Sisi

Sisi
KE MALL


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, tepatnya jam 2 siang aku pun terbangun. Setelah itu aku pun langsung berdiri,lalu perlahan berjalan menuju keluar kamar. Tapi terlebih dahulu aku buka pintu kamarku perlahan, laluaku mendengar suara televisi yang menyala.Setelah itu aku pun memutuskan untuk berjalan menuju ke sumber suara.


Sesampainya di sana, ternyata di sana sudah ada Sandra yang duduk di depan televisi sembari menonton sebuah film yang tayang di film.


"Lo kok gak bangunin gua sih Sandra." ucapku .


"Udah gua bangunin lo berkali kali, tapi lo gak bangun bangun." ucapnya tanpa menoleh ke arahku.


"Masa sih." ucapku dengan tersenyum.


"Masa sih masa sih, capek gua bangunin lo." ucapnya.


"Maaf ya Sandra." ucapku.


"Iya." ucapnya.


Kemudian aku duduk di samping Sandra.


"Jadi terlambat deh ke Mall nya." ucapku.


Kemudian Sandra menoleh ke arahku.


"Gak apa apa Syan sekalian nanti setelah ashar aja." ucapnya dengan tersenyum.


"Yaudah kalau begitu Sandra." ucapku dengan tersenyum.


"Sekarang lo sholat dulu gih, belum sholat kan pasti." ucapnya.


"Ya belum lah Sandra, kan gua baru bangun tidur." ucapku dengan tersenyum.


"Makannya lo sholat dulu ya, udah jam 2 soalnya bentar lagi adzan ashar." ucapnya dengan tersenyum.


"Siap bos." ucapku dengan tersenyum.


Setelah itu aku pun menuju ke kamar mandi untuk berwudhlu. Setelah berwudhlu aku pun langsung pergi ke kamarku untuk sholat. Beberapa saat kemudian, setelah aku selesai melaksanakan sholat dzuhur, aku langsung kembali menuju ke Sandra yang sedang menonton televisi.


"Sandra." panggilku dari belakangnya.


Kemudian dia menoleh ke arahku.


"Sudah Syan sholatnya?." tanyanya.


"Sudah dong Sandra." jawabku dengan tersenyum.


Kemudian aku duduk di samping Sandra yang sedang menonton televisi.


"Seru banget nih kek nya, film apasih?." tanyaku.


"Gak tau judulnya, tapi seru banget sumpah." jawabnya dengan tersenyum.


"Film cinta ya?." tanyaku.


"Iya." jawabnya.


Setelah itu aku ikut menonton film itu.


"Itu bukannya pacarnya yang tadi ya?." tanyaku.


"Itu dia selingkuh Syan." jawabnya.


"Oh selingkuh,makannya gitu." ucapku dengan tersenyum.


"Kasihan tau gak sih ceweknya di selingkuhin." ucapnya yang terus fokus menonton televisi.


"Iya ya, emang buaya tuh cowok." ucapku.


"Kek lo buaya." ledeknya dengan tersenyum.


Aku pun menoleh ke arahnya.


"Ngawur aja gua di katain buaya." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian Sandra menoleh ke arahku.


"Apa lo gak terima?, ngajak war lagi kek dulu." ucapnya dengan tersenyum.


"Gua tabrak lagi lo malahan." ucapku dengan tersenyum.


"Tabrak aja." ucapnya dengan tersenyum.


"Tapi tunggu deh." ucapku.


"Tunggu apa?." tanyanya..


"Kita berdua kok bisa seakrab ini ya sekarang." ucapku dengan tersenyum.


"Gak tau, lo sih sok asik." ucapnya dengan tersenyum.


"Lo tuh yang sok asik." ucapku dengan tersenyum.


"Yah, lo lah yang sok asik." ucapnya dengan tersenyum.


"Enak aja, padahal gua waktu itu mau mencoba untuk menjadi cowok pendiam." ucapku dengan tersenyum.

