Suddenly Married

Suddenly Married
Hadapi Masa Lalu Bersama


__ADS_3

Seperti biasa Tiara selalu ngajak Nita makan siang bersama di luar atau di ruangannya jika dia sedang ada masalah dan ingin curhat dengan sahabatnya itu. Nita sudah memesankan makanan untuk makan siang mereka di butik.


" Kayaknya Lo lagi ada masalah, ya?" tanya Nita yang sudah bisa menebak setelah melihat raut wajah sahabatnya.


" Hemm..." Tiara hanya bergumam dan mengangguk pelan.


Tiara dan Nita memang sudah saling mengerti satu sama lain, bahkan bisa dibilang hubungan mereka lebih dekat dibandingkan dengan saudara kandung. Hanya dengan melihat raut wajah satu sama lain mereka sudah tau kalau salah satu diantara mereka pasti memiliki masalah.


Nita yang tukang omong tapi kadang sering menjadi orang yang jahil, kadang juga menjadi orang yang bodoh. Tapi saat Tiara butuh curhat atau berbagi masalah Nita justru bisa bersikap begitu bijak. Sahabatnya itu memang banyak dan senang sekali berbicara kalau mereka sedang mengobrol santai, dan Tiara tidak pernah menganggap setiap ucapan Nita adalah angin lalu.


" Gimana semalem, lembu berapa jam Lo?" tanya Nita berusaha menghibur sahabatnya terlebih dahulu, dia tidak ingin memaksa Tiara langsung menceritakan masalahnya.


Mendengar ucapan sahabatnya tentu saja langsung membuat Tiara tertawa pelan. Itulah sahabatnya yang selalu bisa menempatkan menghiburnya. Entah kenapa pertanyaan Nita langsung terbesit adegan semalam di kepalanya.


" Ih, gila. Udah ketebak Lo mau nanya apa. Dasar mesum!" kata Tiara dengan tersenyum tipis dengan pikiran mesum sahabatnya jika mereka sedang santai seperti saat ini.


" Biarin. Nggak ada gue dan kemesuman gue, Lo juga gak bakal ngerasain nikmatnya malam pertama, kan?" tanya Nita dengan mata dan raut wajahnya yang menggoda.


Tiara jelas tertawa dan merasa geli, tapi dia juga menjawab pertanyaan Nita. " Sampek pagi, tadi jam tiga baru selesai" jawab Tiara dengan gamblang tanpa merasa malu lagi dengan sahabatnya. Sepertinya Tiara sudah ketularan dengan otak gesrek sahabatnya itu, dia tanpa merasa malu lagi mengatakan hal hal mesum jika sedang bersama Nita.


" Gokil! berapa ronde tuh? ternyata Rivan kalau minyak jatah serem juga, ya?" kata Nita yang tidak menduga sama sekali.


Tiara pun tertawa dan teringat akan satu hal yang pasti akan membuat Nita heran. " Nggak kemarin gue yang nawarin, tauu...." kata Tiara santai.


Mata Nita langsung terbuka lebar tidak percaya dengan ucapan yang baru dilontarkan oleh sahabatnya itu. " Beuuhhh... welas asih! dalam rangka apa Lo baik gitu?" tanya Nita sambil tertawa tawa.


Tiara juga ikut tertawa karena tebakannya benar bahwa sahabatnya itu pasti merasa heran. Hingga perlahan Tiara menghentikan tawanya saat mengingat kejadian semalam.


Masih teringat dengan jelas bagaimana dirinya dan Rivan harus bertengkar ringan di dalam mobil. Panas di dadanya perasaan tidak nyaman karena para mantan yang mengganggu. Tiara kembali merasakan semua keresahan yang sempat hilang karena adegan panas mereka semalam.


" Ra? kenapa? ada masalah?" tanya Nita khawatir begitu melihat raut wajah sahabatnya yang terlihat gelisah.


" Semalem gue berantem sama Rivan, Nit" kata Tiara sebelum dirinya bercerita lebih lanjut.


" Kenapa?" tanya Nita penasaran.

__ADS_1


" Dia dapet telepon dari cewek, namanya Bella dan gue yang angkat teleponnya. Ternyata cewek itu mantannya mas Rivan" kata Tiara yang mulai bercerita yang membuat keresahannya semakin memuncak.


" Terus?" tanya Nita.


" Terus... kata Rivan dia hot! Aaarghhh...gue gak bisa ngebayangin itu dari pikiran gue!" ucap Tiara kesal sambil mengacak acak rambutnya dengan frustasi.


Lilian yang melihat sikap Tiara saat ini hanya bisa melotot tidak percaya. " Kenapa dia bisa ngomong kalau mantannya hot?" tanya Nita yang mulai ikut terpancing dengan kekesalan yang dialami sahabatnya.


" Ya... gue tanya kenapa dia dulu mau sama cewek ganjen yang telepon aja pakai suara mendesah desah geli gitu!! eh, gitu jawabannya" kata Tiara.


Nita langsung menonyor dahi Tiara tanpa jeda. " Itu elonya yang oon. Jangan tanya kenapa cowok suka sama cewek lain, karena Lo nggak akan pernah suka sama jawaban mereka" balas Nita yang ikut kesal dengan sikap Tiara.


