Suami Sabarku

Suami Sabarku
Bab 46. Fiktor (Fikiran kotor)


__ADS_3

Felisha, Rufi dan Lita akhirnya membiarkan Ando menyelesaikan makan nya tanpa bertanya lagi setelah itu barulah Ando menceritakan kronologis kejadiannya. Ketiga wanita itu tercengang mendengar penjelasan Ando mengapa sampai bisa ia terluka.


Jam sudah menunjukkan pukul 10.30 malam Rufi dan Lita pamit kembali ke kamar masing-masing dengan meninggalkan pesan jika ada yang di butuhkan maka Lisha harus segera menghubungi mereka. Lisha hanya mengangguk. Rasanya kedua sepasang kekasih itu akan merasa canggung jika hanya tinggal berdua di dalam kamar yang sama, tetapi mau bagaimana lagi keadaan lah yang memaksa mereka harus seperti itu.


Benar saja, setelah kepergian Rufi dan Lita keduanya terlihat canggung. Lisha yang bingung akan melakukan apa hanya terdiam menunduk. Sedangkan Ando diam dan tersenyum menatap wanita yang duduk di hadapannya.


Ando menajamkan matanya melihat tetes demi tetes air mata yang jatuh ke tangan Felisha yang berada di pangkuan. Seketika itu ia menyadari kalau kekasihnya itu ternyata sedang menangis. Ando menggeser duduknya, mengikis jarak di antara mereka.


"Hei kenapa menangis hmm?" Meraih dagu wanita yang sedang tertunduk meneteskan air matanya agar ia leluasa melihat wajahnya.


"Maaf.." Hanya itu yang terucap dari bibir Felisha.


Ando mengerutkan keningnya. "Maaf untuk apa?"


"Karena aku, kamu harus pulang hari ini terus dapat musibah kayak gini. hiks hiks..kalau seandainya kamu pulangnya besok pagi..hiks.. mungkin kamu akan baik-baik aja..hiks hiks" Tangis Felisha pecah.


"Bukan salah siapa-siapa sayang, kamu gak boleh ngomong gitu, ini terjadi karena Allah yang mau kan. Kita gak boleh nyalahin takdir. Aku gak papa sayang, nih lihat aku baik-baik aja kan?" Ucap Ando terlihat merentangkan kedua tangannya sambil tersenyum meyakinkan agar Felisha tak semakin merasa bersalah padanya.


"Hiks hiks..." Felisha malah semakin terisak sambil menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Hei..Kok malah tambah kenceng nangisnya". Ando memeluk kekasihnya dengan tangan kanannya sambil meraih tangan Felisha dan di genggamnya erat. "udah dong nangisnya ntar gak cantik lagi lho". Ujar Ando dengan sedikit menggoda Felisha agar tak sedih lagi.


" Tapi kamu tetep mau juga kan walaupun aku gak cantik lagi". Felisha mendelik.


"Hahaha...mau gimana lagi coba, akunya terlanjur cinta sih sama kamu". Ucap Ando yang langsung di hadiahi cubitan. " Aww..sakit sayang". Ando meringis mengusap-usap bekas cubitan Lisha


"ck gombal banget si jadi orang". Lisha mendelik lalu menangkup wajahnya yang terasa hangat ia yakin wajahnya kini me merah.


Felisha menghapus air mata dan ingusnya yang meler dengan bergo nya.


" Ngelapnya pake tisu ah jangan pake hijabnya, jorok sayang". Ando meraih tisu yang berada tak jauh dari duduknya dan menyodorkannya kepada Felisha.


"Hehehe...maaf. kebiasaan". Jawab Lisha cengengesan sambil meraih tisu yang di berikan Ando.


" Jangan di biasain.."


"Siap bos..Inshaallah kalau gak lupa hehe". "Eh Ngomong-ngomong handphone kamu mana? kok gak aktif-aktif si?". Lisha tiba-tiba teringat kalau sejak tadi ia tidak melihat Ando memegang ponsel.


" Oh iya itu ponselnya hilang. Gak tau jatuh atau di ambil orang. Entahlah". Jawab Ando sambil merebahkan tubuh lelahnya ke atas kasur.


