
Beberapa saat kemudian, kami berdua pun hendak pulang karena sudah puas bermain di mall sore tadi. Aku dan Sandra begitu bahagia dalam mall tadi, kita bisa main capit boneka, dan permainan permainan yang lain juga.
Tak lama setelah itu kami berdua sampai di tempat parkir, untuk mengambil motor milik Sandra yang ada di parkiran mall.
"Ngomong ngomong, lo ngeluarin uang berapa Sandra?." tanyaku dengan penasaran.
"Gak usah di pikirin kali Syan, kan gua anak orang kaya." jawabnya dengan tersenyum.
"Sombong banget, mentang mentang anak orang kaya aja." ledekku dengan tersenyum.
"Harus dong kan anak orang kaya." ucapnya dengan tersenyum.
"Bisa aja deh lo." ucapku dengan tersenyum.
"Masa sih lo percaya kalau muka kek gini bisa sombong?." tanyanya dengan tersenyum.
"Gak percaya lah, masa cewek cantik gini bisa sombong." jawabku dengan tersenyum.
"Kalau beneran sombong gimana?." tanyanya dengan tersenyum.
"Ya gua tetap gak percaya." jawabku dengan tersenyum.
"Tapi kan, gua baik hati dan tidak sombong." ucapnya dengan tersenyum.
"Ya iyalah, kan Sandra." ucapku dengan tersenyum.
"Iya dong." ucapnya dengan tersenyum.
Tak lama setelah itu kami berdua pun sampai di motor milik Sandra yang terparkir, lalu aku mengambil helm yang ada di atas motornya dan memberikannya ke Sandra.
"Tolong pakaikan dong!." perintahnya dengan senyuman manis yang terpancar di wajah cantiknya itu.
"Manja banget sih lo." ucapku dengan tersenyum.
"Gak apa apa, kan baru kali ini gua jalan sama cowok." ucapnya dengan tersenyum.
Terus gua memakaikan helm itu ke kepala Sandra, lalu setelah itu aku mengambil helm satunya lagi dan aku pakaikan di kepalaku. Kemudian aku pun naik ke motor milik Sandra lalu di ikuti dengan Sandra yang duduk di belakangku.
Aku pun setelah itu langsung menjalankan motornya untuk keluar dari tempat parkir, namun sebelum keluar aku tak lupa untuk membayar parkir terlebih dahulu. Setelah membayar parkir aku pun melanjutkan perjalanan pulang.
"Sandra jam berapa sekarang?." tanyaku.
'Sudah jam 5 lebih Arsyan." jawabnya.
"Kita gak ke masjid dulu sambil nunggu adzan." ucapku.
"Ayo." ucapnya setuju.
"Ngomong ngomong, lo suka gak sama boneka beruang warna ungu itu?." tanyaku.
"Suka banget dong Arsyan, makasih ya udah di dapetin tadi." ucapnya dengan tersenyum.
"Iya Sandra." ucapnya dengan tersenyum.
Tak lama setelah itu kami sampai di sebuah masjid, yang jaraknya tidak jauh dari mall yang tadi kami berdua kunjungi. Aku langsung mengarahkan motornya menuju ke halaman masjid untuk memarkirkan motor, setelah itu kami berdua pun langsung turun dari motor,lalu aku pun melepas helmku.
"Arsyan lepasin ya." ucapnya dengan tersenyum.
"Manja banget." ucapku dengan tersenyum.
"Gak apa apa dong." ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian aku melepas helm yang ada di kepala Sandra.
"Setelah sholat nanti kita ketemuan di teras masjid ya Sandra." ucapku.
"Iya Arsyan." ucapnya.
Aku pergi ke tempat wudhu pria, sementara Sandra pergi ke tempat wudhu wanita dan kami berdua akan segera melaksanakan sholat maghrib. Setelah beberapa saat akhirnya aku telah selesai melaksanakan sholat maghrib, lalu aku pun langsung pergi ke teras masjid untuk bertemu dengan Sandra lagi.
Sesampainya di sana terlihat Sandra yang sedang duduk menungguku, sambil bermain handphonenya.
"Sandra." panggilku.
Sandra menoleh ke arahku.
"Eh Arsyan, udah balik." ucapnya dengan tersenyum.
Setelah itu Sandra mematikan handphonenya lalu memasukkanya ke dalam tas,kemudian aku duduk di samping Sandra.
"Langsung pulang San?." tanyaku.
"Nunggu isya sekalian Syan." jawabnya.
"Oh yaudah deh." ucapku dengan tersenyum.
