Suami Sabarku

Suami Sabarku
Bab 35.


__ADS_3

Author POV,


Satu setengah tahun berlalu, Felisha tak pernah lagi mengeluh kepada ke dua sahabatnya Rufi dan Lita soal perasaannya terhadap Ando. Bahkan sekarang hubungan Felisha dan Ando sudah semakin dekat. Ando yang sangat perhatian dan pengertian kepada Felisha, sedangkan Felisha masih dengan kelabilannya. Alih-alih merasa bosan dan marah, justru baginya itu terlihat menggemaskan di mata Ando. Baginya kekasihnya itu begitu polos mengekspresikan keadaan hatinya.


Ando melihat Felisha adalah wanita yang tak pandai berpura-pura. Jika tak suka sesuatu maka ia akan menunjukannya, termasuk perasaan kekasihnya itu kepadanya. Selama ini, bukan Ando tak tahu tentang perasaan Felisha kepadanya, namun Ando merasa tertantang untuk meluluhkan hatinya. Ia merasa kalau Felisha hanya belum mengenalnya lebih dekat saja.


Terkadang Felisha dengan manjanya ingin Ando menemaninya pergi ke suatu tempat jika Rufi dan Lita tak bisa di ajaknya. Walau Ando dengan terpaksa meninggalkan pekerjaan pentingnya namun itu tak masalah bagi Ando yang penting Felisha senang.


Lama kelamaan Felisha seperti ketergantungan dengan kehadiran Ando. Sehari saja Ando tak datang menemuinya maka ia akan meminta Ando meneleponnya walau sedang bekerja. Ando pun selalu menuruti kemauan dan keinginan Felisha. Jika sedang bersama teman sekantor maka Ando akan meminta Felisha untuk mendengarkan saja tanpa bersuara. Felisha pun menurut. Selalu seperti itu jika Ando tak sempat datang untuk menemui Felisha.


Keadaan seperti berbalik. Sekarang terlihat seolah Felisha sangat posesif terhadap Ando, sedangkan Ando yang selalu sabar menghadapi ke posesifan kekasih hatinya itu.


Ando sangat memanjakan Felisha hingga akhirnya membuat Felisha tak ingin Ando jauh darinya.


Merasa jika Felisha adalah wanita baik, namun belum bisa menerima kehadirannya sepenuh hati, Ando pun melakukan cara jitu untuk meluluhkan hati kekasihnya itu dengan tak pernah bosan mengajaknya bertemu ke dua orang tuanya. Bukan tanpa alasan Ando sering mempertemukan mereka, tapi itu adalah salah satu bentuk keseriusannya kepada Felisha.

__ADS_1


Tanpa terasa sebentar lagi Felisha akan lulus kuliah. Ando senantiasa menemani perjalanannya hingga saat ini. Terkadang Felisha ingin menyerah saja tak mau lagi melanjutkan perjuangannya agar bisa secepatnya lulus kuliah di karenakan banyaknya rintangan yang di hadapinya. Tetapi Ando tak ada capeknya untuk memberi semangat dan dukungan kepada Felisha agar mau melanjutkan perjuangannya.


Ando begitu sabar mendengarkan semua keluh kesah Felisha selama ini. Baik itu masalah kuliah maupun yang lainnya. Sesekali Ando akan mengajak Felisha untuk refresh otak ke tempat-tempat wisata terdekat di kotanya agar kekasih hatinya itu tak begitu tertekan dalam menjalani proses menuju wisuda.


***


Hari yang di tunggu pun akhirnya tiba juga. Setelah melewati berbagai macam ujian akhirnya hari ini perempuan itu menjalani proses pengukuhan sebagai wisudawati di antara ratusan wisudawan dan wisudawati lainnya. Felisha, Rufi dan Lita telah lulus kuliah. Berbagai serangkaian mereka lakukan hari ini. Sampai sesi foto-foto pun Ando dan kedua orang tua kekasihnya itu tak luput mendampinginya. Ya, Ando dan kedua orang tua Felisha sudah beberapa kali bertemu sejak hubungan mereka semakin serius.


