
"Nez, lebih baik antar suamimu ke kamar terlebih dahulu. Sepertinya dia lelah," ucap Astrid ketika melihat Roberts beberapa kali menguap.
Agnez menatap sekilas pria yang ada di sisinya. Mungkin saran dari Astrid ada benarnya dan kali ini pembicaraan itu terpaksa harus dihentikan sementara, "baiklah, Mom. Aku antar Roberts dulu ke kamar. Kalian tunggu di sini sebentar ya, kita belum selesai bicara." Agnez menatap kedua orang tuanya penuh arti.
"Come on, Honey! We have to go to the bedroom now," ajak Agnez kepada suaminya.
Pria kelahiran Kanada itu segera beranjak dari tempatnya dan tidak lupa sebelum pergi dari sana, Robert pamit terlebih dahulu kepada Astrid dan juga Handoko. Sepasang suami istri itu segera masuk berjalan menuju kamar lama Agnez yang ada di lantai dua.
"Mom, jangan bilang Agnez dong tentang dayang Cherry, please!" bujuk Handoko sambil menatap Astrid penuh harap.
"Memangnya kenapa? Agnez juga anakmu, jadi tidak ada salahnya jika dia tahu tentang bagaimana ayahnya yang semakin gak inget umur!" ujar Astrid dengan lirikan tajam yang membuat Handoko menjadi masam.
Ya, meski memiliki banyak dayang untuk bersenang-senang, Handoko tetap mencintai Astrid seperti dulu. Tidak bisa dipungkiri jika wanita yang duduk disebelahnya itu telah menemaninya berjuang dari titik nol hingga seperti saat ini. Bagi Handoko saat ini dayang-dayang hanya sebagai selingan saja untuk menikmati hidup. Niat awal berkelana mencari dayang untuk berkembang biak, pada kenyataannya semua wanita yang menjadi madu Astrid itu tidak ada yang hamil.
"Kamu tidak mau makan dulu, Nez?" tanya Astrid setelah Agnez kembali ke tempatnya.
"Tidak, Mom. Aku masih kenyang karena kami sempat makan terlebih dahulu setelah sampai di Bandara," jawab Agnez sambil membenarkan posisinya, "jadi bagaimana Moms? Siapa nama koleksi pappy yang baru?" Rupanya Agnez masih penasaran dengan keluh kesah ibu angkatnya itu.
"Cherry. Dia seumuran denganmu dan masih melanjutkan kuliah pasca sarjana di salah satu Universitas terkenal di sini. Mommy sebenarnya tidak suka dengan dia karena tidak becus mengurus pappymu. Lalu untuk apa menambah koleksi kalau hanya untuk merasakan lubang baru saja." Sesuatu yang dipendam Astrid akhirnya keluar juga di hadapan Agnez.
__ADS_1
"Lagi pula pappymu sekarang juga sedang sakit, kencing batunya kambuh. Terakhir Mommy yang menjemput pappymu di rumah si Santi, padahal jatah di sana kurang beberapa hari lagi. Kalau sakit saja minta berlama-lama di sini sedangkan kalau sehat sudah bisa dipastikan dia bergerilya ke istri yang lain." Tatapan tidak suka terlihat jelas dari sorot mata wanita cantik itu.
Handoko hanya bisa menghela napas panjang setelah mendengar keluh kesah Astrid. Meski istri pertamanya itu menampakkan ekspresi wajah jahat, tetapi sorot matanya tidak bisa dibohongi. Astrid begitu pandai menyembunyikan luka dan kecewa di hatinya.
"Pap! Jangan seperti itu lah! Apa Pappy tidak kasihan melihat Mommy kesepian di rumah. Pappy itu seharusnya tidak perlu banyak istri agar bisa menikmati masa tua dengan tenang dan bahagia. Banyak istri itu membuat Pappy lelah, entah itu lelah dalam memikirkan finansial ataupun tenaga." Agnez menatap wajah ayah angkatnya dengan tatapan tak suka.
Sebagai sesama wanita, tentu Agnez tahu bagaimana rasanya menjadi Astrid meski ibu angkatnya itu tidak pernah berkeluh kesah kepadanya. Agnez tahu jika kehidupan glamour yang selama ini dijalani oleh Astrid hanyalah sebuah topeng untuk menutup luka akibat perbuatan Handoko. Bersenang-senang dengan harta dan segala fasilitas dari Handoko adalah bagian dari pelampiasan wanita berusia empat puluh emam tahun itu.
