Sisi

Sisi
TANTE LINA


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, aku pun telah bersiap siap untuk pergi ke rumah Sandra untuk bertemu dengan tante Lina. Tapi sebelum berangkat aku dan Sandra terlebih dahulu berpamitan kepada tante Santi dan mas Ricky.


"Tante, Arsyan berangkat dulu ya." pamit ku.


"Iya sayang." ucapnya dengan tersenyum.


Kemudian aku bersaliman dan mencium tangan tante Santi dan juga mas Ricky, lalu di ikuti Sandra setelah ku.


"Tante Santi, mas Ricky, aku pergi dulu ya." ucapku dengan tersenyum.


"Jangan ngebut ngebut loh sayang." ucap tante Santi dengan tersenyum.


"Iya tante Santi." ucapku dengan tersenyum.


"Sandra bilang ke tante nanti, kalau Arsyan ngebut." ucap tante Santi dengan tersenyum.


"Iya tante." ucap Sandra dengan tersenyum.


Kemudian kami berdua pun menghampiri motorku yang ada di halaman rumah.


"Ini helm lo." ucapku dengan memberi helm itu pada Sandra.


"Masa sih lupa lagi." ucap Sandra dengan tersenyum.


"Oh iya." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian aku memakaikan helm itu kepada Sandra.


"Manja banget." ucapku dengan tersenyum.


"Gak apa apa, kan Sandra." ucapnya dengan tersenyum.


Kemudian setelah itu aku memakai helmku dan setelah itu aku pun langsung naik ke motorku, lalu di ikuti Sandra yang duduk di belakangku.Tak lupa sebelum pergi aku pun terlebih dahulu melambaikan tanganku ke tante Santi dan mas Ricky, kemudian mereka membalasnya. Setelah itu aku pun langsung menjalankan motorku menuju ke rumah Sandra.


"Rumah lo jauh gak San?." tanyaku.


"Lumayan Arsyan." jawabnya.


"Nanti tunjukin ya." ucapku dengan tersenyum.


"Iya Arsyan tenang aja." ucapnya.


Kami berdua pun menikmati perjalanan dengan begitu santai.


"Syan." panggilnya.


"Iya Sandra ada apa?." tanyaku.


"Kita kan udah jadian nih." jawabnya.


"Iya terus." ucapku.


"Kalau gua manggil lo sayang gak apa apa kan?." tanyanya.


"Gak apa apa kok, gua malah senang." jawabku.


"Beneran?." tanyanya dengan tersenyum.


"Iya." jawabku.


"Tapi kok gua kek canggung gitu ya." ucapnya dengan tersenyum.


"Canggung gimana?." tanyaku.


"Gak tau, pokoknya canggung aja gitu." ucapnya dengan tersenyum.


"Kan gua pacar lo sekarang, kok bisa canggung sih." ucapku dengan tersenyum.


"Gak tau ih, kek nya gua gak normal deh gak kek biasanya." ucapnya dengan tersenyum.


"Perasaan lo aja kali sayang." ucapku dengan tersenyum.


"Kok gua salting ya, lo panggil gua sayang." ucapnya dengan tersenyum.


"Bisa aja deh lo." ucapku dengan tersenyum.


"Beneran Arsyan, gua salting banget." ucapnya dengan tersenyum.


"Kok manggilnya gak sayang sih." ucapku dengan tersenyum.


"Oh iya gua lupa sayang." ucapnya dengan tersenyum.


"Ih sayang." ucapku dengan tersenyum.


"Alay banget deh sayang." ucapnya dengan tersenyum.


Beberapa saat kemudian, karena keasikan aku mengobrol dengan pacar baruku, hingga tak terasa jika aku telah sampai di depan rumah Sandra. Rumah yang sangat megah dengan dua lantai, serta ada dua mobil di depan rumahnya.


"Sayang motor lo nanti masukin ke garasi aja ya, biar gak kepanasan." ucapnya.


"Iya sayang." ucapku.


Kemudian aku mengarahkan motorku menuju ke garasi rumahnya Sandra yang lumayan besar.Setelah sampai di dalam garasi aku pun melihat ada tiga motor yang ada di garasi rumahnya, salah satunya adalah motor yang biasa di pakai Sandra serta dua motor lagi yaitu motor harley dan juga motor yang agak mirip dengan punyaku yaitu motor cb.


"Kok ada motor harley." ucapku dengan tersenyum.


"Iya, itu motor papaku." ucapnya dengan tersenyum.


"Pasti mahal banget kan harganya?." tanyaku.


"Iya mungkin." jawabnya.


Setelah itu kami berdua pun turun dari motorku, seperti biasa aku pun terlebih dahulu melepas helm yang di pakai Sandra, lalu aku melepas helm yang aku pakai.

