
"Bagaimana, Bu? Apa penampilanku sudah rapi?" tanya Dirga setelah menemui Astuti yang sedang berkutat di dapur.
Wanita berparas manis itu membalikkan badan dan seketika berdecak kagum setelah melihat penampilan Dirga petang ini. Putra sulungnya itu terlihat lebih elegan dari sebelumnya, "wah ... kamu terlihat lebih tampan, Ga," puji Astuti dengan mata yang berbinar.
"Ibu bisa saja." Dirga tersenyum simpul setelah mendengar pujian dari ibunya.
Pakaian yang sedang dikenakan Dirga saat ini adalah pemberian dari Sudiro. Pria paruh baya itu mengirim beberapa pakaian keluaran brand cukup terkenal di negara ini untuk Dirga beberapa hari yang lalu. Sudiro ingin Dirga hadir dalam pesta ulang tahun istrinya yang diselenggarakan di rumah megah miliknya. Mantan suami Astuti itu ingin mengenalkan Dirga kepada kerabat dan kolega yang akan hadir di sana.
"Aku berangkat dulu, Bu," pamit Dirga setelah mendengar suara klakson mobil beberapa kali di depan rumah. Dia sengaja dijemput oleh sopir pribadi Sudiro.
"Hati-hati, Ga," ucap Astuti sebelum putranya benar-benar pergi.
"Pasti, Bu." Dirga mengembangkan senyum ketika melihat sorot mata ibunya. Dia tahu jika wanita yang sudah melahirkannya ke dunia ini sedang khawatir.
Dirga berangkat dari rumah dengan membawa kado untuk istri ayahnya. Dia sendiri tidak tahu apakah kado sederhana darinya akan diterima wanita bernama Yayuk itu, karena dia tahu kado pemberiannya bukanlah barang mewah. Mobil yang membawa Dirga akhirnya keluar dari gang tempat tinggalnya.
****
Dekorasi pesta serta ornamen-ornamen indah telah menghiasi rumah megah bergaya America milik Sudiro. Beberapa tamu undangan telah hadir di sana. Sang pemilik acara malam ini tampil dengan busana yang sangat elegan, begitu pun dengan Sudiro dan kedua anaknya. Mereka tampil serasi untuk menyambut kehadiran tamu undangan.
"Selamat datang Jeng Aya ... Bea," sambut Yayuk ketika melihat kehadiran Soraya dan Beatrice di kediamannya.
"Selamat ulang tahun, Jeng. Doa terbaik untuk Jeng Yayuk," ucap Soraya dengan senyum yang sangat manis. Dia menoleh ke samping untuk memberikan kode kepada Beatrice agar memberikan ucapan kepada Yayuk.
"Selamat ulang tahun, Tante." Gadis bermata cokelat itu tersenyum manis kepada Yayuk.
"Terima kasih, Sayang. Kamu terlihat sangat cantik malam ini," puji Yayuk tanpa melepaskan pandangannya dari wajah cantik Beatrice. Sementara gadis itu hanya tersenyum simpul saat menanggapi pujian dari Yayuk.
"Reyhan! Papa!" Yayuk memanggil anak dan suaminya agar bergabung di sana bersama Soraya. Istri Sudiro itu sengaja melakukan hal itu karena dia tahu jika Reyhan memiliki perasaan kepada Beatrice.
Inilah momen yang tidak disukai oleh Beatrice ketika Soraya mengajaknya untuk datang ke pesta ini. Dia akan bertemu Reyhan dan tentunya akan berbasa-basi dengan pemuda tampan itu.
__ADS_1
"Hai, Bea," sapa Reyhan setelah berhadapan dengan Beatrice.
"Hai." Beatrice tersenyum tipis saat menanggapi sapaan pemuda itu.
Yayuk mempersilahkan Soraya dan Beatrice untuk duduk di tempat yang sudah disediakan. Mereka duduk di sana dan membahas beberapa hal mengenai dunia bisnis. Sudiro pun ikut membaur di sana, meski dia sambil mengamati setiap tamu yang sudah hadir. Dia resah karena Dirga tak kunjung tiba.
"Pa, sebenarnya Mama ini ingin sekali besanan sama Jeng Aya loh," ucap Yayuk sambil menatap Reyhan penuh arti, "asal Papa tahu, anak kita itu sangat mengagumi putri cantik jeng Aya ini," lanjut Yayuk setelah mengalihkan pandangan ke arah Beatrice.
"Jeng Yayuk bisa saja." Soraya tersenyum tipis saat menanggapi hal itu. Dia ketar-ketir dengan sikap yang ditunjukkan oleh Beatrice karena putrinya itu sangat tidak suka dengan hal ini.
Sudiro menatap sekilas gadis yang dimaksud oleh istrinya. Ya, memang tidak ada salahnya jika menjalin hubungan dekat dengan keluarga Soraya. Toh, putri dari pengusaha perhiasan itu sangat cantik dan sepertinya cocok menjadi menantunya.
"Kalau Papa sih—" Sudiro menghentikan ucapannya setelah melihat kehadiran Dirga di sana. Putra semata wayangnya bersama Astuti itu berdiri di belakang tempat yang ada di balik tubuh Soraya dan Beatrice.
"Ayah." Suara bariton Dirga terdengar di sana hingga membuat Pembicaraan tersebut terhenti. Sudiro segera berdiri dari tempatnya dan menyambut kedatangan Dirga.
"Akhirnya kamu datang juga," ucap Sudiro sambil memeluk tubuh putranya untuk sesaat.
