
Tanpa terasa 2 bulan lagi acara pernikahan akan di gelar, namun Ando dan Lisha belum ada persiapan di karenakan ke duanya sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Tak jarang terjadi sedikit kecekcokan di antara mereka karena tidak adanya waktu untuk berkomunikasi secara intens mengenai persiapan acara. Ando yang sibuk dengan pekerjaan nya sebelum mengambil jatah cuti nikah, begitu pula dengan Felisha.
Tapi lagi-lagi Ando selalu mengalah kepada perempuan demi kelancaran semuanya. Ia juga menyadari kalau akhir-akhir ini ia sangat di sibukkan dengan berbagai pekerjaan kantor yang menyebabkan kurangnya waktu bersama sang kekasih membuat Felisha selalu protes.
"Sayang hari ini aku pulangnya agak larut jadi nggak bisa jemput ke rumah sakit". Ando menoleh sebentar melihat wajah perempuan yang duduk di sebelahnya. Lita yang duduk di belakang hanya mendengarkan percakapan mereka. Pagi ini Ando sengaja datang menjemput Felisha lebih awal dan menyempatkan diri mengantar tunangannya itu ke tempat kerja karena sudah beberapa hari ia tak sempat mengantar dan menjemputnya seperti biasa.
" Mm.." Felisha hanya berdehem singkat menjawab ucapan laki-laki itu sambil memandang keluar jendela.
Ando menarik nafas dan membuangnya pelan. Ia tahu Lisha pasti sedang menggerutu dalam hati karena semakin dekat waktu pernikahan Ando malah semakin tak punya waktu walau hanya untuk berbagi cerita dengannya yang pusing dengan persiapan pernikahan.
Meraih tangan perempuan itu dan menggenggamnya, membawa tangan Felisha ke bibirnya dan mengecup lama sambil tetap fokus ke depan melihat jalan.
Lisha menutup mata sejenak, tubuh dan otaknya sangat lelah memikirkan semuanya.
Ando memarkirkan mobilnya di tempat biasa di area parkir rumah sakit. Lita turun lebih dulu membiarkan Felisha dan Ando berbicara berdua.
"Aku lelah sekali kak. Aku pengen nyerah aja, ini seperti aku aja yang mau nikah kamunya nggak." Ucap Lisha setelah Lita menjauh. Matanya sudah berkaca-kaca menahan air mata yang hendak keluar.
"Nggak boleh bilang gitu sayang, maaf aku akhir-akhir ini emang beneran banyak kerjaan. Kalau semua udah beres aku janji aku pasti bantuin kamu, temenin kamu untuk nyiapin semuanya". Ando meraih tubuh mungil itu yang semakin hari semakin kecil saja, mungkin perempuan itu terlalu banyak pikiran yang membuat berat badannya menyusut.
Air mata yang tadi di tahannya kini tumpah membasahi pipi perempuan itu.
" Hiks..hikss.." Isakan kecil terdengar. Ando melepas pelukannya dan menangkup wajah Felisha dengan tangan besarnya. Menghapus jejak-jejak air mata disana.
"Maaf sayang..maaf. Aku janji selesaiin secepatnya. Oke?" Ucap Ando, Lisha mengangguk. Ando menatap kedalam bola mata kekasihnya itu. Terlihat Lisha menanggung beban disana. Pelan-pelan Ando mendekatkan wajahnya dengan wajah Felisha. Seketika Lisha menutup matanya, bibir keduanya kini menyatu. Ando ******* pelan bibir merona yang akhir-akhir ini sudah menjadi candunya. Keduanya larut dengan cium*n panjang itu. Untung saja kaca mobil Ando riben jadi tak tembus pandang dari luar.
****
__ADS_1
"Taa..yang ini bagus nggak Ta?" Lisha dan Lita kini sedang berada di salah satu toko yang ada di mall. Ia lebih sering pergi bersama Lita untuk membeli beberapa kebutuhan nya karena Rufi yang selalu pulang malam karena lembur bekerja. Itu juga memudahkan Felisha untuk memilih yang cocok dengannya karena Lita akan langsung menilainya.
"Bagus Sha..tapi kayanya lebih cocok yang ini deh. Cobain dulu". Lita mengacungkan satu baju kepada Lisha.
