Sisi

Sisi
SAMPAI


__ADS_3

Setelah beberapa jam perjalanan, aku pun hampir sampai di tempat yang di kirimkan tante Santi.Aku telah sampai di Jakarta pada beberapa menit yang lalu, aku sekarang sedang mencari tempat yang di kirimkan tante Santi. Tak lama setelah itu aku pun sampai di tempat yang aku tuju, terdapat rumah yang lumayan besar, lebih besar dari rumahku yang ada di desa dan di depannya terparkir satu mobil warna hitam di halaman rumah itu. Karena tidak ingin salah alamat, aku pun memutuskan menelpon tante Santi, dan untungnya tante Santi mengangkat telponya.


"Tante." panggilku.


"Kamu udah sampai mana sayang?." tanya tante Santi.


"Udah di depan lokasi yang tante kirimkan." jawabku.


"Masa sih sayang?." tanya tante Santi lagi.


"Iya tante." jawabku.


Kemudian tante Santi, keluar dari rumah itu dan menyuruhku untuk segera kesana. Setelah itu sambungan telponya aku matikan, dan langsung menuju ke halaman rumah itu, lalu memarkirkan motorku di sana.


"Arsyan sayang." panggil tante Santi dengan tersenyum.


Kemudian aku pun turun dari motorku, lalu aku langsung menghampiri tante Santi yang ada di teras rumah dan memeluknya.


"Untung kamu udah datang sayang." ucap tante Santi.


"Alhamdulilah tante." ucapku dengan tersenyum.


Lalu aku melepaskan pelukanku, kemudian dari dalam rumah, keluarlah seorang pria tampan dengan berpakaian rapi serta berjas layaknya seorang bos.


"Halo Arsyan." sapanya.


"Hai om." ucapku dengan tersenyum ramah.


"Kenalin, ini calon suami tante atau tunangan tante, namanya om Ricky." ucap tante Santi dengan memperkenalkan pria yang ada di sampingnya.


"Panggil mas aja, jangan om ya." ucapnya.


"Iya mas" ucapku dengan tersenyum.


"Yaudah ayo masuk ke dalam!. " ajaknya.


Kemudian kami bertiga pun masuk ke dalam rumah itu.


"Ini tempat yang akan Arsyan tinggali tante?. " tanyaku ke tante Santi yang ada di sampingmu dengan berbisik.


"Iya sayang." jawabnya.


Aku pun terkejut setengah bahagia, ketika mendengar jawaban tante Santi itu. Rasanya begitu bahagia, bisa tinggal di rumah yang lumayan besar ini.


"Tapi aku tinggal sendirian tante di sini?." tanyaku.


"Iya sayang." jawab tante Santi.

__ADS_1


Kemudian kami bertiga pun duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumah ini.


"Jadi ini adalah tempat tinggal kamu selama di Jakarta Syan." ucap mas Ricky.


"Saya tinggal di sini sendirian mas?." tanyaku.


"Iya, tapi untuk sementara, setelah mas dan tante kamu nikah, kami berdua akan tinggal di sini juga." jelas mas Ricky dengan tersenyum.


"Iya, mas." ucapku dengan tersenyum.


"Mas ada tawaran buat kamu." ucap mas Ricky dengan tersenyum.


"Tawaran apa mas?." tanyaku dengan penasaran.


"Mau gak kamu kerja di rumah makan mas Ricky? , kebetulan ada satu karyawan kemarin yang keluar." tawaran mas Ricky.


"Arsyan mau mas." ucapku setuju.


"Yaudah, besok mas kirimkan lokasinya." ucap mas Ricky dengan tersenyum.


"Iya mas siap." ucapku dengan tersenyum.


"Mas sama tante pamit pulang dulu ya." pamit mas Ricky.


"Mau langsung pulang mas?. " tanyaku.


"Maaf ya sayang, gak bisa temenin kamu lama lama." ucap tante Santi.


"Iya tante, gak apa apa kok." ucapku dengan tersenyum.


Lalu setelah itu mereka berdua berdiri, aku pun juga ikut berdiri.


"Oh iya Syan, soal bayaran listrik dan air, mas yang tanggung gak usah khawatir." ucap mas Ricky.


"Iya mas." ucapku dengan mengangguk.


"Kamar di rumah ini ada tiga, pilih aja yang kamu suka, sama kalau lapar, di dapur ada mie instan dan makanan makanan lain di sana kamu tinggal makan aja." jelas mas Ricky.


"Iya mas, btw jadi ngerepotin mas deh." ucapku dengan tersenyum.


"Gak apa apa Arsyan." ucap mas Ricky dengan tersenyum.


"Jaga dirimu baik baik disini sayang." ucap tante Santi.


"Iya tante sayang." ucapku dengan tersenyum.


