Sosialita

Sosialita
Sales Marketing??


__ADS_3

"Ya, termasuk kamu. Tukang jajan." Dena mendengus pelan.


Tentu celetukan Dena berhasil membuat Alex mengernyitkan keningnya. Dia tidak habis pikir saja dengan wanita yang masih berada di dalam mobil itu. Sekali lagi Alex mengetuk kaca mobil tersebut agar bisa melihat dengan jelas wajah wanita yang dulu pernah mengganggunya saat bersenang-senang.


"Buka kacanya!" ujar Alexandre dengan suara baritonnya.


Dena hanya menatap sekilas pria yang ada di samping mobilnya. Ada perasaan ragu di dalam hati karena di sana pun jalanan cukup sepi. Lagi dan lagi pikiran buruk tentang Alexandre menghantui pikirannya.


"Dia kan suka jajan. Oh my God!" Dena membekap mulutnya, "bagaimana kalau nanti menculikku terus aku diperkosa begitu?" Dena menggeleng pelan ketika membayangkan hal gila itu.


"Hei Wanita aneh! Kamu pasti sedang membayangkan sesuatu kan!" tebak Alexandre setelah mengamati Dena lewat celah kaca yang sedikit terbuka, "keluarlah!" titah Alexandre dengan tangan yang tak henti mengetuk kaca mobil tersebut.


Sekali lagi Dena mencoba berpikir positif dalam situasi ini. Ingatan saat dia bangun di salah satu kamar yang ada di rumah Alexandre berhasil membuat pikirannya lebih terbuka. Mungkin tidak ada salahnya keluar dan berhadapan dengan Alexandre secara langsung. Toh, saat itu jika pria itu mau, dia bisa saja memanfaatkan kondisinya. Tetapi semua itu tidak terjadi dan sampai saat ini dia masih merasa aman.


"Ada apa sih?" tanya Dena dengan ketus setelah keluar dari mobilnya.


"Apa yang terjadi dengan mobilmu?" Bukannya menjawab pertanyaan dari Dena, Alexandre malah bertanya balik. Dia berkacak pinggang tanpa melepaskan pandangan dari sosok wanita yang sedang bersandar di pintu mobil.


"Mana aku tahu lah! Aku kan bukan montir." Dena menatap Alexandre sekilas.


Sikap yang ditunjukkan Dena berhasil membuat Alexandre mengulum senyum. Sepertinya dia tertantang dengan wanita yang ada di hadapannya saat ini. Biasanya setiap wanita yang berhadapan dengannya pasti akan bersikap manis dan tentunya berusaha mencuri hatinya, tetapi tidak untuk kali ini. Bukannya bersikap manis, wanita yang dia perkirakan seumuran dengannya itu, bersikap ketus dengan ekspresi wajah yang tidak bersahabat.


"Buka kap mobilnya! Biar sopirku membantu memperbaiki mobilmu," ujar Alexandre tanpa melepaskan pandangan dari Dena yang sedang membuang muka ke arah lain.


"Tidak perlu. Aku sudah menghubungi layanan mobil derek dan tidak lama setelah ini mereka akan sampai," tolak Dena begitu saja.

__ADS_1


Alexandre tersenyum tipis setelah mendengarkan penolakan dari Dena. Dia harus mencari cara untuk agar bisa mengantar Dena pulang, "ya sudah kalau begitu mari ku antar pulang. Biar sopirku yang menunggu mobil dereknya. Lagi pula di sini tidak aman bagi seorang wanita, apalagi sendirian saja. Asal kamu tahu di sini banyak penjahat yang berkeliaran dan wanita sepertimu adalah mangsa empuk mereka." Alexandre mulai menakuti Dena dengan perihal itu. Lantas, dia meninggalkan Dena di sana dan berjalan menuju mobilnya untuk bicara dengan sopir berperawakan 'pendekar' itu.


Dena tertegun setelah mendengar penjelasan panjang dari pria bernama Alexandre itu. Dia mulai percaya dengan semua ucapan dari sosok yang masih berbicara dengan sopirnya. Ya, Dena ragu berada di sana sendiri karena takut ada penjahat seperti yang dikatakan oleh Alexandre.


"Apa yang harus aku lakukan ya? Aku tidak mau mati konyol di sini. Hmmm, tidak ada salahnya kan menerima tawaran darinya." Dena bergumam pelan setelah berpikir panjang.


Tidak lama setelah itu, Alexandre kembali ke tempat Dena berada, "bagaimana? Apa kamu ingin tetap di sini?" tanya Alexandre sambil melirik arlojinya, "aku tidak bisa menunggumu lebih lama lagi, karena aku harus pulang. Jika kamu masih ingin di sini menunggu mobil derek, silahkan saja." Alexandre menatap Dena penuh arti.


