Sisi

Sisi
DATANG


__ADS_3

Keesokan harinya aku pun terbangun dari tempat tidurku sekitar jam 2 pagi. Aku terkejut tiba tiba aku bangun dengan selimut, lalu aku pun langsung berdiri, sudah tidak ada Sandra di kamarku dan aku pun memutuskan untuk mencari Sandra di kamar lain.


Perlahan aku berjalan keluar rumah, untuk mencari keberadaan Sandra. Setelah keluar dari kamar, ternyata ada satu kamar yang terkunci, dari dalam, sehingga aku pun memutuskan untuk mengetuk pintu kamar itu.


"Tok tok tok"


Setelah itu dari dalam ada yang membuka pintu, ternyata benar saja itu adalah Sandra dengan memakai mukena putih layaknya habis sholat.


"Habis sholat Sandra?." tanyaku.


"Iya Arsyan, sholat tahajud." jawabnya.


"Sudah selesai sekarang?." tanyaku.


"Sudah dong." jawabnya.


Lalu aku pun berniat mengajak Sandra menonton televisi.


"Nonton televisi yuk!." ajakku.


"Yuk, bentar gua lepas mukena dulu ya." ucapnya.


"Iya Sandra, gua tungguin di depan televisi." ucapku.


"Iya deh, nanti gua nyusul." ucapnya.


Aku perlahan berjalan menuju ke tempat televisi untuk menonton televisi. Sesampainya di sana aku pun langsung mengambil remote di depan televisi, lalu duduk di depan televisi dan memencet remotenya.


Setelah itu munculah siaran langsung sepakbola liga spanyol, antara Barcelona dan juga Real betis di markas Real betis. Aku pun seketika mengingat mbak Syifa dan berniat mengambil handphoneku terlebih dahulu di kamar.


Setelah mengambil handphone di kamar, aku langsung kembali ke tempat televisi dan duduk di depan televisi. Setelah itu aku langsung video call mbak Syifa dan untungnya mbak Syifa mengangkatnya. Terlihat mbak Syifa sedang menonton televisi sambil memakai daster.


"Kamu lihat juga ya Syan?." tanyanya.


"Iya mbak kebetulan nih bangun pagi." jawabku dengan tersenyum.


"Ngomong ngomong udah sembuh kamu?." tanyanya.


"Sudah sih mbak, tapi nanti Arsyan izin dulu ya untuk istirahat." jawabku dengan tersenyum.


"Iya Arsyan." ucapnya dengan tersenyum.


"Sendirian mbak nontonnya?." tanyaku.


"Iya Syan." jawabnya dengan tersenyum.


"Tapi mbak gak masak?." tanyaku.


"Nanti aja Syan, nonton Barcelona dulu." jawabnya dengan tersenyum.


"Yaudah mbak aku matiin dulu ya." ucapku.


"Iya Arsyan, mbak juga mau nonton nih." ucapnya dengan tersenyum.


Kemudian aku pun langsung mematikan sambungan video call dari mbak Syifa, lalu menaruh handphoneku di samping kananku.


Terdengar suara pintu yang terbuka dari kamar yang di tempati Sandra,kemudian ada langkah kaki yang menuju ke arahku yang tak lain adalah Sandra.


"Arsyan." panggilnya dengan tersenyum.


Aku pun langsung menoleh ke arahnya, aku melihat wajah Sandra yang cantik dengan hijab abu abu yang sering dia pakai dan dia pun duduk di sampingku.


"Lo lama banget, habis apa Sandra?." tanyaku.


"Habis make up Arsyan." jawabnya dengan tersenyum.


"Pagi pagi udah pakai make up aja." ucapku dengan tersenyum.


"Gak apa apa dong Syan." ucapnya dengan tersenyum.


"Tapi udah mandi kan?." tanyaku.


"Belum sih Syan." jawabnya dengan tersenyum.


"Ye, belum mandi udah pakai make up." ucapku dengan tersenyum.


Sandra pun menoleh ke arah televisi.


"Barcelona main Arsyan." ucapnya.


"Iya." ucapku.


"Lo fans Barca ya?." tanyanya balik.


"Gak, gua fans mu." jawabku dengan tersenyum.


"Itu mah kalahan Syan." ledeknya dengan tersenyum.


"Gak apa apa lah yang penting kan fans mu." ucapku dengan tersenyum.


"Kalau gua sih Real Madrid sang raja ucl." ucapnya dengan tersenyum.


