Suami Sabarku

Suami Sabarku
Bab 76. Vitamin K


__ADS_3

Setelah mengetahui kenyataannya kalau ternyata laki-laki itu pernah melamar Felisha lebih dari tiga kali. Di dalam hati kecil Ando merasa kasihan padanya. Walau bagaimana pun Ando juga laki-laki sama seperti Mato. Ando tak bisa membayangkan perasaan Mato saat itu yang di tolak lamarannya lebih dari tiga kali.


Ando menarik nafas lalu membuangnya kasar. Lisha menoleh ke samping menatap wajah Ando setelah membaca semua isi pesan dari Mato. Keduanya sama-sama terdiam cukup lama dengan pikiran masing-masing.


"Apa itu benar sayang? kamu menolak lamarannya sampai lebih dari tiga kali?" Tak percaya Lisha menolak lamaran Mato padahal Ando sendiri tahu kalau Lisha begitu mencintai laki-laki itu.


"Ya, dia memang melamarku lebih dari tiga kali dan aku menolak setiap dia melamarku."


"Dengan alasan karena kamu belum lulus kuliah?"


"Ya, aku memang tidak ada niat untuk menikah saat kuliah dulu...aku sudah berulang kali memberinya penjelasan kalau aku nggak bisa menikah kalau aku belum lulus kuliah.."


"Tapi dia udah ngelamar kamu lebih dari tiga kali loh sayang.." Ando mengangkat tiga jari nya ke udara. Merasa tak percaya dengan kenyataan yang baru saja ia ketahui. Bagaimana nasibnya jika dia berada di posisi Mato, Ando tak ingin membayangkan.


"Saat itu aku nggak ada kepikiran buat berumah tangga kak..apalagi masih kuliah...aku ngga bisa membagi pikiran, waktu dan tenaga antara kuliah dengan rumah tangga. Menikah saat masih kuliah itu jauh banget dari pikiran aku...aku terus menolak untuk menikah dengannya, aku janjikan dia setelah lulus kuliah aku akan menepati janjiku untuk menikah dengannya sampai akhirnya dia melampiaskan kemarahannya dengan mabuk-mabukan, tiap malam mainnya di luaran sana yang aku nggak tahu dan akhirnya dia dengan masalahnya pergi entah kemana. Dia nggak pernah sekalipun mengabariku, dia menghilang tanpa ada pesan sepatah katapun.


Ando tak mampu berkata-kata, ia hanya diam mendengarkan cerita Lisha.


"Setelah kurang lebih 2 tahun aku menunggu penjelasan darinya, mengapa dan apa salah ku sampai dia tiba-tiba ngilang gitu aja? Aku hanya butuh jawaban dari dua pertanyaan ku itu. Lalu kemudian dia datang dengan sejuta penyesalannya dan saat dia kembali, aku...aku sudah bersama laki-laki lain.."


"Dia datang dengan kenyataan kalau dia sudah menikah dan memiliki anak dari perempuan lain..walaupun kata dia mereka menikah karena kesalahan, lalu pada akhirnya mereka pisah dan anaknya tidak bertahan lama untuk hidup tapi setelah mendengarkan semua penjelasannya, aku semakin yakin kalau aku dan dia tidak di takdirkan untuk berjodoh.


Ando menatap lekat wajah Felisha yamg sedari tadi menundukkan wajahnya menatap tautan tangan mereka.


"Udahlah kak..intinya aku dan dia nggak berjodoh, sama seperti halnya kamu dengan perempuan itu. Allah menakdirkan kita berjodoh kak..." Lisha mengangkat wajahnya menatap wajah suaminya dengan senyum, merasa lega karena sudah menceritakan semuanya kepada sang suami.


Ando perlahan ikut tersenyum, terulur tangannya mengusap lembut pipi putih mulus Felisha. luma tan ia daratkan di bibir merona itu. Decapan keras dan nafas yang saling memburu terdengar memenuhi kamar namun ketika tangan Ando hendak menjelajah, suara ketukan di pintu menghentikan kegiatan keduanya.


Tok


tok

__ADS_1


tok


Ketukan kembali terdengar ketika Ando dan Lisha tak segera membuka pintu karena sibuk mengatur nafas.


Lisha kemudian beranjak membuka pintu kamar. Terlihat ibu yang tersenyum melihat bibir anaknya yang sedikit membengkak karena sudah di obrak abrik Ando.


"Maaf yaa ibu mengganggu sebentar..itu tante Santi mau pulang karena udah di jemput Om Wira. Katanya sebelum pulang dia mau pamitan dulu sama penganten baru.." Ibu kembali tersenyum saat melihat pipi Felisha yang langsung merona karena malu.


"Ntar acaranya di lanjutin lagi..kalau tante Santi udah pulang.." Lanjut Ibu menggoda Felisha.


"Ibuu..apaan sih.." Felisha melingkarkan tangannya manja ke lengan Ibu sambil berjalan keluar rumah yang di ikuti Ando di belakang. Tante Santi beserta keluarganya sudah menunggu di luar.