"Yaudah mas, sama tante pergi dulu ya." pamit mas Ricky.

__ADS_1


"Iya mas." ucapku.


Kemudian mereka berdua pun perlahan berjalan menuju keluar rumah, sementara aku mengikuti mereka dari belakang, kemudian mereka berdua pun langsung masuk ke dalam mobil hitam milik mas Ricky itu.


"Hati hati loh mas, tante." ucapku.


"Iya Syan." ucap mas Ricky.


Kemudian mobil yang di kendarai mas Ricky pun perlahan pergi dari rumah ini.Sementara aku langsung masuk ke dalam rumah, dan membawa tasku menuju ke salah satu kamar yang ada di rumah itu. Setelah itu aku pun langsung menaruh pakaianku yang ada di dalam tas ke dalam lemari yang ada di kamar itu.


Tak lama setelah itu aku pun telah selesai menata semua pakaianku di lemari, lalu aku pun langsung berbaring di kasur yang ada di kamar itu, dengan memegang boneka pangeran yang juga aku bawa ke Jakarta.


"Aku adalah pangeran, akan ku jaga putriku." bunyi boneka pangeran itu yang aku pencet.


Lalu aku setelah itu aku menaruh boneka itu ke meja yang ada di samping kasur. Aku tidak menyangka kini sudah ada di Jakarta, dan bahkan aku tinggal sendiri, di rumah yang lumayan besar. Ini adalah suatu hal yang baru bagiku, sebelumnya aku tidak pernah tinggal sendirian di rumah, kini aku di paksa harus tinggal sendirian di rumah yang lumayan besar ini.


Setelah itu aku mengambil bingkai foto yang terdapat foto tante Rani dan tante Lina di dalam foto itu, ku pandang tante Lina yang ada di foto itu, sudah beberapa tahun aku tak pernah lagi berjumpa dengan tante Lina,rasanya sangat ingin sekali bertemu dengan tante Lina lagi.


Kemudian setelah itu aku mengambil handphoneku yang ada di sakuku, kemudian aku berniat untuk menghubungi ibuku.Setelah itu ibu pun mengangkat telpon dariku.


"Sayang udah sampai di Jakarta?." tanya ibu.


" Sudah ibu." ucapku dengan tersenyum.


"Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu." ucap Ibu.


"Iya ibu." ucapku.


"Kamu tinggal di rumahnya calon suaminya tante Santi ya?." tanya ibu.


"Iya ibu, namanya mas Ricky." jawabku.


"Oh, udah dulu ya sayang telponanya, ibu lagi sibuk nih sekarang, nanti di lanjutin lagi ya." ucap Ibu.


"Iya ibu." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian ibu mematikan telponya, lalu setelah itu aku menaruh handphonenya di meja. Setelah itu aku pun pergi keluar rumah untuk duduk duduk santai di teras rumah, sembari melihat kendaraan berlalu lalang di jalan raya.


Aku begitu bahagia bisa tinggal di tempat yang layak seperti ini. Tiba tiba dengan mengejutkan perutku pun lapar, lalu aku pun masuk kembali ke dalam rumah dan langsung menuju ke dapur.


Sesampainya di dapur aku melihat ada banyak sekali mie instan dan makanan makanan ringan di sana. Setelah itu aku memutuskan untuk mengambil beberapa makanan ringan saja dan tak lupa mengambil makanan yang ada di kulkas.


Aku pun kembali lagi ke teras, dengan membawa makanan dan minuman itu. Aku pun duduk dan membuka bungkusan makanan ringan itu, sembari melihat kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya. Perlahan lahan aku makan makanan itu dengan begitu menikmati agar terasa lebih enak.


Tak lama setelah itu makananku pun habis dan aku membuang bungkus makanan itu di tempat sampah yang ada di teras rumah, Lalu aku kembali masuk ke dalam rumah. Setelah itu aku langsung menuju ke ruang keluarga untuk melihat televisi.Aku mengambil remote televisi yang tak jauh dari keberadaanku, kemudian aku berbaring di lantai, tepat di depan televisi dan setelah itu aku pencet remote itu untuk menyalakan televisi.


Aku melihat sebuah film action, yang tayang di salah satu stasiun televisi, aku menonton film itu dengan begitu menikmati dan bahagia. Terlihat di televisi ada satu orang yang di keroyok sepuluh orang, namun masih mampu untuk menang hingga sepuluh orang itu pun di buat patah tulang oleh orang yang di keroyok. Namun orang yang di keroyok itu, langsung pergi meninggalkan orang orang yang terkapar kesakitan. Aku pun menonton film itu dengan baik, hingga tak terasa aku pun tiba tiba tertidur.

__ADS_1


........................BERSAMBUNG...............................


__ADS_2