
Setelah mengabari dua sahabatnya, Lisha kemudian menyusul Ando beristirahat sebelum makan siang. Lisha merebahkan badannya di sebelah Ando. Di lihatnya suaminya itu sudah tertidur dengan sedikit miring ke arahnya. Lisha memandangi wajah suaminya yang sedang tertidur, ia baru menyadari kalau suaminya itu memiliki wajah yang maskulin, idaman banyak wanita yang kalau di lihat-lihat mirip aktor korea Song Seung Heon, bedanya Ando memiliki mata yang tak begitu sipit seperti Song Seung Heon.
"Jangan lama-lama mandangin nya sayang...aku memang tampan apalagi kalau sedang tidur". Ucap Ando tiba-tiba dengan mata yang masih terpejam, Lisha langsung salah tingkah ketahuan memandangi wajah nya.
" Siapa yang mandangin..?? Pede banget jadi orang..." Lisha yang terkejut langsung berbalik memunggungi suaminya. Ando tertawa melihat istrinya yang masih malu-malu mengakui perasaan padanya.
Ando meringsek maju dan memeluk Lisha dari belakang. Membenamkan wajahnya di balik rambut ikal Felisha, mencium wangi shampoo yang di pakai istrinya tadi subuh. Ia tersenyum ketika teringat Lisha yang menggerutu karena sudah keramas sebanyak 3 kali dalam sehari.
"Pala aku jadi kleyeng-kleyeng begini karena mandi basahin rambut sampai 3 kali seharian ini". Keluhnya sambil memegang kepala.
" Kaak kenapa sih suka banget nafas di tengkuk..gelii tauu.." Lisha mengibaskan belakang kepala merasa geli dengan aksi suaminya.
"Kamu tau ngga hobi aku apa?" Tanya Ando dengan masih saja mendusel di tengkuk.
"Ngga..Emang hobinya kamu apa?" Lisha yang merasa geli mencoba berbalik badan tapi di tahan oleh Ando.
"Aku itu sekarang hobinya makan..." Lisha tak menjawab, diam sambil mengerutkan keningnya karena merasa yang di katakan Ando tidak seperti kenyataan yang di lihatnya.
"Kamu ngga nanya aku hobinya makan apa?" Tanya Ando tak melepaskan pelukannya.
"Hobi kamu makan apa emang...??" Lisha menoleh menatap suaminya.
"Aku hobinya makan kamu...HAHAHA..." Ando tertawa-tawa merasa lucu dengan gombalan recehnya. Lisha memutar bola matanya jengah.
"Ishh..nggak lucu.." Lisha akan berbalik kembali tapi Ando memeluknya erat sampai Lisha merasa sesak.
"Kaaakkk...lepas dulu ihh..sesak begini.." Keluh Lisha sambil mendorong pelan dada Ando.
"Aku mau vitamin K dan D sebelum makan siang supaya aku makannya lahap sayang.." Ucap Ando yang tangannya sudah lebih dulu menekan-nekan dua vitamin D bergantian dan tanpa menunggu jawaban dari Lisha, ia langsung melu mat habis bibir yang sejak tadi menggoda iman nya.
"Hhmmmppttt..." Lisha pasrah dengan perlakuan suaminya. Sepertinya ia akan kembali mengulang aktivitas mandinya seperti kemarin, keramas sampai 3 kali sehari kayak jadwal makan saja.
Tok..tok...tok..suara ketukan di pintu menghentikan aksinya yang hendak menggempur istrinya.
"Lishaa..Andoo...makan dulu yuk..!" Ucap Mamah setelah mengetuk pintu.
"Iya Mah bentar..." Lisha segera menjawab dengan sedikit kencang berharap mamah mendengar suaranya. Tersenyum prihatin menatap suaminya yang langsung menghempaskan tubuh ke kasur.
"Nggak akan kedengeran sama mamah..kamar ini kedap suara". Ucap Ando yang membenamkan wajahnya ke bantal, merasa kesal sudah di gagalkan aksinya sama mamah.
Lisha merapikan pakaian nya yang berantakan karena ulah suaminya. Bajunya yang tersingkap ke atas cepat-cepat ia turunkan dan rambutnya segera diikatnya agar terlihat rapih sebelum membukakan pintu kamar.
Baru saja mamah akan mengulangi ketukannya, pintu sudah terbuka lebar. Tangannya yang melayang ia turunkan kembali, ia tersenyum melihat bibir menantunya yang sedikit membengkak. Ia sudah bisa menebak apa yang sudah terjadi barusan.