__ADS_1


"Taruh di garasi aja helm kamu sayang." ucapnya dengan tersenyum.


"Kok manggilnya kamu gitu, sekarang." ucapku dengan tersenyum.


"Gak apa apa sayang, kan seharusnya gitu, kan kamu calon suami aku, masa sama suami manggilnya lo, gua kan gak sopan sayang." ucapnya.


"Kita belum tentu jadi suami istri kan." ucapku dengan tersenyum.


"Terus kamu mau cari yang lain?." tanyanya.


"Gak gitu maksudnya, kalau memang kita gak jodoh gimana?." tanyaku.


"Pokoknya aku yakin kalau kita jodoh sayang." ucapnya dengan tersenyum.


"Yaudah deh aku ngikutin kamu aja." ucapku dengan tersenyum.


"Yaudah kalau gitu, ayo kita masuk ke rumah, mama udah nungguin loh." ajaknya.


"Yaudah ayo." ucapku setuju.


Setelah itu aku mengambil tasku yang sedari tadi aku taruh di tangki motorku,kemudian dia menggandeng tanganku, dan kami berdua pun berjalan perlahan menuju ke rumah Sandra dengan bergandengan tangan, hingga akhirnya kami pun sampai di depan pintu rumah Sandra.


"Pencet belnya sayang." perintahnya.


"Gimana ini bunyinya sayang?. " tanyaku dengan penasaran.


"Pencet aja sayang!." perintahnya.


Kemudian aku mencet bel di samping pintu rumahnya Sandra, dan keluarlah bunyi bel yang begitu merdu.


"Merdu banget suaranya sayang." ucapku dengan tersenyum.


"Ya jelas dong ." ucapnya dengan tersenyum.


Tak lama setelah itu, dari dalam ada yang membuka pintu dan ternyata itu adalah mbak Syifa.


"Mbak Syifa." panggilku dengan tersenyum.


"Eh Arsyan sama Sandra." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Mama di mana mbak?." tanya Sandra.


"Ada di dalam kok,yaudah masuk aja kalian." ucap mbak Syifa.


Kemudian kami berdua pun masuk ke dalam rumah Sandra yang sangat megah.


"Megah banget rumahnya." ucapku dengan tersenyum.


"Biasa aja kali sayang." ucapnya dengan tersenyum.


Tak lama setelah itu datang anak kecil, yang berlari ke arah kami berdua dan setelah itu anak itu langsung memeluk Sandra.


"Adik, kak Sandra pintar banget." ucap Sandra dengan tersenyum.


Kemudian anak itu menoleh ke arahku.


"Ini mas Arsyan, pacar baru kakak." jawab Sandra dengan tersenyum.


Kemudian anak itu langsung menghampiriku dan bersaliman dan mencium tanganku.


"Pintar banget, namanya siapa sayang?." tanyaku dengan tersenyum.


"Dino, mas." ucapnya.


"Oh Dino." ucapku dengan tersenyum.


"Panggilin mama sayang, kak Sandra udah datang gitu." perintah Sandra.


"Siap kakak." ucap Dino sembari posisi hormat.


Kemudian Dino meninggalkan kami berdua.


"Papa kamu kemana sayang?." tanyaku.


"Di kantor sayang." jawabnya dengan tersenyum.


Tak lama setelah itu datanglah tante Lina dengan memakai daster,raut wajah tante Lina terlihat begitu bahagia,ketika melihatku berada di rumahnya.Setelah itu tante Lina berjalan ke arah kami berdua, seketika aku pun langsung menghampiri tante Lina dan langsung memeluk tante Lina.


"Arsyan udah gede sekarang." ucap tante Lina dengan tersenyum.


"Iya tante." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian aku melepaskan pelukanku.


"Gimana kabarnya ibu sayang?." tanya tante Lina.


"Alhamdulillah tante, sehat kok." jawabku dengan tersenyum.


"Bagus lah kalau gitu." ucap tante Lina dengan tersenyum.


"Tante Indah hamil bu katanya." ucap Sandra.


"Beneran Syan?." tanya tante Lina.


"Iya tante benar." jawabku dengan tersenyum.


"Punya adik dong habis ini." ucapku dengan tersenyum.


"Iya tante." ucapku dengan tersenyum.


"Kalau gitu sekarang, tante minta nomer handphone ibu kamu, tante Indri sama tante Rani, punya semua kan?." tanya tante Lina.


"Iya tante punya semua kok." jawabku dengan tersenyum.

__ADS_1


Kemudian aku mengirimkan nomer yang di minta oleh tante Lina ke nomer Sandra terlebih dahulu.


"Udah aku kirimin ke Sandra,tante." ucapku dengan tersenyum.


"Iya sayang makasih ya." ucap tante Lina dengan tersenyum ke arahku.