Laki-laki itu tak luput mencuri hati kedua orang tua kekasihnya agar perempuan yang di cintainya itu yakin bahwa dia tak main-main dengan hubungan mereka.


Orang tua Felisha pun tak kalah ramah sejak bertemu Ando pertama kali nya. Ayah dan ibu nya Felisha sangat berterima kasih kepada Ando yang sudah mau menemani dan menjaga anak perempuan mereka selama ini di kala mereka berada jauh dengan sang anak tercinta.


Apalagi mereka sendiri tau bagaimana keras kepala nya seorang Felisha Putri. Ayah dan ibu selalu menasehati Ando untuk selalu bersabar menghadapi sikap putri mereka yang labil itu.


Dari keramahan ayah dan ibu, sekarang Ando tau darimana kebaikan hati Felisha di turunkan. Ya, dari kedua orangtua nya yang begitu baik dan ramah kepadanya.

__ADS_1


Dari banyaknya percakapan nya dengan kedua orangtua perempuan yang di cintainya itu, yang selalu di ingat oleh Ando adalah ketika ayah berkata "Seandainya ada universitas yang terdekat dari rumah dan Icha nya mau kuliah disana, ayah tidak akan mengizinkan dia jauh dari ayah dan ibu". Dan kata-kata dari ibu " Icha orangnya gampang tertawa jika ada yang lucu dan gampang nangis jika ada yang menyentuh hatinya. Tapi dia lebih terlihat seperti orang yang sangat ceria namun sebenarnya dia rapuh."


Itu kata-kata yang selalu terngiang di telinga Ando dari kedua orang tua Felisha, membuatnya semakin mencintai wanitanya itu sebagai kekasih dan juga menyayangi perempuan itu seperti adik. Ando ingin, tidak hanya menjadi kekasih buat perempuan itu tetapi juga menjadi saudara maupun sahabat untuknya.


Menunjukkan bahwa betapa berharganya kekasihnya itu bagi ke dua orang tuanya. Ando sangat mengerti perasaan Ayah dan ibu karena bagaimana pun juga Felisha adalah anak satu-satunya yang mereka miliki. Dia tak memiliki saudara apalagi dia seorang wanita, tentu ke dua orang tuanya sangat mengkhawatirkan keadaan anaknya di saat jauh dari jangkauan mereka.


Itu salah satu penyebab laki-laki itu begitu sabar menghadapi sikap kekasihnya. Ia sangat mencintai Felisha namun tak pernah mengungkapkan langsung kepada wanitanya itu. Mungkin suatu saat nanti setelah dia yakin bahwa hati perempuan itu sudah seutuhnya ia miliki.


...****************...


Assalamu'alaikum...*Haaiii teman-teman... sebulan lebih gak ketemu ya kita... maaf yaa baru sempet up lagi... lebih tepatnya di sempet sempetin... karena banyaknya kesibukan tak terduga selama ini yang hampir tak ada celah buat nulis lagi. Setiap ada waktu senggang aku nya pake buat istirahat, gak bisa fokus buat nulis.


Sebenernya, nulis novel ini tuh buat hiburan aja sih. kalau gak sibuk-sibuknya aku suka boring gak ada kegiatan jadi aku putuskan untuk belajar nulis novel hehe..


Kalau mau nulis butuh mood yang baik kan ya. Nah kalau udah capek, gak ada lagi selera buat lanjutin cerita ini. Tapi yakinlah man teman di otak aku tuh udah menari-nari lanjutan cerita dari Ando dan Felisha ini, hanya saja kesempatan untuk nulis yang belum ada. Mohon di maklumi yaa.. trimakasih yang udah mau baca goresan-goresan aku yang masih acak kadul ini.. ai lop yu sekebon ❤️*

__ADS_1


__ADS_2