamu mau pengennya suami yang seperti apa?. " tanya mas Bejo.
"Yang cocok aja sama aku, udah gitu aja sih." jawab tante Ifa dengan tersenyum.
Kemudian mas Bejo pun menarik nafasnya dalam dalam dan melepaskanya.
"Sebenarnya aku mau ngomong hal serius sama kamu." ucap mas Bejo dengan tersenyum.
"Ngomong hal serius apa Bejo?." tanya tante Ifa dengan penasaran.
"Mau gak kalau kamu jadi istri aku?. " tanya mas Bejo.
__ADS_1
"Hah." ucap tante Ifa dengan kaget.
"Iya Ifa, kalau gak mau juga gak apa apa sih. " ucap mas Bejo dengan pasrah.
"Kalau kamu lihat wajah aku, kira kira aku mau gak." ucap tante Ifa dengan tersenyum ke arah mas Bejo.
"Gak tau Ifa." ucap mas Bejo.
"Tapi aku mau nanya sama kamu. " ucapnya.
"Mau nanya apa?. " tanya mas Bejo.
"Kamu serius mau jadi suami aku?." tanya tante Ifa dengan tersenyum.
"Iya Ifa. " jawab mas Bejo.
"Tapi ada syaratnya loh. " ucapnya dengan tersenyum.
"Apa syaratnya Ifa?. " tanya tante Ifa dengan tersenyum.
"Harus kaya dan ganteng kek artis korea. " jawab tante Ifa.
Seketika mas Bejo pun terdiam.
"Gak gak bercanda Bejo,pokoknya syaratnya adalah keseriusan kamu aja aku udah cukup, sama kasih sayang kamu juga jangan lupa." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Berarti kamu mau Ifa?. " tanya mas Bejo yang masih ragu ragu.
"Nggeh Bejo, aku gelem." jawab tante Ifa.
"Apa artinya Ifa?. " tanya mas Bejo.
"Kamu gak bisa bahasa Jawa?. " tanya tante Ifa.
"Emang gak, bisanya cuma bahasa Betawi sama Indonesia." jawab mas Bejo.
"Artinya, iya aku mau Bejo jadi istri kamu." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Alhamdulillah." ucap mas Bejo dengan begitu bahagia.
"Tapi kamu janji kan, kalau aku adalah istri pertama dan istri yang terakhir untukmu?. " tanya tante Ifa.
"Aku belum bisa janji Ifa, tapi insyaallah aku akan berusaha untuk itu." jawab mas Bejo dengan tersenyum.
"Aku ikhlas kok, seumpama aku sudah meninggal terus kamu mau cari istri lagi. " ucap tante Ifa.
"Kamu jangan ngomong gitu Ifa." ucap mas Bejo.
"Kan seumpama Bejo,tapi yang sangat penting kamu jangan selingkuhin aku ya." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Kamu bisa aja sih." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
Kemudian tante Ifa bersandar di bahu mas Bejo, dan memegang tangan mas Bejo.
"Boleh kan mulai sekarang aku panggil kamu sayang?. " tanya tante Ifa dengan nada alaynya.
"Boleh dong, kan aku calon suami kamu." jawab mas Bejo.
"Makasih sayang." ucap tante Ifa.
"Tapi kasih aku waktu ya Ifa, untuk nikahin kamu." ucap mas Bejo.
"Iya aku akan selalu menunggumu kok sayang, tapi jangan lama lama ya." ucap tante Ifa.
"Paling lambat pokoknya tahun depan ya Fa, nunggu aku ngumpulin uang dulu ya." ucap mas Bejo.
"Iya sayang, makasih ya." ucap tante Ifa.
"Tapi ngomong ngomong, orang tua kamu merestui hubungan kita gak?." tanya mas Bejo.
"Ya merestui lah sayang, mereka pengen banget aku menikah, kalau orang tuamu." ucap tante Ifa.
"Ya merestui dong. " ucap mas Bejo.
"Gak nyangka ternyata kita jodoh ya sayang." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Iya Ifa." ucap mas Bejo dengan tersenyum.
Mereka berduaan dengan begitu mesra di kursi taman itu.Kemudian kami berdua pun memutuskan untuk menampakkan diri.
"Sekarang Fir?. " tanyaku dengan tersenyum.
"Iya Syan ayo." jawab Safira setuju.
Kemudian kami berdua berdiri dan menghampiri mereka berdua.
"Ciee ada calon pasangan suami istri nih." ledek ku.
Seketika tante Ifa menegakkan kepalanya dan menoleh ke arah kami berdua yang berjalan ke arah mereka. Dan mas Bejo juga ikut menoleh ke arah kami berdua.