Tiara hanya bisa cemberut dan dia tau bahwa Nita memang benar. Dirinya pun sebenarnya juga menyesal telah menanyakan hal itu pada Rivan semalam. Tapi Tiara merasa cukup syok dengan kenyataan bahwa Rivan dapat melihat perempuan lain selain dirinya. Selama ini Tiara pikir hanya dirinya bagi Rivan.


Tapi bukankah Rivan sendiri sering bicara tentang bagaimana berbedanya Tiara dengan mantannya atau cewek cewek yang pernah dekat dengannya. Itu artinya sebelum Rivan bersama Tiara, sudah ada cewek cewek lain kan?.


" Entah kenapa gue nggak suka ngebayangin Rivan memperlakukan cewek lain kayak dia memperlakukan gue, Nit. Gue nggak rela" kata Tiara menahan geram.


" Ada kalimat yang kurang dari Lo, Ra"kata Nita sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


" Pernah. Rivan pernah memperlakukan cewek lain seperti dia memperlakukan Lo sekarang" jawab Nita.


" Ya kan gue nggak tau konteksnya itu pernah atau masih" ucap Tiara yang menyesal dengan ucapannya sendiri yang membuatnya larut dalam pikiran negatif.


" Ra, ngobrol sama Rivan soal mantannya" Nita akhirnya memberi saran.


" Gue pernah ceritakan sama Lo, kalau dia pernah lihat gue sama Dika" kata Tiara.


Nita hanya bisa mendesah pelan dengan Maslah pelik yang sedang dihadapi sahabatnya.


" Gue nggak tau harus mulai nanya dari mana, Ra. Lo mending cerita detail aja deh sekarang" kata Nita.


" Beberapa hari yang lalu waktu gue diajak makan malam sama klien, gue ketemu sama Dika. Dia terus maksa gue ngajak balikan, dia narik tangan gue dan gue menolak dan memohon buat dilepasin sampek nggak terasa gue nangis waktu itu. Dan Tiba tiba Rivan datang manggil gue, saat itu juga gue narik tangan gue dan lari meluk Rivan" Tiara bingung dan akhirnya merangkum ceritanya yang terakhir pertemuannya dengan Dika.


" Terus?" tanya Nita.

__ADS_1


" Habis itu Rivan juga nggak nanya apa apa. Tapi gue tau dia kepikiran. Terus semalam... waktu gue tanya soal mantannya, dia bakal sharing ke gue kalah gue juga sharing soal Dika. Aduh Nit.... gue bingung...." keluh Tiara sambil menekan dahinya.


" Bingung kenapa sih, ya cerita aja soal Dika" kata Nita.


" Gue belum siap Nit" ucap Tiara pasrah.


" Belum siap kenapa?" tanya Nita yang bingung.


" Gue belum siap cerita ke Rivan kalau gue pernah cinta sama cowok selain dia. Apalagi cowok itu kayak Dika" keluh Tiara.


Sekali lagi Nita hanya bisa mendesah. "Nggak ada gunanya lari dari kenyataan, Ra. Kenyataanya emang Lo pernah cinta mati sama Dika dan Lo udah banyak belajar dari situ. Mungkin justru karena itu Lo akhirnya bisa dapetin Rivan, karena Lo udah tau mana cowok yang kadal, mana yang beneran" kata Nita.


Tiara masih diam memperhatikan setiap kalimat yang dikatakan oleh Nita. " Lebih baik kalian ceritakan semua masa lalu kalian tanpa ada yang harus ditutupi. Semua orang punya masa lalu dan itu bisa kalian jadikan pelajaran untuk ke depannya" lanjut Nita memberikan saran dengan begitu bijaknya.


Kali ini Tiara yang mendesah dan terlihat pasrah.


" Lebih baik Lo berdua hadapi mantan mantan kalian bersama. Daripada mereka nyerang kalian sendiri sendiri" lanjut Nita.


Ucapan Nita barusan membuat pandangan baru dalam kepala Tiara, seakan ada kabut yang menipis yang diterpa angin. Dia pun tersenyum pada Nita. " Thanks, Nit" kata Tiara dengan senyum bahagia karena memiliki sahabat sebaik Nita.


*


*


Rivan tak dapat melepaskan matanya dari layar komputer ketika ada panggilan masuk dari telepon kantornya yang berbunyi.


" Ya.." akhirnya dengan kesal Rivan mengangkat panggilan telepon.


" Hai beibh, it's Bella. Your Bella...." rupanya panggilan tersebut dari Bella, mantan kekasihnya.


Tanpa menjawab sepatah katapun Rivan langsung menutup telepon kantornya dengan kesal, dia langsung tidak bisa berkonsentrasi. Rivan nggak pernah menyangka bahwa yang menghubungi telepon kantornya. Dia heran bagaimana Bella bisa mengetahui nomer telepon kantornya. Perempuan itu kalau sudah menginginkan sesuatu benar benar menyeramkan.


Dulu Rivan terpesona oleh kemampuan dan tekadnya perempuan tersebut. Namun kini ifa sudah tau bahwa itu semua hanyalah kelicikan dan kepicikan semata.


Bella tampaknya tidak membuang waktu lama karena dia langsung mengirim pesan di ponsel Rivan yang berbunyi. 'Answer my phone atau i'm gonna find out about your lovely wife' sebuah pesan ancaman yang dikirimkan Bella untuk Rivan.

__ADS_1


Rivan menarik nafas panjang, berusaha menghisap seluruh kesabaran yang mungkin tercecer di udara.


__ADS_2