
Felisha menatap lekat wajah Ando yang tertawa-tawa. "Aku gak tega nyakitin dia. Aku gak akan nyakitin orang yang sangat tulus padaku, berada di sampingku di masa-masa sulitku". Itu yang ada di hati Felisha kini. Tanpa sadar ia ikut tersenyum lebar melihat tawa tulus sang kekasih.
"Udah..jgn ketawa mulu. Kamu kapan pulangnya?". Tanya Felisha.
" Kenapa? udah kangen banget ya? baru juga sehari udah gak sabar nungguin abang pulang".
"Ih kamu apaan siii..dari tadi ngegodain mulu..aku matiin nih". ancam Felisha yang lagi-lagi mengundang tawa Ando.
" Jangan dong. Aku becanda sayang. Aku tuh capek banget seharian ini ketemu klien. Jadi sekarang aku manfaatin buat ngobrol sama kamu sebelum tidur. Aku kangen kamu sayang. Kamu kangen gak sama aku?" tanya Ando dengan wajah penuh harap, berharap Lisha juga merasakan hal yang sama dengannya.
"Kangen gak?" Ando mengulangi pertanyaannya melihat Felisha terdiam.
Felisha mengangguk kecil dengan malu-malu. Sambil menunduk ia menjawab. "Ya. Kangen banget".
Senyum Ando langsung merekah. Betapa bahagia hatinya mendengar pengakuan Felisha. Walaupun Lisha tak pernah membalas kata cinta yang selalu di ucapkannya, setidaknya kehadirannya begitu di harapkan oleh sang kekasih itu sudah cukup bagi Ando. Buktinya, hingga saat ini Felisha tak pernah menduakannya. Bukankah itu sudah cukup membuktikan bahwa sebenarnya Felisha juga mencintainya? hanya saja sang kekasih masih malu mengakuinya.
" Kalau besok kerjaan ku belum beres, berarti aku pulangnya lusa sayang. Gak papa kan?"
"Kok gitu? Tadi katanya sehari aja terus pulang". Ucap Lisha sambil cemberut.
Tak ada jawaban dari Ando. Namun hanya senyum lebar yang terukir di bibirnya.
" Ih malah senyam senyum gitu. Gak jelas banget deh". omel Felisha dengan bibir yang sudah 5 senti maju ke depan.
"Bibirnya biasa aja dong sayang. Atau mau aku pulang sekarang juga bisa. Tapiiii...." Ando menjeda ucapannya.
"Tapi apa?" Tanya Lisha cepat.
"Kamu mau aku jemput terus nginap di rumah. Boleh ya?".
Lisha diam memikirkan tawaran Ando. Sebenarnya ini bukan pertama kali bagi Lisha menginap di rumah calon mertua. Tapi waktu itu karena sang calon mamah mertua kesehatannya sedang terganggu sedangkan Ando dan sang calon ayah mertua sedang berada di luar kota, jadilah dia yang menemani mama di rumah.
" Gimana..mau gak?" Karena Felisha hanya diam, Ando memastikan lagi tawarannya di terima atau di tolak.
"Mama kurang enak badan lagi ya kak?" Tanya Lisha.
"Enggak kok. Mamah baik-baik aja".
" Terus..kenapa mau aku nginap di rumah kamu?"
"Ya pengen aja sayang. Udah lama banget kan kamu gak nginep di rumah. Mamah pasti seneng banget kalau kamu nginap". Dasar Ando bisa aja mamah di jadiin alasan. Padahal emang dianya aja yang mau. hehe
"Mmm..." Lisha terlihat berpikir.
"Emang keburu kalau pulang sekarang? kamu udah gak ada kerjaan lagi besok?" Tanya Lisha.
__ADS_1
"Udaah..udah beres semua kok. Kalau aku jalan sekarang Inshaallah nyampe situ sebelum maghrib. Kan normalnya paling lama kalau gak kena macet itu dua jam an kan perjalanan".