***


Setelah mengantar kepulangan tante Santi Felisha memilih menemani ibu yang sedang sibuk memindahkan bunga-bunga ke tempat asalnya setelah kemarin di singkirkan sementara waktu di tempat aman dari jangkauan anak-anak. Sedangkan Ando menemani Ayah yang sedang mengecat kandang ayam barunya namun sesekali akan pergi membantu ibu untuk memindahkan bunga yang lumayan besar dan berat jika bantuannya di perlukan.


"Ayah..ini ayam jagonya beli dimana?" Ando memandangi ayam jago yang sedari tadi bulak balik di samping nya yang sedang mengecat, seperti sedang mencari perhatian anggota baru keluarga.


"Itu Ayah nggak beli, pak RT yang ngasih..dulu waktu pak RT ngasih ke Ayah ayam jagonya masih kecil banget itu...udah gede aja ya ayamnya.." Ayah menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengecat lalu ikut memandangi ayam jago kesayangan nya.


"Emang dari sononya warnanya putih bersih..di tambah ayah ngerawatnya dengan sepenuh hati.."


"Mandinya 2 kali sehari itu, ngalahin yang punya..yang punya aja kadang mandinya sekali sehari.." Ucap ibu saat melewati Ayah dan mantu yang sedang memandangi ayam jago berwarna putih bersih seperti sudah di pakaikan pemutih pakaian.


"Ah mandinya sekali sehari aja ibu lengketnya ngalahin permen karet gimana kalau Ayah mandinya 2 kali sehari kaya si Hago..bisa-bisa ngalahin lem korea nempelnya." Jawab Ayah sambil ngelirik Ibu yang sudah berbelok ke samping rumah.


"Hahaha..." Ando tertawa mendengar ucapan Ayah yang hanya berani bicara di belakang Ibu.


"Hago siapa Yah?"


"Ini si Hago...Si Hayam Jago.." Ucap Ayah sembari menangkap Ayam jagonya lalu di angkat-angkat ke udara seperti sedang menyabung ayam.

__ADS_1


Ando terkekeh mendengar nama yang di berikan Ayah kepada si ayam jago dikiranya nama dari jepang tau-tau singkatan dari Hayam Jago.


Ayah dan Ando kembali melanjutkan mengecat kandang yang tinggal sedikit lagi. Setelah selesai Ayah dan Ando masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri.


Saat Ando masuk ke dalam rumah ia melihat sang istri yang sedang serius berkutat dengan alat masak di dapur. Lisha sedang menyiapkan makan siang mereka. Ando celingak-celinguk mencari ibu namun ia tak melihat keberadaan ibu di sana. Ando mendekati Felisha dan langsung memeluknya dari belakang membuat sang istri terjengkang kaget.


"Kak Ando ih...ngagetin aja.." Keluh nya sambil tangannya tetap bergerak lincah menyeduh sayur bening yang sudah matang ke dalam mangkuk.


"Masak apa sayang?" Ando melihat-lihat masakan Felisha sambil mengecupi bahu hingga leher. Merasa kegelian dengan kelakuan Ando, Lisha melepas sendok sayur yang di ada di tangannya lalu berbalik badan menghadap suaminya.


"Jangan kayak gini kak...malu di lihat Ibu.." Lisha melingkarkan tangannya ke pinggang Ando lalu mendongak menatap wajahnya.


"Nggak ada ibu disini, makanya aku samperin.."


Ibu yang hendak masuk ke dapur buru-buru memutar badan kembali ke ruang tengah karena melihat kemesraan anak dan menantunya di sana.


Memilih masuk ke dalam kamar mencari Ayah untuk menanyakan kabar bunga yang sudah di pesan nya lewat online itu. Mengapa belum juga sampai padahal Ibu sudah memesannya sejak tadi pagi sedangkan alamat penjualnya berada tak jauh dari tempat tinggal mereka.


"Kamu mandi dulu sana, aku mau nyiapin makan siang.." Lisha melepas lingkaran tangannya dari tubuh Ando dan mendorong pelan agar Ando pergi ke kamar untuk mandi.


"Tante Vania dan Ara kemana?" Ando malah teringat tante Vania dan Ara yang sedari tadi ia tak melihatnya.


"Sedang keluar jalan-jalan katanya.." Ucap Lisha sambil melanjutkan menyiapkan makan siang.


"Oohhh......kasih vitamin dulu dong biar aku semangat nungguin kamu masak.." Ando sedikit membungkukkan badannya agar Lisha bisa menjangkau wajahnya. Lisha memutar bola matanya jengah.


"Vitamin apa??"


"Vitamin K sayang". Ando tersenyum menaik turunkan alisnya sambil menunjuk bibirnya.


"Vitamin K apa lagi sih kak...Vitamin kiss???"

__ADS_1


"Yes...Vitamin Kiss..." Ando mengacungkan jempol nya membenarkan tebakan Felisha lalu dengan gerakan cepat menyambar bibir Felisha lalu berlari masuk ke dalam kamar meninggalkan Felisha yang diam memandanginya. Perlahan Lisha tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat kelakuan Ando.


...****************...


__ADS_2