Aku pun duduk berdua dengan Sandra di teras masjid, namun agak berjauhan sedikit.
"Sandra." panggilku.
"Iya Arsyan." balasnya.
"Dulu saat sma ada berapa cowok yang pernah suka sama lo?." tanyaku.
"Gak tau sih Syan, pokoknya yang nembak gua itu ada lima termasuk Satria." jawabnya.
"Tapi gak lo terima semua ya?." tanyaku.
__ADS_1
"Iya." jawabnya dengan tersenyum.
"Kenapa gak lo Terima aja salah satu?." tanyaku.
"Kan gua udah pernah bilang Syan, sudah ada satu lelaki yang sangat spesial di hati gua dan lelaki itu tak akan pernah tergantikan." jawabnya dengan tersenyum.
"Satu sma sama lo?."tanyaku dengan penasaran.
"Gak, cuma dulu satu sd sama gua, tapi cuma bentaran doang." jawabnya dengan tersenyum.
"Sekarang pernah jumpa gak sama dia?." tanyaku lagi.
"Waktu smp sampai sma gak pernah sih, tapi sekarang,gua sering sekali jumpa dengan dia." jawabnya dengan tersenyum.
"Bahagia gak Sandra?." tanyaku dengan tersenyum.
"Jujur gua bahagia banget Arsyan." jawabnya dengan tersenyum.
"Tapi kira kira orangnya suka gak sama lo?." tanyaku lagi.
"Gua gak tau sih Syan, gua harap sih orangnya suka sama gua." jawabnya dengan tersenyum.
"Lo setia banget ya ternyata." ucapku dengan tersenyum.
"Orangnya juga setia kok Syan, tapi gak tau setianya sama gua atau gak." ucapnya dengan tersenyum.
"Gua yakin pasti beruntung banget cowok yang memiliki cewek yang cantik, baik dan setia seperti lo." ucapku dengan tersenyum.
"Lo juga setia kok." ucapnya dengan tersenyum.
"Setia gimana?." tanyaku dengan tersenyum.
"Buktinya lo setia nungguin gadis yang hilang itu Syan." jawabnya dengan tersenyum.
"Iya juga ya, gua gak nyadar ternyata." ucapku dengan tersenyum.
"Pasti beruntung banget cewek yang dapat cowok yang baik, ganteng dan setia seperti lo Syan." ucapnya dengan tersenyum.
"Tunggu tunggu, Lo kok ikutin kata kata gua sih." ucapku dengan tersenyum.
"Gak apa apa Syan,kita memang sama sama orang yang sedang menunggu." ucapnya dengan tersenyum.
"Iya sih." ucapku dengan tersenyum.
Beberapa saat kemudian, adzan isya pun berkumandang. Setelah itu aku dan Sandra langsung pergi ke tempat wudhu masjid untuk berwudhu dan setelah itu melaksanakan sholat isya secara berjamaah. Beberapa saat kemudian kami berdua pun telah selesai melaksanakan sholat.
Aku langsung berjalan menuju ke arah motor milik Sandra berada dengan perlahan. Sesampainya di sana, ternyata sudah ada Sandra yang sudah duduk di motor sembari menungguku.
"Sandra." panggilku dengan tersenyum.
"Arsyan udah kembali." ucapnya dengan tersenyum.
"Gimana langsung balik aja?." tanyaku.
"Iya Arsyan, takutnya nanti mama sama papa khawatir lagi." jawabnya.
"Oh yaudah." ucapku.
Setelah itu aku mengambil helmku dan langsung memakainya, sementara Sandra tetap berdiri.
"Ngapain berdiri aja di sana?." tanyaku dengan bingung.
"Masa sih lupa Syan." jawabku.
Seketika aku pun teringat akan sesuatu.
"Oh iya gua lupa Sandra." ucapku dengan tersenyum sembari mengelus dahiku.
Kemudian aku mengambil helm satunya, dan memakaikan helm itu ke kepala Sandra.
"Tumben gak bilang manja banget." ucapnya.
"Gak ah males." ucapku.
"Gak boleh dong,harus bilang dulu." ucapnya.
"Manja banget Sandra." ucapku dengan tersenyum.
"Gak apa apa dong,kan anak orang kaya." ucapnya dengan tersenyum.
"Udah gitu doang." ucapku dengan tersenyum.
"Iya." ucapku dengan tersenyum.
Kemudian aku langsung naik ke motorku lalu di ikuti Sandra yang duduk di belakangku. Setelah itu aku langsung menjalankan motor pergi dari masjid dan menuju ke rumah.
