Suami Sabarku

Suami Sabarku
Bab 79. Nyembur sampai tiga kali


__ADS_3

Author POV,


Lisha hendak berbalik badan berbaring menghadap tembok tapi langsung di tahan oleh Ando.


"Kenapa lagi sih kak..katanya tadi istirahat jangan pikirin macem-macem.." Gerutu Lisha menatap Ando dengan dahi berkerut.


"Jangan munggungin aku dongg....balik sini...Kamu masih marah aku keingat mantan?" Tanya Ando menatap lekat Felisha.


"Tau ah...aku suka ilfil kalau bahas mantan.." Lisha kembali akan berbaring miring menghadap dinding tapi lagi-lagi Ando mencegahnya. Ando menarik nafas kemudian menangkup kedua pipi Felisha.


"Mau aku cium dan sembur lagi? atau mau istirahat tapi balik sini sama aku?" Ando menekan kedua pipi cabi Lisha sampai bibirnya maju ke depan. Lisha berusaha melepas tangan Ando namun tenaganya kalah kuat, Lisha sekuat tenaga ingin melepaskan tangan Ando tapi malah dianya yang bergerak tergeser sehingga membuat ia meringis merasakan sakit.


"Ssshhhhh...." Lisha mendesis sakit, melihat istrinya meringis Ando akhirnya mengalah dan memilih memeluk Lisha dari belakang.


"Jangan marah dongg...aku minta maaf kalau kamu ngga nyaman kita bahas mantan". Ando mengecup belakang kepala Felisha, menghirup aroma shampoo di rambut ikal istrinya.


"Bukannya ngga nyaman...tapi aku kesel baru aja merawanin aku tapi malah keinget sama mantan". Rupanya Lisha masih kesal. Ando terkekeh mendengar ucapan istrinya.


"Kamu mau denger ngga cerita aku? biar kamu ngga gampang ilfil lagi soal dia". Tawar Ando. Lisha mengangguk.


" Tapi kamu jangan ngambek lagi yah..karena ini hanya cerita masa lalu aku. Oke?" Ando memastikan.


"Iyaaahhh.." Ando tersenyum mendengar jawaban Lisha.


"Ah kaya yang ngga suka gitu jawabnya, aku jadi males cerita." Ando kembali memastikan situasi sebelum bercerita.


"Apalagi yang belum aku tahu soal kamu?" Selidik Lisha. Ando menarik nafas, belum cerita aja suasananya udah mencekam begitu.


"Kalau mau aku cerita, janji dulu ngga akan marah.." Ando membenamkan mukanya di balik rambut Felisha sambil mendusel.


"Jangan nafas di tengkuk ihh..gelii.." Lisha mengibaskan belakang kepala, tapi Ando tetap mendusel disana.


"Mau denger cerita aku nggak?" Tawar Ando lagi.

__ADS_1


"Sok atuh cerita..ngomong mulu dari tadi..bikin perut aku jadi laper.." Lisha akhirnya bangun, sekarang di rasanya sudah lebih rileks, mungkin efek obat tadi yang di minumnya.


"Ayo cerita, aku dengerin.." Lisha meraih bantal lalu disimpannya di pangkuan. Duduk menghadap Ando yang tetap berbaring sambil menghadap langit-langit kamar.


"Dulu aku tuh merasa sakit hati banget karena merasa di khianatin sama dia, merasa seperti orang yang paling menderita dan di bodohi.


"Selalu mencari-cari alasan kenapa sampai begini, kenapa sampai begitu. Sama kayak yang kamu rasain waktu di tinggal tiba-tiba. Gitu kan?"


"Iya.." Jawab Lisha pendek.


"Awal-awal aku menyalahkan banyak orang."


" Hubungan aku dan Kalista bukan sebentar, selama bersama hampir ngga pernah ribut, aku selalu mengalah dan ikutin mau dia walaupun terkadang aku merasa kurang tepat tapi aku bertahan".


"Waktu aku pindah tugas dan tinggal berjauhan dengannya barulah ujian sebenarnya terjadi. Aku kira dia bakal menjaga kepercayaan tapi ternyata aku salah".


"Dan yang paling menyakitkannya lagi, dia memutuskan tanpa penjelasan apapun tiba-tiba TAKK...putus!".


" Aku mendapat kabar kalau dia hamil di luar nikah dari Abraham saudara sepupu dia yang datang menemuiku dan menceritakan semuanya seperti yang aku bilang tadi, semakin yakin waktu Abraham mengirim foto Kalista yang baru saja melahirkan bayinya".


Lisha terdiam mendengarkan cerita Ando, ia sendiri tak bisa membayangkan kalau sampai itu terjadi pada dirinya.


