Suddenly Married

Suddenly Married
Memperkenalkan Diri


__ADS_3

Suasana di meja makan besar itu kembali menjadi tegang saat bunda Amel menyindir Rivan. Bukan tanpa alasan bunda Amel bersikap seperti itu, karena semua yang ada di ruangan tersebut merasa kecewa dengan sikap dan tindakan Rivan yang selalu berbuat seenaknya. Apalagi ini mengenai sebuah pernikahan sakral yang bahkan tidak diketahui oleh keluarganya.


Namun meskipun begitu beliau tidak mungkin langsung memarahi putranya secara langsung makanya dengan menyindir saja sudah membuat Rivan merasa bersalah. Untuk itu agar suasana kembali mencair bunda Amel menyuruh Vani untuk memperkenalkan dirinya langsung pada Tiara.


Vani langsung memperkenalkan dirinya pada kakak iparnya secara resmi. Sebagai awal perkenalan, Vani memperkenalkan nama lengkapnya pada Tiara sebelum dia memperkenalkan diri secara lengkap mengenai jati dirinya.


Semua orang yang ada di sana diam sambil mendengarkan setiap kata yang disampaikan oleh Vani. Sementara Vani sendiri berbicara sambil menatap Tiara yang juga tengah balik memperhatikan Vani.


" Usiaku sekarang 26 tahun, dan aku memiliki usaha di bidang kuliner. Rencananya kalau ilmu bisnisku mapan, aku mau narik satu atau dua perusahaan kek Gun, kayak bunda. Iya gak kek?" lanjut Vani yang mencoba mencairkan suasana yang terasa menegangkan dengan menggoda kakeknya mengenai perusahaan yang dimiliki kakeknya.


" Langsung ambil dua ya berarti? kan usahamu sudah mapan, nih?" ucap pria tua yang panggil kek Gun tadi.


" Kalau mapan gak mungkin renovasi kek..." keluh Vani yang dibuat buat, dia juga langsung berpura pura menampilkan wajahnya yang sedih di hadapan kakeknya agar kek Gun bisa terhibur dan suasana kembali bersikap santai.


Benar saja kek Gun langsung tertawa terbahak bahak mendengar keluhan Vani, dan itu sukses membuat Tiara ikut tersenyum melihat interaksi keluarga ini. Dia pikir keluarga kaya itu sangat kaku dalam berinteraksi, apalagi setelah dia bertemu bunda Amel dan ternyata tidak sama sekali.


Dalam hati dia Tiara begitu bahagia dengan sikap Vani yang menerima dirinya dengan sepenuh hati. Tanpa disadari Vani telah berhasil membantu Tiara agar bersikap lebih rileks santai di sana dan tidak terbebani dengan sikap datar keluarga besar Sanjaya saat ini.


Mengingat Rivan, suaminya yang saat ini seperti mati kutu di hadapan keluarga besarnya. Sehingga dia belum bisa membantu istrinya agar bersikap santai dan rileks hanya genggaman tangannya yang erat di tangan Tiara yang bisa dia lakukan. Karena dia sendiri saat ini seolah menjadi tersangka yang sedang disidang oleh para hakim.


Setelah dirasa Vani sudah selesai memperkenalkan diri, kini gantian bunda Amel yang akan memperkenalkan dirinya pada Tiara.


" Saya bunda Amelia Sanjaya, dulu saya seorang model. Bukannya kepincut sama seorang pembisnis, malah dipenjara sama orang penegak hukum, nih" kata bunda yang tersenyum mengembang sambil menyentuh mesra pria di sebelahnya, sehingga semua orang di sana tertawa pelan.


" Saat ini saya memegang dua dari delapan perusahaan milik kek Gun" lanjutnya kembali dengan senyuman yang tidak pernah luntur saat menatap ke arah Tiara.

__ADS_1


Tiara sangat senang bisa berkenalan dengan seorang wanita yang begitu ramah seperti bunda Amel. Di usianya yang sekarang ini beliau sudah bisa memegang dua perusahaan sekaligus milik kek Gun.


Dia perempuan di keluarga Sanjaya sudah memperkenalkan diri mereka pada Tiara. Itu artinya sebentar lagi dia pria yang belum pernah dikenal oleh Tiara akan memperkenalkan diri mereka. Bagaimana sifat mereka apakah akan sama seperti Vani ataupun bunda Amel atau malah sebaliknya, dan itu kembali membuat Tiara gugup.


" Saya yang tadi Vani panggil ayah Tama, kepanjangannya adalah ayah Aditama Sanjaya. Sama seperti Vani dan Rivan, kamu panggil saja Ayah" ayah Tama mulai memperkenalkan dirinya pada Tiara dengan senyum tipis di wajahnya tapi masih memperlihatkan rahangnya yang tegas.


" Meskipun saya ini seorang abdi negara, saya masih nurunin insting ayah saya sedikit. Selain sebagai pensiunan, pekerjaan utama saya juga memimpin tiga perusahaan milik ayah saya" lanjut ayah Tama dengan masih tersenyum tipis ke arah Tiara.


" Ayah ini dulunya jendral nomer satu loh, nak" ucap bunda Amel berapi api sampai membuat ayah Tama malu menggeleng gelengkan kepalanya.