Beatrice dan Soraya saling pandangan setelah mendengar nama Dirga disebut oleh Yayuk. Seketika Beatrice menoleh ke belakang untuk memastikan jika suara yang sangat dikenalinya itu adalah milik Dirga. Dia tertegun setelah melihat siapa yang ada di balik tubuhnya. Bibirnya sedikit terbuka setelah melihat penampilan Dirga yang berbeda malam ini. Kekasihnya itu tampil rapi dan tidak seperti biasanya.
"Dirga."
"Bea."
Pandangan keduanya saling bersirobok karena tidak percaya jika akan bertemu di tempat ini. Tentu hal ini membuat Sudiro dan Yayuk merasa heran, "kalian sudah saling mengenal?" tanya Sudiro.
"Tentu, kami sudah kenal lama, Yah," jawab Dirga seraya menatap Sudiro.
"Ya sudah, kalau begitu kamu duduk dulu, kita bergabung bersama," ajak Sudiro ambil menunjukkan tempat kosong yang ada di samping Reyhan.
"Hai, Kak," sapa Reyhan setelah Dirga duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Hai, Rey." Dirga sedikit kaku saat menanggapi sapaan adiknya itu. Mungkin dia belum terbiasa dengan situasi ini.
Soraya semakin bingung setelah mendengar Reyhan menyapa Dirga dengan sebutan 'kak'. Dia mencoba menerka ada hubungan apa di antara Dirga dan keluarga Yayuk. Sepertinya dia tadi pun mendengar Dirga memanggil Sudiro dengan sebutan 'ayah'.
"Sejak kapan kalian saling mengenal?" tanya Sudiro seraya menatap Dirga dan Beatrice bergantian.
"Sangat lama, Om." Kali ini Beatrice menjawab cepat pertanyaan itu. Mungkin, inilah saatnya Beatrice membuktikan kepada Reyhan jika dirinya sudah memiliki kekasih. Dia tidak suka saja setiap mendapat sambutan hangat dari Reyhan, "kebetulan Dirga adalah pacar saya, Om," ujar Beatrice dengan tegas hingga membuat Yayuk dan Reyhan terkejut bukan main.
Sama halnya dengan Yayuk dan Reyhan, Sudiro pun ikut terkejut dengan pengakuan Beatrice. Sementara Soraya dan Dirga tampak biasa saja. Tentu hal ini tidak bisa diterima Reyhan begitu saja. Dia curiga jika Beatrice berbohong demi menghindari perjodohan yang dia inginkan.
"Apa benar seperti itu, Kak?" Reyhan memastikan kepada Dirga.
"Ya, benar. Kami menjalin hubungan kurang lebih empat tahun lamanya." Jawaban Dirga seperti badai yang memporak-porandakan harapan besar pria yang menjadi adiknya itu.
"Apakah dia gadis kamu maksud, Ga?" tanya Sudiro sambil menatap Dirga.
"Ya. Ayah benar. Dia adalah gadis yang ingin aku lamar." Dirga mengembangkan senyumnya saat menjawab pertanyaan ayahnya.
Soraya semakin bingung menghadapi situasi ini. Dia menatap Yayuk penuh arti, seakan dia ingin meminta penjelasan atas apa yang terjadi. "Sebenarnya ada hubungan apa di antara keluarga Jeng Yayuk dengan Dirga?" tanya Soraya.
Sebagai seorang ibu, tentu Yayuk tahu bagaimana perasaan putranya saat ini. Dia menepuk paha Reyhan dengan lembut, seakan sedang memberikan semangat kepada putra sulungnya bersama Sudiro itu. Lantas, Yayuk segera menjawab pertanyaan dari Soraya. Dia menjelaskan siapa Dirga yang sesungguhnya kepada Soraya. Tentu janda cantik itu semakin terkejut setelah mendengar penjelasan itu.
"Saya tidak menyangka jika kedua anak saya sama-sama ingin memiliki putri Jeng Aya. Semua sih terserah kepada Beatrice saja," ucap Yayuk sambil menatap Beatrice. Yayuk adalah wanita yang baik, dia tidak canggung saat menyebut Dirga sebagai anaknya di depan Soraya.
"Jadi Reyhan yang dimaksud Bea dulu adalah adikku sendiri? Takdir macam apa ini?" batin Dirga setelah tahu jika Reyhan pun memiliki perasaan yang sama kepada Beatrice.
"Mumpung kita bertemu di sini, saya ingin memberitahu Anda, Nyonya Soraya. Tidak lama lagi pasti saya akan datang ke rumah untuk melamar putri Anda. Berhubung Dirga yang lebih dulu menjalin hubungan bersama putri Anda, maka saya datang ke sana ingin melamar putri Anda untuk Dirga."
Seketika Dirga dan Beatrice mengembangkan senyumnya setelah mendengar ucapan Sudiro. Gadis bermata cokelat itu sangat bahagia malam ini, karena akhirnya Soraya tahu jika Dirga layak menjadi suaminya. Obrolan antara kedua keluarga itupun terus berlanjut sampai ada waktu di mana Reyhan memiliki kesempatan untuk bicara.
"Saya pikir Bea berbohong saat mengatakan dia memiliki pacar, karena dia tidak pernah jalan atau pun menunjukkan kemesraan dengan pria di depan umum. Akan tetapi malam ini saya ditunjukkan langsung oleh kenyataan, jika kakak saya sendiri adalah pria beruntung yang dicintai oleh Bea," ucap Reyhan dengan senyum ketir saat mengungkapkan apa yang sedang dirasakan saat ini.
__ADS_1
...🌹To Be Continue 🌹...