
Setelah beberapa saat akhirnya aku sampai di rumah, aku belum melihat motor ayahku di rumah yang menandakan ayah belum pulang dari kerja. Aku menaruh motorku di teras rumah, kemudian dengan perlahan aku masuk ke dalam rumah, tak lupa aku membawa es durian untuk ibu dan ayah.
"Asalamualaikum ibu." ucap salamku.
"Waalaikum salam." jawab salam ibuku dari dalam rumah.
Aku pun langsung masuk ke dalam rumah, lalu aku lihat ibu sedang duduk serta menonton televisi di ruang keluarga.
"Sayang udah pulang. " ucap ibuku dengan tersenyum.
Kemudian aku duduk di samping ibuku, lalu memperlihatkan medali pada ibu.
"Ibu lihat ini apa?. " tanyaku sambil memegang medali emas yang di kalungkan di leherku.
"Beneran kamu menang sayang?. " tanya ibuku dengan kaget.
"Iya ibu, masa sih bohongan." jawabku.
"Sudah beberapa kali kamu ikut lomba, tapi baru sekarang bisa menang." ucap ibuku dengan tersenyum.
"Iya ibu, tapi ngomong ngomong ayah belum pulang ya?." tanyaku dengan penasaran.
"Iya lembur sayang, mungkin pulangnya besok." ucap ibuku.
"Oh, ini ibu aku beliin es durian tadi di jalan." ucapku sambil memberikan es durian itu.
"Wah es durian kesukaan ibu." ucap ibuku dengan tersenyum.
"Yaudah kalau gitu Arsyan mandi dulu ya bu." ucapku.
"Iya sayang,ini satunya punya siapa?." tanya ibuku.
"Punya ayah bu." jawabku.
"Oh,lah punya kamu? tanya ibuku lagi.
" Udah aku minum di rumah Safira." jawabku.
"Oh yaudah, ibu masukin ke kulkas dulu." ucap ibuku kemudian memasukkan es durian itu ke dalam kulkas.
"Iya ibu." ucapku.
Aku langsung masuk ke kamarku, untuk persiapan mandi,setelah itu aku pun mandi sekitar beberapa menit. Setelah mandi aku pun keluar dan langsung masuk ke kamar untuk memakai pakaian. Setelah selesai melakukan semua itu, aku pun keluar dari kamar, kemudian duduk di samping ibu yang sedang menonton televisi.
"Ibu sayang. " panggil ku.
"Eh sayang." ucap ibuku dengan tersenyum.
"Lagi nonton apa sih bu?. " tanyaku.
"Sinetron sayang." jawab ibuku.
"Oh, sinetron." ucapku dengan tersenyum.
Kemudian ibuku berdiri.
"Mau kemana bu?. " tanyaku.
"Ngambil es durian sayang." jawab ibuku.
Setelah mengambil es durian, ibu kembali duduk di sampingku.
"Baunya enak banget sayang." ucap ibuku.
"Iya ibu." ucapku.
Kemudian ibu membuka es durian itu dan hendak meminumnya, baru saja mau minum,tiba tiba ibu mual mual sehingga ibu langsung lari ke kamar mandi. Setelah itu ibu kembali lagi ke arahku.
"Ibu sakit ya?. " tanyaku dengan khawatir.
"Gak tau sayang, tiba tiba ibu mual dan perut ibu kembung. " jawab ibuku.
"Apa jangan jangan ibu hamil lagi?." tanyaku.
"Iya keknya Arsyan, setelah sholat maghrib, anterin ibu ke dokter kandungan ya sayang." ucap ibuku.
"Siap ibu." ucapku.
Setelah beberapa saat, aku pun mempersiapkan motorku di depan rumah,untuk mengantarkan ibuku ke dokter kandungan. Setelah itu ibu keluar dari rumah, tak lupa ibu mengunci pintu rumah.Kemudian ibu langsung naik ke atas motorku dan duduk di belakangku.
"Sudah siap bu?. " tanyaku.
"Sudah sayang."jawab ibuku.
Kemudian aku langsung menjalankan motorku menuju ke dokter kandungan yang ada di desa sebelah, yang tak jauh dari desaku.
"Sayang." panggil ibuku.
"Iya ibu." balasku.
"Kalau kamu punya adik senang gak?." tanya ibuku.
"Ya senang lah bu, kan Arsyan sudah pernah bilang dulu, kalau Arsyan pengen banget punya adik." ucapku dengan tersenyum.
"Yaudah kalau gitu ibu juga senang." ucap ibuku.
"Tunggu tunggu, berarti ibu tadi malam habis buat sama ayah ya?. " tanyaku.
"Hush kamu ngomong apaan sih." jawab ibuku.
"Jujur dong bu,saat aku pergi aja ibu udah mesra mesraan sama ayah." ucapku.