"Kalian ngintipin tante dari tadi ya?." tanya tante Ifa.
"Iya tante, habisnya aku ikut bahagia sih tante." ucapku dengan tersenyum.
__ADS_1
"Gak sopan,sini duduk di samping tante sayang." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
Kemudian aku dan Safira duduk menengahi mereka berdua yang sedang berduaan.
"Aku gak kaget sih,dari tadi aku udah tau kalau ada kalian. " ucap mas Bejo.
"Kok kamu gak bilangin aku sih sayang. " ucap tante Ifa.
"Maaf Ifa, takutnya nanti mereka ganggu kita lagi." ucap mas Bejo dengan tersenyum.
"Mas Bejo sombong sekarang, mentang mentang udah dapat tante aku yang cantik ini." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Ya harus dong, iya kan sayang. " ucap mas Bejo dengan tersenyum.
"Iya dong sayang." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Cie sayang sayangan aja nih, jadi iri kita iya gak Syan." ucap Safira dengan tersenyum ke arahku.
"Kita sayang sayangan juga kali ya." ucapku dengan tersenyum.
"Kalian ada ada aja deh." ucapku dengan tersenyum.
"Rencananya sama janda anak satu, eh malahan dapat perawan cantik dari Lamongan." ledekku dengan tersenyum.
"Hah, kamu mau nikah sama janda anak satu sayang?. " tanya tante Ifa debgan bingung.
"Belum sayang, mereka aja yang mau jodohin aku, sama janda anak satu di desa Melati." jelas mas Bejo.
"Oh,sok sok an mau jodohin orang, jodoh sendiri aja belum punya." ledek tante Ifa dengan tersenyum.
"Santai aja gak sih tante." ucapku dengan tersenyum.
"Iya sayang, sekolah aja yang bener." ucap tante Ifa.
"Tapi udah mau lulus tante." ucapku dengan tersenyum.
"Udah selesai ujiannya?. " tanya tante Ifa.
"Udah dong tante, Arsyan udah sangat tenang sekarang, tinggal ujian lisan sama praktek doang." jawabku.
"Bagus dong kalau begitu." ucap tante Ifa.
"Btw, nanti kalau udah nikah jangan lupa undang aku ya tante. " ucap Safira dengan tersenyum.
"Iya dong Safira, tapi kamu mau datang kalau nikahan tante di Lamongan." ucap Safira dengan tersenyum.
"InsyaAllah, aku mau datang tante, sekalian sama pasangan aku kalau udah punya. " ucap Safira dengan tersenyum.
"Ya bagus dong, tapi kamu habis ini kuliah kan?. " tanya tante Ifa.
"Iya tante, di Bandung." jawab Safira.
"Jaga diri kamu baik baik Safira, jangan terlalu banyakin pacarannya, banyakin aja belajaranya." ucap tante Ifa.
"Iya tante." ucap Safira dengan mengangguk.
"Kamu juga Arsyan, nanti di Jakarta jaga diri kamu baik baik, udah jauh sama orang tua juga, kamu harus bisa mandiri loh." ucap tante Ifa.
"Iya tante sayang." ucapku.
"Jangan iya iya doang, tapi lakuin beneran." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
Kemudian aku menunjukkan tante jika ada warung bakso di sebrang jalan.
"Lihat deh tante itu ada apa?. " tanyaku dengan menunjuk ke arah warung bakso.
"Warung bakso, oh tante faham kamu minta traktir bakso kan?. " tanya tante Ifa.
"Eh tante tau aja deh." jawabku.
"Yaudah ayo kesana,nanti mas Bejo yang bayarin." ucap mas Bejo dengan tersenyum.
"Kamu ada uang sayang?. " tanya tante Ifa kepada mas Bejo.
"Tenang aja sayang ada kok." jawab mas Bejo.
"Yeah di traktir sama calon pengantin nih." ucapku dengan tersenyum.
"Iya Arsyan." ucap Safira dengan tersenyum.
Kemudian kami semua berdiri dan hendak berniat untuk pergi ke warung bakso di sebrang jalan. Tapi tiba tiba aku teringat dengan motorku yang masih jauh dari tempatku.
"Aku ngambil motor dulu ya tante." pamitku.
"Di mana motor kamu sayang?. " tanya tante Ifa.
"Di sana tante, agak jauh dari sini." jawabku.
"Oh yaudah, nanti langsung ke warung bakso aja ya." ucap tante Ifa.
"Iya tante sayang." ucapku.
Kemudian mereka bertiga pun langsung pergi ke warung bakso, sementara aku mengambil motorku terlebih dahulu.
__ADS_1
.................BERSAMBUNG..................