Sosialita

Sosialita
Menemui Dirga,


__ADS_3

Pertengkaran kecil di antara ibu dan anak masih berlangsung di dalam kamar yang dipenuhi banyak buku itu. Beatrice mengutarakan perasaannya kepada Soraya jika dirinya tidak mau berkenalan dengan Reyhan ataupun pria yang lain.


"Ayolah, Bea ... buka mata dan hatimu, Sayang." Soraya menatap Beatrice penuh arti. "Reyhan itu mapan terus dari kalangan yang sepadan dengan kita dan yang paling penting Reyhan itu baik," ucap Soraya seraya menatap putrinya.


"Memangnya Mama tahu dari mana kalau dia baik? Aku harap bukan karena lagu yang sedang viral ya, Mama menyimpulkan Reyhan itu baik!" sarkas Beatrice dengan tatapan tidak suka.


"Hah? Memangnya ada lagu Reyhan baik, Be?" Soraya justru penasaran dengan lagu yang dimaksud oleh putrinya.


"Udahlah, Ma! Tidak penting kalau pembicaraan kita hanya membahas lagu Reyhan baik!" Beatrice semakin pusing menghadapi sikap ibunya.


"Ya, baiklah. Kita kembali ke topik awal," ucap Soraya dengan sikap yang terlihat berwibawa.


Sekali lagi Beatrice memprotes tentang tindakan Soraya tanpa izin darinya. Dia menolak keras kehadiran Reyhan jika Soraya terus memaksanya untuk menjalin hubungan dengan pria hang dinilai baik oleh ibunya itu.


"Ini zaman modern, Ma! Jangan menjadi kuno begitu lah, Ma! Untuk apa Mama melakukan hal itu?" protes Beatrice dengan suara yang meninggi.


"Bea, apa yang Mama lakukan itu demi kebahagiaannmu di masa depan. Mama tidak yakin kamu bisa hidup bahagia jika menikah dengan Dirga. Mama tidak sanggup jika harus melihat kamu hidup sengasara bersama dia." Soraya masih tetap dengan pemikiran yang sama meski dia sudah mendapat laporan dari teman-temannya jika Dirga adalah pria yang baik.


"Ma, kenapa sih Mama gak mencoba untuk bertemu Dirga saja. Pasti Mama akan memiliki pemikiran yang sama denganku setelah bertemu dia. Dirga sangat jauh berbeda dengan Reyhan yang Mama anggap baik dan sulit dilupakan itu!" Beatrice membela kekasihnya agar Soraya memberikan restunya.


Soraya mengela napasnya setelah mendengar pembelaan Beatrice kepada Dirga. Entah mengapa dia begitu sulit untuk menerima kehadiran Dirga. Entah murni karena memikirkan masa depan putrinya atau hanya sekadar menjaga gengsinya. Soraya beranjak dari tempatnya dan berniat untuk tidak melanjutkan pembicaraan ini.


"Pembicaraan kita selesai! Mama mau kembali ke kantor dan jangan menunggu Mama saat makan malam!" ujar Soraya dengan ketus sebelum meninggalkan kamar putrinya.

__ADS_1


Beatrice merebahkan tubuhnya di atas ranjang setelah pintu kamar kembali tertutup. Dia tidak tahu lagi harus bagaimana meyakinkan ibunya jika Dirga adalah yang terbaik. Beatrice beranjak dari tempatnya untuk mengambil ponsel yang ada di meja baca. Hal yang pertama kali dia lakukan adalah memblokir nomor Reyhan. Dia tidak mau lagi berhubungan dengan pria asing itu.


"Lebih baik aku menemui Dirga saja! Percuma saja di rumah ini pun sendirian," gumam Beatrice setelah menemukan ide cemerlang.


Gadis berambut cokelat itu segera bersiap untuk pergi ke rumah kekasihnya. Kali ini Beatrice memilih naik taksi online daripada harus diantar sopir pribadinya. Dia hanya ingin melepaskan semua rasa kesal yang memenuhi hati dengan bertemu dengan Dirga.


"Baik, tunggu di depan gerbang saja," ucap Beatrice saat menjawab telefon dari driver taksi online yang sudah sampai di titik penjemputan.


