Suami Sabarku

Suami Sabarku
Bab 19. Tanpa kabar


__ADS_3

"Aku takut suatu saat kita kebablasan"


"Kakak aja kali tidak dengan aku"


"Iya deh iya, aku takut gak bisa tahan pas kita lagi berduaan aja. Sekarang aja aku pengen makan kamu gimana nanti"


Refleks Felisha memukul lengan Mato lagi dan lagi


"Nanti aku ingetin kalau kakak khilaf". Felisha mendelik


"Kalau misalnya kamunya juga ikutan khilaf gimana dong, siapa yang ngingetin kita nanti? Kan kalau udah halal gak papa kalau khilaf, malah jadi pahala kan"


Mato tersenyum menggoda menatap wajah Felisha yang langsung merah seperti tomat.


"Apaan sih kak, bahas yang lain ajalah jangan yang itu mulu isshh.. risih aku dengernya"


"Baiklah"


Mato kemudian beralih duduk ke samping Felisha dan menggenggam tangannya, mengecupnya sambil mengucapkan kata maaf.


Felisha hanya mengangguk dan menyandarkan kepalanya di bahu Mato. Meminta maaf belum bisa mengikuti kemauan kekasihnya itu untuk menikah sebelum lulus kuliah.


Mato akhirnya menerima keputusan Felisha.


***


Sejak malam itu hubungan sepasang kekasih itu mulai membaik. Mato akhirnya menerima jika Felisha hanya akan menikah dengannya setelah lulus kuliah.


Mato mencoba bersabar dengan keputusan yang diambil oleh kekasihnya itu.


Dua sahabat Felisha pun turut bahagia melihat sahabat mereka itu kembali menjalani hubungannya bersama Mato dengan baik dan bahagia.


Felisha dan kedua sahabatnya menjalani rutinitas sehari-hari nya seperti biasa. Aktivitas mereka di kampus makin hari semakin di sibukkan dengan berbagai praktikum dan laporan maupun makalah-makalah sebelum memulai prakteknya.


Terkadang Felisha, Lita dan Rufi pulang ke kosan setelah hari sudah gelap. Sehingga mereka tak punya banyak waktu untuk melakukan hal lain.


Sudah seminggu ini pula Felisha jarang bertemu dengan Mato kekasihnya karena kesibukan masing-masing.


Mato yang mengerti akan kesibukan Felisha saat ini dan hanya bisa membiarkan kekasihnya untuk banyak-banyak istirahat sepulang kuliah.


Ia hanya akan menghubungi kekasihnya melalui panggilan video atau sekedar mengirimkan pesan singkat untuk mengingatkan Felisha agar tak lupa makan dan istirahat yang cukup.


Mato teringat akan dirinya saat kuliah dulu yang sering lalai menjaga pola makan dan tidak istirahat yang cukup akibatnya dia sempat di larikan ke rumah sakit karena gejala DBD.

__ADS_1


***


Tanpa terasa sudah sebulan lamanya Felisha sibuk dengan aktivitas kampusnya sehingga tidak jarang Mato akan protes karena merasa di cuekin.


Awalnya Mato masih mengerti dengan keadaan Felisha namun lama kelamaan Mato jenuh. Ia juga mulai melayangkan protes jika dalam dua hari tidak bertemu dengan Felisha.


Mato akhirnya sering mencari kesenangan di luar. Ia akan pergi ke tempat bermain billiar untuk sekedar mencari hiburan saat Felisha tak mau di ganggu.


Terkadang ia akan ke tempat Felisha saat ia pulang dari bermain billiar namun hanya sebatas memandang dari jauh saja karena tidak mungkin ia masuk ke kosan karena setiap pulang tak pernah di bawah jam 12 malam. Ia akan pulang ke rumah pada dini hari.


Mato mulai kecanduan dengan tempat bermain billiar karena disana ia tak merasa kesepian. Mendapat teman baru dan mengenal beberapa orang tentu itu membuat Mato selalu bersemangat untuk datang lagi dan lagi ke tempat itu.


Sepulang kerja, Mato akan langsung ke sana untuk bertemu dengan teman-temannya.


Sudah dua minggu belakangan ini Mato tak pernah lagi menghubungi Felisha dan ketika Felisha mencoba menghubungi Mato lebih dulu selalu saja operator yang menjawab panggilannya.


Mengatakan bahwa nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Begitu seterusnya saat Felisha mencoba lagi dan lagi menghubungi nomor ponsel Mato.


Felisha mencoba untuk menemuinya di kantor karena kesibukannya mulai menurun, tak seperti satu bulan kemarin. Namun ternyata Mato sedang keluar kota karena suatu pekerjaan.


