
"Kamu jangan lebih bahagia dari ketika bersamaku. Hanya aku yang bisa buat kamu bahagia". Gumam wanita itu.
" Kamu nggak usah banyak macam...aku sudah berusaha mengingatkan kamu dulu sebelum kamu memilih menikah dengan si brengsek itu...tapi emang dasar kamu tidak layak untuk dia, bang Ando terlalu baik untuk kamu. Dia pantas bahagia." Seorang laki-laki mendekati perempuan itu, berbicara dengan sarkas padanya yang tak lain adalah sepupunya sendiri, Abraham.
Abraham begitu mengenal siapa perempuan yang berdiri sendiri dan memandang ke arah kedua mempelai itu yang tak lain adalah Kalista, mantan kekasih Ando.
Abraham datang dengan membawa dua es krim di tangannya. Satu ia sendiri dan satunya lagi ia berikan kepada perempuan itu.
"Kesempatan kamu untuk bersama bang Ando udah selesai. Dan kamu sendiri yang akhiri dengan menyakitinya dulu. Jadi tidak ada alasan untuk kamu kembali. Bang Ando orang yang sangat baik wajar saja dia mendapatkan perempuan baik juga kan". Abraham memasukkan sisa es krim yang ada di tangannya lalu hendak pergi menemui Ando dan Felisha untuk memberikan ucapan selamat.
" Kamu kenapa bicara seperti itu padaku seolah-olah aku ini orang lain, bukan saudara kamu. Kamu dari dulu selalu mendukung dia, nggak pernah mau berpihak sama aku". Kalista mendelik ke arah Abraham.
"Bukan soal memihak padanya atau sama kamu. Aku nggak melihat kamu itu saudara aku atau bukan. Aku hanya melihat kenyataan yang terjadi. Nggak usah banyak omong, ayo kita temui mereka sekarang lalu pulang". Abraham mengajak Kalista menemui Ando dan Felisha namun langsung di tolak oleh Kalista.
" Nggak ah..kamu aja yang kesana..aku mau pulang sekarang.." Ucapnya dan langsung berbalik menuju pintu keluar. Ia memang datang bersama Abraham karena saudara sepupunya itu telah di undang oleh Ando untuk menghadiri acara resepsinya namun Abra tak mau datang sendirian jadi ia mengajak Kalista untuk menemaninya.
"Heii kamu tunggu aku di loby..aku nggak lama. oke?" Abra berbicara sedikit kencang karena riuh musik menggema di ruangan itu.
Kalista terus berjalan dengan menghentak-hentakan kakinya ke lantai tanpa menjawab teriakan Abraham.
Abraham berjalan mendekati Ando dan Felisha sembari tersenyum lebar saat Ando melihatnya.
"Selamat Bang..doa terbaik untuk abang dan Istri." Abraham menyalami dan memeluk Ando sembari mengucapkan kata selamat dengan tulus.
"Aamiin...makasih Bro udah mau datang jauh-jauh.." Ando menepuk-nepuk pelan lengan Abraham. Dan mempersilahkan untuk mencicipi makanan dan minuman yang tersedia disana.
"Sendirian aja Bro..nggak bawa pasangan?" Ando berbasa-basi kepada Abraham. Sebenarnya ia sedari tadi sudah melihat keberadaan Kalista disana namun tak ingin menanyakan perempuan itu. Toh tak ada hubungannya dengan dia.
"Yoi bang..hehehe..belum ada yang jelas" Bisik Abraham kepada Ando dan membuat mereka berdua tertawa.
__ADS_1
"Cepat-cepat di bikin jelas dong Bro. Biar bisa di gandeng ke pesta..Hahaha.."
"Siip siip bang..Okelah Bang gw pamit undur diri..sekali lagi gw ucapin selamat untuk kalian berdua.." Abraham kemudian menyalami Felisha dan pamit pulang karena ada Kalista yang mungkin sedang menunggunya di loby.
