Sisi

Sisi
NIKAH


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian, setelah sekian lama kami berdua berpacaran dan setelah selesainya Sandra lulus kuliah, Kami pun memutuskan untuk menikah. Pernikahan kami berdua pun di laksanakan di gedung mewah yang ada di kotaku.Pernikahan kami di laksanakan dengan begitu megah banyak sekali tamu undangan yang datang, mulai dari teman sd ku, smp, sma dan tetangga tetanggaku dan juga teman kerja saat di restoran,Serta juga ada tamu undangan dari Sandra.


Aku dan Sandra memakai baju adat berwarna putih, aku dan Sandra duduk di depan para tamu undangan. Malu dan bahagia menyelimuti perasaanku saat ini. Aku lihat di sampingku terlihat Sandra sangat begitu cantik, dengan make up yang begitu tebal dan dia tersenyum ke arahku, yang menandakan dia sangat begitu bahagia.


"Bahagia gak sayang?." tanyaku.


"Bahagia banget sayang, habis ini kita akan tinggal satu kamar." jawabnya dengan senyuman yang terpancar dari wajah cantiknya.


Kami pun telah melaksanakan akad nikah pagi tadi dan kali ini tinggal melaksanakan resepsi pernikahan. Fariska yang akan menjadi mc di pernikahan kami berdua Dan Fariska pun akan segera memulai acaranya.


Setelah beberapa saat akhirnya, acara resepsi pernikahan kami berdua pun telah selesai, dan setelah acara pernikahan selesai semua keluargaku dan keluarganya Sandra menghampiri kami berdua yang ada di depan, untuk melaksanakan foto bersama.


"Anak mama udah nikah aja sekarang." ucap tante Lina dengan tersenyum.


"Yaudah kita foto kali aja ya Lin." ucap ibuku.


"Mas tolong fotoin ya." ucap tante Lina.


"Iya bu." ucap tukang foto itu.


Kemudian kami semua pun foto bersama.


"Satu..dua... tiga.. cish." ucap tukang foto itu kemudian memfoto kami semua.


Kami semua pun berfoto,seluruh keluargaku dan seluruh keluarga Sandra, bersatu menjadi satu.Setelah berfoto, mas Bejo dan tante Ifa dengan menggendong anaknya yang baru berusia satu tahun itu pun, menghampiri kami berdua.


"Cie keponakan tante udah nikah." ucap tante Ifa dengan tersenyum.


"Iya dong tante." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian setelah nenek dan kakek dari Lamongan pun menghampiriku juga.


"Cucu kakek dan nenek udah nikah nih." ucap nenekku dengan tersenyum.


Aku dan Sandra pun tersenyum ke arah mereka.Setelah itu mas Ricky dan tante Santi yang sedang menggendong anaknya yang masih berumur satu tahun pun menghampiri kami berdua bersamaan dengan tante Widia, (adik pertama ibu),dengan suaminya (om Rizal) dan kedua anaknya(Tito dan Windy).


"Keponakan tante udah nikah." ucap tante Widia dengan tersenyum.


"Iya dong tante." ucapku dengan tersenyum.


"Mas Arsyan, udah nikah aja." ucap Windy dengan tersenyum ke arahku.


"Iya dong." ucapku dengan tersenyum.


"Sayang tante, udah nikah." ucap tante Santi dengan tersenyum.


"Iya dong tante." ucapku dengan tersenyum.


"Selamat ya sayang." ucap tante Santi dengan tersenyum.


"Selamat menempuh hidup baru Arsyan." ucap tante Widia dengan tersenyum.


"Makasih tante." ucapku dengan tersenyum.


Setelah mereka pergi, kakek dan neneknya Sandra pun menghampiri kami berdua.


"Cucu nenek yang cantik, udah nikah sekarang." ucap nenek Sandra dengan tersenyum ke arahku.


"Iya nek." ucap Sandra dengan tersenyum.


"Kapan kapan nginap di rumah kakek sama nenek." ucap kakek Sandra dengan tersenyum.


"Iya kek, kapan kapan." ucap Sandra dengan tersenyum.


Kemudian kakek dan nenek Sandra pergi, sementara kami berdua pun berjalan ke arah teman temanku sd dulu, yang sudah berkumpul di tempat duduk tamu undangan.


"Cie udah nikah nih." ucap Safira dengan tersenyum.


"Lo mudah mudahan cepat cepat nyusul ya Safira." ucap Sandra dengan tersenyum.