"Oohh pantesan dari tadi aku telponin gak aktif-aktif".


" Iya sayang".


"Mamah udah di kasih tahu belum kak?"


"Belum. Jangan di kasih tahu nanti darah tinggi nya kumat".


"Tapi kalau pulang ke rumah kan mamah pasti lihat tuh luka kamu".


" Gak akan sayang. Asal kamunya jangan bilang ke mamah. Aku gak lepas jaket kalau di depan mamah".


Lisha manggut-manggut. "Kamu sanggup bawa mobilnya pulang ke rumah?"


"Sanggup kok. Aku udah lebih baik sekarang asal ada kamu di samping aku". Ucap Ando sambil meraih tangan Lisha untuk di genggamnya.


" Ya udah ayo. Udah malam banget nih".


"Bentar. Aku masih kangen sama kamu. Kamu kangen gak sama aku?"


"Kangeeennnn banget...buruan kak. Kita nanti tibanya larut malam kalau gak jalan sekarang".


" Tapi di rumah nanti kamu nemenin aku sampai tertidur ya dikamar".

__ADS_1


"Iya iya terserah kamu aja nanti". Jawab Felisha asal karena tak ingin berdebat lebih lama lagi. Senyum Ando merekah.


Bangkit dan duduk sejenak kemudian bersiap untuk pulang ke rumah. Tak lupa mereka berpamitan kepada Rufi dan Lita.


Karena malam sudah larut jalanan terlihat lengang. Selama perjalanan menuju rumah Ando tak melepaskan genggamannya sambil sesekali di kecupnya tangan wanita yang sudah mengunci hatinya itu.


Seperti tak merasakan sakit lagi di lengannya, kini Ando terlihat sangat bahagia berada di samping Felisha. Walaupun belum bisa sekamar tapi Ando bersyukur karena kekasihnya itu mau untuk menginap disana di rumah kedua orang tua Ando.


***


Di rumah mamah papahnya Ando,


" Assalamu'alaikum... " Ando memencet bel diikuti dengan ucapan salam.


Tak lama kemudian terdengar bunyi kunci pintu yang hendak di buka oleh seseorang dari dalam sana yang tak lain adalah sang papah. Sebelum membuka pintu papah mengecek terlebih dahulu siapa yang datang, melalui kamera cctv yang terpasang tepat di atas pintu utama rumah itu.


Melihat jam di tangannya sudah pukul 11.47 Ando merasa heran tumben papah belum tidur jam segini.


"Assalamu'alaikum pah..." Ucap Ando saat pintu terbuka dan terlihat sang papah yang membukakan pintu.


"Wa'alaikumsalam..." Jawab papah sambil berjalan masuk ke dalam ruang keluarga yang di ikuti oleh Felisha dan Ando setelah mengunci kembali pintu rumah.


"Papah belum tidur? Mamah mana?" tanya Ando sambil mencium punggung tangan papahnya yang di ikuti oleh Felisha.


"Belum. Papah tadi di ruang kerja masih ada kerjaan. Dikit lagi selesai. Eh tiba-tiba denger bunyi bel, sedikit kaget siapa yang datang malam-malam begini. Langsung papah cek tuh cctv sebelum bukain pintu untuk kalian hehe". Cerocos papah sambil terkekeh. " Mama udah tidur dari tadi. Kenapa gak nelpon dulu kalau kamu pulang malam ini? Biasanya juga ngabarin dulu kan sebelum pulang". Lanjut papah merasa heran dengan kepulangan sang anak tengah malam begini yang setahu papah Ando baru akan pulang besok pagi.


"Tadinya mau pulang besok pah, tapi ada yang kangen gak mau di tinggal". Ucap Ando tersenyum sambil melirik Felisha yang sedari tadi hanya diam mendengarkan percakapan bapak dan anak itu.


"Enak aja.. kebalik pah..kak Ando tuh yang gak betah lama-lama ninggalin aku sampai aku di culik dia harus nginep disini malam ini katanya pah". Adu Felisha kepada calon papa mertuanya.


" hahaha..." Ando seketika tertawa mendengar aduan Felisha kepada papah.


