
Pagi itu Tiara menghabiskan hari harinya di rumah saja dengan ditemani oleh asisten rumah tangga. Dia juga sudah memberi kabar pada Nita bahwa dia sedang tidak bisa datang ke butik dan memintanya untuk menghandle butik.
Ternyata benar apa yang dikatakan Rivan tadi bahwa tubuhnya akan kembali segar dan tidak merasakan sakit lagi setelah berendam air hangat. Sebenarnya dia sedikit bosan aja jika di rumah tanpa suaminya yang bisa di ajak bercengkrama jika mereka sedang berduaan di rumah.
Tiara turun ke bawah dan dilihatnya asisten rumah tangga mereka sedang mengerjakan tugas mereka. " Selamat pagi, bu" sapa bik Yanti yang sedang membersihkan setiap ruangan di lantai bawah. Dia tau bahwa majikan perempuannya tidak berangkat bekerja karena sebelumnya Rivan sudah memberitahu lewat pesan singkat.
" Pagi bik" sahut Tiara dengan kedua sudut bibirnya yang terangkat.
" Mau saya siapkan sarapannya, bu?" tanya bik Yanti yang memang jarang membuat sarapan untuk majikannya. Dan tugas mereka hanya membersihkan rumah mereka setiap harinya.
Karena dulu Rivan memang tidak suka untuk sarapan pagi, dan menyuruh asistennya untuk datang ke rumahnya setelah dia berangkat bekerja dan pulang sebelum Rivan sampai di rumah. Tapi semenjak dia sudah menikah Tiara selalu membuatkan makanan sendiri untuk dirinya dan juga suaminya. Makanya Rivan mulai terbiasa sarapan bersama istrinya sebelum berangkat bekerja.
Dan untuk hari ini, Rivan dan Tiara melewatkan sarapan bersama mereka karena waktu yang sudah siang dan Rivan tidak ingin merepotkan istrinya yang terlihat kelelahan karena ulahnya semalam. Makanya Tiara juga terlambat dengan sarapannya.
" Nggak usah bik, aku buat aja sendiri. Bibi lanjutkan saja pekerjaannya" sahut Tiara yang kemudian berjalan menuju ke dapur rumah mereka.
Bik Yanti langsung berjalan ke atas untuk membersihkan kamar mereka dan mengambil baju baju kotor majikannya untuk dicuci. Dia memang sengaja membiarkan Tiara sendiri di dapurnya agar merasa nyaman melakukan apa saja seperti biasanya tanpa terganggu oleh kehadiran. dirinya dan juga Ani.
Tiara segera memasak makanan yang sederhana, kali ini dia hanya ingin makan salat sayur dan menikmati secangkir susu hangat untuk menyegarkan kembali tubuhnya. Dia duduk di meja makan sendiri tanpa ada yang menemani. Sebelum memakan sarapan sederhananya, Tiara mengirimkan pesan pada suaminya.
' Jangan lupa sarapan, suamiku' tulis Tiara mengingatkan suaminya untuk sarapan mengingat suaminya yang sulit sekali disuruh makan kalau tidak bersama dengan dirinya.
Tiara mengira saat ini suaminya pasti sedang sibuk dengan kerjaannya dan pesannya pasti lama dibalasnya. Dia langsung menutup ponselnya dan ingin memulai sarapannya. Tak disangka ponselnya langsung berdering tanda ada panggilan masuk.
Diambilnya ponsel tersebut dan seketika Tiara terkejut namun detik kemudian bibirnya langsung tersenyum bahagia. Ternyata yang menelpon Rivan yang dia kira sedang sibuk dengan pekerjaannya.
" Hallo, mas" sapa Tiara
' Hallo, sayang. Gimana udah gak sakit lagi kan?' tanya Rivan terdengar cemas
__ADS_1
" Nggak! ini malah udah segeran, mas" kata Tiara dengan bibir yang terus tersenyum mengingat kegiatan mereka tadi malam. " Gak sibuk, mas?" tanya Tiara
' Telpon sebentar gak pa pa, sayang' sahut Rivan.
" Udah sarapan?" tanya Tiara, mengingat tujuan awalnya dirinya mengirimkan pesan.
' Belum, malas kalau sarapan gak bareng istriku tercinta. Tapi tadi aku udah makan roti sama susu, jadi udah kenyang, sayang' jawab Rivan.
" Kebiasaan deh! gini aja nanti aku buatin makan siang buat kamu, nanti aku suruh anterin ojek ke kantor kamu" kata Tiara yang harus lebih ekstra menjaga pola makan suaminya.
' Baiklah...' kalau sudah begini mana berani Rivan membantah istri cantiknya tersebut.
" Ya udah aku tutup telponnya dulu ya mas, gak enak gangguin kamu ntar dimarahin lagi sama bos kamu" ucap Tiara
' I love you, sayang' bukannya mengiyakan Rivan justru mengatakan perasaannya lagi.
Dia hanya bisa senyum merasa malu sendiri karena ulahnya barusan, untungnya tidak ada yang melihatnya karena kedua asisten rumah tangganya sedang bekerja. Begitu juga dengan Rivan yang juga tersenyum bahagia mendengar panggilan sayang satu istrinya yang jarang sekali dia dengar selama ini.
