
Felisha POV,
"Kaakk..akuuu...Aahhh" Ucapan ku tak bisa lagi ku teruskan karena sentuhan-sentuhan nya yang memabukkan.
"Arrgghhh...hhmmpptt.." Mulut ku langsung di bungkam oleh bibirnya saat tanpa sadar desa han keluar dari mulut ku.
"Arrgghhh.."
"Aaaaaarrgghhh..." Jeritan terakhir tak bisa lagi aku tahan.
Aku merasakan tubuh ku seperti terbelah dua. Sakit luar biasa yang seumur-umur aku ngga pernah ngerasain.
"Sa..sakit banget.." Bisik ku lemah menatapnya.
"Iya sayang..tahan sedikit lagi ya.." Bisiknya di telingaku.
"Jangan gerak dulu kak..sakit banget.." Semakin bergerak semakin terasa menyakitkan.
"Tahan dikit sayang, lama-lama ngga sakit lagi.." Nggak sakit darimananya, bohong banget kalau ada yang bilang ini nggak sakit. Tapi apa ini? sentuhan lembutnya di puncak vitamin D benar-benar memabukkan sampai perlahan aku melupakan rasa sakit yang mendera. Tubuhku akhirnya pasrah menerima semua perlakuan nya.
Tatapan matanya lekat dan senyum samar terlihat di bibir seiring dengan pusaran gairah yang membuatnya semakin menggebu dan memacu tak terkendali, Honey...oh...honey...kata itu berulang kali di ucapkannya sampai akhirnya berhenti dan ambruk di atas ku.
"Aaaaaaarrrgghhhhhh....I love you honey..I love you.."
Ternyata fungsi reproduksi tidak semudah seperti apa yang kita dengar dan pelajari dari buku biologi yang mengenalkan alat tubuh manusia. Pantas saja guru Biologi memilih tidak menjelaskan dengan detail akan fungsi alat tubuh kita. Ternyata seperti ini rasanya jika alat tubuh kita berfungsi dengan baik, dia bisa mengobrak abrik pusaka leluhur yang sudah ku jaga dengan sangat baik selama puluhan tahun.
"Sayang..." Ucap Kak Ando sambil memeluk dan mengecup kening ku.
"Masih sakit?" Tanyanya lembut. Aku hanya bisa mengangguk lemah.
Memejamkan mata merasakan ke anehan di bawah sana. Rasa aneh yang tak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata. Ku rasakan kak Ando menciumi seluruh wajah ku sembari mengucapkan kata I love you honey berkali-kali.
"Hmm.." Hanya itu yang keluar dari bibirku. aku tak mampu menjawab setiap ucapannya.
"Kak..aku gerah.." Keringat yang mengucur di tubuhku terasa lengket.
"Hmmm...." Giliran dia sekarang yang menggumam namun tak juga melepaskan dekapannya dan terus mendusel diceruk leher.
"Kaakk..gerraahh..." Ulangku.
"I love you honey...I love you..I love You So much.." Tatapannya sangat dalam, sama ketika tadi sedang mencurahkan hasratnya yang menggelora.
"I love you.." Ucapnya lagi sambil kembali melu mat bibir ku mengalirkan sengatan-sengatan listrik yang sangat terasa dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Aarrgghhhh....oouuuuccchhhh...mmmm..." Heran dengan mulut ku yang hanya bisa mengeluarkan suara-suara aneh seperti itu.
"Kak.." Bisik ku parau. 10 menit kemudian aku dan kak Ando kembali terbaring setelah pergulatan ke dua. Kali ini aku merasakan kerongkongan ku sangat kering.
"Hmmm..." Gumamnya yang terkapar di sebelah ku.
"Aku pengen minum...mau keluar tapi akunya ngga bisa bangun...sakit banget.." Keluh ku sambil berusaha bangun tapi benar-benar terasa sakit. Aku kembali terbaring di sebelahnya.
"Biar aku ambilkan..." Kak Ando bangun, meraih kaos dan celana pendek yang tadi di lemparkan sembarangan.