"Iya king Eropa." ucapku dengan tersenyum.


Sandra pun berbaring di sampingku yang sedang duduk menonton televisi.

__ADS_1


"Gua tidur dulu ya." ucapnya dengan tersenyum.


"Habis make up kok tidur sih." ucapku dengan tersenyum.


"Ngantuk gua, tadi malam jam setengah 12 baru tidur." ucapnya.


"Yaudah tidur aja Sandra, nanti gua bangunin." ucapku dengan tersenyum.


Setelah itu aku pun melanjutkan menonton pertandingan sepakbola yang ada di televisi, ternyata Barcelona pun telah mencetak goal hingga Barcelona pun telah unggul 0 -1 atas tuan rumah real betis.


Beberapa jam kemudian, tepatnya jam setengah 5 aku pun terbangun karena ketiduran semalam dan aku pun melihat Sandra yang masih tertidur pulas. Setelah itu aku pun langsung membangunkan Sandra.


"Sandra bangun San udah jam setengah 5." ucapku sembari menggoyang bahu Sandra yang tertidur.


Kemudian Sandra pun membuka mata dan langsung duduk.


"Barcelona tadi malam menang gak Syan?." tanyanya.


"Gak tau, gua ketiduran, tapi terakhir gua lihat menang satu kosong." ucapnya.


"Lo lihat hasil pertandingan di handphone lo." ucapnya.


Kemudian aku pun melihat hasil pertandingan semalam, ternyata Barcelona kalah 3 - 1 atas Real betis.


"Barcelona kalah Sandra." ucapku.


"Yes." ucapnya dengan raut wajah yang bahagia.


"Seneng banget lo pasti." ucapku dengan tersenyum.


"Iya dong Syan, kan gua fans Real Madrid." ucapnya dengan tersenyum.


"Yaudah sekarang ayo sholat dulu!." ajakku.


"Ayo." ucapnya setuju.


Setelah itu kami berdua pun pergi ke kamar mandi untuk berwudhlu dan setelah itu langsung melaksanakan sholat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa saat kemudian kami berdua telah selesai melaksanakan sholat subuh, aku pun langsung pergi ke depan televisi untuk kembali melihat televisi, sementara Sandra tetap berada di kamar.


Aku menonton kartun anak anak di pagi hari, aku pun begitu menikmati kartun anak anak itu, hingga tiba tiba ada suara ketukan pintu dari luar rumah dan aku pun langsung menghampiri suara ketukan itu.


Sesampainya di sana aku pun langsung membuka pintu itu perlahan, dan ternyata itu adalah tante Santi yang sudah datang dari Bogor.


"Arsyan sayang." ucap tante Santi.


Kemudian tante Santi memelukku.


"Sudah sembuh sayang?." tanyanya.


Kemudian tante Santi melepaskan pelukannya.


"Pagi banget tante?." tanyaku dengan tersenyum.


"Iya Sayang." jawabnya dengan tersenyum dan mengelus wajahku.


"Yaudah tante ayo masuk dulu!." ajakku.


Kemudian kami berdua pun masuk, setelah itu Sandra pun keluar kamar dan menghampiri kami berdua.


"Ini siapa sayang?." tanya tante Santi.


"Ini Sandra tante, teman Arsyan." jawabku dengan tersenyum.


"Oh." ucap tante Santi dengan mengangguk..


Kemudian Sandra berjabat tangan dan mencium tangan tante Santi.


"Kemarin saat Arsyan sakit, Sandra loh tante yang temenin Arsyan." ucapku dengan tersenyum.


"Makasih ya Sandra udah mau temenin Arsyan." ucap tante Santi dengan tersenyum ke arah Sandra.


"Iya tante." ucap Sandra dengan tersenyum.


"Oh iya Arsyan, bisa anterin tante ke pasar gak?." tanya tante Santi.


"Gak bisa tante, kan Arsyan baru aja sembuh." ucapku.


"Sandra anterin aja tante." ucap Sandra dengan tersenyum.


"Gak apa apa Sandra?." tanya tante Santi.


"Gak apa apa tante." jawab Sandra.


"Tau pasarnya kan Sandra." ucap tante Santi.


"Tau dong tante." ucap Sandra dengan tersenyum.


Setelah itu tante Santi menaruh tasnya di kamar, tempat Sandra tadi.


"Sandra ini tas kamu?." tanya tante Santi.


"Iya tante." jawab Sandra.

__ADS_1


Kemudian kami berdua menghampiri tante Santi yang sudah ada di depan pintu kamar.


