Suami Sabarku

Suami Sabarku
Bab 67. Menjelang Ijab Kabul


__ADS_3

Author POV,


Pagi-pagi Felisha bangun dengan perasaan campur aduk, deg-degan, sedih, takut, cemas, senang dan bahagia semuanya bercampur jadi satu. Perasaan nano-nano yang insyallah hanya akan di alaminya sekali ini saja.


Setelah shalat subuh Felisha langsung keluar dari kamar yang ternyata semua orang sudah bangun dan sibuk dengan urusan masing-masing. Terlihat orang-orang mondar-mandir menyiapkan segala sesuatunya seperti akan berangkat ke medan pertempuran.


Jam enam pagi MUA langganan tante Rina kakak tertua dari ibu sudah siap untuk merias Felisha dan ibu. Tante Rina merekomendasi kan MUA langganan nya yang sudah dua kali ia pakai jasanya ketika dua anak perempuannya menikah dulu. Jam delapan nanti mereka sudah harus bergegas menuju tempat akan di laksanakannya ijab kabul. Ketika Felisha sedang di rias terdengar ucapan salam dari balik pintu.


"Assalamu'alaikum..." Lita membuka pintu yang tidak terkunci itu dan melongokan kepala ke dalam.


"Wa'alaikumsalam...masuk". Jawab Felisha yang sudah bisa menebak siapa yang datang.


Lita dan Rufi masuk ke dalam kamar dan ternyata mereka telah memakai seragam bridesmaids warna pastel yang telah mereka rancang sesuai selera model masing-masing, keduanya sudah siap berangkat mengantar sang calon manten.


" Teh..apa nggak apa-apa kita ada di sini buat nemenin sahabat kita ini yang sebentar lagi jadi manten?" Ucap Rufi yang tiba-tiba melow melihat Felisha yang sedang di rias.


"Boleh aja teh..Nggak apa-apa asal jangan berisik ya takut mengganggu konsentrasi". Asisten MUA langsung menjawab pertanyaan Rufi.


" Siap teteh geulis... " Ucap Lita tersenyum manis sambil mengacungkan jempolnya mengambil hati asisten MUA.


Sedangkan Felisha tak bisa banyak bicara karena wajahnya sudah mulai di rias.


"Mohon bantu doa ya teteh tetehnya biar hasil make up nya nanti manglingi". Ucap Perias sambil menoleh ke arah Rufi dan Lita.


Rufi dan Lita saling pandang sambil tersenyum bahagia, mata keduanya malah berkaca-kaca melihat sahabat mereka itu yang akhirnya akan melepas masa lajangnya mengingat lika-liku hubungan Ando dan Lisha yang cukup panjang dan berbagai macam cobaan. Akhirnya mereka berdua sampai ke tahap ini.


Jam 7.30 Felisha sudah selesai dengan riasannya. Ternyata tidak memakai dandanan yang berat sesuai permintaan sang calon manten. Riasan di kepalanya yang tertutup hijab saja yang terlihat mewah panjang ke belakang menjuntai hingga melampaui kaki.


Ternyata Felisha tak jadi menggunakan baju adat Sulawesi karena lumayan ribet dalam proses pemasangannya. Felisha akhirnya memilih memakai gaun kebaya modern berwarna putih yang di hiasi dengan swarovski sehingga terlihat mewah dan elegan. Selain itu juga terdapat mutiara-mutiara kecil yang semakin menambah keindahan kebayanya. Sedangkan sepatu yang di kenakan nya senada dengan kebayanya, terdapat juga swarovski disana.

__ADS_1


Setelah Lisha selesai mengenakan pakaian pengantin Rufi dan Lita tampak kembali berkaca-kaca menatap Felisha dari atas sampai bawah.


"Sebentar mbak Lisha, ini tadi malam ada titipan dari keluarga mempelai pria untuk di pakai saat akad, saya lihat memang sangat cocok dengan make up dan baju pengantinnya mbak."


Perias mengeluarkan kotak perhiasan dari paper bag yang di bawanya dan langsung memasangkan kalung berlian dengan bandul batu safir kecil di tengahnya senada dengan warna kebaya yang di pakai. Setelah itu perias menambahkan asesoris mahkota di kepala Felisha di atas hijabnya


"Cantik sekali..mahkotanya kecil tapi terlihat sangat mewah. Mbak Felisha ini mukanya baby face banget jadi kelihatan tambah imut dan cantik setelah di pakaikan mahkota ini". Perias sangat senang melihat hasil riasannya setelah menambahkan mahkota di kepala felisha. " Mbak Felisha terlihat seperti princess ya" Lanjutnya kagum.


Rufi dan Lita tak kalah kagumnya setelah melihat hasil keseluruhan.


"Masyallah cantik banget...kamu cantik banget Sha..." Kedua sahabat Lisha berbinar-binar melihat penampilan Lisha saat ini. Benar-benar seperti princess seperti yang di katakan perias tadi.