Tiara segera memulai memakan sarapannya dengan pelan pelan. Dia juga merasa sedikit kurang nafsu makan sendirian, berbeda sekali saat dirinya makan bersama dengan suaminya. Tapi meskipun begitu dia harus mengisi perutnya yang keroncongan karena lapar, mengingat semalaman tenaganya dikuras oleh Rivan.
*
*
Siangnya Tiara sudah kembali sibuk di dapur, sesuai dengan janjinya pada Rivan akan membuatkan makan siang untuk suaminya itu. Dan tidak butuh waktu yang lama akhirnya Tiara selesai memasak.
Lalu Tiara naik ke atas untuk membersihkan tubuhnya yang yang lengket dan bajunya tercium aroma masakan dan bau kompor. Dia juga mempercepat ritual mandinya dan buru buru memakai baju saat dia mendengar ada notif pesan dari ponselnya.
Tiara mengira itu pasti pesan dari suaminya menanyakan soal makan siangnya. Tapi begitu membuka ponselnya ternyata pesan tersebut bukan dari suaminya, melainkan dari manajemen pengelola mall dimana tokonya berada.
__ADS_1
Tiara terdiam di atas ranjang sambil memikirkan sesuatu yang sedang dihadapinya saat ini. Hingga kemudian dia mengingat sesuatu dan sepertinya itu adalah jalan satu satunya yang bisa dia lakukan saat ini.
Dengan wajah yang terlihat sumringah Tiara mengganti bajunya rumahannya, dan kali ini dia memakai baju yang lebih sopan untuk pergi keluar. Dia berdandan sekaligus menutupi bekas merah yang ditinggalkan Rivan di lehernya tadi malam. Rupanya bekas merah tersebut belum juga hilang sampai saat ini, apalagi hampir memenuhi leher Tiara.
" Dia ini bener rakus banget sih, kalau kayak gini kan aku yang malu dilihatin banyak orang?" sebal Tiara berkali kali menutupi bekas merah di lehernya dengan foundation tapi masih saja terlihat samar.
Karena sudah terlalu lama dirinya berusaha menutupi bekas merah di lehernya, dan hasilnya masih kurang memuaskan. Tiara akhirnya mengambil syal di lemari dan memakainya sehingga menutupi seluruh leher Tiara dan benar saja kini berkas tersebut sudah tidak kelihatan sama sekali.
" Kalau gini kan udah gak kelihatan" ucap Tiara sambil beberapa kali membenarkan bentuk syalnya. " Apa gak kelihatan aneh? masak iya cuaca panas kayak gini, gue make syal?" tanya Tiara dengan dirinya sendiri merasa bingung.
Setelah berfikir akhirnya Tiara memutuskan untuk tetap memakai syal yang sudah tertata rapi di lehernya. Tiara membuang nafas dengan kasar. " Biarin orang mau bicara apa soal gue, bukannya selama ini gue gak pernah ambil pusing dengan ucapan buruk mereka tentang gue" katanya pelan meyakinkan hatinya bahwa dirinya akan baik baik saja dan tidak memperdulikan ucapan orang lain.
Tiara langsung turun ke bawah dengan memakai baju yang rapi untuk keluar dan juga tas di bahunya.
" Ibu, mau pergi?" tanya Bu Yanti begitu melihat majikannya turun dengan baju yang rapi dan siap untuk keluar rumah.
" Iya bik, aku keluar dulu mau makan siang bareng mas Rivan" rupanya Tiara ingin makan siang bersama suaminya.
Tadi selesai berdandan Tiara langsung menghubungi Rivan dan mengajaknya untuk makan siang di restoran yang ada di mall tempat tokonya. Karena dia akan ada urusan dengan pihak manajemen di mall, dan sebelumnya dia akan mengajak Rivan untuk makan siang bersama terlebih dahulu sekalian dia ingin membicarakan hal yang sangat penting.
Tentu saja ajakan Tiara langsung disetujui oleh Rivan, tanpa ada ras curiga bahwa ada sesuatu yang akan dibicarakan atau dilakukan oleh Tiara di mall tersebut. Entah apa yang sebenarnya ingin dikatakan oleh Tiara pada suaminya.
" Bik... tadi aku sudah masak, jadi itu nanti buat makan siang bik Yanti sama Ani saja, ya. Kalau masih ada sisa nanti dibawa pulang aja" ucap Tiara.
" Iya Bu... terima kasih" sahut bik Yanti.
" Ya sudah aku pergi dulu ya bik" Tiara berpamitan dan langsung keluar dari rumahnya dengan diantar oleh bik Yanti keluar dari gerbang rumahnya. Dia juga tidak membawa makanan yang sudah dia masak sebelumnya. Karena tidak mungkin kan jika dirinya makan di restoran sambil membawa makanan dari rumah.
Untung Tiara sudah memesan taksi online dan begitu sampai di luar sudah ada mobil yang menunggunya, jadi Tiara langsung naik ke dalam mobil tersebut dan pergi ke mall menemui suaminya untuk makan siang bersama sekaligus membicarakan satu hal yang menurutnya sangat penting.
__ADS_1