Sebenarnya Ando tak tau harus menjawab apa saat di tanya kenapa tidak mengabari mereka terlebih dulu kalau akan pulang. Jadilah ia memberi alasan karena Felisha tak mau di tinggal.


"Ada siapa sih pah malam-malam begini ribut-ribut". Mamah tiba-tiba datang dari arah kamar utama rumah itu sambil mengucek mata agar melihat dengan jelas. Maklum mamah terbangun dari mimpi indahnya karena mendengar tawa sang anak.


"Lho kamu udah pulang nak? Ini jam berapa sih kok kamu pulangnya malam-malam begini bahaya lho." Cerocos mamah yang belum menyadari kalau disana ada Felisha yang memperhatikan mereka.


Ando kemudian bangkit dari duduknya berjalan mendekat kepada sang mamah lalu mencium punggung tangannya dan memeluknya. Saat mamah membalas pelukannya Ando merasakan nyeri di lengannya karena tersentuh oleh tangan mamah tapi ia menahan sakitnya dan berusaha agar tidak terlihat meringis. Felisha yang melihat itu menahan napas, ikut merasakan ngilunya.


Setelah melepas pelukannya barulah mamah sadar kalau ternyata ada Felisha juga disana.


"Lho..kamu ternyata ada disini juga nak..kalian barengan datangnya atau gimana?" Tanya mamah yang berjalan mendekati Felisha lalu memeluknya erat sambil di goyang ke kiri dan ke kanan. Merasa bahagia akhirnya punya teman lagi di rumah.


"Kak Ando yang culik aku mah sebelum pulang kesini tadi". Ucap Felisha cepat sebelum Ando berbicara. Ando lagi-lagi tertawa mendengar ucapan Felisha.


" Lisha gak mau di tinggal lama-lama mah..kangen banget katanya. hahaha". Ucap Ando yang langsung mendapat delikan maut dari Felisha. Papah dan mamah ikut tertawa mendengar perdebatan kedua sepasang kekasih itu. Sama-sama tak ada yang mengakui di depan orang tua kalau mereka saling merindukan.


Seketika rumah menjadi ramai karena kedatangan Ando dan Felisha.


Mereka mengobrol sebentar lalu kedua orang tua Ando pamit untuk beristirahat. Karena Felisha sudah pernah menginap disana jadi mamah tak perlu lagi menunjukkan kamar untuknya.


"Mamah masuk duluan ya. Kalian jangan lama-lama ngobrolnya nanti ada setan di antara kalian berdua bisa bahaya". Ucap mamah mewanti-wanti keduanya.


" Siap mah..." Ucap Ando cepat.


"Awas ya kamu kalau macem-macem sama Lisha". Ucap mamah lagi sebelum benar-benar masuk ke dalam kamar menyusul sang suami.


Ando tersenyum lebar menampilkan deretan gigi rapihnya kepada Felisha.


" Ngapain kamu senyam senyum begitu? Ayo tidur sana biar cepet pulih tuh lukanya". Ucap Lisha menyuruh kekasihnya itu untuk beristirahat.


"Eits kamu mau kemana?" Ando menahan lengan Lisha yang hendak beranjak menuju kamarnya.

__ADS_1


"Aku mau tidur kak udah ngantuk banget nih".


"Lupa sama janji kamu tadi?"


"Janji apaan?"


"Kamu mau nemenin aku sampai aku tertidur". Ando mengingatkan


" Ya ampun..Ya udah ayo tidur sana aku temenin". Ucap Lisha tak ingin berdebat karena merasa ngantuk.


Ando segera menggenggam tangan Lisha menariknya menuju kamar tidurnya.


Merasa canggung untuk masuk ke dalam Felisha menghentikan langkahnya di depan kamar. Ando mengerti kecanggungan Felisha.


"Gak papa masuk aja sayang. aku gak akan macem-macem".


Lisha kemudian pelan melangkah masuk ke dalam kamar itu. Saat lampu di nyalakan nuansa perpaduan abu muda dan navy sangat terlihat disana dan wangi parfum khas dari tubuh seorang Ando selama ini sangat terasa.


