
"Oh, rupanya si tua bangka berada di sini. Kebetulan sekali dia bersama istrinya. Lebih baik aku buka sekarang saja semua kedoknya. Aku muak melihat si Rima terus menyanjung suaminya itu," gerutu Rahma dengan tatapan yang tak lepas dari dua orang yang sedang tertawa bahagia di meja yang ada di sudut restoran.
Kebetulan siang itu suasana di restoran tersebut cukup sepi karena tak seberapa banyak pengunjung yang datang. Rahma tengah merangkai kata untuk membongkar kebusukan Abraham di depan istrinya. Dia tidak peduli meski setelah ini Rima membencinya. Dengan diiringi senyum smirk, wanita berusia tiga puluh lima tahun itu berjalan dengan langkah gemulai menuju tempat Abraham dan istrinya.
"Selamat siang, Jeng Rima," sapa Rahma ketika sudah berdiri di sisi meja yang ditempati pejabat itu.
Abraham tercengang setelah melihat kehadiran Rahma di sana, sementara Rima malah menyambut Rahma dengan senyum yang sangat manis, "selamat siang, Jeng Rahma. Kebetulan sekali kita bertemu di sini ya," sapa balik Rima sambil menjabat tangan Rahma.
"Jeng Rahma sama siapa?" tanya Rima penasaran.
"Oh, saya datang dengan kekasih saya. Itu dia ada di meja depan dekat jendala," tunjuk Rahma pada meja yang ditempati oleh Richard.
"Kalau begitu bergabung saja di sini, kita makan siang bersama. Gak masalah kan, Yah?" Tatapan Rima beralih ke arah Abraham.
Tentu Abraham gelagapan setelah mendengar pertanyaan itu. Tidak mungkin bukan jika dia satu meja dengan istri dan juga selingkuhannya. Akan terasa tidak nyaman situasinya jika sampai mereka berempat berada di meja yang sama.
"Bund, temanmu ini kan lagi sama pacarnya. Sungkan kali kalau kita ikut bersama mereka berdua. Nanti kalau ada pembahasan serius, kita kan jadi tidak enak hati," tolak Abraham dengan diiringi senyum yang manis.
"Oh, aku dan Richard tidak sedang membahas masalah yang penting kok, Mpap." Rahma sengaja memanggil Abraham dengan sebutan itu.
Abraham terbelalak ketika mendengar panggilan sayang dari Rahma. Begitu pun dengan Rima, istri dari Abraham itu terkejut setelah mendengar jawaban Rahma. Dia mengernyitkan keningnya karena hal itu.
"Mpap? Siapa itu Mpap?" tanya Rima sambil menatap Rahma penuh arti.
"Mpap adalah panggilan sayang dari saya untuk Tuan Abraham yang tersayang," ucap Rahma sambil menatap Abraham penuh arti.
"Apa maksud semua ini? Ayah sudah kenal dengan jeng Rahma kah?" Rima menatap suaminya dengan intens. Dia butuh penjelasan dari suaminya terkait dengan jawaban yang disampaikan oleh Rahma. Dia tidak mau gegabah sebelum mendengar jawaban suami yang dianggapnya sebagai sosok yang setia.
__ADS_1
"Aku ... aku tidak kenal, Bund," kilah Abraham sambil menatap wajah Rima.
Jawaban Abraham semakin membuat Rahma meradang. Dia meletakkan kedua telapak tangannya di tepi meja hingga membuat separuh badannya condong ke arah Abraham. Tatapan mata wanita cantik itu berselimut amarah karena tidak diakui oleh Abraham.
"Oh, jadi Mpap tidak pernah mengenal aku ya? Lalu bagaimana dengan kenikmatan yang selama ini Mpap dapatkan dariku? Lebih dari satu tahun loh kita merajut kasih di belakang Jeng Rima," ucap Rahma dengan diiringi senyum smirk.
Tentu Rima terkejut setelah mendengar pengakuan dari Rahma. Antara percaya dan tidak percaya, karena selama ini yang dia tahu, suaminya tidak pernah berbohong ataupun menunjukkan tanda-tanda perselingkuhan di hadapannya.
"Dek Rahma, kenapa kamu membongkar semua ini di depan istriku?" Abraham mulai terpancing dengan pengakuan Rahma.
"Jadi benar jika Ayah mengenal dia dan menjalin hubungan di belakangku?" Rima beranjak dari tempatnya. Wanita itu murka ketika melihat dua orang yang ada di hadapannya itu.
"Dasar pelakor sialan! Berani sekali kamu mengakui semua ini di hadapanku!" umpat Rima dengan nada tinggi.
"Jeng Rima yang terhormat, tolong pelankan suara Anda! Apa Anda tidak malu jika semua orang yang ada di sini mendengar suara lantang Anda?" Rahma berdiri tegak dan menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Kurang ajar! Wanita tidak tahu diri! Sudah tahu suami orang masih saja diterima! Mulai sekarang kamu dikeluarkan dari group arisan dan lihat saja setelah ini namamu akan viral karena sudah menjadi pelakor!" ancam Rima sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah Rahma.