__ADS_1
" Iya Mah...bentar lagi Aku sama Kak Ando keluar".
"Ando tidur yah?" Bisik mamah seakan takut suaranya membangunkan Ando. Lebih baik mamah berpura-pura tidak tahu dari pada Felisha jadi malu kalau ketahuan olehnya.
"Nggak kok mah..sebentar biar Lisha panggil dulu.." Lisha berbalik dan akan mengajak Ando keluar untuk makan siang.
"Kamu bangunin suami kamu dulu, nanti kalau udah bangun baru ke meja makan..mamah duluan ya.." Ucap mamah tersenyum sambil berjalan kembali ke ruang makan tanpa menunggu jawaban Felisha.
"Aah aku sepertinya sudah mengganggu acara hiya- hiya mereka." Mamah menggumam sendiri menuju ruang makan, disana sudah ada Papah yang sedang menunggu untuk makan siang bersama.
"Ada apa mah?" Papah mengerutkan kening melihat mamah.
"Nggak kok pah..bentar lagi anak-anak keluar."
Lisha segera mendekati Ando yang berbaring telungkup dengan bantal menutupi kepalanya.
"Kak..ayo makan dulu udah di tungguin, ngga enak sama Papah sama Mamah nunggu lama." Lisha meraih bantal yang menutupi kepala Ando, dilihatnya wajah Ando yang memejamkan mata.
"Kaakk...ayo dong..kasian Mamah sama Papah udah nungguin kita." Rengek Lisha sambil menarik-narik tangan Ando.
"Hmmm.." Ando bergumam sembari bangkit dan duduk. Lisha menahan senyum melihat wajah lesu suaminya yang tak jadi menggempurnya siang ini.
"Jangan ngetawain...awas aja kalau belalai berhasil nyembur...aku bikin kamu nggak bisa jalan..mau??" Ancam Ando yang membuat Felisha bergidik tapi juga merasa lucu.
"Hehehe...sabaarr...nanti malam aja ngambil jatahnya paling aman nggak ada yang gangguin." Ucap Lisha menatap suaminya terkekeh-kekeh.
"Aarrghh...ka...kaak..." Senyum tipis Ando sunggingkan di bibirnya karena sudah berhasil membangkitkan hasra t istrinya.
"Biar satu sama...HAHAHA.." Ando tertawa melihat Felisha yang cemberut setelah melepaskan ciuman nya, Nafas keduanya sama-sama tersengal. Lisha memukul pelan dada Ando sambil menghapus jejak basah di bibirnya.
"Isshh..dasar mesum.."
"HAHAHA...aku sekarang hobinya mesum in kamu sayang.."
kepalanya yang terasa pening karena hasra t sudah di ubun-ubun tapi tak tersalurkan karena panggilan makan siang sudah tak terasa lagi karena melihat wajah Felisha yang merah. Merasa gemas ia lalu menangkup wajahnya sampai bibir basah sedikit bengkak itu maju ke depan.
"Udah dong ngambeknya...nanti jadi jelek lho.." Ando mengajak Lisha untuk ke ruang makan setelah membuatnya seperti mengalami goncangan hebat. Ando melingkarkan tangan Felisha ke lengan nya berjalan menuju ruang makan.
"Ingaatt...nanti malam aku mau kamu tampil seksi di depan aku, pakai lingerie paling seksi buat aku. Kalau bisa yang warnanya merah ngejreng supaya aku seperti terbakar api hasra t melihat tubuh kamu. Kalau nggak punya, kita ke Mall nanti sore aku temenin milih yang bagus." Ando sedikit membungkukan badan nya dan berbisik di telinga Felisha yang masih saja cemberut. Berbicara dengan mimik wajah yang seakan terbakar nafsu. Lisha hanya melirik dengan delikan mata. Tawaran jatah nanti malam ternyata jadi boomerang bagi nya. Tadinya ia hanya bermaksud menghibur suaminya yang lesu karena gagal menyemburnya siang ini akhirnya menjadi ancaman paling menakutkan dan memalukan baginya karena harus memakai lingerie lagi seperti saat hari pernikahan mereka.
"Oh iya, kalau ngga salah kado dari Rufi dan Lita kan Lingerie semua kan?" Ando tersenyum senang saat tiba-tiba teringat kado dari Rufi dan Lita yang di buka Lisha waktu itu.