"Gak baik tau rahasia orang tua." ucap ibuku dengan tersenyum.
"Tapi iya kan bu?. " tanyaku lagi.
"Iya deh iya, ibu ngaku." jawab ibuku.
Aku pun hanya tersenyum mendengar itu. Keasikan berbicara dengan ibu, tak terasa kami pun sampai di dokter kandungan.Kami berdua pun turun.
"Ayo sayang kita masuk ke dalam." ajak ibu.
"Ayo ibu." ucapku.
Kami berdua pun perlahan masuk ke ruang praktek dokter kandungan itu. Setelah berada di dalam ruangan itu, terlihat ada seorang dokter wanita, yang terlihat lebih tua dari ibuku, sedang duduk di kursinya.
__ADS_1
"Mbak Lia." panggil ibuku.
"Indah, kamu hamil lagi?." Tanyanya.
"Gak tau,mbak tiba tiba aku mual mual." ucap ibuku.
Kemudian ibu dokter melihat ke arahku.
"Ini anak kamu yang dulu itu kan?. " tanyanya lagi.
"Iya mbak, ini anak aku." jawab ibuku.
"Sudah gede ya sekarang." ucapnya dengan tersenyum ke arahku.
"Iya bu dokter. " ucapku dengan tersenyum ramah.
Kemudian aku pun bersaliman dan mencium tangan ibu dokter.
"Yaudah ayo ke dalam dulu indah biar aku cek." ajaknya.
Kemudian ibu dan ibu dokter pun masuk ke dalam kamar,yang ada di ruangan dokter itu.Sementara itu aku duduk di kursi yang telah sediakan. Aku duduk sendirian di sana menunggu ibuku yang sedang mengecek kandunganya di dalam kamar. Tapi enak enaknya aku duduk tiba tiba Safira menelponku,lalu aku pun mengangkatnya.
"Apa Safira?. " tanyaku.
"Lo ke rumah gua bisa gak?. " tanyanya.
"Gua lagi di dokter kandungan." jawabku.
"Lo habis ngehamilin siapa anjir?. " tanyanya.
"Gak anjir, aku nganterin ibu gua." jawabku.
"Emang tante Indah hamil ya?. " tanyanya.
"Baru ngecek doang, tapi kek nya sih memang hamil, soalnya tiba tiba saja mual mual." jawabku.
"Ohh, tapi gua takut di rumah sendirian Arsyan." ucapnya.
"Lah orang tuamu belum pulang?. " tanyaku.
"Pulangnya besok Arsyan, gak jadi malam." jawabnya.
"Oh, lo ke rumah tante Rani aja kali ya?. " tanyaku.
"Emang tante Rani di rumah?. " tanyanya.
"Gak tau,kita video call aja ya, biar nanti gua tambahin tante Rani." jawabku.
"Boleh deh." ucapnya.
Kemudian aku memulai video call.
"Lo udah mandi?. " tanyaku.
"Udah anjir." jawabnya.
"Yaudah." ucapku.
"Gitu doang." ucapnya.
"Ada apa, kalian ngejak video call tante?. " tanya tante Rani.
"Gak tante." jawabku.
"Tante di rumah gak?. " tanya Safira.
"Di rumah Safira, emang kenapa?. " tanya tante Rani.
"Safira ke rumah tante ya?. " tanya Safira.
"Kamu sendirian ya di rumah?." tanya tante Rani.
"Iya tante, orang tua Safira lagi di rumah paman,besok baru pulang." ucap Safira.
"Yaudah kesini aja main sama Prisila,sama temenin tante buat makanan." ucap tante Rani dengan tersenyum.
"Aku otw ke sana ya tante." ucap Safira.
"Iya, tante matiin dulu ya video call nya?. " tanya tante Rani.
"Iya tante." jawabku dengan Safira serentak.
"Gua matiin dulu Arsyan." ucap Safira.
Kemudian Safira pun mematikan video callnya.
"Main dulu ah." ucapku.
Tapi ketika baru mau main game ibu pun keluar bersama ibu dokter.
"Sudah bu?. " tanyaku.
"Sudah sayang. " jawab ibu dengan tersenyum.
"Ibu hamil?. " tanyaku.
"Iya sayang ibu hamil." jawab ibuku dengan tersenyum.
"Alhamdulillah." ucapku dengan tersenyum.
Kemudian kami pun pamitan dengan ibu dokter, dan berniat langsung pulang ke rumah. Aku pun keluar terlebih dahulu dari ruangan itu, kemudian aku langsung menyiapkan motorku dan menyalakan motorku. Setelah itu ibu pun keluar dari ruangan itu.
"Ayo bu silahkan naik!. " ajakku.
"Iya sayang." ucap ibuku dengan tersenyum.
