
Karena aku tidak mungkin kembali bekerja dengan penampilan ku yang seperti ini, akhirnya aku memilih ikut pulang bersama kak Ando.
Perlahan mobil melaju meninggalkan area rumah sakit. Kami pun memilih pulang ke kos an. Aku butuh istirahat, energi ku begitu terkuras hari ini.
Dalam perjalanan, di dalam mobil kami sama-sama terdiam tak ada yang mengucap satu patah kata pun namun tanganku masih saja ia genggam erat walau aku sudah meminta untuk ia lepaskan karena sedang mengemudi.
Aku memilih menyandarkan kepala sejenak, tak butuh waktu lama aku pun terlelap, entah berapa lama aku tertidur sampai aku di bangunkan oleh kak Ando setelah tiba di kos an.
"Sayang..sayang..kita udah sampe di kos an.." Kak Ando mengusap-usap pipiku dengan lembut sampai aku tersadar dari tidur ku dan perlahan membuka mata melihat senyumnya yang teduh menenangkan, aku menegakkan tubuhku melihat-lihat sekeliling. Benar saja ternyata kami sudah sampai di kos an.
"Kita udah sampai..maaf kak aku ketiduran". Ucapku tak enak hati.
" Nggak papa sayang..kamu kelelahan". Kak Ando mengusap pelan kepala ku.
"Turun yuk.." Ajaknya. Aku mengangguk, segera turun dari mobil dan berjalan menuju kamar.
Setelah aku membuka pintu kamar, aku gegas masuk dan mempersilahkan kak Ando ikut namun ia memilih duduk di teras dan membiarkan aku untuk membersihkan diri.
Sekarang aku merasa sudah jauh lebih baik. Aku penasaran bagaimana bisa kak Ando ada disana tadi. Sejak tadi aku ingin menanyakan hal itu, tapi aku urungkan karena kondisinya tidak tepat. Mungkin lebih baik aku tanyakan sekarang sebelum ia pulang.
"Kak..kok bisa kamu berada di sana tadi?" Tanyaku dengan menatap menunggu jawabannya. Saat ini kami sedang duduk bersama di depan kamar.
Ia tak langsung menjawab. Cukup lama ia terdiam seperti memikirkan sesuatu.
"Aku dapat pesan dari Lita. Katanya saat makan siang tadi kalian bertemu dengan laki-laki itu. Dan setelah makan dia mengajakmu berbicara berdua, sedangkan Lita tak di izinkan menemanimu saat berbicara berdua dengan nya".
__ADS_1
" Tapi kenapa kamu bisa tau kalau kami berada di balkon rumah sakit itu?" Aku sungguh penasaran dengannya. Mungkinkah ada seseorang yang mengetahui keberadaan kami disana namun tak aku ketahui ataukah kak Mato dengan sengaja mengirimkan pesan kepada kak Ando dan memberi tahu nya kalau kami berada di balkon itu hanya berdua untuk membuat kak Ando salah paham padaku. Entahlah..
Lagi-lagi kak Ando diam.
"Tanpa kamu ketahui...Aku sebenarnya pernah memasang aplikasi pelacak lokasi terkini di handphone kamu. Karena aku takut jika suatu saat kamu berada dalam keadaan yang tidak bisa aku ketahui. Makanya aku terpikir untuk memasukkan aplikasi itu di ponselmu. Maaf tidak memberi tahumu sebelumnya".
Aku ternganga mendengar penjelasan nya barusan. Ternyata dia begitu takut terjadi sesuatu padaku yang tidak di inginkan. Sebegitu pedulinya ia dengan keselamatan ku. Aku sangat terharu dengan apa yang sudah ia lakukan untuk ku ini.
" Sayang..."
"Sayang..."
"Eh iya kenapa kak?" Aku tersadar dari lamunan ku ketika kak Ando menepuk pelan punggung tangan ku yang sedari tadi ia genggam.