" Iya yang ini juga bagus. Cobain dua-duanya aja". Lisha meraih baju yang di pegang Lita untuk mencobanya di ruang ganti.
"Sha.." Panggil seseorang saat Lisha menuju ruang ganti.
Menoleh ke arah suara. Sedikit terkejut bisa bertemu Mato disana.
"Eh kak Mato..ngapain disini?" Lisha mengerutkan keningnya melihat keberadaan Mato di sana.
Mato mendekati Lisha. "Aku tadi kebetulan lewat sini dan lihat kamu disini jadi aku samperin". Ucap Mato tersenyum.
"Ooh..kamu sama siapa?" Lisha celingak-celinguk melihat kebelakang Mato.
"Lita mana?" Tanya Mato mengalihkan perasaannya.
"Lita?..dia tadi di sana.." Lisha menunjuk tempat Lita berada tadi sebelum meninggalkan nya.
"Oh ya kak..aku ke ruang ganti dulu mau nyobain ini". Lisha mengangkat baju yang ada di tangannya sedari tadi.
Mato mengangguk. " Aku tunggu disini ya". Ucap Mato menunjuk tempat duduk yang berada tak jauh dari mereka.
Lisha mengerutkan keningnya mendengar ucapan Mato yang akan menunggunya di sana.
"Kak Mato mau nungguin aku?" Tanya Lisha menunjuk dirinya sendiri. Mato mengangguk pasti.
"Ada apa kak?"
__ADS_1
"Nggak ada apa-apa. Aku hanya pengen nungguin kamu disini. Pergilah aku duduk disini". Mato menyuruh Lisha untuk pergi ke ruang ganti lalu duduk di kursi tunggu yang berada dekat dengan ruang ganti itu.
Lisha berjalan sambil mengerutkan keningnya memikirkan Mato yang menunggunya. Lisha masuk ke ruang ganti lalu mencoba dua baju yang di bawanya tadi. Memilih salah satunya untuk mencobanya lebih dulu namun pikirannya melayang kepada laki-laki yang pernah mengisi hatinya itu.
Setelah mencoba ke duanya ia memutuskan untuk membeli semua karena merasa cocok dengan kedua baju itu.
Felisha keluar celingak celinguk mencari keberadaan Mato.
"Cari siapa sayang?" Suara bariton itu mengejutkan Felisha. Ia segera berbalik melihat laki-laki yang kini berdiri tepat di belakangnya
"Kak Ando...kok kamu ada disini? Bukannya tadi pagi kamu bilang pulangnya larut malam ya, kenapa sekarang malah ada disini?" Lisha menyipitkan mata menyelidik dan berbalik menuju tempat Mato tadi duduk menunggunya.
"Jawab dulu pertanyaan aku sayang, kamu cari siapa tadi?" Ando mengikuti langkah perempuan itu.
Lisha menarik nafas lalu membuangnya kasar. "Tadi disini ada kak Mato. katanya dia mau nungguin aku disini..nggak tahu juga kenapa dia mau nungguin". Jelas Felisha.
"Kamu kesini sama Lita kan? Kenapa bukan Lita aja yang nungguin kamu?" Selidik Ando.
"Kak Mato tadi nggak sengaja lewat sini katanya. terus liat aku ada disini jadi dia samperin. Tapi aku bilang mau nyobain ini dulu ke kamar ganti terus dia bilang mau nungguin disini katanya, aku nggak nyuruh dia kok buat nungguin aku..dianya aja yang bilang kayak gitu. Eh sekarang malah kamu yang ada disini". Jelas Lisha panjang lebar.
" Kamu nggak suka kalau aku yang nungguin kamu disini?"
"Bukan gitu maksud aku. Ya aku senenglah ternyata kamu nyusul kesini juga". Lisha merebahkan kepalanya ke bahu Ando manja.
" Eh by the way Lita mana ya?" Lisha menegakkan kepalanya kembali mencari-cari keberadaan sahabatnya itu.
...****************...
Maaf ya Up-nya dikit-dikit karena masih kleyeng-kleyeng palanya pusing..semoga aku bisa selesain secepatnya cerita Ando dan Felisha ini..
__ADS_1