Suddenly Married

Suddenly Married
Temen Apa Cowok?


__ADS_3

Minggu pagi ini beda dengan hari Minggu sebelum sebelumnya bagi Tiara. Perempuan itu sudah bangun sebelum mentari menampakkan cahayanya. Kegiatannya kali ini diawali dengan lari lari pagi mengelilingi sekitaran komplek perumahan keluarga Sanjaya.


Setelah beberapa kali putaran hingga keringat membasahi sekujur tubuhnya, Tiara langsung kembali ke rumahnya dan membersihkan tubuhnya yang penuh keringat. Sehabis itu, dia langsung bergegas menyiapkan segala macam kebutuhan untuk pergi ke Ancol bersama suaminya.


Tiara tau bahwa pantau Ancol tak seindah seperti pantai pantai yang disebutkan Rivan kemarin. Tapi dia hanya berniat untuk berpiknik bersama dengan Rivan sambil duduk di pantai dengan bekal buatannya sendiri.


Sementara itu Rivan sendiri yang sudah bangun langsung berolahraga sebentar di ruangan studi olah raga mereka yang ada di lantai atas. Baru setelah selesai berolahraga dia bergegas untuk mandi membersihkan tubuhnya dan bersiap siap.


Dengan perjuangan dan semangatnya yang menyala, akhirnya Tiara sudah selesai dengan acara memasaknya sendiri tanpa bantuan dari siapapun. Karena dia memang sengaja ingin mempersiapkan semuanya sendiri bahkan dia juga melarang Rivan yang sebelumnya juga ingin membantunya.


Selain menata sarapan di atas kitchen bar untuk dirinya dan suaminya, Tiara juga telah selesai mengemas bekal yang akan mereka bawa ke Ancol. Tiara langsung bergegas mandi lagi dan bersiap siap.


" Aku sudah minta bik Yanti ke rumah buat bersih bersih" kata Rivan di sela sarapan mereka.


Tiara hanya mengangguk mengiyakan, tadi memang dia meminta Rivan untuk menghubungi bik Yanti dan Ani untuk masuk kerja membersihkan rumah. Sekaligus membersihkan kondisi dapur yang terlihat berantakan dan dia tidak sempat untuk membersihkannya.


Kali ini Tiara tampil dengan gaya kasual yang sangat manis. Dia memakai baju terusan sebetis berwarna coklat, karena bagian baju atas sedikit menerawang Tiara menggunakan tank top berwana putih. Dia hanya menggunakan sunblock dan lipbalm stroberi untuk menghindari sengatan teriknya matahari.


Sementara itu Rivan sendiri memakai kemeja berwarna putih dengan sedikit motif garis garis kecil dengan lengan pendek. Model kemeja bodyfit di tubuh Rivan menampakkan perut sixpacknya dan lengannya yang nampak berotot. Dengan paduan celana jeans selutut membuatnya begitu tampan dan gagah.


" Yuk kita berangkat" ajak Tiara setelah mereka selesai dengan sarapannya dengan hatinya yang senang dan senyum ceria.


" Sekarang kita ke Ancol, tapi lain kali kamu yang harus ikut aku ke pantai pilihanku" kata Rivan yang bersikukuh mengajak Tiara untuk pergi ke dunia yang diinginkan.


Targetnya dia harus segera mengajak Tiara pergi ke pantai diluar Jakarta bahkan di luar negeri. Rivan pun juga mulai memikirkan rencana bulan madu di kepalanya dengan baik. Setidaknya dia sudah memiliki destinasi tempat tujuan yang dia bayangkan bersama istrinya.


Anggukan kepala Tiara yang menyatakan kesediaannya pergi berlibur sesuai dengan kemauannya, Rivan menjadi tidak sabar untuk segera mengurus cuti dan juga paspor mereka berdua.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan karena macetnya jalan raya, akhirnya mereka sampai juga di Ancol.


" Akhirnya sampai juga" Tiara turun dari mobil dengan penuh semangat dan melihat lihat bagian dalam. Dia merasa puas karena pantai itu masih mirip seperti terakhir kali Tiara ke sana bersama dengan teman teman kuliahnya dulu.

__ADS_1


Sementara Rivan yang sibuk menurunkan bawaan Tiara.


" Eh, sini biar aku bawain" ujar Tiara sambil merentangkan tangan untuk menawarkan bantuan pada Rivan.


" Nih, bawain hp aku aja. Tas biar aku yang bawa" sahut Rivan sambil memberikan ponselnya pada Tiara.


Tiara bingung, namun tetap menerima ponsel Rivan dan memasukkannya di tas jinjing yang dia bawa.


" Kamu pikir aku lembek banget apa?" ucap Tiara merasa tersinggung.


Rivan mengerti kalau istrinya sedang merajuk dan tersinggung akan ucapannya. Padahal dia sama sekali tidak ada maksud atau niat meremehkan Tiara. Tapi memang sejak dulu Rivan sudah terbiasa untuk tidak membiarkan seorang perempuan membawa beban berat.


" Aku tidak akan pernah membiarkan semua perempuan membawa beban berat. Apalagi istrinya, mana mungkin aku akan membiarkan dia membawa tas sebesar ini" ujar Rivan apa adanya. " Apa kata orang lain jika melihat seorang suami membiarkan istrinya yang harus membawa beban cukup berat" lanjutnya memberikan pengertian pada Tiara.