Tas slempang kesayangannya telah tersampir di pundak. Penampilan yang sopan dan anggun menjadi ciri khas tersendiri dari seorang gadis berdarah spanyol itu. Tanpa pamit kepada siapapun yang ada di rumah megah itu, Beatrice pun keluar dari gerbang yang menjulang tinggi itu. Dia segera masuk ke dalam mobil jenis sedan yang sudah menunggunya di sana.


"Kampung Eropa gang buntu," ucap Beatrice setelah masuk ke dalam taksi tersebut.


Perjalanan panjang telah dimulai. Beatrice membuka buku yang sengaja disimpan di dalam tasnya, karena dia tahu jika perjalanan ini cukup memakan waktu. Apalagi ditambah kemacetan di ibukota yang tidak ada habisnya. Lebih baik membaca buku daripada bermain ponsel. Begitu pikir gadis berambut cokelat itu.


Setelah berada di jalanan kota yang padat pada akhirnya mobil yang dikendarai driver taksi online itu masuk ke dalam kampung yang dimaksud oleh Beatrice. Mobil tersebut berhenti di salah satu rumah berwarna hijau dengan hiasan beberapa tumbuhan di depan terasnya. Beateice merasa lega setelah melihat motor kesayangan Dirga ada di sana.


Gadis cantik itu mengayun langkah menuju rumah sederhana yang terlihat nyaman itu. Dia memberanikan diri mengetuk pintu rumah tersebut. Pasalnya, Dirga tidak tahu jika dirinya akan datang ke rumah ini.


"Bea!" ujar Dirga setelah membuka pintu dan melihat kehadiran sang kekasih di sana, "kamu datang dengan siapa?" Dirga celingukan untuk mencari seseorang yang mengantar Beatrice hingga sampai di rumah ini.


"Aku naik taksi online," ucapnya dengan suara yang lirih.


"Kalau begitu silahkan masuk," ucap Dirga setelah memberi jalan untuk Beatrice.

__ADS_1


Dirga baru saja selesai mandi sebelum bersiap pergi ke cafe untuk melaksanakan tugasnya. Dia pun baru pulang dari pasar membantu ibunya dan membantu pekerjaan di toko ikan hias. Pria tampan itu masuk ke dalam kamarnya untuk merapikan rambut yang masih berantakan.


"Mau minum kopi atau teh manis?" tanya Dirga setelah kembali ke ruang tamu menemui Beatrice. Hanya kedua minuman itu yang tersedia di rumahnya.


"Teh saja tapi jangan terlalu manis," jawab Beatrice seraya tersenyum manis.


Dirga segera pergi dapur untuk membuatkan sang kekasih minuman sesuai dengan yang diminta. Beberapa menit kemudian, pria manis itu kembali ke ruang tamu dengan membawa nampan berisi dua gelas teh sesuai permintaan Beatrice.


"Silahkan diminum dulu," ucap Dirga setelah meletakkan minuman untuk Beatrice.


"Ya, nanti saja," jawabnya sambil menyandarkan tubuh di sandaran kursi yang ada di sana.


"Ada apa? Apa yang membuatmu datang ke sini, Be?" selidik Dirga setelah melihat ekspresi wajah cantik itu. Sepertinya Beatrice sedang tidak baik-baik saja.


Mendengar pertanyaan itu, membuat Beatrice mengalihkan pandangan ke arahnya. Sorot mata gadis blasteran itu mengisaratkan kegundahan. Lantas, Beatrice pun menegakkan tubuhnya kembali sebelum mengungkapkan kekesalan yang tersimpan di hatinya.


"Aku bertengkar lagi dengan Mama," ucap Beatrice dengan diiringi hembusan napas yang berat.


"Kenapa lagi?" Senyum yang sangat manis mengiringi pertanyaan itu.


Beatrice mulai bercerita tentang makan siang bersama Soraya kemarin. Masalah Reyhan pun tak luput dari pembahasan bersama Dirga. Rasa tidak nyaman terlihat jelas saat Beatrice menceritakan pria bernama Reyhan. Sebisa mungkin Dirga menenangkan sang kekasih agar tidak menyimpan kemarahan kepada ibunya sendiri.


"Hari ini aku ingin berada di sini bersamamu. Aku suntuk di rumah sendiri," ucap Beatrice seraya menatap Dirga penuh harap.

__ADS_1


...🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍🌹...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2