
Setelah beberapa saat, aku pun terbangun di depan televisi yang masih dalam keadaan menyala.Kemudian aku duduk, setelah itu aku menatap jam, ternyata sudah jam tiga sore. Setelah itu aku berdiri dan berniat untuk menuju ke kamar, namun sebelum itu aku terlebih dahulu mematikan televisi yang masih menyala.
Setelah mematikan televisi, aku pun berjalan perlahan menuju ke kamarku, untuk persiapan mandi setelah itu sholat ashar. Sesampainya di kamar aku pun langsung mengambil handukku, lalu langsung pergi menuju ke kamar mandi.
Setelah beberapa saat akhirnya aku telah selesai melakukan semuanya, aku telah berganti baju, dan tak lupa juga menyisir rambutku.Aku berniat akan jalan jalan, sembari menanyakan rumah tante Lina pada orang orang yang ada di sekitar.
Setelah itu aku berjalan menuju ke halaman rumah,namun sebelum keluar, tak lupa aku mengambil bingkai foto kecil yang ada di meja kamarku. Aku menggambil foto itu dari dalam bingkainya, lalu aku taruh bingkai itu di meja, sementara fotonya aku taruh di dalam saku bajuku.
Tak lama setelah itu aku pun sudah berada di halaman rumah, tak lupa aku mengunci pintu rumah dan setelah itu aku langsung menaiki motorku yang ada di teras rumah.Aku pun langsung menyalakan motorku dan menjalankannya.
Aku menikmati perjalananku dengan begitu santai, melihat sekeliling kanan dan kiriku, terdapat banyak sekali orang yang sedang beraktivitas, entah itu joging, jualan, jalan jalan di trotoar ataupun yang lain. Karena keadaan jalan yang lumayan sepi, aku pun bisa mengendarai motorku dengan santai, sembari menikmati perjalananku ini.
Tak lama setelah itu aku pun sampai di sebuah taman yang sangat indah, terdapat banyak sekali remaja di sana,ada yang sedang joging memutari taman, ada juga yang sedang berpacaran dan duduk di kursi yang ada di taman itu.
Setelah itu aku pun memarkirkan motorku di tempat parkir taman, terdapat tukang parkir yang sedang menjaga semua kendaraan di sana. Aku langsung menghampiri tukang parkir itu.
"Pak berapa parkirnya?." tanyaku.
"Nanti aja mas bayarnya, kalau mas udah mau pulang. " jawab tukang parkir itu.
"Oh yaudah pak." ucapku dengan tersenyum ramah.
"Iya mas." ucap tukang parkir itu dengan tersenyum.
Lalu aku berniat untuk bertanya tukang parkir itu tentang tante Lina. Setelah itu aku mengeluarkan foto yang ada di saku bajuku.
"Pak boleh nanya?." tanyaku.
"Boleh, mau nanya apa?. " tanya tukang parkir itu.
Kemudian aku menunjukkan foto itu ke bapak tukang parkir itu.
"Kenal ibu ini gak pak?." tanyaku.
"Maaf mas, saya gak kenal." jawab tukang parkir itu.
"Oh yaudah pak, Terima kasih." ucapku dengan tersenyum.
"Iya mas." ucap tukang parkir itu.
Lalu aku pergi meninggalkan tukang parkir itu, dan menuju ke pusat taman. Aku berjalan perlahan di jalan taman itu, aku melihat ada segerombolan cewek yang sedang duduk di taman itu, kemudian aku menghampiri gerombolan cewek itu.
"Maaf mbak, saya boleh numpang tanya gak?." tanyaku.
Seketika pandangan gerombolan cewek itu mengarah ke arahku.
"Iya mas, mau nanya apa? " tanya salah satu cewek.
Kemudian aku menunjukkan foto yang ada di tanganku.
"Kenal ibu ini gak?. " tanyaku.
Kemudian salah satu cewek itu mengambil foto itu dari tanganku.
"Lo kenal ibu ini gak?. " tanya cewek yang memegang foto itu kepada teman temanya.
"Gak kenal gua." ucap salah satu cewek.
"Gua juga gak kenal." ucap salah satu cewek yang lain.
"Gua juga." ucap cewek yang lain.
Kemudian cewek yang membawa foto itu memberikan foto itu kembali padaku.
"Maaf mas saya sama teman teman gak ada yang kenal." ucap cewek itu.