"Sandra." panggilku.
"Iya Arsyan ada apa?." tanyanya.
"Lo dulu saat sma banyak yang nyapa gak?." tanyaku.
"Banyak banget." jawabnya.
"Terus lo balasnya gimana?." tanyaku lagi.
"Ya balas Hai gitu aja." jawabnya.
__ADS_1
"Pakai senyum gak?." tanyaku.
"Ya senyum lah, di kira sombong lagi kalau gak senyum." jawabnya.
"Gak jutek gitu?." tanyaku lagi.
"Gak dong, kan gua murah senyum." jawabnya dengan tersenyum.
"Pernah gak di sapa cowok cowok banyak yang lagi nongkrong gitu?." tanyaku lagi.
"Pernah dong Arsyan, sering malahan." jawabnya dengan tersenyum.
"Malu gak Sandra?." tanyaku dengan tersenyum.
"Malu banget tau gak, tapi ya gua senyumin aja gitu mereka." ucapnya dengan tersenyum.
"Lo pernah gak di anterin cowok pulang?." tanyaku.
"Gak pernah,takut di apa apain sama cowok, gua gak mau masa depan gua hancur." jawabnya.
"Lah sama gua kok berani?." tanyaku.
"Gak tau, kan lo orang baik." jawabnya dengan tersenyum.
"Masa sih gua orang baik?." tanyaku dengan tersenyum.
"Iya Arsyan." jawabnya dengan tersenyum.
Karena keasikan aku mengobrol dengan Sandra, tak terasa kami berdua pun telah sampai di rumahku, Sandra pun turun terlebih dahulu dari motor, kemudian setelah itu diikuti denganku.
"Arsyan lupa terus ih." ucapnya dengan raut wajah kesal.
"Oh iya." ucapku dengan tersenyum.
Aku melepas helm yang di pakai oleh Sandra, lalu setelah itu aku melepas helmku.
"Boneka sama kaosnya bawa dulu aja ya Sandra." ucapku.
"Iya Syan,btw makasih ya udah mau temenin gua ke mall." ucapnya dengan tersenyum.
"Sebenarnya gua yang berterima kasih sama lo Sandra." ucapku dengan tersenyum.
"Yaudah kalau gitu gua langsung pulang aja ya Syan takutnya nanti mama khawatir lagi." pamitnya.
"Iya Sandra hati hati." ucapku.
Setelah itu Sandra naik ke motornya, namun baru saja Sandra menyalakan motornya. Tiba tiba perut aku sakit, dan mual mual, sehingga membuat Sandra pun langsung mematikan motornya dan turun dari motornya.
Sandra langsung menghampiriku.
"Kenapa sih Syan?." tanyanya.
"Gak tau Sandra tiba tiba mual mual dan perut aku sakit." jawabku dengan memegang perutku.
Setelah itu aku pun langsung muntah, Sandra pun mengelus punggungku.
"Keluarin lagi Arsyan, biar lega." ucapnya sembari mengelus punggungku.
Aku pun muntah lagi, hingga perutku pun sedikit lega.
"Ayo Arsyan gua anterin ke kamar lo dulu." ucapnya.
Kemudian Aku dan Sandra pun berjalan menuju ke dalam rumah.
"Kunci lo mana Syan?. " tanyanya.
"Kan di tas lo Sandra." jawabku.
"Oh iya gua lupa Syan." ucapnya.
Sandra mengambil kunci rumahku di dalam tasnya, setelah itu dia membuka pintu rumah.
Kami berdua pun masuk ke dalam rumah .
"Lo kenapa sih tiba tiba gini?." tanyanya.
"Gak tau Sandra, tiba tiba perut gua sakit." jawabku.
Hingga akhirnya kami berdua pun sampai di kamarku.
"Lo langsung tidur aja, biar mendingan." ucapnya.
"Iya Sandra." ucapku.
Kemudian aku pun berbaring di kasur kamarku.
"Yaudah gua pergi dulu ya." pamitnya.
"Iya Sandra hati hati." ucapku.
"Kalau kenapa kenapa telpon gua aja ya, nanti gua pasti datang kok." ucapnya.
"Iya Sandra." ucapku dengan mengangguk.
Kemudian Sandra pergi dari kamarku dengan melambaikan tangan ke arahku, aku pun membalasnya dengan melambaikan tanganku. Setelah Sandra sudah tak terlihat dari kamarku, aku pun langsung memejamkan mataku dan tidur.
........................... BERSAMBUNG...........................
__ADS_1