Suddenly Married

Suddenly Married
Menjijikkan


__ADS_3

Rivan tau kejutan yang diberikannya kali ini pasti membuat istrinya bingung dan heran. Tanpa berdiskusi atau memberitahu terlebih dahulu pada Tiara, tiba tiba dirinya membeli sebuah rumah mewah. Padahal mereka sudah punya rumah yang cukup mewah dan besar yang lebih dari cukup untuk mereka tempati bersama dengan anak anak mereka kelak.


Dan yang pasti Tiara akan merasa penasaran dengan perbuatannya yang senekat itu membeli rumah baru. Tiara adalah sosok perempuan yang cerdas, dia pasti akan langsung berfikir bahwa semua tindakannya kali ini pasti berhubungan dengan Bella yang terus menerus datang ke rumahnya.


Dan benar saja kan, Tiara langsung bertanya kalau semua tindakannya karena Bella, meskipun Tiara bertanya dengan sedikit candaan seolah dia ingin menggoda Rivan. Bahkan Tiara bertanya dengan serius kenapa Rivan dan Bella mengakhiri kisah masa lalu mereka.


Rivan hanya bisa menghela nafas panjang lalu membuangnya dengan pelan. Menurutnya mungkin ini adalah saat yang tepat memberitahu semuanya pada Tiara. Siapa Bella dan kenapa hubungan mereka bisa seperti sekarang.


Mungkin dengan begitu Tiara bisa mempercayai dirinya dan tidak meragukan cintanya. Bahwa saat ini hanya dirinya yang selalu ada di hati dan hidupnya. Dan dia tau dengan pasti kenapa dia harus membeli rumah baru untuk mereka.


Rivan menuntun Tiara untuk duduk di sofa agar dia bisa cerita dengan tenang, begitupun Tiara yang bisa mendengar ceritanya.


" Aku ketemu dengan dia 4 tahun yang lalu di acara amal. Salah satu perusahaan kek Gun dapat undangan dan beliau ngajak aku ke sana" Rivan mulai bercerita setelah mereka duduk di sofa.


Mereka berdua duduk bersebelahan dengan saling berhadapan. Tiara diam dan tenang sambil mendengar cerita Rivan.


" Dia juga datang di acara tersebut sendirian dan itulah pertemuan pertama kami. Setelah itu setiap ada acara amal yang aku hadiri, selalu ketemu dia. Dia itu cewek yang energik, mungkin itu yang lama lama bikin aku akrab sama dia" tangan Rivan memegang kedua tangan Tiara dengan lembut.


Tiara sendiri tersenyum tipis dan ikut memegang tangan Rivan untuk memberikan rasa nyaman agar Rivan bisa bercerita hingga selesai.


" She is hot, aku tau itu dan aku tidak mengelak itu semua" Rivan sedikit terkekeh tapi kedua matanya menyiratkan rasa sedih yang begitu dalam. " Tapi... dia cuma masa lalu, sayang..." lanjutnya sambil mengusap lembut pipi Tiara untuk menghindari istrinya yang salah paham dengan ucapannya


Tiara tersenyum lebar. " Kenapa mas bisa tertarik sama cewek kayak gitu sih? aku lihat di seaneh gitu toh orangnya" Tiara begitu penasaran karena pribadi Rivan yang cenderung dingin saat bertemu dengan orang baru. Tapi jika sudah bersama dengan dirinya Rivan cenderung menjadi pribadi yang hangat, humoris, jail dan juga manja.


Rivan mengangkat bahunya sedikit. " Anggap saja itu kekuatan dan kutukan cinta Bella" ucapnya dengan santai.

__ADS_1


" Makanya kamu begitu mencintainya dengan sepenuhnya?" tebak Tiara.


" Yapp! makanya aku bodoh banget gitu gak bisa baca tanda apapun dari dia yang mencurigakan" sahutnya


" Jadi... apa yang terjadi selanjutnya antara kamu dengan dia?" tanya Tiara dengan hati hati agar Rivan tidak merasa terdesak.


" Itu sangat menjijikan...." sahut Rivan tapi kemudian dia terkekeh. " Aku sudah bertekad untuk melamar dia. Aku membeli cincin dan sebuket bunga. Aku pikir itu adalah hari yang spesial dalam hidup aku..." lanjutnya


" Terus...?" Tiara merasa begitu geregetan dengan cerita Rivan. " Jangan bilang kalau dia mencurangi kamu" dalam pikiran Tiara membayangkan Rivan dengan jas formalnya dengan menenteng sebuket bunga besar dan mengantongi kotak cincin yang sudah pasti sangat indah. Hatinya sedikit tercubit, tak siap mendengar cerita Rivan kalau memang dugaannya benar.


Rivan sedikit terkekeh dengan reaksi istrinya itu. Tiara pasti dengan mudah menebak kemana akhirnya kisahnya dengan Bella.


" Jangan salah paham padaku, sunshine. Kamu tau aku bukan orang yang romantis, aku lakuin itu hasil dari cari cari referensi di google" Rivan tak mau istrinya salah sangka.


" Aku nggak keberatan. Buat aku kamu itu romantis dengan cara kamu sendiri" sahut Tiara mencoba menghilangkan pikiran jeleknya.