Mendengar ucapan suaminya, akhirnya Tiara mengerti dan tidak mungkin suaminya harus mendapatkan cemoohan dari orang lain. Akhirnya Tiara berjalan masuk ke dalam sambil menggandeng tangan Rivan yang tidak membawa barang.


Tiara terus menggiring Rivan menyusuri jalanan di sekitar pantai Ancol. Akhirnya dia menemukan daerah yang anginnya cukup sejuk dan tidak terlalu kencang. Di sana terdapat banyak pohon sehingga mereka dapat duduk dibawah bayangan besar pohon tersebut.


" Sepertinya di sini cukup sejuk dan rindang" kata Tiara.


" Ya udah turunin bawaannya, mas" suruh Tiara.


Rivan segera meletakkan beberapa tas bawaannya di atas pasir. Tiara juga membantu Rivan kemudian mengambil lipatan karpet tanggung yang akan menjadi alas tempat duduk mereka.


Dengan cekatan Rivan ikut membantu istrinya menggelar karpet di atas pasir pantai. Kemudian ikut membantu istrinya mengeluarkan beberapa bekal yang dibawa Tiara dari rumah.


" Wah lengkap banget sih kamu bawanya, sayang" kata Rivan terkejut saat Tiara mengeluarkan semua bawaannya yang dia masukkan ke dalam tas yang cukup besar.


Tiara mengeluarkan tempat nasi beserta lauk pauk yang sangat lengkap. Dua termos yang berisi teh hangat dan jus jeruk dan juga peralatan minum dan makan untuk mereka berdua. Dan tidak lupa beberapa kotak berisi buah yang telah dikupas dan dipotong dari rumah.


Mereka menikmati semilirnya angin yang berhembus dan menatap ombak yang bergulung gulung hingga mencapai pantai. Dengan duduk bersebelahan, Rivan merengkuh tubuh Tiara dengan mesranya.

__ADS_1


" Emang, kamu sering main ke sini?" tanya Rivan sambil memeluk bahu Tiara dari samping.


" Nggak juga. Dulu beberapa kali kesini waktu masih kuliah" jawab Tiara. " Aku emang gak suka berenang di laut, jadi kalau ke sini cuma main pasir sama nongkrong nongkrong aja" lanjut Tiara menceritakan kenangan waktu main ke pantai Ancol.


Rivan yang mendengar cerita Tiara hanya bisa mengangguk mengerti. " Dalam rangka apa main ke sini?" tanya Rivan yang tiba tiba, ada satu pertanyaan yang mengganggu pikirannya.


" Main aja sama temen temen kampus" sahut Tiara apa adanya.


" Ekhem... temen apa cowok?" tanya Rivan sambil bercanda sekaligus penasaran namun berusaha dia sembunyikan dengan menampilkan senyumannya agar istrinya tidak curiga.


Tiara langsung menolehkan kepalanya untuk menatap wajah suaminya, dia tidak menduga pertanyaan itu keluar dari mulut suaminya. Apa ini tandanya Rivan sedang cemburu, ya? Tiba-tiba otak jahilnya langsung menyala, dia ingin menggoda suaminya.


" Kalau cowok emang kenapa?" tanya Tiara menggoda sekaligus ingin mengetahui reaksi Rivan.


" Ya nggak apa apa sih" jawab Rivan tanpa berani menatap wajah istrinya yang terus memperhatikan dirinya dari tadi. Dia malu jika Tiara mengetahui reaksi wajahnya yang sudah sedikit memanas, makanya dia terus menatap ke depan melihat hamparan air laut yang jauh dari pandangannya.


Tiara tersenyum lalu menarik wajah Rivan perlahan, memaksanya agar melihat wajahnya dan Rivan hanya menurut saja tanpa ada keinginan menolak. " Aku ke sana cuma sama temen temen kampus aja ya, sayang" ucap Tiara lembut. " Kita tuh kayak pengen seru seruan aja di pantai, tapi male kalau harus pergi jauh jauh" lanjut Tiara menampilkan senyuman semanis mungkin.


Mendengar pengakuan istrinya membuat Rivan lega dan ikut tersenyum saat melihat senyuman Tiara yang begitu menular. Karena tidak tahan melihat bibir ranum istrinya, Rivan langsung mengecup bibir Tiara dengan pelan dan dalam tanpa adanya hasrat.


Tiara yang mendadak mendapat serangan itu hanya diam tanpa melawan atau membalas karena dia tau suaminya hanya ingin mengecupnya saja. " Lagian semuanya cewek cewek kok" ucap Tiara terus meyakinkan suaminya agar tidak merasa cemburu atupun kepikiran.


" Ohh...." suara Rivan yang satu ini sama datarnya dengan yang tadi. Tapi dapat Tiara lihat senyum sumringah dari bibir Rivan.


Akhirnya mereka terus berbincang dan bercanda sambil menyantap makanan ringan terlebih dahulu, sebelum nantinya mereka akan menyantap makan siang mereka di sana.


" Yuk makan!" seru Tiara saat mengingat jam makan siang sudah sedikit terlambat karena mereka keasyikan mengobrol.


Mereka segera mengambil menu makan siang masing masing dan mulai menyantapnya dengan perlahan.


" Gimana? enak?" tanya Tiara penasaran.

__ADS_1


" Banget!" seru Rivan setelah dia menyantap makanannya.


Tiara tersenyum bahagia saat mendengar pujian dari suaminya dan dia mulai ikut menyantap makanannya.


__ADS_2