
"Barakallahu fii umrik zawjati..." Aku kembali berbisik ke telinga Felisha. Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang bertepatan dengan hari pernikahan kami. Selama ini kami tak pernah merayakan hari ulang tahun, cukup dengan mengingat dan saling mendoakan keberkahan hidup.
Perlahan Lisha membuka matanya dan menatap ku dengan mata bulat yang sayup karena mengantuk. Aku tersenyum simpul menatapnya.
"Selamat ulang tahun sayang...semoga di panjangkan umurnya ya...di berkahi sisa usia kamu sama Allah SWT..Aamiin Allahumma Aamiin..."
"Aamiin...Makasih kak..." Lisha menjawab dengan suara serak. Yes...sepertinya ngambeknya sudah hilang.
"Sama-sama sayang.." Ku kecup keningnya lama sembari mendoakan yang terbaik untuknya di dalam hati. Perlahan ku cium seluruh wajahnya dan terakhir ku lu mat bibirnya dengan sangat lembut. Pelan-pelan ku rasakan Lisha membalas ciuman ku. Kami saling lu mat cukup lama yang membuat belalai kembali ON. hadeuuhh harus cepat-cepat di akhiri ini, kalau nggak...bisa-bisa mandi dua kali aku malam ini.
Aku lepaskan dan langsung mengusap bibirnya yang basah karena ulah ku. Aku tersenyum senang karena sepertinya Lisha sudah lupa dengan pesan dari perempuan itu.
"Sayang kamu udah ngantuk banget yah?" Tanyaku sembari melingkarkan tangannya ke tubuh ku dan ku peluk tubuh mungil nya. Tak ada jawaban dari Lisha.
"Kalau kamu belum ngantuk, aku mau kasih tahu sesuatu soal pesan yang kamu baca tadi di handphone aku." Lisha langsung menarik tangannya kembali mendorong pelan dada ku lalu mendongak.
"Boleh ya aku jelasin sekarang biar kita perasaannya sama-sama enak, nggak ada yang ngeganjal lagi setelah ini." Ucap ku lagi. Lisha mengangguk dan aku kembali tersenyum senang melihat anggukannya.
"Jujur saja sayang, perempuan itu selama ini tak pernah berhenti mengirim pesan seperti itu ke nomer aku. Tapi aku nggak pernah sekalipun merespon nya, karena ku pikir tak ada yang perlu aku jawab dan tidak ada yang perlu di maafin. Ku pikir nggak ada yang salah, toh aku dan dia memang nggak berjodoh karena kemauan Allah kan bukan kemauan dia. Sudah selesai perkaranya nggak ada yang perlu di permasalahkan lagi pikir ku. Tapi dia nggak mau berhenti ngirim pesan ke aku buat minta maaf. Untuk apa.."
"Setelah dia menikah dengan orang lain itu artinya antara aku dan dia udah selesai. Nggak ada yang perlu di bagaimanakan lagi. Maksud aku, dia harusnya fokus aja dengan kehidupan nya, aku dengan kehidupan ku. Tidak ada yang perlu di maafin atau gimana-gimana lagi antara aku dan dia. Intinya udah selesai semuanya. Makanya aku nggak pernah ada niat buat ngerespon pesan-pesan nya dia yang masuk. Palingan kalau ada yang masuk langsung aku hapus".
" Kalau menurut aku sih, ada baiknya kamu menjawab pesannya sekali aja. Kalau nggak, kamu juga bisa mengajaknya bertemu dan berbicara langsung dengannya. Buat dia berhenti mengganggu mu."
"Mengajaknya bertemu?" Dahiku berkerut, aku tak menyangka respon Lisha akan setenang itu setelah mendengar ceritaku, bahkan dengan tenangnya memberikan solusi nya untuk menjawab atau mengajak bertemu perempuan itu. Apa dia tak ada rasa cemburu?
__ADS_1
"Ya, mengajaknya bertemu. Tapi pastikan dulu dia nggak akan mengirim pesan seperti itu lagi sama kamu dan pastikan juga itu adalah pertemuan terakhir kalian". Wow...Lisha ternyata bisa setegas ini.
Dari ucapannya sudah bisa di simpulkan kalau dia tak ingin ada embel-embel keberadaan mantan di antara kami.
" Baiklah..kalau kamu maunya gitu aku usahain buat bicara langsung dengan dia. Aku tenang sekarang karena sudah jelasin semuanya ke kamu. Kamu jangan marah lagi sama aku. yah...??" Ucapku sembari menggenggam tangannya dan mengusapnya. Lisha mengangguk patuh. Ah gemas sekali.
Ku kecupi keningnya berkali-kali dan lama. Perempuan ini tanpa ia sadari sudah membuat ku jatuh cinta padanya dengan kepribadiannya yang sederhana.
Tanpa ia sadari banyak hal yang ada padanya yang membuat ku jatuh cinta. Lihat saja kuku-kuku jari tangan nya pendek-pendek, tak seperti perempuan kebanyakan yang sengaja memanjangkan kukunya. Perempuan ini juga tak suka basa basi, ia lebih suka yang to the point. Sama halnya dengan ku yang tak suka bertele-tele. Aku tak tahu basa basi. Banyak hal baru yang ku temui padanya.