"Harus dong, lagi pula kan aku udah ada Ravi,iya kan sayang." ucap Safira dengan tersenyum.


"Iya dong Safira sayang." ucap Ravi dengan tersenyum.


"Cie sayang sayangan aja nih." ucap Sandra dengan tersenyum.


"Btw, Shinta sama Ilham mana kok gak ada?." tanyaku.


"Sedang ke toilet tadi Syan,biasa suami istri emang gitu." jawab Safira dengan tersenyum.


Setelah itu Shinta dan Ilham pun datang menghampiri kami semua.


"Cie nungguin aku sama mas Ilham ya." ucap Shinta dengan tersenyum.


"Yaudah sekarang kan udah lengkap nih, kita foto dulu dong." ucapku.


"Harus itu." ucap Safira dengan tersenyum.


"Mau di fotoin gak mas?." tanya tukang foto itu.


"Iya dong mas." jawabku dengan tersenyum.

__ADS_1


Kemudian kami semua pun berbaris, sementara tukang foto itu langsung memfoto kami semua,setelah berfoto Safira langsung menghampiri tukang foto itu.


"Mana hasilnya mas?." tanya Safira ke tukang foto itu.


Kemudian tukang foto itu menunjukkan hasil foto itu kepada Safira.


"Bagus banget mas." ucapku Safira dengan tersenyum.


Setelah itu Semua teman sd ku yang lain,pun mengikuti Safira dan pengen melihat hasil fotonya. Setelah itu mbak Syifa, mbak Tya dan Cindy pun menghampiri kami berdua.


"Cie udah nikah nih." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Iya nih." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Ngomong ngomong kalian sendirian aja, gak sama suami?." tanyaku dengan bingung.


"Gak Syan, suami pada sibuk semua Syan." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Kalau aku emang belum punya suami Syan." ucap Cindy dengan tersenyum.


"He he he iya, mudah mudahan cepat nyusul ya." ucapku dengan tersenyum.


"Iya Syan, do'ain aja." ucap Cindy dengan tersenyum.


"Anak anak juga gak ada yang di ajak?." tanyaku.


"Gak ada yang mau Syan anak mbak." jawab mbak Syifa dengan tersenyum.


"Kalau anak mbak Tya?." tanyaku.


"Sama Syan, gak mau." jawab mbak Tya dengan tersenyum.


Kemudian Sandra mengajakku pergi ke halaman gedung karena telah di tunggu oleh teman temannya Sandra di sana.


"Sayang kita keluar yuk,udah di tunggu teman teman aku soalnya." ajaknya.


"Ayo sayang." ucapku setuju.


"Kemudian aku pamit kepada mbak Syifa dan yang lain.


" Mbak, kami pergi dulu ya." pamitku.


"Iya, selamat ya kalian." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Selamat menempuh hidup baru." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Semoga aku cepetan nyusul ya." ucap Cindy dengan tersenyum.


Kemudian aku dan Sandra pun berniat pamitan kepada teman teman sd.


"Gua pamit keluar dulu ya." pamitku.


"Mau ngapain Syan?." tanya Safira.


"Mau ketemu teman temannya Sandra." jawabku.


"Syan kita foto dulu ya!." ajak Safira.


"Berdua aja?." tanyaku.


"Iya." jawabnya dengan tersenyum.


"Izin dulu dong sama istri aku." ucapku dengan tersenyum.


"Sandra gua pinjam suami lo ya, buat foto sebentar." ucap Safira dengan tersenyum.


"Iya Safira." ucap Sandra dengan tersenyum.


"Sama pacar lo juga." ucapku dengan tersenyum.


"Ih, bawel banget deh lo, cuman foto aja kok." ucap Safira dengan tersenyum.


Kemudian Safira menoleh ke arah Ravi.


"Boleh kan sayang?." tanya Safira.


"Iya sayang." jawab Ravi.


Kemudian Safira memberikan handphonenya kepada Sandra untuk memfoto kami berdua.


"Sandra, tolong fotoin kami berdua." ucap Safira dengan memberikan handphone itu kepada Sandra.


"Iya Safira." ucap Sandra dengan tersenyum.


"Masa sih pengantinnya di suruh fotoin." ledek Shinta dengan tersenyum.


"Iya nih Safira." ucap semua temanku.


"Bodoh amat." ucap Safira dengan tersenyum.


Kemudian Sandra (istriku) hendak memfoto kami berdua.

__ADS_1


"Satu... dua... tiga.. senyum." ucap Sandra kemudian memotret kami berdua.