" Kamu jangan segan segan di keluarga ini ya nak. Kami sampai di titik ini juga dari bawah, begitupun kamu dan Rivan tidak langsung sukses. Kalian bangun keluarga kalian sendiri, kami yakin kalian bisa" ujar ayah Tama pada Tiara sambil memberikan senyuman lebar yang menenangkan.


Tiara dapat merasakan tangan Rivan menggenggam tangannya di balik meja. Dia menengok ke arah Rivan dan dia melihat senyum Rivan padanya, seolah meyakinkan bahwa hubungan mereka akan baik baik saja terlepas bagaimana latar belakang keluarganya.


"Rivan" panggil ayah Tama dengan datar.


" Habis makan temui ayah sebentar" ucap ayah Tama dengan suaranya yang datar dan jauh berbeda dari saat bicara dengan Tiara tadi.


Mata Tiara seketika langsung membesar saat merasakan genggaman tangan Rivan yang mulai menguat. Sementara Vani yang duduk di depan Rivan menahan kekehan di kursinya.


" Baik, yah" jawab Rivan dengan tegas.


Tiara tau saat ini suaminya sedang gentar. Ternyata yang bisa membuat Rivan takut itu tidak lain dan tidak bukan adalah ayahnya sendiri.


" Apa sudah saatnya kek Gun memperkenalkan diri?" tanya seorang pria yang paling tua di meja tersebut, tapi tubuhnya masih terlihat sehat dan bugar.

__ADS_1


Semua orang kini menatap ke arah kakek tua yang duduk paling ujung dan hari ini tengah berulang tahun.


" Saya Guntur Sanjaya, panggil saja saya kek Gun. Sekarang saya adalah seorang pensiunan dengan status wirausahawan terkaya nomer tiga di Indonesia" ujar kek Gun memperkenalkan diri dengan statusnya kekayaannya.


Kek Gun orang yang tidak suka berbasa basi, makanya dia berkata seperti itu. Beliau harus tau apakah cucu menantunya itu dapat menerima tentang keluarganya dengan baik. Beliau juga harus tau apakah perempuan itu mampu berbaur dengan masyarakat kelas atas seperti mereka.


Sementara itu kaki dan tangan Tiara sudah gemetar luar biasa, tapi Tiara yakin dirinya bisa memikat keluarga Rivan dengan caranya sendiri. Buktinya dia sudah berhasil memikat salah satu anggota keluarga itu? begitu juga dengan dua perempuan di keluarga mereka yang juga sudah menerima dirinya dengan baik. Dengan keyakinan penuh, bahwa Tiara pasti akan cocok dengan seluruh keluarga Rivan.


" Sekarang, bisa kamu perkenalkan diri kami pada kami, nak" kata bunda Amel dengan senyum ramahnya.


Kini Tiara tau bahwa senyum itu belum tentu senyum yang membuat rasa aman. Bisa jadi senyum itu adalah awal dimana tes untuk dirinya dimulai. Tiara menatap Rivan sejenak, lalu berdiri secara perlahan. Tidak lupa Tiara juga memberikan senyum yang sopan pada semua orang yang sedang memperhatikan dirinya.


Satu hal yang Tiara tau, bahwa dirinya harus menjadi apa adanya dengan tetap bersikap sopan dan santun sangatlah penting untuk saat ini. Dia tidak perlu mencari muka atau menjadi orang yang bukan dirinya sendiri di hadapan keluarga Rivan, karena dirinya sudah menjadi istrinya Rivan secara sah. Apapun yang terjadi Rivan tetaplah akan menjadi suaminya.


" Saya Tiara Indah Soraya, putri dari keluarga Hendrawan. Ayah saya seorang guru ibu saya ibu rumah tangga" ucap Tiara dengan tenang memperkenalkan jati dirinya terlebih dahulu.


" Usia saya sekarang 28 tahun. Saat ini saya memiliki sebuah usaha butik sendiri" lanjut Tiara dengan berkata apa adanya tanpa berniat menyombongkan diri ataupun merendahkan dirinya sendiri.


" Bagus itu bisa lebih dikembangkan lagi menjadi butik yang besar dan terkenal nantinya" kata kek Gun seolah memberikan semangat serta peluang bagi Tiara untuk bisa mengembangkan butiknya menjadi lebih besar lagi.


" Mudah mudahan, kek. Oh iya ini saya bawahan hadiah untuk kakek. Maaf hanya sekadarnya saja, mudah mudahan kakek menyukainya. Selamat ulang tahun kek" kata Tiara sambil berjalan mendekat kearah kek Gun yang duduk di kursi paling ujung.


Lalu Tiara memberikan bingkisan kecil yang tadi dibawanya. Saat di dekat kek Gun, Tiara sedikit menurunkan kakinya dan setengah berlutut agar kepalanya bisa sejajar dengan kek Gun yang tengah duduk di kursinya.


" Wah... kamu tuh nggak usah repot repot" kata kek Gun dengan tatapan heran.

__ADS_1


" Wajar kalau ada yang memberi hadiah saat berulang tahun, kek. Saya mohon dapat diterima hadiahnya" ucap Tiara meyakinkan kek Gun agar mau menerima hadiah pemberiannya.


Entah kapan terakhir kali kek Gun menerima hadiah ulang tahun. Kekayaan yang melimpah ruah sehingga dia bisa mendapatkan apapun yang diinginkannya di dunia ini.


__ADS_2