"Isshh...udah diem..ngga usah di bahas lagi..nanti kedengeran Mamah sama papah..malu tau.." Omel Lisha sambil melotot ke arah suaminya. Ando menahan tawa melihat pelototan Felisha.
__ADS_1
"Oke..Oke aku diem.." Akhirnya Ando hanya tersenyum senang karena akan ada hadiah spesial malam ini untuknya. Ia kembali bersemangat menunggu nanti malam.
Ando duduk di sebelah Papah sedangkan Lisha duduk di samping Ando. Meraih piring kosong untuk mengisi nasi dan lauk pauk ke piring suaminya.
"Nasinya segini cukup?" Lisha menyendok nasi ke piring Ando.
"Cukup". Jawab Ando pendek.
" Mah..itu gulai kambing yah?" Tanya Ando melihat mangkuk yang berisi gulai.
"Iya sayang..mau?" Tanya Mamah.
"Woaahh...mau dong Mah.." Ando sumringah melihat makanan kesukaannya. Perasaan Lisha sudah mulai tak enak. Sepertinya malam ini bakal terjadi pertumpahan darah. eh.
" Aku mau gulai kambing sayang". Tunjuk Ando ke mangkuk gulai kambing yang ada di dekat Mamah.
"Ando suka banget sama gulai kambing Sha.." Ucap Mamah sambil menggeser mangkuk nya agar Felisha lebih mudah menjangkaunya.
"Kamu nggak makan sayang?" Tanya Ando yang melihat piring Lisha masih kosong.
"Makan dong...ini baru mau ngambil makanan." Lisha menyendok nasi dan lauk pauk lalu kemudian makan dengan tenang.
"Mamah masak sendiri gulai kambingnya?" Tanya Lisha sambil menyuapkan sesendok nasi dan daging kambing ke mulutnya.
"Iya...mamah sengaja masakin makanan kesukaan Ando." Mamah tersenyum melihat anaknya yang makan dengan lahap.
"Enak banget Mah..." Lisha menyatukan jari telunjuk dan ibu jari membentuk huruf O ke udara.
"Makasih sayang...Mamah jadi makin semangat masak kalau ada yang muji masakan mamah." Mamah tersenyum melihat Lisha, senyumnya hilang saatbmelirik Papah yang hanya menjadi pendengar siang ini.
"Nanti ajarin Lisha masak gulai kambingnya ya mah..boleh? soalnya Lisha nggak pernah masak gulai..hehe.." Tanya Lisha ragu-ragu.
"Boleh sayang..boleh banget.." Mamah tersenyum senang karena Lisha ada usaha untuk menyenangkan hati Ando suaminya.
"Pelan-pelan aja belajar masaknya sayang...jangan buru-buru...cinta ku nggak bakal luntur walau kamu nggak bisa masakin aku gulai kambing." Ando tersenyum simpul sambil mengusap punggung Felisha
"Gombaaaallll.." Wajah Felisha menghangat karena malu di lihat dan di dengar oleh ke dua mertuanya. Papah mamah tertawa melihat anaknya yang senang membuat Felisha tersipu dan salah tingkah.
"Aku nggak pintar nge gombal sayang..ini Real dari hati yang paling dalam..tanya aja sama Mamah." Balas Ando yang lagi-lagi memancing senyum bahagia di wajah Papah dan mamah.
"Iya..iyaa..aku percaya..lanjutin makannya..nanti dingin jadi ngga enak.." Lisha memilih percaya aja untuk mengakhiri perdebatan kecil yang terjadi di meja makan.
Siang itu semuanya makan dengan lahap dan sesekali Lisha, Ando dan Papah akan tertawa jika mendengar cerita mamah ada yang mengundang tawa. Mamah juga bercerita tentang makanan kesukaan anak-anak nya. Mulai dari makanan kesukaan Kak Femy anak sulungnya yang gemar makan seafood sama seperti Ando, Kak Suci yang hobinya makan duren dan Kak Regan yang sukanya makan risol mayo. Jika anak-anaknya berkumpul di rumah Mamah, ia sampai bingung melihat macam-macam makanan yang tergeletak di atas meja karena masing-masing akan memesan atau membeli makanan kesukaan.
__ADS_1
...****************...
Lishaaa siap-siap yaa ntar malam bakal terjadi pertumpahan darah di kamar kalian..siap-siap di sembur sampai penuh meleber kemana-mana karena tendangan gulai kambing🤦🏻♀️🤭😌