* * *


Rivan berjalan dengan mantap ke sebuah apartemen dengan tangannya yang membawa sebuket bunga mawar yang cukup segar dan mewah. Dia tidak bisa mencegah bibirnya untuk berhenti tersenyum. Dengan pakaian formal, Rivan terlihat sangat gagah dan tampan.


Jantungnya berdetak dengan cepat dan mencoba menenangkan pacuan jantungnya ketika dia sudah berdiri di depan pintu salah satu apartemen yang ingin dia kunjungi. Kakinya dia ketuk ketukkan di lantai karena ini adalah pengalaman pertamanya.


Setelah beberapa menit detakan jantungnya sudah kembali normal. Dia langsung membuka pintu apartemen tersebut tanpa mengetuk terlebih dahulu setelah memencet beberapa nomor password.


Ya Rivan datang ke unit apartemen milik Bella dengan maksud untuk melamarnya. Rivan masuk dengan perlahan tanpa mengeluarkan sepatah kata untuk memberikan kejutan. Dan ruangan tersebut nampak sepi dan Rivan yakin kalau Bella sedang ada di kamarnya.

__ADS_1


Rivan berjalan ke arah kamar dan samar samar dia mendengar dua orang sedang terlibat perbincangan. Tapi dia mendengar suara seorang perempuan dan laki laki, dan si perempuan terdengar berkali kali melenguh. Sedangkan si lelaki terdengar agak menggeram. ******* juga kerap kali terdengar dari keduanya. Suara mereka terdengar saling bersahutan.


Rivan mengernyit heran, perasaannya tiba tiba tidak enak. Pintu kamar utama Bella yang tidak tertutup rapat sehingga Rivan bisa dengan jelas mendengar suara laki laki dan perempuan tersebut.


" Ndraa...." suara perempuan tersebut seolah memanggil nama laki laki tersebut bersama dengan suara *******.


Kemudian lelaki yang dipanggil itu langsung menggeram. " Ini masih lama, gadis nakal..." kata laki laki tersebut.


Lalu si perempuan mengeluarkan suara desahannya lagi. Rivan yakin tidak ada perempuan lain di apartemen ini kecuali Bella. Tapi siapa laki laki yang dia panggil Ndra itu?


Rivan tau seharusnya dia tidak mendekati kamar utama tersebut. Tetapi logikanya menuntunnya harus melakukan itu. Dengan jelas Rivan bisa melihat siapa yang ada di dalam kamar tersebut. Matanya langsung melotot tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


' Candra' laki laki yang sedang bersama dengan Bella itu adalah Candra sahabat dekatnya sejak kecil. Dapat Rivan lihat dengan jelas bagaimana mereka berdua sedang bergumul. Bella terlihat kualahan mengahadapi Candra yang seperti lintah, menempeli setiap jengkal tubuh Bella yang polos.


Rivan tidak percaya mereka berdua bisa melakukan hal itu di belakangnya. Sebuah perselingkuhan yang sangat melukainya. Terlebih, sahabatnya sejak kecil yang menjadi selingkuhan Bella. Dia sangat kecewa sampai rasanya dia sudah tidak bisa marah.


Rivan diam sengaja menunggu momen yang tepat dan tidak ingin terlalu gegabah. Dia tidak mau marah marah. Prinsipnya, sekali pembohong maka akan terus menjadi pembohong. Dan Rivan tidak akan mentolerir kebohongan sekecil apapun itu.


Maka, setelah dirasa sudah tepat dia mulai berani bersuara. Tanpa membuka pintu kamar tersebut lebih lebar Rivan langsung bertepuk tangan beberapa kali seolah memberikan semangat dan bangga dengan mereka berdua. Dia masih berada di luar kamar dengan punggung yang dia sandarkan di tembok kamar.


Suara tepuk tangan tersebut tentu saja langsung membuat dua insan yang sedang berada di dalam kamar terkejut bukan kepalang. Mereka tidak menduga akan ada seseorang yang datang tiba tiba ke apartemen Bella dan memergoki mereka sedang bercinta. Dan tentunya mereka masih belum tau siapa orang yang sedang berada di luar kamar tersebut karena Rivan belum menampakkan wajahnya di hadapan mereka.


" Wooooww.... permainan yang sangat bagus" Rivan membalikkan tubuhnya dan membuka pintu kamar tersebut dengan perlahan untuk memperlihatkan wajahnya di hadapan Bella dan Candra. Tak lupa dia juga menampilkan senyuman mengejek untuk keduanya.


Bella dan Candra langsung kebingungan begitu mengetahui bahwa yang menangkap basah tindakan mereka adalah Rivan. Bella bahkan sampai repot repot mendorong Candra dan menutupi tubuh polosnya dengan selimut putih.

__ADS_1


Melihat wajah keduanya yang ketakutan sungguh membuat Rivan sangat muak dan jijik. Dia tidak menyangka dirinya akan dikhianati oleh dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya. Kekasih dan sahabatnya sendiri telah mengkhianatinya entah sudah mulai kapan pengkhianatan itu mereka lakukan.Bisa jadi mereka sudah melakukannya sejak dulu hingga kini semuanya terbongkar dengan sendirinya. Sebuah perselingkuhan yang tidak akan pernah dia maafkan seumur hidupnya.


__ADS_2