__ADS_1


"Iya deh gua yang sok asik, btw lo suka gak akrab sama gua." ucapku dengan tersenyum.


"Suka dong, kan akrab sama cewek incaran satu sekolahan." ucapku dengan tersenyum.


"Gak satu sekolahan juga kali." ucapnya dengan tersenyum.


"Tapi banyak kan yang naksir sama lo?." tanyaku.


" Iya sih Syan." jawabnya dengan tersenyum.


"Tapi lo emang cantik sih." ucapku dengan tersenyum.


"Biasa aja deh perasaan, masih banyak juga yang lebih cantik dari gua." ucapnya dengan tersenyum.


"Tapi lo istimewa mungkin San." ucapku dengan tersenyum.


"Biasa aja deh, gak ada istimewa istimewanya sama sekali." ucapnya dengan tersenyum.


"Lo aja yang gak sadar Sandra." ucapku dengan tersenyum.


Namun tiba tiba film pun selesai.


"Yah selesai, jadi gak tau deh endingnya." ucapnya.


"Lo sih ngajak ngobrol mulu dari tadi." ucapku.


"Gak apa apa, kapan kapan pasti ada lagi." ucapnya dengan tersenyum.


Kemudian Sandra menoleh ke arahku.


"Arsyan ada yang mau gua omongin nih sama lo." ucapnya dengan tersenyum.


"Ngomong apa?." tanyaku dengan penasaran.


"Gua boleh gak?." tanyanya.


"Boleh apa Sandra?." tanyaku.


"Boleh gak gua pinjam handuk lo,gua mau mandi soalnya." ucapnya dengan tersenyum.


"Yaelah, gua kirain mau ngomong apa?." ucapku dengan tersenyum.


"Boleh kan?." tanyanya.


"Boleh kok ambil aja di kamarku." jawabku.


Kemudian Sandra berdiri.


"Mau mandi sekarang lo?." tanyaku.


Setelah itu Sandra pergi meninggalkanku untuk pergi mandi, sementara aku tetap duduk melihat televisi sembari menunggu adzan ashar berkumandang.


Beberapa jam kemudian, aku pun telah memakai pakaian rapi, bersiap siap untuk pergi ke mall bersama Sandra. Aku pun memakai jaket kesayanganku dan tak lupa aku menyisir rambutku agar terlihat ganteng.


Setelah siap semuanya, aku pun hendak keluar dari kamar. Namun sebelum keluar, terlebih dahulu aku mengambil dua helm milikku, untuk aku pakai dan satu lagi untuk di pakai Sandra.


Aku buka pintu kamarku, lalu berjalan keluar kamar, setelah itu aku melihat Sandra yang sedang memakai make up di kamar sebelah, dengan menghadap ke kaca. Setelah itu aku pun masuk dan menghampiri nya.


"Sudah cantik Sandra, gak usah tebel tebel." ucapnya dengan tersenyum.


"Harus tebel dong." ucapnya dengan terus memakai make upnya.


Setelah selesai bermake up, Sandra pun langsung berdiri dan menoleh ke arahku. Wajahnya makin bertambah cantik ketika memakai make up.


"Gua cantik gak Syan?." tanyanya dengan tersenyum.


"Cantik dong Sandra." jawabku dengan tersenyum.


Setelah itu Sandra mengambil tasnya yang ada di meja kamar.


"Yaudah ayo berangkat!." ajaknya.


Aku terlebih dahulu memberikannya helm.


"Ini nanti di pakai." ucapku.


"Iya Arsyan." ucapnya dengan tersenyum.


Kemudian kami berdua berjalan perlahan, menuju keluar rumah. Sesampainya di luar rumah, aku tak lupa mengunci pintu rumahku terlebih dahulu dan setelah itu aku berikan kunci rumahku kepada Sandra.


"Taruh tasmu ya." ucapku sembari memberikan kunci rumah kepada Sandra.


"Iya Arsyan." ucapnya sembari memasukkan kunci rumah ke dalam tas yang ada di bahu kanannya.