"Antar aku pulang!" ujar lajang berusia empat puluh lima tahun itu. Dia segera membuka pintu mobil dan mengambil beberapa barang penting miliknya.


"Baiklah." Alexandre tersenyum smirk setelah mendengar jawaban Dena. Ternyata tipu dayanya tentang penjahat berhasil membuat Dena takut.


Sopir pribadi Alexandre menundukkan kepala dengan hormat setelah membukakan pintu untuk tuannya. Tentu dia sudah tahu tugas apa yang harus dia lakukan setelah ini. Pria berperawakan 'pendekar' itu segera berjalan menuju mobil Dena setelah mobil SUV yang dikendarai Alexandre mulai berjalan.


Sementara itu, keheningan mulai terasa di dalam mobil SUV tersebut. Tidak ada yang memulai pembicaraan untuk memecah kebekuan di antara kedua lajang itu. Bahkan, Dena sampai lupa jika belum memberitahu di mana alamat rumahnya.


"Sembarangan!" jawab Dena dengan ketus.


"Lalu aku harus mengantarmu kemana? Bahkan, aku tidak tahu di mana tempat tinggalmu," tanya Alexandre sambil menatap Dena sekilas.


Dena hanya tersenyum kecut setelah mendengar pertanyaan dari Alexandre. Lagi dan lagi dia merasa malu karena terlihat bodoh di mata pria yang dijumpai lagi tanpa sengaja. Pada akhirnya Dena memberitahukan di mana alamat rumahnya dan setelah Alexandre paham, mereka kembali bungkam.


"Kenapa aku selalu bertemu denganmu di waktu seperti ini? Apa yang kamu lakukan di jam-jam malam seperti saat ini?" Alexandre penasaran karena sudah dua kali ini dia bertemu Dena di waktu yang sama.


"Gak usah kepo deh sama urusan orang!" Dena terlihat tidak suka dengan pertanyaan dari pria yang sedang sibuk dengan kemudinya.

__ADS_1


Alexandre hanya mengembangkan senyum tipis setelah mendengar jawaban dari Dena. Dia semakin tertantang untuk mengulik informasi tentang wanita yang sedang duduk dengan kedua tangan yang disilangkan di depan dada.


"Harusnya kamu membawa sopir jika sedang bepergian malam," tutur Alexandre tanpa mengalihkan pandangan ke arah Dena.


"Kenapa kamu cerewet sekali sih? Macam ibu-ibu kurang uang belanja saja!" cibir Dena seraya menatap wajah Alexandre dari samping.


"Apa dirimu juga seperti itu jika uang belanja dari suamimu kurang?" Pertanyaan dari Alexandre semakin membuat Dena merasa kesal.


Namun, wanita cantik itu harus menahannya karena takut akan diturunkan Alexandre begitu saja dipinggir jalan, apabila dia menunjukkan taringnya saat ini. Dena menggeleng pelan setelah membayangkan hal itu terjadi. Tidak mungkin bukan jika dirinya harus berjalan kaki di pinggir jalan di malam yang sepi ini. Bersikap tenang dan pura-pura lembut sepertinya dibutuhkan untuk saat ini agar bisa pulang dengan selamat.


"Kamu sendiri kenapa masih berkeliaran di jalan? Pasti habis beli jajan ya!" Dena mulai menebak dari mana pria itu sebelum bertemu dirinya. Niat hati ingin bersikap lembut dan ramah, tetapi kenyataannya tidak bisa.


"Aku baru pulang dari showroom, ada pesanan barang yang baru datang," jawab Alexandre dengan sikap yang sangat tenang.


"Oh, jadi kamu kerja di Showroom? Jadi Sales marketing kah?" celetuk Dena tanpa berpikir panjang.


Alexandre tersenyum simpul setelah mendengar celetukan wanita yang duduk di sisi nya itu. Tentu Alexandre tak segera menjawab pertanyaan dari Dena karena ingin membuat wanita tersebut penasaran dengan pekerjaannya.


"Kita harus belok kemana setelah ini?" tanya Alexandre setelah melihat persimpangan di depan. Dia sendiri kurang paham dengan daerah tempat tinggal Dena.


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


...Hallo, aku ada rekomendasi karya yang wajib kalian baca nih😍Kuy baca gratis karya dari author Ocybasoaci dengan judul Cinta berselimut Dendam. Jangan sampai ketinggalan yak! Nyesel loh nanti😀...


__ADS_1


...🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2