Terkejut mendengar itu, Felisha lalu bertanya-tanya kenapa Mato tidak memberinya kabar sama sekali.


Apakah mato marah padanya karena ia tak punya waktu luang untuk bertemu dengannya ataukah ada hal lain yang mendesak Mato harus berangkat tiba-tiba sampai tak sempat memberinya kabar.


"Haahh pusing mikirin itu".


Ucap Felisha pada dirinya sendiri sambil memukul-mukul pelan kepalanya. Merasa aneh dengan sikap Mato.


Ia lalu mengajak Lita untuk coba mendatangi rumah dimana kekasihnya itu tinggal selama ini, namun ternyata juga nihil. Felisha bermaksud untuk menemui sepupu dari kekasihnya itu yang juga tinggal disana bersama Mato. Tetapi setelah tiba di rumah Mato, ia tak mendapati seorang pun disana.


Beberapa kali Felisha menekan bell namun tak ada yang membukakan pintu untuknya karena memang sepertinya tak ada siapapun di rumah itu.


Felisha kembali menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya kasar.


Lita mengelus bahu sahabatnya untuk menenangkan


"Sabar dong. Inshaa Allah segera kita bisa tau dimana kak Mato sekarang dan apa alasannya dia pergi tanpa bilang sama kamu" Ucap Lita


Felisha hanya mengangguk lesu


Mencoba mencari nomor ponsel yang mungkin saja bisa membantunya mendapatkan informasi tentang keberadaan kekasihnya itu. Namun lagi-lagi tak ada yang mengetahui keberadaannya selain pergi keluar kota untuk bekerja.


Mato sangat introvert karena itu tak ada yang tau ke kota mana dan berapa lama perginya.

__ADS_1


Felisha dan Lita akhirnya pulang tanpa mendapatkan informasi tentang keberadaan Mato.


Di tengah perjalanan menuju kost, Felisha dan Lita mampir ke warung makan langganan mereka yang tidak jauh dari kosan.


Mereka berniat mengisi perut yang keroncongan karena hari sudah malam dan menunjukkan pukul setengah sembilan malam.


Mereka masuk dengan Lita yang memesan makanan sedangkan Felisha sibuk mengedarkannya pandangannya mencari meja yang kosong karena malam ini lumayan ramai pengunjung.


Dari jauh Felisha melihat Rufi duduk sendirian memunggungi pintu masuk, Rufi terlihat sibuk melahap makanannya.


Tanpa menyadari kedatangan dua sahabatnya itu Rufi terus melahap makanannya sambil mengutak-atik ponselnya berniat menelpon seseorang.


Rufi menekan tombol panggil pada layar ponselnya untuk memanggil nama yang telah di ketiknya tadi.


Dering ponsel Felisha berbunyi saat ada panggilan masuk.


Seketika Rufi langsung menolehkan kepalanya ke belakang mencari suara ponsel yang sangat di kenalnya itu.


Rufi tersenyum lebar saat melihat dua sahabatnya Felisha dan Lita yang tiba-tiba sudah berada disana.


Seharian ini mereka tak pernah bertemu karena Rufi masih sibuk dengan praktikumnya sedangkan Felisha dan Lita sudah selesai, tinggal mengerjakan laporan hasil praktikum.


"Kalian disini juga ternyata" Ucap Rufi setelah Felisha dan Lita mendekatinya.


Felisha dan Lita duduk di hadapan Rufi, menunggu pesanan mereka datang.


"Iya, kamu baru selesai prakteknya ya?" tanya Felisha pada Rufi.


Felisha melihat Rufi yang masih mengenakan seragam putih-putih dan wajahnya yang terlihat lelah. Sedangkan Lita sibuk mengupas kulit pisang yang tersedia di atas meja untuk ia makan.


"Iya nih, capek plus lapar banget tadi. Aku tadinya mau langsung pulang aja ke kost tapi ke ingat tadi pagi gak sempat masak makanya langsung kesini aja"


"Terus pas tadi mau nelpon kalian eh ternyata kalian kesini juga sebelum aku panggil. Kalian dari mana sih?" Tanya Rufi melihat dua sahabatnya itu seperti dari luar jika di lihat dari penampilan mereka, bukan seperti dari kosan.


Felisha dan Lita saling pandang.


"Ntar aku jelasin di kamar. Kita makan dulu, laper!" Ucap Felisha yang langsung melahap makanannya sesaat setelah pelayan datang mengantar pesanan mereka.


Rufi melirik Lita dengan penuh tanya yang di balas oleh Lita dengan gelengan kepala pelan yang hampir tak terlihat.


...****************...


Hari ini double up yaa 🤗

__ADS_1


__ADS_2