"Oh gak apa apa mbak, makasih ya." ucapku dengan tersenyum ramah.
"Iya mas, sama sama." ucap cewek itu dengan tersenyum.
Lalu aku melanjutkan perjalananku, mengelilingi taman itu, dengan begitu bahagia, sembari menanyai kepada orang orang yang ada di sana.
"Maaf pak,bapak kenal ibu ini gak?." tanyaku kepada bapak bapak yang sedang duduk di kursi taman.
"Gak kenal nak, coba kamu tanya orang lain." jawab bapak itu.
"Oh yaudah pak, makasih ya." ucapku dengan tersenyum ramah.
"Sama sama nak." balasnya.
Kemudian di samping kursi taman itu, ada dua remaja yang sedang duduk berduaan di kursi itu dan aku berniat menanyai mereka.
"Maaf mengganggu sebentar pacaranya." ucapku dengan tersenyum.
"Oh iya mas, ada apa?. " tanya cowok itu dengan tersenyum.
"Mas kenal ibu ini gak?." tanyaku dengan menunjukkan foto itu.
"Gak mas." ucap cowok itu.
Kemudian cowok itu menoleh ke ceweknya yang duduk di sampingnya.
"Kamu kenal ibu ini gak sayang?." tanya cowok itu ke ceweknya.
"Gak kenal sayang." jawab cewek itu.
__ADS_1
"Maaf ya mas gak kenal." ucap cowok itu.
"Yaudah mas, makasih ya." ucapku dengan tersenyum ramah.
"Sama sama mas." ucapku dengan tersenyum.
Kemudian tiba tiba telponku pun berbunyi bertanda ada panggilan yang masuk. Lalu aku langsung mengambil handphoneku yang ada di saku celanaku, dan aku lihat handphoneku, ternyata itu panggilan dari Safira, kemudian aku pun langsung mengangkatnya.
"Ada apa Safira cantik?." tanyaku.
"Lo udah nyampek jakarta Syan?." tanyanya.
"Udah dong sayang." jawabku.
"Syukurlah kalau begitu sayang, btw gua video call boleh gak?. " tanyanya.
"Jangan Safira." jawabku.
"Lah kenapa tumben ngelarang gua?." tanyanya.
"Nanti di rumah aja ya sayang." jawabku.
"Emang lo di mana sih?. " tanyanya.
"Di taman." jawabku.
"Ngapain sayang?. " tanyanya.
"Lagi jalan jalan, sambil misi mencari rumahnya Sisi." jawabku.
"Oh gitu ya sayang." jawabnya.
"Sendirian aja lo di rumah?." tanyaku.
"Gak, sama mama." jawabnya.
"Oh, emang Shinta udah pulang?." tanyaku.
"Udah dari tadi." jawabnya.
"Oh yaudah kalau begitu." ucapku.
"Nanti kalau udah di rumah kabarin gua oke." ucapnya.
"Lo kangen sama gua ya." ucapku.
"Gak, ngapain gua kangen sama lo?." ucapnya.
"Bohong ya lo." ucapku dengan tersenyum.
"Iya Safira cantik." ucapku dengan tersenyum.
"Jangan lupa loh, nanti kalau udah di rumah kabarin gua." ucapnya.
"Iya, Safira cantik." ucapku dengan tersenyum.
"Awas aja lo lupa." ucap Safira.
"Iya Safira cantik." ucapku.
Kemudian Safira mematikan telponnya,lalu aku melanjutkan perjalananku menelusuri ke seluruh taman.
Setelah beberapa saat, aku pun telah menelusuri ke seluruh taman, telah aku tanyai seluruh orang yang berada di taman, namun satupun tidak ada yang mengenali tante Lina. Hingga akhirnya aku bertemu dengan penjual pentol yang ada di taman itu, lalu aku menghampiri penjual pentol itu dan berniat untuk membeli pentol.
"Pak, beli pentol lima ribu ya." ucapku dengan tersenyum ramah.
"Iya nak, pedas gak?. " tanya penjual itu.
"Iya pak." ucapku.
Kemudian penjual memasukkan beberapa pentol itu ke plastik, serta penjual itu juga memberikan caos, kecap dan juga sambal. Setelah selesai, penjual itu pun memberikan pentol itu kepadaku.
"Ini nak pentolnya." ucap penjual itu.