"Makasih Bro.." Ando mengacungkan jempolnya ke udara.
Setelah kepergian Abraham, Felisha menoleh dan menatap suaminya.
"Yang tadi siapa kak?" Tanya Felisha.
"Abraham. Saudara sepupunya mantan. hehehe.."
Felisha hanya mengangguk-angguk an kepalanya.
Dari kejauhan Felisha melihat Rufi dan Lita sedang berbincang dengan seorang laki-laki yang sangat di kenalnya yang tak lain adalah Mato. Tak lama kemudian Mato pamit kepada dua sahabat Lisha itu lalu berjalan mengarah kepada Ando dan Lisha.
"Halo Bro..gw datang buat ucapin selamat untuk kalian berdua..gw emang udah kalah telak dari lu..gw harap lu jagain Lisha baik-baik..jangan pernah nyakitin dia..karena kalau sampai lu coba nyakitin hatinya..ingat ada gw yang selalu nungguin jandanya.." Bisik Mato ke telinga Ando saat menyalami dan memeluknya. Terlihat rahang Ando mengeras.
"Selamat Sha...aku ikhlas melepasmu tapi aku masih akan selalu menunggumu datang padaku, jika suatu saat kamu sudah lelah berada di sisinya." Mato sedikit mendekatkan wajahnya ke samping wajah Felisha. Ia berbisik namun masih terdengar oleh telinga Ando.
Ando langsung meraih pinggang istrinya sampai tubuh mereka menempel. Sedangkan Felisha tak menanggapi ucapan Mato. Lisha tersenyum kecut menatap sang mantan kekasih.
Setelah mengucapkan kata-kata itu, Mato kemudian pergi meninggalkan tempat pesta tanpa mencicipi hidangan yang tersedia disana. Mato pergi dengan hati yang berkecamuk. Mencoba mengikhlaskan namun ternyata itu tak semudah yang di pikirkannya.
Sebelum menghadiri resepsi pernikahan Ando dan Felisha, Otaknya berperang melawan hatinya. Otaknya memaksa ia untuk datang namun hatinya bertolak belakang dengan yang ada di pikirannya. Hatinya tak ingin melihat kenyataan kalau ia sudah benar-benar kalah, namun Ia berpikir mungkin ini akan menjadi kesempatan terakhir baginya bisa bertemu dan mengutarakan isi hatinya. Akhirnya Mato memilih datang ke acara pesta malam ini.
Setelah kepergian Mato, Ando mengajak Felisha ke panggung musik. Felisha terlihat bingung dengan apa yang akan di lakukan suaminya. Ia hanya mengikuti kemana Ando membawanya.
Acara pesta yang di rancang dengan akrab dan kekeluargaan sehingga para tamu undangan bebas berbincang dengan tamu-tamu yang lainnya. Dan ada beberapa orang yang sudah menyumbangkan suaranya disana bernyanyi untuk kedua mempelai termasuk Iman sahabat Ando dan juga Felisha yang baru saja turun dari panggung setelah menyanyikan beberapa lagu.
__ADS_1
Ando terlihat berbicara sebentar kepada band musik pengiring selama pesta berlangsung sejak tadi. Kemudian meraih mic yang di berikan oleh MC.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh...saya ucapkan banyak terimakasih kepada tamu undangan yang sudah menyempatkan diri untuk hadir di acara pesta resepsi pernikahan kami..dan kali ini saya ingin membawakan lagu untuk istri saya tercinta..semoga saja dia menyukainya.." Ando menoleh dan tersenyum menatap Felisha.
"Mohon maaf kalau masih banyak salahnya.."
Ando segera menarik tangan istrinya mendekat ke piano yang ternyata sudah di siapkan disana untuk perform nya. Ando duduk di belakang piano sedangkan Felisha berdiri di samping. Kemudian Ando mulai memainkan lagu Marriage d'Amour dari Jacob's Piano. Lagu yang sudah hampir tiga bulan ini ia pelajari. Kurang lebih tiga bulan lamanya ia berlatih demi tampil di acara resepsi malam ini di depan Istri dan para tamu undangan.
