
Holllaaa....
Mari kita lanjutkan ceritanya teman-teman...
*
Kulihat jalanan malam ini saat mobilku membelah jalanan yang masih terlihat basah, sepertinya sore tadi Jakarta hujan. Terlihat Pak Min dengan hati-hati mengendarai mobil yang melaju dengan kecepatan tidak terlalu cepat.
Tidak terlalu lama kami sampai di jalanan yang terlihat ramai. Terlihat banyak bangunan tinggi tidak beraturan. Saat Pak Min memarkirkan mobil di pinggir jalan dan menanyaiku apakah benar ini tempat yang kutuju.
"Non yakin??? Disini tempat kerjanya Mas Dani???" tanyanya lagi berbalik badan menghadapku.
"Harusnya iya Pak, tapi aku masih bingung tempatnya yg mana, soalnya aku lupa nama Bar nya" jawabku sembari melihat keluar kaca mobilku.
"Coba Non telpon dulu mas Dani nya, biar pasti. Apa perlu saya dulu yang coba turun dan tanya sama Satpamnya satu persatu??" usul Pak Min yang sedikit mengkhawatirkanku.
"Jangan Pak Min, ga apa-apa kok, aku coba tanya ke mas-mas yg berdiri depan Bar nya... Nanti Pak Min perhatiin aku aja dari mobil ya" ucapku sambil mengenakan Jaket yang ku bawa dan menyandingkan tas di bahuku.
Akupun keluar dari mobil sembari merapikan rambutku yang sepertinya kurang rapih. Kujejaki langkahku menuju Bar yang paling dekat, mulai menghampiri sekumpulan Laki-laki yg sedang bercengkerama dengan tamu-tamu yg berlalu lalang disekitar sini.
Awalnya aku sempat bergidik karena rasa takutku yang berada di daerah yang menurutku menakutkan. Laki-laki yang hampir seperti preman dengan ditemani botol-botol minuman keras yang berderet di meja kecil disekitar sini. Tapi saat bertanya, mereka menjawab dengan sopan, menunjuk jalan menuju Bar tempat Dani bekerja. Ternyata Dani lumayan dikenal di daerah ini.
Kudekati petunjuk Bar tempat Dani bekerja, saat kutanya Penjaga depan Bar, dia hanya memperhatikanku dari atas sampai bawah. Sempat ragu untuk mempersilahkanku masuk, mungkin dikarenakan aku yang masih terlihat seperti anak-anak sekolah. Tapi kupastikan aku hanya masuk sebentar untuk bertemu Dani, lalu aku berjanji untuk kembali cepat keluar.
"Janji bang, saya cuma sebentar ketemunya... ngomong sebentar lalu saya pasti langsung keluar" ucapku memohon. Awalnya dia masih ragu, tapi akhirnya dia pun mengangguk setuju.
"Benar yaa... kamu jangan lama-lama di dalam. Kamu tinggal langsung ke meja Bar yg paling besar diujung. Biasanya semua bartender standby disana semua. Ga usah muter-muter, banyak cowok mabok nanti kamu malah disikat sama mereka. Kalo ga ketemu juga, kamu keluar aja dulu... biar nanti saya yang cariin ke dalam" ucapnya panjang lebar.
__ADS_1
Akupun langsung tersenyum sambil mengangguk setuju.
**
Kujejaki Ruangan Bar yang lumayan luas, terdengar suara dentuman musik yang membuat kupingku dipenuhi suara bising. Sesekali kuatur langkahku mengimbangi banyaknya orang yang terkadang melangkah sempoyongan. Sedikit usaha penuh kulewati kerumunan orang-orang yang sedang berjoget penuh semangat.
"BUUUKKKK!!!!"
Aku terdorong saat sekumpulan orang yang sedang berjoget. Tubuhku jatuh tepat di bangku sofa yang dipenuhi orang-orang yang sedang minum. Aku yang masih dipenuhi rasa kaget mulai mengumpulkan kesadaran agar bisa kembali bangkit.
Tapi tiba-tiba saat badanku hampir kembali berdiri, tubuhku kembali tertari untuk duduk, seseorang yang berada tepat disebelahku ternyata merangkul pundakku dan kembali menarik tubuhku untuk duduk kembali.
Dan kulangsung alihkan pandanganku melihatnya. Saat wajahku berpaling kearahnya, tercium aroma minuman keras sangat menyengat. Dan sudah kutebak pasti dia sedang mabuk berat.
"Mau kemana sayang... daripada sendiri, mendingan sama gue kita pesta bareng" ucapnya semakin mengeratkan rangkulannya. Membuatku sedikit memberontak.
"Sorry... gue ga sendirian kok... ini lagi mau ke toilet aja" jawabku sedikit dipaksa tenang agar tidak terlihat kaget dan panik.
"Engga... ga usah... saya pamit aja dari sini. Maaf ya mas... saya ga bisa gabung" ucapku lagi dengan cepat sembari mendorong tangannya untuk melepas rangkulannya di bahuku.
Tapi semakin aku menarik tubuhku untuk berdiri, semakin keras genggaman tangannya hingga membuatku kesulitan untuk berdiri. Dia pun semakin menahanku, rasanya inginku teriak minta tolong tapi kurasa ini percuma karena suara bising yang kupastikan akan terasa tidak berguna.
"Bruuuukkkk"
Tanpa sadar seseorang mendorong laki-laki mabuk yang sedari tadi menahan tubuhku hingga dia kembali jatuh terduduk di bangku sofa nya.
"Sorry bang, dia sama saya... " jawab laki-laki yang langsung menarik tubuhku untuk berlindung dibelakang tubuhnya.
__ADS_1
"Dani!!!" ucapku menyadari sosok yang sekarang berada tepat didepanku.
"Hooohooo... ngaku-ngaku lo!!! ga usah ikut campur deh lo!!!" teriak laki-laki itu sambil berdiri.
"Engga bang... dia emang sama gue, kalo ga percaya tanya aja" jawab Dani sembari bergerser agar aku bisa menjawabnya.
"Iya mas, saya sama Dani kok... ga sendirian" jawabku sembari menyebutkan nama Dani untuk meyakinkan. Dan Dani pun langsung menunjukan NameTag yang tertempel di dadanya.
"Lo bedua pasti bohongkan???" jawab laki-laki itu masih tak terima.
"Dia pacar saya, kalo abang masih ga percaya!!!" jawab Dani sembari menggenggam tanganku dengan erat. Akupun langsung mengangguk seolah meyakinkan ucapan Dani.
Tak berapa lama, Petugas laki-laki yang tadi didepan Bar menghampiri kami.
"Dan, udah ketemu pacar lo???" ucapnya yang sambil menepuk pundak samping Dani.
"Udah nih bang" balsa Dani sembari menunjukan posisiku yang berada tepat disampingnya.
Perbincangan Dani dan Petugas menbuat laki-laki yang hampir saja ribut dengan aku dan Dani menjadi langsung mundur perlahan dan kembali duduk bersama teman-temannya.
Setelah obrolan singkatnya, Dani langsung menarikku untuk mengikutinya menuju meja diujung Bar. Aku hanya bisa melihat tangannya yang menggenggam tanganku dengan erat dan itu membuatku semakin merasa seperti panas sekujur tubuh.
***Bersambung
__ADS_1
Akhirnya setelah hiatus hampir satu bulan, akhirnya bisa lanjut lagi menulis. Maaf ya para pembaca, bukannya melarikan diri, tapi kesibukanku dalam dunia nyata ternyata tidak memberikanku ruang untuk menulis.
Tapi aku akan terus usahakan akar part-part selanjutnya tidak lama yaa...