"Pasti malu lah kak, malu karena sudah menduakan kamu sampai dia dan selingkuhannya itu menghasilkan anak".


"Kalau sudah sampai sejauh itu mah berarti hubungan mereka sudah sama-sama cocok dan nyaman, karena ngga mungkin tiba-tiba tekdung begitu kan kalau ngga nyaman dulu, semua butuh proses sampai akhirnya tekdung. Ngga mungkin hanya saling tatap tiba-tiba langsung hamil."


"Sudahlah, emang jalannya sudah seperti itu. Kak Ando kalah cepet gerakannya dari selingkuhannya dia. Kurang gesit jadi kelewat sama orang lain...hehehe.." Lisha tertawa sendiri sambil kembali merebahkan badan di sebelah Ando. Hari ini terasa sangat melelahkan baginya. Menjadi perempuan yang sesungguhnya secara fungsi biologis ternyata tidak mudah.


"Kalau di suruh milih melakukan gerakan cepat saat dulu atau saat sekarang, aku tetep milih sekarang.." Ando berbalik memeluk Lisha mendusel ceruk lehernya.


"Ya iyalah milih sekarang, sekarang mah halal dan bebas...kalau milih dulu otomatis masuk neraka kamu kak...ganjarannya ngga main-main..udah jelas-jelas zina kan". Ucap Lisha sambil menahan muka Ando agar tidak semakin mendusel disana.


" Hiii...takut aku ngedengernya sayang.." Ucap Ando yang semakin memeluk Lisha erat.

__ADS_1


"Udah ah... jangan meluk-meluk terus..!" Ucap Lisha ketus.


"Jangan suka marah-marah gitu sayang, aku aja ngga pernah marah kalau kamu punya mantan.. Ampe sekarang masih di gangguin lagi kamunya padahal nyata-nyata udah tahu kalau kita udah nikah". Ucap Ando dengan nada sedikit kesal tapi tangannya sudah mulai merayap kemana-mana. Tangannya menekan nekan vitamin D.


"Aahh...ih gelii kaakk.." Merasa geli, Lisha menggoyangkan bahunya menepis wajah Ando yang menciumi tengkuknya, tangannya sambil berusaha menahan tangan Ando yang menyelinap masuk ke dalam daster biru muda nya.


"Aku masih pengen nyembur sekali lagi sayang.." Lisha menoleh menatap Ando tak percaya.


"Lagiii??" Ando tersenyum dan mengangguk dengan semangat sambil tangannya tak berhenti menjelajah.


"Aahhhh...Kamu kok masih kuat aja tenaganya...aahhhh...padahal udah 2 kali nyembur loh tadi". Lisha sibuk menahan tangan Ando. Seperti nya ronde ke 3 akan segera di mulai.


"Kan tadi udah istirahat jadi udah ngisi lagi airnya makanya sekarang pengen nyembur lagi belalainya." Ucap Ando sambil meraih tangan Lisha yang sedari tadi berusaha menahan tangannya, membawanya menyentuh belalai yang sudah ON. Lisha langsung menarik tangannya kembali karena merasa asing dengan pegangannya tapi di tahan oleh Ando. Akhirnya Lisha pasrah dengan perlakuan suaminya.


"Kok bisaaahhh..." Ando menyingkap daster pendek yang di pakai Lisha sampai ke atas dada dan langsung melahap dua vitamin D yang sudah berdiri tegak seakan menantang.


"Aarrgghhh...hmmm..." Tubuh Lisha menggeliat ke kiri dan ke kanan. Ando memeluk Lisha sedikit menekannya. Sedikit membuka kakinya dan mengarahkan belalai ke pintu dengan sangat pelan.


"Karena biar cepet jadi dedeknya sayang..Aarrgghh..." Suara Ando berubah menjadi parau dan ngebas. Nafasnya tersengal.


"Aaauufftt...hmmm..aaarrgghhh.." Lisha kembali di buat meracau selama 10 menit.


"Kaakk..." Panggil Lisha setelah Ando kembali terkapar di sebelah nya dengan masih berusaha menormalkan nafasnya.


"Hhmmm.." Ando hanya mampu menggumam.


"Ayah sama Ibu..." Ucapan Lisha terputus karena nafas tersengal.


"Kenapa?"


"Kemana mereka...tadi udah ada ucap salam.."


"Mungkin di kamar.." Ando miring menghadap Felisha. Memeluk dan mengecup kepalanya.

__ADS_1


"Kita tidur sekarang sayang, masih ada waktu sebelum shalat Ashar". Bisik Ando di telinganya, Lisha mengangguk lemah.


...****************...


__ADS_2