" Oohh...ya udah aku tunggu sebelum maghrib". Jawab Felisha malu-malu yang membuat senyum Ando kembali merekah menampilkan gigi rapihnya.
"Jadi oke kan nginap di rumah?" Sekali lagi Ando memastikan maksud ucapan sang kekasih.
"Iya iyaa..okeee.." Ucap Lisha.
"Yes. Aku berangkat sekarang ya.."
"Enggak..taon depan". Kesal Felisha.
" Hahaha. Ya udah aku tutup dulu telpon nya sayang. Assalamu'alaikum... " Ando dengan semangat empat lima berkemas untuk pulang.
"Wa'alaikumsalam..." Felisha menutup panggilan nya lalu kemudian juga berkemas. Menyiapkan segala sesuatunya untuk menginap di rumah calon mertua.
Tak lupa Lisha memberi tahu ke dua sahabatnya bahwa malam ini ia akan di jemput oleh Ando untuk menginap di rumahnya.
"Lho..emang kak Ando udah balik Sha?" Tanya Rufi.
"Katanya mau balik sekarang, kalau gak kena macet Inshaallah nyampe sini sebelum maghrib". Ucap Felisha sambil tangannya tak berhenti bergerak menyiapkan barang yang akan dia pakai selama berada di rumah calon mertua.
" Oohhh..syukurlah kalau gitu".
"Cielaahh...semangat amat yang mau ketemu calon mertua". Goda Lita.
"Yeee kayak sendirinya udah punya calon mertua aja ngatain orang". Lita tak mau kalah.
" Hahaha..." Mereka bertiga akhirnya tertawa bersama.
"Sabar ya jones-jonesku yang cantik dan baik hati. Percayalah semua akan indah pada waktunya". Ucap Lisha yang langsung di bantah oleh ke dua sahabatnya itu.
" Enak aja jones. Gak lah yaa..kita gak ngenes kali. Ya kan Fii". Lita dan Rufi tos-tosan. Sesama jomblowati saling mendukung kalau mereka memang jomblo namun tetep hepiiii menikmati ke jomblowati an mereka. hihi
"Iya deh iyaa..yang jomblo tapi gak ngenes". Ucap Lisha yang lagi-lagi membuat mereka semua tertawa.
Felisha sejenak melupakan kehadiran Mato tadi siang. Rufi dan Lita pun ikut senang mendengar kabar jika Ando akan pulang hari ini. Apalagi Ando akan menjemput Felisha untuk menginap di rumahnya. Itu membuat mereka lebih tenang karena setidaknya pikiran Felisha sedikit teralihkan dari sang mantan.
***
Pukul 17.30 Ando belum juga tiba. Berkali-kali Felisha mencoba menghubungi nomer ponsel nya namun tak kunjung ada jawaban. "Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau di luar jangkauan" selalu saja suara operator yang menyambutnya.
Lisha mulai gelisah. Memikirkan cara agar ia mendapatkan informasi tentang keberadaan sang kekasih secepatnya.
Mencoba menghubungi mamah menanyakan apakah Ando sudah tiba di rumah atau belum. Mungkin saja Ando langsung ke rumah untuk mandi atau sekedar berganti pakaian lalu menjemputnya di kos an.
__ADS_1
"Halo mah..Assalamu'alaikum..." Ucap Felisha saat sambungan telepon terhubung.
"Wa'alaikumsalam Sha...kamu apa kabar nak. Kok gak pernah nengokin mamah?" Jawab mamah di seberang sana.
"Naga-naganya kak Ando belum ada di rumah nih". Pikir Felisha.
" Aku baik mah Alhamdulillah... mamah sama papah gimana kabarnya? Sehat kan?"
"Baik juga Alhamdulillah...kamu kapan main kesini? Sepi banget mamah sendirian aja di rumah". Ucap mamah yang langsung membuat si papah menoleh. " Dia anggap apa aku ini bilang sendirian aja di rumah". pikir papah sambil geleng-geleng kepala dan kembali membaca koran yang ada di tangannya.