"Sama tolong ambilin obat kak di kotak obat dekat lemari kaca di dapur.."
__ADS_1
"Obat? Untuk apa?" Dahi kak Ando berkerut.
"Ambilkan saja...aku sepertinya meriang ini.." Ucapku lagi sambil masuk ke dalam selimut.
"Hahh.." Kak Ando terlihat kaget dan langsung kembali mendekat menyentuh dahi ku.
"Kamu kok jadi sakit sayang.." Wajah Kak Ando mendadak panik setelah menyentuh badan aku yang panas.
"Ngga apa-apa, aku kecapean aja mungkin.." Ucapku menenangkan.
"Jangan lupa obat paracetamol tabletnya kak.." sambung ku.
"Maaf sayang..." Kak Ando menatapku dengan perasaan bersalah sambil mengusap-usap pipi ku.
"Ngga apa-apa..sana ambilin air minum sama obatnya.."
Kak Ando gegas keluar dan tak lama kemudian ia kembali dengan segelas air putih hangat dan obat di tangannya.
"Ayo sayang, bangun dulu.." Ajaknya setelah duduk di tepi ranjang. Aku hendak melepas selimut namun tersadar kalau aku belum memakai baju sejak tadi. Aku menatap pintu kamar takut tiba-tiba Ayah dan ibu masuk.
"Ayah sama Ibu belum pulang sayang.." Bisik kak Ando. Aku sampai lupa kalau Ayah dan Ibu tadi pergi keluar. Kak Ando jadi tertawa pelan melihat ku.
"Kamu sudah menikah sekarang, jadi Ayah sama Ibu ngga akan main masuk aja di kamar kamu. Pasti ketuk pintu dulu sebelum masuk." Ucapnya lagi.
"Baju aku mana kak? Aku mau bangun.." Aku celingak-celinguk mencari pakaianku.
"Kamu tadi ngga pakai baju sayang. Kan baru selesai mandi.." Kak Ando senyum tertahan menatap ku. Aku menepuk jidat, ya ampun lagi-lagi lupa kalau tadi aku hanya pakai handuk.
"Sebentar biar aku ambilkan." Kak Ando berdiri dan membuka lemari pakaian ku.
" Yang ini?" Kak Ando mengacungkan selembar baju berwarna biru muda.
"Iya yang itu." Bisa juga dia. sekali tarik langsung dapat. Tapi kenapa tarikannya langsung membuat yang lain jadi terhambur begitu. Aduuhh..
"Sini aku pakaikan.." Kak Ando menarik ujung selimut tapi langsung aku tahan.
"Ngga usah.. aku bisa pakai sendiri". Malu sekali rasanya kalau harus di pakaikan. Aku meraih daster yang di pegangnya
" Kamu masih aja malu gitu..padahal sudah aku lihat semua.." Dia tertawa pelan.
"Ada tahi lalat di dekat vitamin D bagian kiri sama di paha bagian dalam.." Kak Ando semakin menggoda ku.
"Ih pakai di sebutin segala...kamu ngekernya pakai mikroskop ya sampai hafal posisi tahi lalat aku ada dimana.." Gerutu ku sambil perlahan berusaha duduk dengan meringis.
"Masih sakit banget ya?" Tanya kak Ando. Tangannya bergerak menyusun bantal di belakang untuk aku bersandar. Aku mengangguk lemah.
"Rasanya aneh banget...pengen ke kamar mandi tapi susah gerakin kakinya. Terasa sakit." Keluh ku.
"Aneh gimana?" Kak Ando mengerutkan dahi.
"Hmm...kayak ada yang mengganjal disini.." Bisikku sambil menunjuk ke arah vitamin B.
"Mengganjal gimana..ini belalainya udah di masukin lagi ke sarungnya". Kak Ando tertawa terbahak mendengar ucapanku. Dia duduk di samping dengan segelas air putih dan obat di tangannya.