"Nanti kamu tidur di sini lagi kan Sandra?." tanya tante Santi.


"Gak tau tante." jawab Sandra dengan tersenyum.


"Tidur di sini aja temenin tante." ucap tante Santi dengan tersenyum.


"Iya tante kalau begitu tapi Sandra bilang mama dulu nanti." ucap Sandra dengan tersenyum.


"Tante, di sini sampai kapan?." tanyaku.


"Sampai hari minggu sayang." jawabnya dengan tersenyum.


"Tante gak kerja?." tanyaku.


"Sudah izin kok sayang, kan tante pengen nemenin keponakan kesayangan tante ini." ucap tante Santi dengan mengelus pipiku.


"Ke pasarnya sekarang tante?." tanya Sandra.


"Nanti aja Sandra, tante masih capek." jawab tante Santi.


"Oh, yaudah tante." ucap Sandra dengan tersenyum.


"Ayo duduk di teras rumah San!." ajakku.


"Ayo." ucap Sandra setuju.


"Tante nanti nyusul, sekalian bawa makanannya juga." ucap tante Santi.


"Iya tante." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian kami berdua berjalan menuju ke teras rumah. Sesampainya di teras, kami berdua pun langsung duduk berdampingan.


"Lo cita citanya jadi apa Sandra?." tanyaku.


"Jadi guru Arsyan." jawabnya dengan tersenyum.


"Bagus dong jadi guru." ucapnya dengan tersenyum.


"Kalau lo Syan?." tanyanya.


"Pemain sepak bola sih aslinya tapi gagal Sandra karena gak punya skil." jawabku dengan tersenyum.


"Cari cita cita yang lain aja Arsyan." ucapnya dengan tersenyum.


"Tapi jadi apa Sandra?." tanyaku dengan tersenyum.


"Jadi suami dan ayah yang baik." jawabnya dengan tersenyum.


"Itu mah gak cita cita Sandra, itu adalah suatu kewajiban yang harus di lakukan." ucapku dengan tersenyum.


"Iya juga ya." ucapnya dengan tersenyum.


Tak lama setelah itu tante Santi pun datang dari dalam rumah dan menghampiri kami berdua yang sedang duduk di teras rumah. Lalu setelah itu tante Santi pun duduk di sampingku.


"Ini makanannya Arsyan." ucap tante Santi dengan memberikan makanan itu padaku.


"Wah enak ini pasti tante." ucapku dengan tersenyum.


"Iya dong, kan spesial buat keponakan tante." ucap tante Santi dengan tersenyum.


Kemudian kami bertiga memakan makanan itu dengan begitu menikmati.


"Oh iya tante, kalau rumah makan milik mas Ricky sudah di tutup, Arsyan akan kembali lagi kampung." ucapku.


"Gak pengen kerja di Jakarta lagi sayang?. " tanya tante Santi.


"Gak tante,mungkin Arsyan mau kuliah aja dulu." jawabku dengan tersenyum.


"Katanya dulu gak mau kuliah ." ucap tante Santi dengan tersenyum.


"Tapi masih kemungkinan tante, kalau gak kuliah ya kerja aja di kotaku." ucapku dengan tersenyum.


"Pokoknya kamu harus terus semangat ya sayang." ucap tante Santi dengan tersenyum.


"Iya tante." ucapku dengan mengangguk.


Kemudian tante Santi mengajak Sandra pergi ke pasar.


"Ayo berangkat sekarang Sandra!." ajak tante Santi.


"Ayo tante." ucap Sandra setuju.


"Nanti tante akan masak, makanan yang spesial." ucap tante Santi dengan tersenyum.


"Nanti aku bantu ya tante." ucap Sandra.


"Iya Sandra." ucap tante Santi dengan tersenyum.


Kemudian mereka berdua pun berdiri, lalu Sandra langsung berjalan ke motornya yang ada di halaman rumah, di ikuti tante Santi yang berjalan di belakangnya. Setelah itu Sandra naik di motornya, lalu di ikuti tante Santi yang duduk di belakangnya .


"Arsyan, tante sama Sandra pergi ke pasar dulu ya." pamit tante Santi.


"Iya tante hati hati." ucapku.

__ADS_1


Kemudian Sandra menjalankan motornya meninggalkan rumah ini, untuk pergi menuju ke pasar. Sementara aku tetap menunggu mereka dengan masih duduk di teras.


...........................BERSAMBUNG............................


__ADS_2