Suddenly Married

Suddenly Married
Nggak Seharusnya Takut


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan hingga 20 menit, akhirnya mobil yang dikendarai Nita berhenti di depan sebuah rumah dengan pagar yang menjulang tinggi dan terlihat minimalis.


" Ini rumah suami Lo?!" tanya Nita yang membuka kaca mobilnya agar bisa melihat rumah suami sahabatnya.


" Hmm..." gumam Tiara menjawab pertanyaan Nita sambil menganggukkan kepalanya.


Nita berdecak kagum saat melihat rumah Rivan dari dalam mobil, meskipun dia hanya melihat bagian depannya saja. Dapat dia pikirkan bagian dalam rumah tersebut pastilah sangat mewah dengan perabotan rumah tangga yang mahal dan berkelas. Tapi decakannya langsung berhenti ketika Nita mengingat sesuatu yang harus dia lakukan saat ini.


Alasan dirinya ingin mengantar Tiara pulang adalah karena tidak tega dengan banyaknya barang bawaan Tiara yang begitu banyak hasil menjarah dari berbagai toko. Tadi Tiara sempat mengajak Nita untuk berbelanja di tempat lain. Alhasil belanjaan Tiara kini yang lebih banyak daripada belanjaan milik Nita sendiri.


Selain itu juga karena Nita ingin mengetahui di mana Tiara sekarang tinggal, mungkin kapan kapan dirinya ingin main ke rumah Tiara jadi dia tau dimana Tiara tinggal bersama Rivan. Dan satu alasan terakhir yang terpenting adalah mengganti belanjaan baju daster Tiara dengan belanjaan lingerie yang telah dia pilihkan tadi sebelumnya.


Bukan tanpa sebab dia ingin Tiara agar lebih berani dan mau memakai gaun tersebut di depan suaminya. Syukur syukur dengan ide gilanya tersebut membuat Rivan tergoda dengan Tiara hingga dia meminta haknya setelah melihat tubuh seksi Tiara dengan gaun yang telah dia pilihkan.


" Gila ya, baru kali ini gue lihat Lo belanja sebanyak itu!" seru Nita saat dia melihat belanjaan Tiara yang menggunung di kursi belakang.


Selama ini Nita ataupun Tiara memang tidak pernah pergi belanja sebanyak tadi. Biasanya mereka hanya membeli sewajarnya saja sesuai dengan budget keuangan di dompet mereka. Dan mereka akan berbelanja banyak jika ada diskon besar besaran, mereka akan berburu dengan cepat untuk bisa mendapatkan barang barang dengan harga murah.


" Aji mumpung, Nit" sahut Nita yang membuat mereka berdua langsung tertawa di dalam mobil, mengingat Tiara begitu kewalahan untuk menghabiskan uang jajan dari suaminya dengan jumlah uang pemberian yang fantastis.


" Ini Lo bisa angkat sendiri atau gue bantuin?" tanya Nita sambil berharap Tiara menolak bantuannya sehingga dia tidak perlu turun dari mobilnya, karena saat ini kakinya sudah terasa pegal.


Tiara tersenyum melihat ke arah Nita dan mengetahui kalau sahabatnya tersebut sedang kelelahan.


" Tenang aja... nih gue udah panggil bala bantuan" ucap Tiara memasukkan ponselnya setelah mengirimkan pesan pada seseorang.


Tidak lama kemudian, keluarlah seorang pria yang tampan dan gagah seiring dengan terbukanya pagar rumah secara otomatis. Pria tersebut memakai polo shirt dan celana selutut. Pria tersebut berjalan dari kejauhan dengan senyum cerah saat menyambut sang istri yang bersiap siap untuk membuka mobil Tiara.

__ADS_1


" Wahh.. aslinya keren juga ya si Rivan" ucap Lilian menahan kagum menatap ke arah Rivan yang berjalan menghampiri mobilnya, tapi kemudian dia ingat bahwa dirinya telah menikah dan juga mengingat bahwa sosok pria yang dia kagumi barusan adalah suami dari sahabatnya.


Lalu Nita memperhatikan Tiara yang memandang suaminya yang sedang berjalan mendekat. Dapat Nita lihat dalam tatapan tersebut ada perasaan cinta dan juga rasa percaya. Dia mengulum senyum dan berharap ide konyolnya dan sedikit sentuhan darinya bisa menambah warna baru dalam pernikahan Tiara. Dia yakin bahwa dengan sedikit dorongan dari dirinya tersebut semua rencananya bisa berhasil.


" Lo nggak seharusnya takut, Ara" kata Nita pada Tiara.


Tiara yang bersiap membuka pintu mobil langsung menghentikan tangannya dan menengok ke arah Nita dan melihat Nita yang sedang tersenyum ke arahnya. Seolah senyum itu berusaha membuat Tiara tenang atas pikiran buruknya selama ini.


" Lo lihat si Rivan. Dengan kepercayaan yang Lo punya ke dia, apa Lo bisa masih mikir kalau dia bakalan nyakitin lo?" tanya Nita yang memberikan sentuhan lembut akan kata katanya mencoba untuk membuka pikiran Tiara.