" Ya ngga tauuu..pokoknya rasanya aneh kayak ada yang nge ganjal gitu".
__ADS_1
" Untung tadi udah makan, kalau ngga bisa pingsan akunya.." Gerutuku sambil memasukkan obat ke dalam mulut dan segera meminum air putih itu sampai habis tak bersisa.
"Aku ngga mungkin bikin kamu sampai pingsan sayang.." Kak Ando terkekeh menatapku.
"Aku ngga kebayang ruginya perempuan yang berhubungan intim sebelum nikah...kalau itu kejadian sama aku, aku bakalan merasa ngga ada nilainya.."
"Rasanya sakit begini kayak yang terbelah tapi ngga pecah." Ucapku lagi.
Aku menoleh menatap kak Ando yang terdiam sedari tadi mendengarkan ucapan ku. Ku lihat ekspresi nya berubah tak seperti tadi.
"Kak..."
"Kaakk..." Ku lambaikan tangan di depan wajahnya.
"Eh iya kenapa sayang?" Tanya Kak Ando tersadar dari lamunannya.
"Kenapa?" tanya ku.
"Ngga kok..ngga kenapa-napa.." Jawabnya tersenyum kaku.
"Ngga kenapa-napa gimana.. itu muka kamu kenapa tetiba berubah begitu.." Ucap ku kesal.
Kak Ando mengusap wajahnya dan menatap ku lekat.
"Sayang...makasih ya udah jagain ini buat aku.." Tangan kak Ando terulur menyentuh vitamin B yang langsung membuat ku siaga.
"Maksud kamu?"
"Makasih kamu udah jaga keperawanan sampai aku milikin kamu."
"Dulu aku selalu berdoa semoga nanti aku berjodoh dengan gadis yang masih perawan..Jaman sekarang, bagi aku gadis yang bisa menjaga perawan nya itu luar biasa dan udah jarang..." Ucap kak Ando dengan tatapan berbinar. Hatiku bahagia saat mendengar ucapannya.
"Kirain langsung keinget mantan.." Ucapku. Ku lihat dahinya berkerut.
"Mantan?" Ucapnya.
"Iya..kan tadi aku bilangnya nggak kebayang kalau aku hubungan intim sebelum nikah..bakalan merasa ngga ada nilainya..aku lihat muka kamu langsung berubah waktu aku bilang gitu."
"Kalau tadi kamu ngga nyebut mantan aku ngga akan kepikiran, tapi karena kamu udah nyebut jadi ke inget dia.."
"Ih kok gitu sih..." Ucapku kesal sendiri. Kenapa juga aku bahas mantan. Bikin mood ku anjlok saja.
"Denger dulu, kamu jangan kepikiran macem-macem.."
"Keingat dia menikah duluan itu ternyata karena dia udah di hamilin sama laki-laki itu..berarti dia udah hubungan intim sebelum nikah". Kak Ando meraih tangan ku sambil di usap.
" Kamu dengernya dari siapa? Kata kamu ngga tahu menahu soal dia lagi setelah dia milih nikah dengan laki-laki lain". Selidikku menyipitkan mata. Kak Ando terkekeh.
"Kamu jangan gampang curigaan gitu sayang..aku dengernya dari Abraham sepupu dia, cowok yang waktu itu datang di acara malam resepsi kita."
"Sebenarnya aku ngga pernah menanyakan itu, tapi entah kenapa Abraham tiba-tiba menceritakan semuanya sama aku. Mulai dari yang perempuan itu udah selingkuh lama dari aku sampai akhirnya perempuan itu hamil dan menikah dengan laki-laki selingkuhannya." Kak Ando mencoba menenangkan ku dengan memeluk dan menelusuri pipi. Menyentuh lembut bibir ku.
"Kamu agak demam, sekarang istirahat ya..jangan pikir yang macem-macem..." Kak Ando menatapku lekat. Aku hanya mengangguk lemah, memang rasanya seperti agak demam. Badan ku terasa panas.
...****************...
__ADS_1