"Ini uangnya pak." ucapku dengan memberikan uangku.
"Makasih nak." ucap penjual itu.
"Iya pak." ucapku.
Lalu aku menanyakan foto tante Lina pada penjual pentol itu.
"Pak, kenal ibu ini gak?." tanyaku dengan menunjukkan foto itu pada penjual pentol itu.
"Gak kenal nak." jawab penjual pentol itu.
"Yaudah kalau gitu, makasih pak." ucapku dengan tersenyum ramah.
"Iya nak." ucap penjual pentol itu.
Kemudian aku pun berniat untuk duduk di taman itu, namun seluruh kursi telah ada yang mendudukinya, namun setelah itu aku menemukan ada cewek yang duduk sendiri di kursi taman itu, dengan memakai jersey layaknya habis olahraga, celana hitam dan kerudung hitam yang menutupi rambutnya.
Aku menghampiri cewek yang duduk itu, cewek itu sedang makan pentol yang ada di tangan kanannya,dengan fokus menghadap ke handphone, yang ada di tangan kirinya.
"Permisi, boleh duduk kak?." tanyaku.
__ADS_1
Kemudian cewek itu menoleh ke arahku, dan terkejutnya aku, ternyata itu adalah Sandra, cewek yang pertama kali aku temui di perlombaan.
"Sandra." ucapku dengan kaget.
"Oh lo,silahkan duduk." ucapnya dengan santai dan langsung fokus lagi ke handphone nya.
Aku heran dengan Sandra, terlihat dia begitu santai tidak seperti biasanya, jika melihat aku dia langsung marah. Setelah itu aku duduk di sampingnya, tapi dengan jarak yang agak jauh.
Aku langsung memakan pentol ku, serta mengambil handphoneku yang ada di saku celana, lalu membuka handphone itu.Namun tiba tiba Sandra menoleh ke arahku.
"Bukanya lo bukan orang Jakarta ya?." tanyanya.
"Memang." jawabku.
"Kok bisa di Jakarta sekarang?." tanyanya.
"Aku mau kerja di Jakarta." jawabku.
"Oh, btw lo kemarin menang lomba kan ya?." ucapnya.
"Iya." ucapku.
"Selamat ya." ucapnya dengan tersenyum.
"Tumben lo senyum?." tanyaku dengan tersenyum.
"Gak boleh ya?." tanyanya.
"Ya boleh sih, malah bagus." jawabku.
"Tapi kok lo gitu?." tanyanya.
"Kemarin lo jutek amat." jawabkku.
"Itu gua kesel sama lo, masa sih tiba tiba nabrak gua, coba deh lo di posisi gua, malu banget loh pasti." ucapnya.
"Gak sengaja gua, gua gak fokus waktu itu." ucapku dengan tersenyum.
"Iya gua faham kok." ucapnya dengan tersenyum.
"Ngomong ngomong lo habis joging ya?." tanyaku.
"Iya, mau diet gua." jawabnya.
"Perasaan udah kurus deh." ucapku dengan tersenyum.
"Iya sih." ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian dia agak mendekat ke arahku.
"Btw, nama lo siapa ya?." tanyanya.
"Nama gua Arsyan." jawabku.
"Hah." ucapnya dengan kaget.
"Nama panjangnya?." tanyanya lagi.
"Arsyandi leofandi." jawabku.
Aku heran dengannya, dia tiba tiba kaget setelah mendengar namaku.
"Kenapa kok kek kaget gitu San?. " tanyaku.
"Gak kok." ucapnya dengan tersenyum.
"Nama gua bagus ya." ucapku dengan tersenyum.
"Iya bagus kok." ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian aku mengeluarkan foto yang ada di saku.
"Lo kenal ibu ini gak?." tanyaku dengan menunjukkan foto itu kepadanya.
Seketika tatapan dia begitu aneh,seolah dia mengenali tante Lina.
"Gak kenal gua." ucapnya.
"Beneran?." tanyaku.
"Iya." jawabnya.
"Yaudah, gua sudah tanyain seluruh taman loh gak ada yang kenal." ucapku
"Masa sih." ucapnya.
"Iya San, sampai gua malu anjir." ucapku dengan tersenyum.
"Emang siapa sih itu?." tanyanya.
"Temen ibuku." jawabku.
"Oh." ucapnya dengan mengangguk.
........................BERSAMBUNG...............................
__ADS_1