Ternyata selama menjelang pernikahan, ia sibuk berlatih memainkan piano dengan membawakan lagu itu. Ia ingin memberi kejutan yang mungkin tidak akan terlupakan bagi Felisha istrinya.
Saat Ando mulai memainkan piano semua mata tertuju di panggung itu, semua terdiam mendengarkan lagu yang di mainkan Ando. Felisha tampak berkaca-kaca menatap laki-laki yang sedang memberikan kejutan padanya. Felisha begitu terharu melihat suaminya memainkan piano dengan lagu kesukaannya. Perasaan terharu yang ia sendiri tak tahu harus bagaimana mendeskripsikan nya.
Ando memainkan pianonya sambil sesekali menoleh kepada Felisha, menatapnya dengan penuh cinta. Sedangkan yang di tatap sudah meneteskan air mata harunya. Felisha tersenyum di tengah air matanya yang meluncur bebas di pipinya. Benar-benar merasakan cinta yang tulus dari Ando suaminya.
Semua orang ikut hanyut dalam alunan musik piano yang di mainkan Ando. Tanpa terkecuali Rufi dan Lita yang terlihat berdiri tak jauh dari panggung sambil berpegangan tangan menatap ke arah Felisha dan Ando. Keduanya ikut meneteskan air mata, begitu terharunya mereka melihat kebahagiaan sahabat mereka yang selama ini sudah seperti saudara.
Iman dan juga Bara tak kalah terharunya dari mereka yang ada di sana. Iman merasa bangga telah menjadi pak comblang di antara Ando dan Felisha. Ia bangga telah menyatukan dua orang sahabatnya ke dalam bingkai rumah tangga. Menyatukan Ando dan Felisha sampai ke tahap pernikahan. Suatu kebanggaan baginya berhasil mempertemukan sepasang anak manusia hingga ke pelaminan.
Setelah musik piano berakhir, Ando berdiri dan menghampiri Felisha. Tanpa di duga Ando mendaratkan kecu*** di bibir istrinya, perlahan melu*** nya dan kali ini Felisha membalas ciuman Ando di tengah air mata haru yang terus turun membasahi pipinya. Senyum tipis terbit di bibir Ando.
Rufi dan Lita tak henti-hentinya merasakan haru saat melihat keduanya. Mereka yang melihat perjalanan hubungan keduanya. Bagaimana Lisha yang terpaku oleh masalalunya dan Ando yang begitu baik dan sabar menghadapi Felisha. Tak pernah marah ketika mendapati Felisha belum bisa memberikan hati dan cinta untuknya. Dengan sabar Ando tetap menemani Felisha tanpa meninggalkannya sampai ia berhasil mengambil hatinya dan membawa Felisha ke gerbang kebahagiaan InsyaAllah...Benar-benar Ando laki-laki sempurna.
Tidak ada kata yang bisa melukiskan bagaimana sempurnanya Ando di mata Felisha. Tidak ada kata yang bisa menggambarkan kebahagiaan Felisha dan Ando malam ini, terlebih orang tua mereka masing-masing yang melihat bagaimana kebahagiaan yang menyelimuti anak mereka saat ini.
Mulai hari ini Ando dan Felisha bertekad akan menghadapi dan menyelesaikan ujian rumah tangga yang mungkin akan datang seiring waktu berjalan. Keduanya berkomitmen akan menyimpan cerita masalalu masing-masing di tempat semestinya.
...****************...
Sudah yaa...Ando dan Felisha sudah berbahagia..
__ADS_1
Jadi gimana nih..mau lanjut melihat perjuangan mereka berdua dalam menjalani bahtera rumah tangga?? Mohon dukungannya...🙏🏻
...****************...