
Sore harinya, ketika bel pulang berbunyi, kami berdua pun langsung pergi ke parkiran untuk mengambil motorku yang ada di sana. Setelah sampai di parkiran, aku pun langsung menaiki motorku lalu di ikuti oleh Safira yang duduk di belakangku. Lalu aku pun langsung menjalankan motorku menuju ke rumah.
"Fir rencana kita berhasil gak ya?. " tanyaku.
"Mungkin berhasil sih, nanti pokoknya gua akan ngomong yang sebaik baiknya pada mbak Nadin." jawabnya.
"Oke deh siap." ucapku.
Setelah beberapa menit perjalanan, kami berdua pun akhirnya sampai di rumah Safira. Dia langsung turun dari motorku.
"Makasih Arsyan." ucapnya dengan tersenyum.
"Iya, yaudah gua balik dulu." pamitku.
"Hati hati loh." ucapnya.
Kemudian aku pun melanjutkan perjalananku menuju ke rumah. Dan tak lama setelah itu aku pun sampai di rumahku, terlihat di teras rumah ada banyak sekali ibu ibu yang sedang nongkrong.Ada ibu, tante Rani, bu Yanti, tante Santi, tante Ifa dan juga ibu ibu tetangga yang lain.
"Buset circle ibu ibu." ucapku dengan tersenyum.
Kemudian aku pun memarkirkan motorku di depan rumah karena, di teras sudah banyak orang, lalu aku perlahan masuk ke dalam rumah.
"Permisi." ucapku sambil melewati gerombolan ibu.
Aku pun masuk ke dalam rumah,lalu setelah itu aku langsung pergi ke kamar untuk membaringkan badanku sebentar. Baru saja membaringkan badan tiba tiba tante Santi menghampiriku, seketika aku pun duduk, lalu tante Santi duduk di sampingku.
"Baru sampai tante?. " tanyaku.
"Udah dari tadi pagi, waktu kamu masih sekolah." jawabnya.
"Oh." ucapku dengan mengangguk.
"Habis ini mau kuliah ke mana?. " tanyanya.
"Gak kuliah tante."jawabku.
" Kok gak kuliah?. " tanyanya.
"Males tante." ucapku dengan tersenyum.
"Kok males sih, kan menuntut ilmu." ucapnya dengan tersenyum.
"Aku mau kerja aja tante ke Jakarta." ucapku.
Setelah itu tante Ifa pun masuk ke dalam kamarku dan menghampiri aku dan tante Santi yang sedang duduk di kasur ku,lalu tante Ifa duduk di sampingku.
"Tante ikutan duduk boleh ya." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Iya tante." ucapku dengan tersenyum.
"Btw kamu di sini sampai kapan fa?. " tanya tante Santi.
"Mungkin sebulan. " jawab tante Ifa.
"Kita udah lama gak pernah bertemu, jadi aku sedikit lupa sama wajah kamu." ucap tante Santi dengan tersenyum.
"Kita terakhir bertemu juga saat pernikahan mbak Indah dan mas Toni. " ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Waktu itu kita masih kecil kan." ucap tante Santi dengan tersenyum.
"Iya Santi, masih sd." ucap tante Ifa.
Aku terus menyimak obrolan mereka berdua.
"Btw kamu masih kerja?. " tanya tante Santi.
"Dulu sih iya, tapi sekarang sudah gak." jawab tante Ifa.
"Kenapa kok sudah gak kerja lagi?. " tanya tante Santi lagi.
"Keluar aja, karena ada masalah internal San." jawab tante Ifa.
"Kerja apa emang?. " tanya tante Santi lagi.
"Penjaga toko kue." jawab tante Ifa.
"Oh." ucap tante Santi mengangguk.
"Kalau kamu sendiri?. " tanya tante Ifa.
__ADS_1
"Kerja di restoran, sebagai chef." jawab tante Santi.
"Jadi kamu dulu lulusan tata boga?." tanya tante Ifa.
"Iya Fa. " jawab tante Santi.
"Jadi tante pintar masak dong." ucapku dengan tersenyum.
"Iya dong. " ucap tante Santi dengan tersenyum ke arahku.
Kemudian aku ingin menanyakan sesuatu kepada mereka.
"Tante,Arsyan boleh nanya gak ke tante Ifa dan tante Santi?. " tanyaku dengan tersenyum.
"Boleh dong, keponakan tante mau nanya apa?. " tanya tante Santi.
"Mau nanya apa sayang? . " tanya tante Ifa.
"Tante kapan mau nikah?." tanyaku dengan tersenyum.
Wajah mereka pun seketika terkejut.
"Tante aja belum punya calon Syan." jawab tante Ifa dengan tersenyum.
"Kalau tante Santi sih,kira kira tahun depan Syan." ucap tante Santi dengan tersenyum.
"Beneran kamu mau nikah tahun depan?. " tanya tante Santi.
"InsyaAllah Ifa." ucap tante Santi..
"Nanti jangan lupa ngundang saya loh. " ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Iya deh, tapi jauh loh dari rumah kamu. " ucap tante Santi.
"Gak apa apa kali, aku akan tetap datang kok." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Yaudah tante, Arsyan mau mandi dulu sudah sore nih." ucapku.
"Yaudah tante keluar dulu ya sayang." ucap tante Ifa.
Kemudian mereka berdua pun keluar dari kamarku, dan kembali ke teras rumah.Sementara aku akan bersiap siap untuk mandi.