Sementara Abraham tidak bisa melakukan apapun lagi. Hubungan yang selama ini tertutup rapat nyatanya terbongkar di hadapan istrinya. Sungguh Abraham tidak pernah menyangka jika Rahma berani mengungkap semua ini.
Rahma hanya tersenyum manis setelah mendengar ancaman dari Rima. Dia tidak takut meski namanya akan tercoreng setelah ini. Setidaknya dia merasa lega karena sudah membongkar kedok pria tak bertanggung jawab yang sedang menundukkan kepalanya itu.
"Sebaiknya Anda berpikir dua kali jika ingin mencemarkan nama baik saya, Nyonya Rima yang terhormat. Bukankah suami Anda akan mencalonkan diri sebentar lagi? Wah wah wah. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kehebohan publik setelah skandal Abraham bersama selingkuhannya terbongkar. Ya ... coba Anda bayangkan saja betapa hancurnya image seorang Abraham Lie yang penyayang, baik hati, setia dan juga bertanggung jawab itu. Ck, kasian sekali." Rahma menggeleng pelan dengan senyum smirk yang mengiringi.
Rima tiba-tiba saja merasa lemas setelah mendengar penjelasan panjang dari Rahma. Tubuhnya seperti kehilangan tenaga setelah tahu kebenaran yang dilakukan suaminya. Ingin menangis tapi ditahannya karena tidak mau terlihat lemah di hadapan Rahma.
"Mpap ingin tahu kenapa aku melakukan semua ini?" Kini Rahma menghadap ke arah Abraham.
__ADS_1
"Seharusnya kamu tidak melakukan semua ini," gumam Abraham dengan suara yang lirih, "semua fasilitas mewah sudah aku berikan kepadamu, seharusnya kamu hanya duduk manis dan menikmati semuanya," jawab Abraham dengan pendangan lurus ke depan.
"Oh begitu rupanya. Andai saja Mpap menerima kehadiran janin yang sedang tumbuh dalam rahim ku, maka semua ini tidak akan terjadi. Aku menderita seorang diri saat keguguran dan Mpap tidak ingin tahu sama sekali bagaimana keadaanku. Oh tentu aku tidak bisa diam saja, apalagi setelah melihat Mpap berbahagia bersama istri Mpap ini. Aku rasa sudah cukup semua ini." Rahma menatap Abraham dengan intens.
"Apa katamu? Jadi hubungan haram kalian berhasil menumbuhkan benih? Apalagi ini!" Rima semakin meradang setelah mendengar pengakuan Rahma. Dia beranjak dari tempatnya dan bersiap untuk meraih rambut cokelat yang tergerai itu.
Namun, belum sempat tangan Rima menyentuh rambut itu, tangannya ditahan oleh seseorang. Istri sah Abraham lie itu menolah ke samping dan melihat kehadiran Richard di sana. Dia berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan dokter tampan itu.
"Jangan sakiti Rahma. Anda harus tahu jika memang seperti itu kebenarannya. Suami Anda tidak bertanggung jawab atas semua yang sudah terjadi kepada Rahma. Saya tahu jika Rahma membuat kesalahan yang begitu besar kepada Anda, tetapi tidak kepada suami Anda. Rahma berhak menuntut pertanggung jawaban atas kondisi yang dia alami," ucap dokter Richard dengan suara yang tegas dan setelah itu dia melepaskan tangan Rima.
Rahma membuka tasnya untuk mengambil sesuatu yang tersimpan di sana. Ada kunci mobil, kartu akses apartment dan beberapa kartu pemberian Abraham yang tersimpan di dalam dompetnya.
"Mulai detik ini aku memutuskan hubungan ini. Aku sudah tidak mau menjalin hubungan dengan Anda, Tuan Abraham Lie. Aku mengembalikan semua fasilitas yang pernah Anda berikan. Setelah ini aku akan mengemas barang-barang pribadi dari apartment. Permisi!"
Pada akhirnya Rahma memutuskan hubungannya bersama Abraham. Dia tidak peduli meski setelah ini tidak ada kemewahan lagi dalam hidupnya. Satu hal yang pasti, Rahma ingin menjalani hidup normal tanpa harus dibayangi rasa takut dan sakit hati. Dia yakin pasti masih ada pria yang tulus kepadanya. Rahma pergi dari sana meninggalkan dokter Richard di meja yang ditempati Abraham. Rencana makan siang pun gagal total setelah pertemuan tersebut.
...🌹To Be Continue 🌹...
...Putus deh si pelakor😂...
...➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖...
...Rekomendasi karya keren untuk kalian nih😎Kuy baca gratis karya author Alya Lii dengan judul Kaget Nikah. Kuy gercep biar gak ketinggalan ceritanya😍...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
__ADS_1