Kemudian Sandra pun telah selesai memfoto kami berdua.


"Ini hasilnya bagus gak?." tanya Sandra dengan memberikan handphone itu kepada Safira.


"Bagus kok, makasih ya." jawab Safira dengan tersenyum.


"Iya Safira." ucap Sandra dengan tersenyum.


Kemudian kami berdua pun hendak pergi ke tempat keluarga kami berkumpul di depan.


"Mas Arsyan." suara panggilan dari belakang.


Kemudian aku menoleh kebelakang ternyata itu adalah suara Prisila dan Sania yang sedang memanggilku. Bersama dengan tante Indri, om Ahmad (suami tante Indri) , tante Rani dan om Rudi (suami tante Rani). Setelah itu mereka menghampiri kami berdua.


"Kalian dari mana, kok baru kelihatan?." tanyaku.


"Dari nganterin ibu, mas, lagi diare soalnya." jawab Prisila dengan tersenyum.


"Kok bisa sih, sampai diare." ucapku dengan tersenyum.


"Habis makan pedas tadi malam soalnya." ucap tante Rani dengan tersenyum.


"Kebanyakan makan pedas sih." ucapku dengan tersenyum.


"Iya Syan, ngomong ngomong udah nikah aja nih Syan." ucap tante Rani dengan tersenyum.


"Selamat menempuh hidup baru ya Arsyan." ucap tante Indri dengan tersenyum.


"Iya tante makasih." ucapku dengan tersenyum.


"Orang tua kalian mana?." tanya tante Indri.


"Itu ada di depan sana tante." jawabku dengan menunjuk ke tempat keluargaku berkumpul.


"Yaudah tante mau kesana dulu ya Arsyan, Sandra." pamit tante Indri.


"Iya tante." ucapku kami berdua serentak.


"Cie kompak." ucap tante Rani dengan tersenyum.


"Harus dong itu Rani, kan mereka udah jadi suami istri." ucap tante Indri dengan tersenyum.


"Iya tante, sama nanti bilangin ibu kalau kami mau keluar bertemu teman teman sma nya Sandra." ucapku.


"Iya, nanti tante bilangin sayang." ucap tante Indri dengan tersenyum.


"Selamat berbahagia Arsyan,Sandra." ucap tante Rani dengan tersenyum.


"Iya tante." ucapku dengan tersenyum.


"Da da mas Arsyan." ucap Prisila dan Sania sembari melambaikan tangan ke arah kami berdua.


Aku pun membalas mereka dengan melambaikan tangan, Kemudian mereka pun pergi ke depan, di tempat keluarga kami berkumpul, sementara kami berdua pun langsung keluar menuju ke halaman gedung.


Namun baru saja mau keluar aku pun tiba tiba bertemu dengan Andi, mbak Nadin dan juga anak laki laki mbak Nadin yang kini sudah berusia sekitar 5 tahun.


"Syan, teman teman udah nunggu di halaman." ucap Andi.


"Ini juga aku mau pergi ke sana di." ucapku dengan tersenyum.


"Safira mana?." tanya Andi.


"Itu di sana cari aja." jawabku.


"Sayang tunggu sini dulu ya, aku mau manggil Safira." ucap Andi.


"Iya mas." ucap mbak Nadin.


Kemudian Andi pun pergi meninggalkan kami, untuk mencari Safira.


"Selamat ya kalian sekarang udah menjadi suami istri." ucap mbak Nadin dengan tersenyum.


"Iya mbak makasih." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian aku pun segera pamit untuk pergi ke halaman gedung.


"Mbak kami pamit dulu ya, kasihan teman teman udah nunggu nanti." pamitku.


"Oh, iya Syan." ucapnya dengan tersenyum.


"Da da mbak Nadin." ucap Sandra dengan melambaikan tangan ke mbak Nadin.


"Selamat berbahagia kalian berdua." ucap mbak Nadin dengan tersenyum.


Kemudian kami berdua pun berjalan menuju ke halaman gedung dengan bergandengan tangan sangat mesra. Ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi kami berdua, mulai saat ini kami berdua telah menjadi suami istri dan aku juga tak menyangka jika hari ini akan tiba, bagaikan mimpi, tetapi ini semua benar benar terjadi.


Hanya satu kata yang kami berdua alami saat ini, yaitu kata bahagia, kami berdua sangat bahagia, hanya senyuman yang terlukis di wajah kami berdua.


............................. BERSAMBUNG........................

__ADS_1


__ADS_2