"Kesempatan buat nanya nih apakah kak Ando ada di rumah atau gak". Batin Felisha.
"Papah sama kak Ando emang gak ada di rumah ya mah?"
"Papah ada siihh..tapi kan kamu tau sendiri papah kayak gimana. Papah tuh suka sibuk sendiri dengan kolam ikan nya. Mana peduli dia sama mamah". Ucapan mamah lagi-lagi membuat papah geleng-geleng kepala, menarik nafas dan di hembuskan dengan kasar. Sungguh kejam fitnah dari mamah.
"Ando kan masih di luar kota sayang. Dia belum ngabarin kamu ya kalau dia hari ini sedang ada tugas keluar kota? bener-bener ya anak itu. Awas aja kalau pulang tak jewer telinganya. Bisa-bisanya dia lupa ngabarin kamu". Lanjut mamah menggebu-gebu diikuti dengan tangan yang seolah sedang menjewer telinga. Papah hanya menoleh sebentar lalu lanjut membaca.
" Eh enggak ko mah. Kak Ando udah ngabarin tadi pagi tapi aku kira dia udah balik makanya aku nelpon mamah". Maksud hati mau basa basi nanyain keberadaan sang kekasih malah kelamaan dengar mamah dede curhat.
"Belum. Ando belum balik. Tadi katanya besok pagi baru bisa berangkat dari sana. Dia gak ngabarin kamu kalau malam ini dia nginap disana?" Tanya mamah lagi membuat Lisha kebingungan harus menjawab apa. Takut salah jawab jadi dia bilang aja "Belum, mungkin masih sibuk kerja".
"Iya. Mungkin sibuk banget. Maafin Ando ya Sha. Dia emang gitu kalau udah kerja kadang lupa waktu". Ucap mamah sendu.
" Eh enggak papa kok mah Lisha maklum. Mungkin sibuk banget dia nya. Tenang aja mah. Kalau udah gak sibuk kak Ando pasti ngabarin". Ucap Lisha menghibur wanita yang sudah menghadirkan kekasihnya ke dunia ini.
"Mmmm...Mah udah dulu yaa..udah adzan maghrib nanti Lisha telpon lagi, salam sama papah". Ucap Lisha ingin mengakhiri sambungan telepon nya. Ia sudah bisa menebak kalau Ando belum tiba di rumah.
" Ya udah Sha. Nanti main kesini ya biar mamah ada temen bosan di rumah sendirian mulu". Ucap mamah masih tak menganggap ada papah di rumah itu yang sudah menemaninya selama puluhan tahun. Mamaaahhh mamah
"Inshaallah mah Lisha usahain secepatnya main kesitu. Ya udah ya mah..Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam..."
tut tut tut...sambungan telepon terputus.
Felisha buru-buru kembali mencoba menghubungi handphone Ando namun lagi-lagi hanya suara operator yang menjawab panggilan nya.
"Aahhh kak Ando kamu kemana siihhh...kok ponselnya gak aktif aktif dari tadi. Apa mungkin batrenya habis terus kena macet ya makanya belum nyampe-nyampe". Pikir Felisha mencoba positif thinking. Perasaannya tak tenang jika belum ada kabar dari Ando.
" Tapi kalau batrenya habis di mobil kan bisa di charger ".
" Kak Ando perasaan aku gak tenang kalau kamu belum ada kabar. Pliiissss jangan buat aku ketakutan kayak gini". Ucap Felisha sambil menggenggam ponselnya ke depan dad*.
Menyimpan handphone miliknya di atas meja lalu segera bersiap untuk melaksanakan kewajibannya menyembah pemilik bumi dan seisinya. Berdoa agar sang kekasih selalu dalam lindungan yang maha kuasa. Tiba dengan selamat tanpa kurang suatu apapun.
__ADS_1
...****************...