Aku sedikit mengangkat kepalanya sembari menyelipkan lengan ku untuk di jadikan bantal. Aku menutup mata sambil membawa tangannya ku lingkarkan dan memeluk ku. kami pun akhirnya tertidur dengan perasaan lega dan plong.
***
Sayup-sayup terdengar suara adzan subuh di masjid yang berada tak jauh dari gedung itu. Aku membuka mata dan mengingat-ingat yang sudah terjadi, kamar ini terasa asing bagi ku. Sesaat kemudian aku tersadar sepenuhnya kalau ternyata aku sudah menikah. Aku menoleh ke samping tak ada siapapun, aku mencari-cari keberadaan istri ku. Kemana dia?
Aku mencoba untuk membuka dan melihat isi pesannya. Namun belum sempat ku buka, terdengar Lisha keluar dari kamar mandi. Langsung ku taruh kembali handphone nya ke atas nakas.
"Udah bangun kak". Ucapnya sembari berjalan ke arah ku.
"Udah.."
"Mau aku tungguin buat shalat berjamaah?"
"Iya tungguin sayang, aku mau mandi dulu". Tanpa menunggu jawaban dari nya aku langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Tak lama kemudian aku keluar dan melihat Lisha sudah siap dengan mukenah nya. Ia duduk di sofa menungguku, ku lihat ia tersenyum manis ke arah ku. Ah cantik sekali dia. Aku segera bersiap dan kemudian melaksanakan shalat subuh. Setelah shalat subuh aku berbalik menghadap Felisha, ia meraih dan mencium punggung tangan ku setelah itu ia hendak beranjak tapi ku tahan tangan nya.
" Kita lanjut shalat sunnah dua rakaat ya...nanti kita mainnya pelan-pelan aja.." Ucapku tersenyum simpul menunggu responnya. Sesaat kemudian Lisha mengangguk. Aku cepat-cepat berbalik dan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat.
Setelah itu Lisha melepas mukenah nya dan melipatnya. Aku sudah tak tahan lagi melihat punggungnya yang lagi-lagi memakai lingerie hari ini. Aku masih penasaran siapa di balik rencana itu. Yang menukar semua pakaian yang ada di dalam kopernya dengan lingerie. Aku patut meng apresiasi usaha orang yang sudah merencanakan semuanya untuk kemaslahatan belalai gajah.
"Aaaaaaa....Kamu selalu saja ngagetin ih.." Lisha seketika berteriak kesal saat ku angkat tubuhnya dan membawanya ke tengah-tengah tempat tidur kami.
"Kamu gerakannya lama benget sayang, bikin aku panas dingin..."
"Katanya tadi mainnya pelan-pelan aja..tapi ini apa..belum mulai aja udah bikin jantung aku hampir copot..kalau tau begini aku nggak akan ma mmmmmpppttttt....." HAHAHA dia mengingatkan janji ku tadi. Langsung aku lu mat habis bibirnya, Tidak ku biarkan dia banyak bicara lagi. Belalai gajah sudah berdiri tegak sejak tadi, dia tak mau menunggu lebih lama lagi.
"Hoosshh..hoosshhhh.." Lisha tersengal-sengal setelah aku melepaskan bibirnya yang terlihat membengkak karena sudah ku obrak abrik.
Bunyi pesan masuk ke ponsel ku terdengar nyaring. Lisha hendak meraih ponsel itu yang berada di atas nakas samping tempat tidur.
"Kak lihat dulu pesannya dari siapa, siapa tahu penting.."
"Aarrgghhh...kamu lama sayang..." Aku meraih tengkuknya dan langsung aku obrak abrik lagi bibir sampai ke dalam mulutnya. Tidak memberikan celah untuk ia protes. Sebagai pemberi vitamin dia akhirnya pasrah tanpa ada perlawanan. Hanya terdengar desa han yang menggema memenuhi kamar.
"Aaaaaahhh.....cukup kak.....sakit banget...aku nggak kuat...." Ucapnya terbata-bata dengan nafas tersengal. Aku menghentikan gerakan ku lalu melihat wajahnya. Matanya berkaca-kaca menatap ku. Ku hapus peluh di keningnya dan mengecup ke dua bola matanya bergantian.
Aku tak tega melihatnya kesakitan. Akhirnya aku memilih tidak melanjutkan gempuran roket kali ini karena sepertinya juga butuh tenaga yang lebih buat membobol benteng nya.
"Maaf sayang sudah buat kamu kesakitan... kita coba lagi lain waktu.." Ku jatuh kan tubuh ku ke samping dan membawanya ke dalam pelukan ku sembari membisikkan kata maaf di telinganya.
__ADS_1
...****************...
Banyak emak-emak menunggu momen unboxing hahaha..semoga ini cukup ya mak dan semoga lolos review ðŸ¤ðŸ˜‚😂