Kemudian kami pun langsung pulang ke rumah.
"Kalau kamu suka adik laki laki atau perempuan?. " tanya ibuku.
"Perempuan aja kali bu." jawabku dengan tersenyum.
"Kok perempuan?. " tanya ibuku.
"Biar ada yang bantu ibu masak." jawabku.
__ADS_1
"Oh gitu ya." ucap ibuku.
Tak lama setelah itu kami berdua pun sampai di rumah. Terlihat motor Safira yang terparkir di depan rumahku.Lalu aku memarkir motorku di teras rumah.
"Motor Safira kan ini?. " tanya ibuku.
"Iya bu, orangnya lagi di rumah tante Rani." jawabku.
"Oh, yaudah ibu masuk dulu ya udah ngantuk." ucapku.
"Ibu gak sholat isya?. " tanyaku.
"Ya sholat isya dulu lah sayang." jawabku.
"Yaudah bu,Arsyan mau ke rumah tante Rani dulu." ucapku.
"Iya sayang." ucap ibuku.
Kemudian aku pergi ke rumah tante Rani, yang ada di samping rumahku.
"Safira cantik." panggilku.
Kemudian Safira menghampiriku sambil menggendong Prisila di punggungnya.
"Eh Arsyan udah pulang." ucap Safira.
"Eh mas Arsyan, ayo masuk mas, ibu lagi buat makanan nih." ajak Prisila.
Kemudian aku pun masuk ke dalam rumah tante Rani dan menghampiri tante Rani yang sedang membuat sesuatu.
"Arsyan habis dari mana kamu?. " tanya tante Rani.
Kemudian kami bertiga duduk di samping tante Rani.
"Habis dari dokter kandungan tante." jawabku.
"Ibu kamu hamil?. " tanya tante Rani.
"Iya tante." jawabku.
"Alhamdulillah, sekarang di mana ibu kamu?. " tanya tante Rani dengan tersenyum.
"Di rumah mau istirahat katanya tante." jawabku.
"Oh yasudah." ucap tante Rani.
"Mau bikin apa sih tante?. " tanyaku.
"Mau bikin lumpia Arsyan." jawab tante Rani.
"Oh lumpia." ucapku dengan mengangguk faham.
"Bantu tante ngelipatin ya." perintah tante Rani.
"Siap tante." ucapku dan Safira serentak.
"Prisila mau bantu juga ya ma. " ucap Prisila.
"Iya sayang." ucap tante Rani.
Kemudian kami melipat bahan bahan lumpia untuk di jadikan lumpia.
"Kamu tidur di sini aja kali Safira,dari pada di rumah kesepian kan." ucap tante Rani.
"Boleh tante?. " tanya Safira.
"Iya Safira, nanti kamu tidur di kamar bareng tante dan Prisila ya." jawab tante Rani.
"Iya tante." ucapku.
"Yeah kak Safira tidur di sini." ucap Prisila dengan bahagia.
Beberapa menit kemudian lumpia kami pun sudah selesai di goreng.
"Arsyan nanti kalau kamu mau pulang, kasih lumpia ini ke ibu dan bu Yanti ya!. " perintah tante Rani.
"Siap tante." ucapku.
Kami berempat pun memakan lumpia itu dengan begitu bahagia.
"Enak tante." ucapku dengan tersenyum.
"Iya tante,jualan gini enak kali ya tante." ucap Safira dengan tersenyum.
"Kamu mau bantu Safira?. " tanya tante Rani dengan tersenyum.
"Gak tau tante, Safira sore sampai malam juga bekerja." ucap Safira dengan tersenyum.
"Masih sekolah kok udah kerja Safira, emang kerja apa?. " tanya tante Rani.
"Jaga toko tante, kalau Safira minta uang ke orang tua sudah malu tante." jawab Safira dengan tersenyum.
"Iya Safira bagus itu, tapi kamu harus bisa mengatur waktu dengan sebaik baiknya." ucap tante Rani.
"Iya Tante. " ucapku.
"Tapi tante penasaran deh, kalian berdua ini pacaran ya?. " tanya tante Rani.
"Gak tante cuma temenan." jawabku.
"Kok dekat banget." ucap tante Rani.
"Biasa tante, namanya juga Safira dan Arsyan." ucapku dengan tersenyum.
"Iya tante biasa." ucap Safira dengan tersenyum.
"Yaudah Arsyan pulang dulu ya tante." pamitku.
"Ini jangan lupa di kasihkan ibumu sama ibu Yanti." ucap tante Rani.
"Iya Tante." ucapku.
Kemudian aku keluar dari rumah tante Rani, dengan membawa lumpia buatan tante Rani, untuk di kasih ke bu Yanti dan juga ibuku.
.........................BERSAMBUNG.......................
__ADS_1