Aku mengangguk pelan lalu tersenyum manis padanya.
"Makasih ya udah begitu peduli padaku".
" Kok ngomongnya gitu sayang?..Aku ngelakuin itu semua karena kamu segalanya bagiku..aku nggak akan maafin diriku sendiri kalau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan sama kamu."
Aku semakin tersenyum lebar menatapnya."pokoknya terimakasih..." Ucapku.
"Hanya ucapan terimakasih? Nggak ada hadiah spesial?" Ucapnya tersenyum jahil. Aku mengerutkan keningku, emang selain mengucapkan terimakasih aku harus gimana lagi.
"" Maksudnya kak?" Tanyaku bingung. Ku lihat kak Ando menunjuk-nunjuk bibirnya dengan telunjuknya lalu tersenyum lebar membuat ku tersipu malu. Wajah ku seketika menghangat.
__ADS_1
"Ih apa sih..." Aku memukul pelan lengannya. Seketika tawanya pecah. Bahagia sekali dia menggodaku. Untung saja kos an sedang sepi. Tak ada orang karena sedang di tempat kerja masing-masing.
"Sekali aja sayang.." Ucapnya. Dan lagi-lagi membuatku malu.
"Nggak mau.." Aku menolaknya dan langsung berlari masuk ke kamar. Malu sekali rasanya kalau aku harus menciumnya.
"Oohh kamu maunya disini ya..nggak mau di luar takut di lihat orang? Hahaha" Suara baritonnya mengagetkan ku. Ya ampun ternyata dia mengikuti ku masuk ke kamar. Bicara apa dia..
"Ih siapa yang maunya disini.." Aku berbalik dan mendelik ke arahnya dengan wajah memerah menahan malu.
"Hahaha...terus kenapa kamu masuk ke kamar ninggalin aku sendirian di luar.." Ucapnya sambil berjalan pelan ke arah ku. Eh mau apa dia..Jantung ku kenapa begini berdetak tidak karuan..waduh..jangan sampai kak Ando mendengarnya bisa-bisa dia akan semakin menggodaku.
Dan sekarang dia mengungkung tubuh ku ke dinding kamar. Ia mendekatkan wajahnya ke wajahku sampai aku merasakan hangat hembusan nafasnya. Seketika aku menutup mata ketika ia menempelkan bibirnya ke sudut bibirku. Perlahan menggeser dan melu*** nya dengan lembut. Benar-benar lembut sampai ku rasakan lutut ku seperti tidak kuasa menahan beban tubuh ku.
Ia segera meraih pinggang ku dengan erat membuat tubuh ku menempel ke tubuhnya. Aku merasakan ada sesuatu yang mengeras di bawah tubuhnya. Lagi-lagi otak ku ingin menolak namun tubuhku tak mampu menolaknya. Aku semakin terbuai saat ia membawa ku duduk di pinggir kasur tanpa melepaskan tautan bib**.
Aku sampai tak menyadari ketika tubuh besar kak Ando sudah berada di atasku dengan posisi berbaring. Menindih ku sampai ku rasakan inti tubuhnya. Setelah kak Ando melepaskan tautan kami untuk memasok udara sebanyak mungkin sebelum ia melanjutkan..dengan susah payah aku berbicara.
"Kak..a aku..aku.." Tak sempat menyelesaikan ucapan ku..Sepertinya kak Ando mengerti maksud ku. Ia segera menggulingkan tubuh nya ke samping ku. Meraih tubuhku lalu di peluknya erat.
"Maaf sayang...aku hampir saja lupa diri.." Ucapnya masih dengan nafas tersengal. Aku tak mampu menjawab karena juga masih dengan dada naik turun karena nafas tersengal.
Aku menutup mata sembari mengatur nafas. Kak Ando aku hampir saja...ah sudahlah...kali ini kami hampir saja ke bablasan.
...****************...
__ADS_1