Dari dalam mobil Tiara melihat Rivan yang hampir sampai di sebelah mobil Nita. Tiara termangu sejenak mencerna pertanyaan Nita. Tanpa menjawab ataupun membalas maksud pertanyaan Nita, Tiara tau apa maksud dari pertanyaan Nita, yang pastinya mengenai 'the first night'.


" Lagian, malam pertama itu nggak bakal lebih sakit daripada sakitnya ditinggal sama cowok pas lagi sayang sayangnya. So... apa yang kamu khawatirkan?" kata Nita yang langsung merasuk dalam pikiran Tiara.


Rivan berdiri di sebelah mobil Nita, lebih tepatnya di di pintu mobil tempat duduk istrinya. Dia langsung mengetuk kaca jendela di sebelah Tiara saat melihat istrinya masih terdiam seolah melamun dan tidak menyadari kehadirannya tanpa ada niat keluar dari dalam mobil.


" Hai, sayang" sapa Rivan dari luar dengan badan membungkuk agar bisa melihat ke dalam mobil dengan tersenyum ke arah istrinya dan Nita. Tangannya juga langsung menggenggam tangan Tiara yang ada di pintu mobil.


" Hai, Rivan" Nita menyapa Rivan saat pandangan mata mereka bertemu dan melempar senyuman, sedangkan Tiara hanya diam saja sambil tersenyum melihat suaminya yang begitu tampan.


" Hai, Nita" balas Rivan dengan tersenyum tipis. " Senang bisa bertemu lagi" lanjut Rivan dengan ramah.


" Sama sama, senang juga bisa bertemu lagi dengan kamu" sahut Nita yang mencoba berbicara sesopan mungkin.


" Giman hari ini? kalian senang?" tanya Rivan yang malah senang saat mengintip ke belakang dimana terdapat banyak kantong belanjaan di kursi belakang.


" Ohh...kami tentu sangat bersenang senang... kamu sendiri sama sebentar lagi juga akan mendapatkannya..." kata Nita tersenyum licik sambil mengangguk anggukan kepalanya berlebihan.

__ADS_1


Rivan dan Tiara saling menatap bingung, lalu kedua alis mereka mengernyit menatap Nita penuh selidik. Mereka berdua sama sama tidak mengerti dengan keanehan Nita yang satu itu, sehingga mereka memilih mengabaikannya.


Rivan membantu Tiara membuka pintu mobil agar Tiara segera keluar dari sana. Tiara sendiri langsung keluar layaknya seorang putri yang keluar dari kereta kencana karena Rivan terus memegang pintu agar terbuka sempurna dan Tiara bisa keluar dari sana.


Rivan langsung memeluk pinggang Tiara sambil menutup pintu mobil dengan pelan. Dengan gerakan cepat Rivan langsung mencium mesra bibir manis Tiara, tak peduli bahwa Nita masih ada di dalam mobil melihat mereka sedang bermesraan.


" Mas..." Tiara menghentikan kecupan Rivan yang penuh gairah karena merasa malu dilihat oleh Nita. Meskipun bibirnya tak dapat menyembunyikan kegembiraannya karena mendapatkan serangan mendadak tersebut.


Nita sendiri nampak tidak keberatan dengan pemandangan itu. Justru dia malah tersenyum melihat kemesraan mereka, karena baginya tidak ada yang aneh saat sepasang suami istri sedang bercumbu mesra.


" Hampir semua kantong itu belanjaan aku, mas. Bahkan aku juga membayar semua belanjaan Nita" kata Tiara berharap suaminya akan terkejut dan menatapnya dengan tatapan tidak suka. Dia juga tidak sabar mendengar Rivan yang mengatai Tiara boros. Tapi semua diluar ekspektasi Tiara, suaminya itu malah terlihat sumringah.


" Bagus dong... terima kasih sudah mau menerima pemberian aku..." ucap Rivan bahagia lalu mengecup kening Tiara.


Saat ini justru Tiara terkejut dan merasa kecewa karena strateginya salah besar. Rivan nampaknya sangat puas jika Tiara semakin banyak menghabiskan uang darinya.


Sementara itu Nita yang dapat mendengar obrolan mereka merasa iba dengan Rivan. Karena dari pandangannya Rivan sedari tadi mencoba mencuri kecupan dan sentuhan dari Tiara yang tidak tahan untuk meminta lebih.


" Ini semua belanjaan Tiara" kata Nita sambil memberikan beberapa kantong belanjaan pada Rivan. Rivan mengambil semua kantong belanjaan yang diambil Nita dari kursi belakang.


" Gue langsung cabut ya" pamit Nita.


" Gak mampir dulu?" tanya Rivan sambil memeluk pinggang Tiara.


Nita menggeleng cepat. " Mau nyobain baju baru, hehehe...." ucap Nita penuh arti saat menolak ajakan Rivan untuk masuk ke dalam rumahnya.


Tiara tau pasti apa yang dimaksud Nita adalah kumpulan lingerie yang baru dibelinya. Nita kemudian melajukan mobilnya meninggalkan Tiara dan Rivan. Dalam mobilnya Nita melirik puas ke kursi belakang dimana terdapat kantong belanjaan yang berisi daster pilihan Tiara. Sampai saat ini rencananya telah berhasil dan berharap Rivan akan membuat sukses rencananya.

__ADS_1


__ADS_2