"Ah masa sih gitu gak masuk." ucapku dengan nada yang lumayan tinggi.
Seketika ibu, tante Ifa dan tante Santi, yang sedang asik menonton sinetron pun menoleh ke arahku.
"Arsyan bisa diem gak!. " ucap tante Ifa.
"Iya nih ganggu aja Arsyan. " ucap tante Santi.
"Iya deh Arsyan nonton di teras aja kalau gitu." ucapku dengan tersenyum ke arah mereka bertiga.
"Nah itu baru bagus. " ucap ibu dengan tersenyum.
Kemudian aku pergi ke teras rumah, namun, baru saja aku di teras rumah, tiba tiba ayah pun datang dengan motor kesayangannya itu dari tempat kerjanya. Seketika aku pun langsung memberitahu ibu.
"Bu ayah udah pulang." ucapku.
"Aku sembunyi dulu mbak." ucap tante Ifa.
Kemudian tante Ifa pun sembunyi di kamarku. Lalu ibuku menghampiri ayahku yang baru datang. Sementara aku duduk di samping tante Santi yang sedang menonton sinetron.
"Kenapa sih tante Ifa sembunyi segala?. " tanyaku dengan penasaran.
"Biar surprise gitu Syan. " jawab tante Santi dengan tersenyum.
"Oh gitu ya tante." ucapku dengan mengangguk.
Tak lama setelah itu ibu dan ayah pun masuk ke dalam rumah menghampiri kami, seketika tante Santi pun bersaliman dan mencium tangan ayah.
"Sampai di sini jam berapa San?. " tanya ayahku.
"Tadi pagi mas." jawab tante Santi.
"Aku ada kejutan buat mas." ucap ibuku.
"Iya ayah ada kejutan buat ayah." ucapku.
"Kejutan apa lagi sih?. " tanya ayah dengan begitu penasaran.
__ADS_1
Kemudian tante Ifa keluar dari kamarku, seketika ayah pun kaget bercampur dengan bahagia.
"Ini kejutanya mas." ucap ibu dengan tersenyum.
Seketika ayah langsung memeluk tante Ifa dengan penuh kasih sayang.
"Kok gak ngomong mas sih dek." ucap ayah.
"Biar surprise mas." ucap tante Ifa yang ada di pelukan ayah.
Ayah kemudian melepaskan pelukanya.
"Ibu mbek bapak sehat kan?. " tanya ayahku.
"Sehat mas Alhamdulillah." jawab tante Ifa.
"Yowes, mas tak mandi dulu." ucap ayah.
"Nggeh mas. " ucap tante Ifa.
Kemudian ayahku masuk ke dalam kamar untuk persiapan mandi, dan tiba tiba ada telpon masuk dari Safira, aku pun langsung ke teras rumah untuk mengangkat telponya.Setelah itu aku mengangkat telpon dari Safira.
"Apa Safira cantik?. " tanyaku.
"Rencana kita gagal deh Syan." jawabnya.
"Kenapa kok gagal?." tanyaku dengan bingung.
" Mbak Nadin udah punya calon Syan, dan sebentar lagi akan menikah." jelasnya.
"Yah, terus gimana dong?." tanyaku.
"Gak tau Syan." jawabnya.
"Yaudah nanti gua bilangin mas Bejo deh." ucapku.
"Iya Syan, gua matiin dulu ya. " ucapnya.
"Iya Fir." ucapku.
Kemudian tak lama setelah itu tante Ifa menghampiriku, dengan memakai daster berwarna biru, dengan rambut yang di ikat ke belakang.
"Tante kok udah ganti baju." ucapku.
"Kan mau tidur Syan, gak enak juga kan tidur pakai kemeja, enak an juga pakai daster gini." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Iya sih tante." ucapku dengan tersenyum.
Kemudian tante Ifa duduk di sampingku.
"Oh iya Syan,tante kemarin bawa oleh oleh loh." ucap tante Ifa dengan tersenyum.
"Oleh oleh apa tante?. " tanyaku.
"Jajan Arsyan,yaudah tante ambilin dulu ya." jawab tante Ifa.
"Iya tante." ucapku dengan tersenyum.
Ketika tante Ifa masuk ke dalam, tiba tiba secara mengejutkan mas Bejo pun datang dan langsung memarkirkan motornya di depan rumahku, kemudian dia menghampiriku dan duduk di sampingku. Tapi bersamaan dengan itu tante Ifa pun kembali ke teras dengan membawa bingkisan.
"Kok gak bilang sih kalau ada tamu laki laki Syan." ucap tante Ifa.
"Gak tau tante tiba tiba mas Bejo ke sini." ucapku.
Kemudian tante Ifa memberikan bingkisan itu kepadaku.
"Yaudah kalau gitu kamu makan dulu makananya, tante tak pakek hijab dulu." ucap tante Ifa.
"Iya tante." ucapku.
Kemudian tante Ifa masuk ke dalam rumah, sementara aku duduk di teras rumah bersama mas Bejo. Aku melihat mas Bejo sedang melamun.
"Mas Bejo." panggilku dengan menggoyang goyang bahunya.
Seketika mas Bejo pun kaget.
"Lagi ngelamunin tante Ifa ya?. " tanyaku denganĀ tersenyum.
"Gak kok gak." ucap mas Bejo dengan panik.
__ADS_1
................... BERSAMBUNG................