Sisi

Sisi
PEMBERIAN SISI


__ADS_3

Malamnya setelah rumah makan telah tutup, aku, mbak Syifa dan Cindy pun hendak membersihkan rumah makan itu. Aku membersihkan pusat rumah makan, sementara mbak Syifa dan Cindy membersihkan di dalam.


Aku membersihkan pusat rumah sakit dengan begitu santai, sembari bernyanyi lagu bahagia.Aku perlahan menyapu bagian seluruh lantai rumah makan, setelah menyapu aku langsung mengusap meja meja dan kursi serta membersihkan tempat kasir juga dan tak lupa juga mengepel seluruh lantai.


Hingga beberapa saat akhirnya aku telah selesai membersihkan semuanya, lalu aku pun langsung duduk. Keringat keluar begitu banyak tidak seperti biasanya, karena biasanya aku membersihkan lantai rumah makan dengan mbak Syifa, namun sekarang aku melakukannya sendiri, karena mbak Tya sedang sakit.


"Capek banget yah." ucapku.


Aku berniat bermain game sejenak.Aku keluarkan handphoneku dari dalam saku celanaku, setelah itu aku buka handphoneku dan aku pencet game yang biasa aku mainkan. Setelah itu aku miring kan handphoneku, dan memulai memainkan gameku.


Game yang aku mainkan adalah game bola online yang bisa di mainkan dengan orang lain di seluruh dunia. Aku memiliki beberapa pemain yang bagus di skuad ku, seperti Ronaldo, Messi, neymar, neur dan pemain bintang lainnya .


Aku mainkan game itu dengan begitu bahagia, aku mampu mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola dan umpan umpan pendek yang cantik. Hingga akhirnya aku pun mampu menghasilkan goal lewat goal dari Ronaldo, hingga klubku pun unggul satu kosong dari klub lawan.


Aku pun bermain dengan begitu santai, aku mainkan umpan umpan pendekku, hingga bola sampai di Ronaldo lalu aku pun langsung memencet tombol shot dari luar kotak pinalty dan aku kembali menghasilkan goal lagi. Aku unggul dua kosong dari klub lawan, namun tiba tiba sambungan klub lawan terputus, karena lawan meninggalkan permainan.


"Yah pengecut masa kalah dua kosong doang keluar sih, gua aja kalah lima kosong gak pernah keluar." ucapku dengan kesal.


Kemudian aku pun menunggu, hingga akhirnya aku di nyatakan menang.


"Tapi gak apa apa deh yang penting kan menang." ucapku dengan tersenyum.


Tak lama setelah itu terdengar suara motor suami mbak Syifa dari luar rumah makan. Aku pun juga bingung dengan mbak Syifa dan Cindy yang tak kunjung keluar dari dalam. Sehingga aku pun langsung keluar dari gameku, lalu mematikan handphoneku dan aku masukkan lagi handphoneku ke saku celanaku.


Aku pun berdiri, lalu perlahan berjalan menuju ke ruang dapur. Aku buka pintu dapur dengan perlahan lahan, lalu aku masuk ke dalam, keadaan ruangan dapur pun begitu sangat sepi, tidak ada mbak Syifa maupun Cindy yang sedang bersih bersih.


Namun keadaan ruangan dapur telah begitu bersih. Sehingga aku memutuskan untuk pergi ke ruang ganti, mungkin saja mereka berdua ketiduran. Perlahan aku berjalan menuju ke ruang ganti dan ternyata dugaanku pun benar mbak Syifa dan Cindy pun tertidur.


Setelah itu aku pun membangunkan mereka berdua, Cindy pun langsung bangun dan duduk ketika aku bangunkan, namun mbak Syifa gak bangun bangun ketika aku bangunkan,malah mbak Syifa mendengkur dengan suara lumayan keras.


"Kok malah mendengkur sih dia Cindy." ucapku dengan tersenyum.


"Syan aku punya ide." ucap Cindy dengan tersenyum.


"Ide apa Cin?." tanyaku dengan penasaran.


"Kamu video call aja mbak Tya tunjukin mbak Syifa yang lagi tidur." jelas Cindy dengan tersenyum.


"Iya juga ya." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian aku memulai video call dengan mbak Tya dan untungnya mbak Tya mengangkatnya. Mbak Tya sedang menggendong anaknya di luar rumah.


"Ada apa video call mbak, Arsyan, malam malam gini?." tanya mbak Tya.


"Mbak ada hal penting yang mau aku tunjukkin loh." jawabku dengan tersenyum.


"Hal penting apa Arsyan?." tanya mbak Tya dengan penasaran.


Kemudian aku mengarahkan handphoneku ke arah mbak Syifa yang sedang tidur dengan mendengkur.


"Lihat, kakak kita lagi tidur nih mbak." ucapku dengan tersenyum.


"Manis banget kalau lagi tidur." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


Kemudian mbak Syifa mengeluarkan air liur dari mulutnya.


"Mbak Syifa ngiler Syan." ucap mbak Tya dengan tertawa.


"Iya mbak." ucapku.


"Foto Syan nanti kirimkan mbak." ucap mbak Tya.

__ADS_1


Kemudian Aku memfoto mbak Syifa yang lagi tidur.


"Sudah mbak." ucapku dengan tersenyum.


"Bagus Syan." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


Kemudian mbak Syifa pun tiba tiba terbangun.


"Ngapain kalian?." tanya mbak Syifa yang baru terbangun.


"Nungguin mbak bangun lah ngapain lagi." jawabku dengan tersenyum.


"Kenapa gak di bangunin?." tanya mbak Syifa.


"Gak di bangunin katanya Cin." jawabku dengan tersenyum.


"Tadi mbak udah di bangunin Arsyan beberapa kali,gak bangun bangun." ucap Cindy dengan tersenyum.