Aku langsung memakai helmku,lalu pergi menuju ke arah motor Sandra yang terparkir di halaman rumah.


"Helmnya pakai dulu Sandra!." perintahku.


"Iya Arsyan gua lupa." ucapnya dengan tersenyum.


Setelah itu Sandra langsung memakai helmnya, lalu aku pun naik ke motor di ikuti oleh Sandra yang duduk di belakangku dan aku langsung menyalakan motornya.


"Sudah Sandra." ucapku.

__ADS_1


"Iya Syan." ucapnya.


Aku pun langsung menjalankan motornya menuju ke Mall Taman anggrek yang tidak terlalu jauh dari keberadaan kami saat ini.


"Lo mau beli apa sih ke mall?." tanyaku.


"Enaknya beli apa menurutmu?." tanyanya balik.


"Kok gua sih, kan lo yang ngejak." ucapku


"Beli baju mau gak, terus gitu kita berdua kapelan." ucapnya.


"Kek pasangan kekasih aja kapelan." ucapku dengan tersenyum.


"Kapelan doang masa harus nunggu jadi pasangan kekasih." ucapnya.


"Tapi aneh aja gitu Sandra, kita juga gak pacaran kenapa bajunya kapelan." ucapku.


"Gak mau ya gak apa apa, tinggal bilang gak mau aja kok repot." ucapnya.


"Lo ngambek ya Sandra." ucapku.


"Kalau gua bilang iya gimana?." tanyanya.


"Masa gitu aja ngambek sih mbak." ucapku dengan tersenyum.


Dia pun tidak mengeluarkan satu kata pun, hingga akhirnya aku pun mau tak mau harus menyetujui keinginan Sandra.


"Iya deh, gua mau." ucapku dengan tersenyum.


"Beneran?." tanyanya.


"Iya, beneran." jawabku dengan tersenyum.


"Yeah asik." ucapnya dengan tersenyum.


Sandra terlihat begitu bahagia, setelah aku menyetujui keinginannya.


"Setelah beli baju kita beli apa?." tanyaku.


"Mungkin beli makanan, atau apa gitu." jawabnya dengan tersenyum.


"Pokoknya terserah di sana aja ya." ucapku.


"Iya Arsyan." ucapnya dengan tersenyum.


"Tapi lo udah pernah jalan berdua sama cowok sebelumnya?." tanyaku.


"Sudah." jawabnya.


"Sama siapa?." tanyaku lagi.


"Sama papa gua." jawabnya.


"Maksud gua, cowok yang gak punya hubungan keluarga sama lo." jelasku.


"Pernah satu kali." ucapnya.


"Sama temen sekelas?." tanyaku.


"Ya sama lo lah,Arsyan." jawabnya.


"Berarti gua cowok pertama yang pernah jalan sama lo nih?." tanyaku dengan tersenyum.


"Iya." ucapnya.


"Tapi lo kok mau jalan sama gua?." tanyaku lagi.


"Banyak nanya ih, males gua jawab." jawabnya.


"Iya deh iya gua diam." ucapku.


"Gak Arsyan, bercanda kok." ucapnya.


Kemudian Sandra memelukku dari belakang.


"Please jangan ngambek ya." ucapnya.


"Gua gak kek lo Sandra." ucapku.


Kemudian Sandra melepaskan pelukannya.


"Kok tiba tiba gua bisa meluk lo sih, kan kita gak muhrim." ucapnya dengan tersenyum.


"Gak tau lo sendiri yang meluk gua." ucapku dengan tersenyum.


Beberapa menit perjalanan akhirnya kita Sampai di Mall Taman anggrek.


"Besar banget mallnya." ucapku.


"Baru tau lo." ucap Sandra dengan tersenyum.


"Emang." ucapku.

__ADS_1


Setelah itu aku pun menjalankan motornya menuju ke tempat parkir mall, untuk memarkiran motor.


............................ BERSAMBUNG..........................


__ADS_2