"Sayang. Pappy tidak pernah menghianati cinta Mommymu. Hanya nama Astrid yang tertulis di hati ini, ya ... meskipun ada beberapa nama yang terjadwal di pedang sakti sih," jawab Handoko tanpa rasa bersalah sedikit pun.
"Kamu itu ya! Makin tua makin keterlaluan!" Astrid benar-benar kesal setelah mendengar jawaban suaminya itu.
"Kalau begitu jangan dijemput lagi Mom jika Pappy sakit. Biar dayang-dayangnya yang merawat. Mommy tak perlu repot dan lelah mengurus pappy, nanti malah ikut sakit gara-gara ulah pappy!" ujar Agnez dengan wajah yang masam.
"Oke, baiklah Pappy salah karena sudah menambahkan Cherry sebagai koleksi Pappy. Sekarang lebih baik kita membahas yang lain saja. Pappy sangat merindukan kamu, Nez." Handoko mencoba mengalihkan pembicaraan ke arah lain agar perdebatan ini segera berakhir.
"Aku juga rindu Pappy dan Mommy. Karena itulah jauh-jauh pun aku tetap menyempatkan diri untuk pulang. Akan tetapi, aku kecewa dengan sikap Pappy. Roberts saja yang masih muda begitu bisa setia, padahal jika mau dia bisa saja berkelana ke sana kemari. Namun, nyatanya dia tidak melakukan hal itu," keluh Agnez kecewa.
"Mommy sih tadinya tidak berniat mengatakan semua ini sama kamu, tapi kok ya lama-lama sebel. Pappy kamu kalau lagi sakit nyusahin Mommy, tapi waktu sehat lupa jalan pulang. Malah nikahin anak ingusan lagi. Astaga, apa yang mau dicari coba?" Astrid kembali mengadu kepada sang anak.
__ADS_1
"Sudahlah, Mom," pinta Handoko untuk membujuk istri pertamanya. Pria matang itu meraih tangan Astrid untuk digenggamnya. Senyum manis pun dipersembahkan untuk istri pertama yang tidak mungkin untuk ditinggalkan itu
"Ya, masih untung Mommy ngga nyari brondong sebagai sarana pelampiasan," celetuk Agnez membuat Handoko seketika tersentak. Dia menoleh kepada Agnez, kemudian mengalihkan pandangan kepada Astrid yang tak berkomentar sama sekali.
"Jangan dong, Nez. Pappy ngga akan mengizinkan mommy untuk berbuat seperti itu." Handoko jelas tak setuju dengan ucapan putri angkat satu-satunya itu.
"Itulah laki-laki, Nez. Kamu lihat sendiri, contohnya nyata adalah pak Handoko Triatmadja," sindir Astrid tanpa menoleh.
"Ya sudah, Mom. Lain kali, kalau pappy masih bersikap nakal seperti kemarin-kemarin, maka Mommy tidak usah kasih ampun lagi. Mommy langsung saja pesan tiket untuk berangkat ke Kanada. Mommy bisa menghabiskan waktu di sana, sekadar untuk menghilangkan suntuk. Biarkan saja pappy sama dayang-dayangnya. Asal Mommy tahu, di sana banyak pria-pria berusia matang yang siap menggantikan posisi pappy. Mereka tampan dan juga bertubuh tegap seperti Channing Tatum. Pokoknya Mommy ngga akan menyesal tinggal di sana," saran Agnez yang seketika membuat Handoko meringis kecil saat mendengar ucapan putrinya tersebut.
Oh, tentu saja Handoko tidak akan membiarkan semua itu terjadi. Dia tidak rela siapapun memiliki Astrid. Hanya dirinya yang berhak atas diri wanita berusia empat puluh enam tahun itu.
🌹TBC🌹
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
...Hallo bestie😍Ada rekomendasi karya super keren untuk kalian nih❤️ Kuy baca karya author Yayuk Triatmaja dengan judul Cinta Sejati Hot Duda. Serius dah gak bakal nyesel😍
__ADS_1
...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...