Suddenly Married

Suddenly Married
Seperti triplek!


__ADS_3

"Ikut aku!" Arjuna menarik lengan istrinya menjauh dari kantin, menuju mobilnya yang ada di lapangan parkir kampus tersebut.


Banyak pasang mata yang menatap keduanya itu, membuat Aluna langsung menundukkan kepala, dan mau tidak mau harus mengikuti kemauan suaminya itu.


"Kita bicara di sini. Dan selesaikan masalah kita di sini!" ucap Arjuna saat mereka sudah berada di dalam mobil mewahnya.


Aluna melirik sinis Arjuna seraya menghela nafas panjang. "Apa yang ingin kamu jelaskan masalah foto itu?" akhirnya Aluna mengeluarkan suaranya setelah beberapa saat mereka saling terdiam.


"Apa yang harus aku jelaskan? Bukankah aku sudah bilang jika aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan Laura dan aku juga tidak tahu kenapa foto tersebut ada di dalam tumpukan dokumenku," jelas Arjuna apa adanya.


"Bahkan nama mantan kekasihmu saja masih mengingatnya," cibir Aluna, membuat Arjuna seketika itu mendesah frustrasi, serba salah menghadapi istrinya yang masih marah.


"Aku tidak tahu harus berbicara apa lagi denganmu, Lun! Serba salah! Dan menurutku foto itu tidak penting bagiku!" ucap Arjuna dengan suara yang sedikit keras.


"Tidak penting bagimu, tapi penting bagiku!" balas Aluna tidak mau kalah, menatap Arjuna dengan tajam.


"What?!" Arjuna mengerutkan keningnya, tidak mengerti maksud istrinya itu, tepatnya ia tidak peka dengan perasaan Aluna.

__ADS_1


"Aku tidak tahu siapa yang ada di dalam hatimu saat ini. Bibirmu bisa berbicara tidak penting, tapi hatimu bisa saja berkata lain 'kan?" ucap Aluna seraya menghirup nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya.


Arjuna mencerna setiap kata yang di ucapkan istrinya itu. Kini ia baru memahami satu hal yaitu istrinya sedang cemburu.


Arjuna merutuki dirinya sendiri, kenapa dirinya menjadi bodoh? Kenapa ia baru menyadarinya? Dan kenapa ia tidak peka dengan perasaan istrinya?


"Di saat aku sudah menyerahkan segalanya kepadamu. Bolehkah aku berharap satu hal kepadamu?" lanjut Aluna tanpa menoleh ke arah Arjuna. Pada akhirnya ia sudah tidak tahan lagi mengungkapak perasaanya yang selama ini ia pendam di dalam hati.


"Apa?" jawab Arjuna.


"Di cintai olehmu," jawab Aluna dengan lirih dan suara yang terdengar bergetar.


KLEK


Arjuna segera mengunci semua pintu mobil agar istrinya itu tidak bisa keluar dari sana.


Aluna terkejut, sembari berusaha untuk membuka pintu mobil tersebut, akan tetapi tidak bisa. "Buka pintunya!" pinta Aluna.

__ADS_1


"Tidak akan pernah aku biarkan kamu pergi dari sisiku!" ucap Arjuna dengan penuh ketegasan, seraya menatap nanar punggung Aluna yang membelakanginya.


"Jangan menahanku, jika kamu tidak pernah menginginkanku," balas Aluna.


"Bisakah kamu berhenti dengan segala pemikiranmu yang bodoh itu!" kesal Arjuna.


Aluna membulatkan mulutnya, kedua matanya terbelalak, lalu ia membalik badannya, menghadap ke Arjuna dan menatap suaminya itu dengan tajam. "Aku mengatakan yang sejujurnya! Untuk apa kamu menahan diriku di sisimu tapi kenyataannya kamu tidak mengharapkan aku!"


"Bagaimana bisa kamu berkata seperti itu?" tanya Arjuna, ia merasa menjadi pria jahat di muka bumi ini saat mendengar ucapan istrinya itu. "Dasar bodoh!" umpat Arjuna seraya berdecak kesal.


"Apa katamu? Aku bodoh!" Aluna tidak terima dengan ucapan suaminya.


"Kamu memang bodoh! Otak udang! Bagaimana bisa kamu berfikir jahat tentang diriku. Jika aku tidak mengharapkanmu buat apa aku menyentuh tubuhmu yang kurus kering seperti triplek itu!" balas Arjuna menumpahkan kekesalannya.


"Apa! Seperti triplek? Kau sungg—" ucapan Aluna terhenti saat menyadari sesuatu.


***

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya untuk Dua A yang lagi marahan. 🤣🤣


__ADS_2