"Malah dengkur sama ngiler lagi." ledek ku dengan tersenyum.


"Terus kamu rekam mbak gitu Syan?." tanya mbak Syifa.


"Gak cuma video call sama mbak Tya." jawabku dengan tersenyum.


Kemudian mbak Syifa pun duduk dan mengambil handphonenya di saku celananya.


"Mbak udah di tungguin suami mbak loh." ucapku dengan tersenyum.


"Masa sih Syan?." tanya mbak Syifa dengan kaget.


"Iya mbak udah dari tadi tau gak." jawabku.


"Bodoh amat kamu Tya." ucap mbak Syifa.


Kemudian mbak Syifa langsung berdiri dan mengambil tasnya serta memakai jaket wanita miliknya.


"Tumben bawa jaket mbak?." tanyaku.


"Dingin Syan." jawab mbak Syifa.


"Oh." ucapku dengan mengangguk.


"Yaudah mbak pulang dulu ya, jangan lupa di kunci loh nanti." pamit mbak Syifa.


"Iya bunda Syifa." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian mbak Syifa pun perlahan berjalan meninggalkan kami berdua,untuk menuju ke arah suaminya yang ada di depan rumah makan.


"Mbak Tya gak tidur?." tanyaku.


"Aslinya mbak udah ngantuk sih Syan." jawab mbak Tya.


"Kenapa gak tidur mbak?." tanyaku.


"Anaknya rewel terus, ngajak di luar mulu kalau diajak ke kamar nangis." jawab mbak Tya.


"Susuin aja kali mbak." ucapku.


"Udah Syan, gak mau dia." ucap mbak Tya.


"Mungkin lagi pengen di manjain ibunya kali mbak." ucapku dengan tersenyum.

__ADS_1


"Iya kali ya Syan." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Yaudah aku sama Cindy mau pulang dulu udah malam nih." pamitku.


"Iya Syan, hati hati loh di jalan." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Iya mbak." ucapku.


Lalu aku mematikan video call nya, dan aku langsung memasukkan handphoneku di saku celanaku.


"Ayo pulang Cin!." ajakku.


"Ayo." ucapnya setuju.


Kami berdua berjalan keluar dari ruang dapur menuju keluar rumah makan. Sesampainya di luar, aku langsung menaiki motorku, sementara Cindy terlebih dahulu mengunci pintu rumah makan.Setelah itu Cindy langsung naik ke motorku dan aku langsung menyalakan motorku lalu langsung menjalankan motorku menuju ke rumah.


"Cin, kamu kira kira kalau rumah makannya di tutup kamu mau kerja apa?." tanyaku.


"Mau kuliah kedokteran aja Syan." jawabnya.


"Kamu ada biayanya Cin?." tanyaku lagi.


"Ada Syan insyaallah." jawabnya.


"Yaudah kalau memang ada." ucapku.


"Tapi kamu mau kerja di mana kalau beneran di tutup?." tanyanya.


"Gak tau juga sih." jawabku.


Karena keasikan aku dan Cindy berbincang bincang, hingga tak terasa kini kami telah sampai di rumahnya Cindy, Cindy langsung turun dari motorku.


"Gak mampir dulu Syan?." tanyanya.


"Gak usah Cin, kapan kapan aja aku mampir." jawabku.


"Oh yaudah hati hati loh." ucapnya dengan tersenyum.


"Iya Cindy." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian aku langsung memutar balik motorku, dan menjalankan motorku menuju ke rumah dengan kecepatan yang lumayan tinggi, hingga akhirnya aku pun sampai di rumah. Aku pun hendak memasukkan motorku namun ketika berada di depan pintu, tiba tiba ada sekotak nasi dan sebotol minuman serta selembar kertas yang ada di bawah nasi kotak.


"Tante kok aneh anehan segala sih, gak sekalian di masukkan aja kenapa harus di taruh di depan pintu kek gini." ucapku dengan tersenyum.


Lalu aku mengambil kunci rumah di gantungan yang ada di samping pintu, lalu aku langsung membuka pintu rumahku. Setelah itu aku terlebih dahulu mengambil makanan dan minuman tak lupa dengan selembar kertas yang ada di bawahnya.Aku taruh makanan dan minuman itu di atas meja, lalu aku memutuskan untuk kembali keluar untuk memasukkan motorku ke dalam rumah.


Setelah motorku sudah ada di dalam, aku pun mengunci pintu rumah dari dalam, kemudian aku duduk di kursi yang ada di ruang tamu. Terlebih dahulu aku membuka isi nasi kotak itu, ternyata isinya adalah ayam geprek. Setelah itu aku menutup kembali nasi kotak itu, karena aku penasaran dengan selembar kertas itu,aku pun mengambil kertas itu dan membukanya.


Ternyata itu adalah surat dari Sisi yang berisi:


Hai Arsyan, ini di makan ya makanan dari aku, aku sangat bahagia kalau kamu mau memakan makanan dariku. Aku merindukan mu selama ini Syan, aku juga tau kok kalau kamu juga merindukanku. mungkin itu aja Arsyan yang bisa aku tuliskan di kertas ini.


I Love you Arsyan.


From: Sisi.


Setelah membaca surat itu, aku pun begitu bahagia, ternyata harapanku menemukan Sisi masih terbuka lebar. Ternyata Sisi sudah tau kalau aku berada di Jakarta, mungkin di waktu dekat aku bisa berjumpa dengan Sisi.


Aku pun langsung membuka makanan yang di berikan oleh Sisi itu, lalu setelah itu aku langsung memakan makanan pemberian Sisi dengan perasaan yang sangat begitu bahagia, dan juga karena harapanku menemukan Sisi masih terbuka.


..............................BERSAMBUNG............................ ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2