"Aku kirim ya ma." ucap Sandra.


"Iya sayang." ucap tante Lina.


"Udah masuk ma?." tanya Sandra.


"Sudah sayang, yaudah sekarang kamu anterin Arsyan, ke kamar khusus tamu ya." ucap tante Lina.


"Iya mama." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian kami berdua berjalan menuju ke kamar yang di perintahkan oleh tante Lina yang ada di lantai dua. Hingga akhirnya kami berdua pun sampai di kamar itu, kemudian kami berdua langsung masuk ke kamar itu.


"Ini kamar kamu sayang." ucapnya dengan tersenyum.


"Besar banget sayang." ucapku dengan tersenyum.


"Iya dong." ucapnya.


Kemudian kami berdua duduk di kasur yang ada di dalam kamar itu, setelah itu aku menaruh tasku di sampingku dan aku mengeluarkan boneka pangeran dari dalam tasku.


"Bonekanya masih bagus kan sayang." ucapku dengan mengelus boneka itu.


Kemudian Sandra mengeluarkan boneka putri dari tasnya yang ada di bahunya.


"Ini juga masih bagus sayang." ucapnya dengan tersenyum.


"Kini mereka udah bersatu lagi ya sayang, setelah beberapa tahun berpisah." ucapku dengan tersenyum.


"Iya sayang, sama seperti kita." ucapnya dengan tersenyum.


"Iya Sayang, pasti kedua boneka bahagia banget bisa bertemu lagi." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian Sandra mengambil kedua boneka itu dan menaruhnya di meja yang ada di samping kasur yang kami duduki, boneka itu di taruh berdampingan oleh Sandra. Setelah itu Sandra kembali duduk di sampingku, lalu dia bersandar di bahuku dan memegang tanganku.


"Bonekanya udah bahagia sayang, sekarang giliran kita yang bahagia sayang." ucapnya dengan tersenyum.


"Iya sayang." ucapku dengan tersenyum.


"Setelah sekian lama aku menunggu, ternyata Tuhan telah membalas doaku sekarang,aku telah bertemu cowok yang selama ini selalu ada di pikiranku." ucapnya dengan tersenyum.


"Semoga kita bisa selalu bersama sampai nanti kita mati ya sayang." ucapku dengan tersenyum.


"Iya sayang. " ucapnya dengan tersenyum.


Kemudian ada yang membuka pintu kamar dari luar, yang ternyata adalah tante Lina yang mengintipku sedari tadi. Seketika Sandra yang kaget pun langsung menegakkan kepalanya.


"Cie sayang sayangan aja nih." ucap tante Lina dengan tersenyum.


"Mama, dari tadi nguping ya." ucap Sandra dengan tersenyum.


"Maaf ya sayang." ucap tante Lina dengan tersenyum.


"Sini tante duduk di tengah tengah kami." ucapku.


Kemudian aku geser sedikit ke samping, sementara tante langsung duduk di tengah tengah kami berdua.


"Mama restuin kan hubungan kami berdua?." tanya Sandra.


"Mama restuin kok tenang aja, yang penting jangan berbuat yang aneh aneh dulu sebelum nikah." ucap tante Lina.


"Siap tante, Arsyan akan jaga anak tante sebaik baiknya." ucapku dengan tersenyum.


"Janji ya sayang." ucap tante Lina.


"iya tante." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian tante Lina memeluk kami berdua.


"Mama sayang, sama kalian berdua." ucap tante Lina dengan bahagia.


Tiba tiba setelah itu Dino pun datang.


"Dino gak di ajak ma." ucapnya.


"Di ajak dong, sini duduk di pangkuan mama ." ucap tante Lina.


Kemudian Dino duduk di pangkuan tante Lina.


"Mama sayang kalian semuanya." ucap tante Lina dengan tersenyum.


Aku pun begitu bahagia bisa bertemu dengan tante Lina dan Sisi yang sekarang udah berganti nama menjadi Sandra serta adiknya yang baru ketemu sekarang.


"Sayang nanti malam kita kencan ke pasar malam yuk!." ajak Sandra.


"Ayuk, seru itu." ucapku dengan tersenyum.


"Boleh kan ma?." tanya Sandra.


"Boleh sayang, tapi jangan malam malam pulangnya." jawab tante Lina.


"Siap ma." ucap Sandra dengan tersenyum.


"Dino gak ikut nanti?." tanyaku.


"Gak mas, besok Dino sekolah, takutnya besok gak bisa bangun lagi." jawab Dino dengan tersenyum.


"Yaudah kalau gitu, sekolah yang rajin ya." ucapku dengan tersenyum.

__ADS_1


"Siap mas." ucap Dino dengan tersenyum.


........................... BERSAMBUNG...........................


__ADS_2