Walaupun hubungannya dengan Ando terbilang sudah cukup lama tapi ini kali pertama ia menginjakkan kakinya di kamar itu. Ragu-ragu Lisha masuk ke dalam dan duduk di sofa yang ada di sana membiarkan Ando masuk ke dalam kamar mandi di kamar itu untuk membersihkan diri.


Mengedarkan pandangan ke segala arah ruangan itu dan matanya terpaku oleh foto yang terpajang di atas nakas. Berjalan untuk melihat lebih dekat anak kecil yang ada di foto itu.


Tak lama kemudian Ando keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian. Terlihat lebih segar. Menatap punggung wanitanya yang sedang membelakanginya itu mendekat lalu memeluknya dari belakang. Felisha sangat terkejut menoleh ke samping dan hendak memutar badannya menghadap sang kekasih namun Ando menahannya agar tak berbalik.


" Jangan berbalik nanti aku gak bisa menahan diri". Bisik Ando di dekat telinga Lisha yang membuat bulu kuduknya meremang. Merasakan jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya. Ini kali pertama Ando memperlakukannya sedramatis itu, Lisha menutup matanya merasakan pelukan Ando yang hangat. Merasakan kecupan di kepalanya yang tertutup hijab dan menghirup wangi tubuh lelaki jangkung itu. Cukup lama mereka berada di posisi itu sampai akhirnya Lisha bertanya tentang foto yang di lihatnya tadi.


"Ini siapa kak?" Tanya Lisha sambil meraih bingkai yang berukuran 5 x 7 cm itu.


"Ganteng gak?" Bukannya menjawab, Ando malah balik bertanya sambil melepas pelukannya dan berjalan menuju sofa dan duduk disana merentangkan tangan kanannya ke atas sandaran.


"Ih di tanya malah balik bertanya..gimana sih".


" Kasih tau dulu dong..ganteng gak?"


"Iya ganteng..cute banget". Ucap Felisha dengan wajah gemas kepada si anak dalam foto.


" Itu aku waktu umur 4 tahun". Ucap Ando bangga.


"Oh ya.. kok gak ada mirip-mirip nya?" Ucap Lisha dengan dahi berkerut sambil membawa bingkai foto itu ke sofa dan mendekatkannya ke wajah Ando.


"Mirip dong sayang..coba lihat baik-baik..samakan?" Menaik turunkan alisnya sambil tersenyum simpul mengikuti senyuman anak yang ada di foto itu.


"Gak ah..gak sama". Lisha kembali berjalan menaruh foto itu kembali ke atas nakas.


"Ya kalau bukan foto aku ngapain aku simpan di kamar aku sayang". Ando berdiri dan menuju ranjang tempat tidur nya.


"Ya kan siapa tau anaknya kak Femy atau anaknya kak Suci. Aku kan belum pernah ketemu sama mereka". Ucap Lisha berjalan menuju sofa.


" Kamu mau kemana sayang. Sini dong". Panggil Ando merentangkan tangannya agar Lisha mendekat.


"Kamu nyuruh aku temenin kamu tidur tapi kamunya ngobrol mulu dari tadi kapan tidurnya kalau gini caranya?" Lisha cemberut sambil mendekat ke arah Ando yang duduk di tepi ranjang dengan kaki menjuntai.


"Ya udah kamu balik ke kamar kamu. Istirahat dulu, nanti di lanjutin ngobrolnya besok kalau masih ada yang mau di tanyain lagi".


" Udah kaya anak sekolah aja aku mah di suruh istirahat dulu nanti pertanyaannya di lanjutin kalau jam istirahat udah habis".


"Hehe..kalau gak mau ya udah sini ngobrol lagi".


" Gak ah. Aku balik ke kamar mau tidur. ngantuk banget dari tadi juga". Felisha segera berbalik menuju pintu dan keluar menuju kamar tempat ia akan tidur. Ando mengikuti langkah Felisha sampai kedalam kamar.


"Kamu ngapain ngikutin aku?" Tanya Lisha heran.


"Kiss dulu dong". Ucap Ando sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Lisha.

__ADS_1


Felisha menahan napas saat Ando mendekatkan wajahnya. Ia berpikir terlalu jauh. Ternyata Ando mendaratkan kecupan dikeningnya. Tak sesuai dengan pikiran kotornya.


...****************...


__ADS_2