Keduanya saling berpelukan karena tak bisa memeluk Felisha takut riasannya ke geser.


"Kok aku nggak di peluk siiihhh.." Protes Lisha sembari membuka tangannya lebar-lebar ke arah Rufi dan Lita. Keduanya mendekat dan hendak memeluk namun langsung di cegah oleh MUA.


"Eittsss meluknya pelan-pelan ya nanti bajunya kotor kena make up teteh-tetenya". Ucap Perias mengingatkan.


"Udah pelukannya, kita keluar sekarang yah udah di tunggu bersiap ke gedung". Ucap perias yang langsung merapihkan kembali gaun pengantin Felisha, Rufi dan Lita segera berdiri sedikit menjauh dari Lisha. Takut mengganggu kerja perias.


Saat Felisha keluar semua mata tertuju pada nya. Mengangumi kecantikannya dan riasan yang sangat pas untuknya.


" Masyallah...teteh meni cantik begini". Senyum terkembang di bibir semua orang yang ada di sana saat melihat Felisha.


Tante Rina mendekati Felisha memandanginya dari atas hingga ke bawah.


"Nggak paket baju adat juga tetep terlihat cantik begini". Tante Rina meraih tangan Felisha, mengusapnya pelan. Memandangi wajah ponakannya dengan mata berkaca-kaca. Mengingat masa kecil Felisha yang sangat manja karena anak satu-satu dari adiknya itu.


" Udah siap Ca?" Ayah dan Ibu datang dari ruang tamu ternyata sudah menunggu sedari tadi.

__ADS_1


"Masyallah anak ayah cantik sekali. Ternyata kalau di gabungin gantengnya ayah dengan cantiknya ibu jadinya begini..cantik sekali". Ayah memandang kagum putri semata wayangnya.


Kepercayaan diri ayah muncul seketika. Semua orang yang mendengarnya jadi tertawa.


" Woaahhhh...kak Ica jadi seperti princess Elsa ya cuman bedanya kak Ica pake hijab kalau princess Elsa enggak, jadi cantikan kak Ica lah pokoknya". Komentar Ara adik sepupu Felisha anak dari adiknya Ayah yang jauh-jauh datang dari Sulawesi untuk menghadiri pernikahan kakak sepupunya itu.


"Hahaha...." Makasih ya dek..kamu udah mau dateng di acara nikahan kak Ica".


"Sama-sama kak. Sebagai balasannya kak Ica harus beliin banyak baju sebelum aku pulang" Ara mendekatkan wajahnya kepada Felisha dan berbisik namun masih terdengar oleh mama papanya yang berada di belakangnya.


"Araaa..." Tegur tante Vania adiknya ayah kepada anaknya.


"eh mama denger ya..hehehehe". Ara cengengesan mendengar teguran mamanya.


" Kamu tuh asal ketemu kak Ica selalu begitu. Harusnya kamu yang ngasih kado buat kak Ica mu bukan malah kamu yang morotin dia". Omel tante Vania.


"Iya iya...maaf..hehe" Ara segera pergi dari sana sebelum urusannya menjadi panjang jika berhadapan dengan mamanya.


"Assalamu'alaikum.. selamat pagi Bapak Ibu, Pengantin wanita nya Udah siap yah, Alhamdulillah tepat waktu. Mohon keluarga besar untuk masuk ke kendaraan yang sudah di persiapkan". Ternyata pihak WO yang datang memberitahu kalau semuanya sudah harus berangkat menuju tempat acara pernikahan.


" Pengantin dan kedua orang tuanya bisa masuk ke mobil Pengantin, sedangkan keluarga yang lain bisa masuk ke mobil yang sudah di siapkan. Silahkan" Petugas WO segera mengantar seluruh keluarga menuju gedung.


Perjalanan hanya memakan waktu kurang dari 15 menit dari rumah ke gedung pernikahan. Disana sudah di siapkan kamar khusus Pengantin wanita dan keluarganya untuk menunggu namun kebanyakan mereka yang memilih berjalan-jalan ke tempat pernikahan melihat-lihat sekitar gedung yang indah dan asri di tambah dengan dekorasi yang menarik.


Karena Waktu akad akan di laksanakan pukul 9 pagi, maka banyak dari mereka memilih sibuk berfoto karena banyak spot foto yang menarik disana. 30 menit sebelum acara di mulai, keluarga sudah mulai mengisi tempat duduk yang di sediakan disana. Mereka menunggu hingga waktu pernikahan akan di mulai.


Felisha tampak duduk di kamar di temani Rufi dan Lita.


"Sha...aku tuh pengen banget meluk kamu tapi takut riasan kamu ke ganggu". Ucap Rufi sembari mengusap tangan Lisha.

__ADS_1


" Iya aku juga pengen meluk kamu tapi takut kena omel teteh MUA itu.. hehe.." Bisik Lita takut di dengar oleh perias tadi sambil ikut mengusap tangan Lisha yang satunya.


...****************...


__ADS_2