
Setelah kepergian Rivan dari mall, Tiara langsung masuk kembali ke dalam mall tersebut. Dan kali ini dia menuju ke tokonya yang dijaga oleh kedua karyawannya.
Dia juga langsung membuat janji temu dengan pihak manajemen yang mengurusi masalah kontrak kerjasama mereka. Di mana Tiara akan melakukan pembayaran untuk perpanjangan kontrak tokonya. Dan untungnya Rivan memberinya uang yang cukup banyak sehingga dia bisa memakai uang tersebut untuk membayar tanggungannya.
Dan pihak manajemen baru bisa menemui dirinya mati sekitar jam 2 atau jam 3 sore setelah pekerjaannya selesai. Tiara tidak masalah dengan itu, dia bisa menunggu di tokonya sambil membantu karyawannya menjaga toko miliknya.
Hingga jam 3 sore akhirnya mereka bertemu di salah satu kafe di mall tersebut. Seperti yang telah diperintahkan padanya, Ridwan langsung menemui Tiara sendiri tanpa menyuruh anak buahnya.
Sesuai dengan perintah yang dikatakan oleh Rivan, Ridwan langsung memberikan surat kontrak toko milik Tiara tanpa menerima sejumlah uang kontrak yang akan dibayar oleh Tiara.
Awalnya Tiara merasa bingung, namun Ridwan berkali kali meyakinkan Tiara. Sempat terlintas di pikirannya ada seseorang yang berada di balik semuanya, namun setelah Ridwan meyakinkan bahwa ini semua adalah sebuah fasilitas yang diberikan oleh pihak pengelola mall dan toko Tiara menjadi salah satu yang beruntung mendapatkan fasilitas tersebut.
Tiara segera berpamitan setelah dirasa dia sudah mendapatkan surat kontrak dari pihak pengelola mall. Dia kembali ke tokonya sambil menunggu kedatangan Rivan yang akan menjemputnya setelah jam pulang kantor.
*
*
Setelah menunggu sekitar dua jam lamanya akhirnya Rivan datang menjemput Tiara ke mall, tanpa menghampiri Tiara langsung ke tokonya. Dan saat ini mereka sedang berada di dalam mobil pulang menuju ke rumah mereka.
" Kita gak sekalian makan malam di luar, mas?" tanya Tiara yang duduk dengan tenang di kursi penumpang.
" Kita makan di rumah saya, ya" sahut Rivan dengan tangan sebelah yang terus menggenggam tangan Tiara dan tangan sebelahnya sibuk menyetir mobilnya.
Tiara memicingkan kedua matanya penuh tanda tanya. " Tumben gak mau makan di luar? biasanya kamu paling semangat ngajakin aku makan di luar, mas?" tanya Tiara balik.
" Hehe... aku lagi pengen makan masakan buatan istriku" kata Rivan dengan bibir tersenyum dan sesekali melihat ke arah Tiara sekilas.
Biasanya mereka akan makan malam bersama di luar, tapi kali ini Rivan langsung mengajak Tiara pulang ke rumah dengan alasan dia ingin makan di rumah saja. Padahal dalam hatinya dia ingin buru buru sampai di rumah dan melakukan aktifitas yang sudah menjadi candu baginya.
__ADS_1
Tiara menautkan kedua alisnya, masih menaruh curiga dengan gelagat yang ditunjukkan suaminya. " Kok aku ngerasa aneh, ya. Bakal terjadi sesuatu kalau kita sampai di rumah" ucap Tiara mencoba memancing maksud yang terpendam di dalam hati Rivan.
" Hahaha.... kamu itu lucu banget tau gak?" Rivan tertawa melihat wajah istrinya yang begitu menggemaskan.
Tentu saja Rivan tidak ingin mengatakan keinginannya itu pada Tiara, bisa bisa istrinya itu akan marah dan kesal padanya.
" Oh ya, mas... tadi aku sudah bertemu sama pihak pengelola mall" kata Tiara mencoba untuk bercerita pada suaminya.
" Oh ya! trus gimana? sudah beres kan?" tanya Rivan pura pura tidak mengetahui dengan apa yang sudah tejadi pada istrinya. Padahal dia sudah tau semua yang terjadi setelah mendapatkan kabar dari Ridwan semuanya.
" Aku gak jadi bayar kontrak tokonya" cerita Tiara dengan wajah yang terlihat senang.
" Kok bisa?!" tanya Rivan masih dengan berpura pura terkejut agar istrinya tidak mencurigai dirinya untuk saat ini.
" Aku juga gak tau, mas. Katanya pak Ridwan tadi, pihak pengelola mall selalu memberikan reward gratis kontrak untuk salah satu toko yang terpilih setiap tahunnya. Dan tahun ini yang terpilih adalah tokoku" kata Tiara mengatakan apa yang dikatakan oleh Ridwan.
" Kamu tau gak, awalnya aku gak percaya dan aku juga curiga. Menurut kamu apa mungkin ada campur tangan seseorang?" kata Tiara sambil menatap wajah suaminya yang memang dari awal sempat mencurigai Rivan yang menjadi orang dibalik kontrak tokonya.
Untungnya Rivan adalah orang yang pandai menyembunyikan kegugupannya dengan ekspresi datarnya sambil mengangguk seolah dia baru mengetahui hal itu. Sehingga Tiara tidak dapat melihat ekspresi wajah suaminya yang mencurigakan.
" Maksud kamu?" tanya Rivan masih dengan wajah yang sok polosnya tidak mengerti dengan menautkan kedua alisnya.
" Ehmm... awalnya aku pikir kamu adalah orang yang ada dibalik semuanya" sahut Tiara dengan menunjukkan wajah sesalnya. " Tapi tadi pak Ridwan meyakinkan aku kalau semuanya benar adanya dan tidak ada sangkut pautnya dengan orang lain" katanya lagi.
Rivan hanya mengangguk tanpa menjawab ataupun membantah ucapan Tiara. Dia tidak mau jika dirinya membantah ataupun menjawab maka bisa dipastikan Tiara akan mencurigai dirinya yang berada dibalik semuanya. Sepetinya saat ini belum waktunya bagi Tiara untuk mengetahui semuanya.
Tiara memang sudah mengetahui bahwa dirinya adalah orang yang kaya raya. Tapi Tiara masih belum mengetahui semuanya secara detail tentang jati diri Rivan yang sebenarnya. Entah apa yang akan terjadi jika Taira mengetahui semuanya, mengingat Tiara yang minder memiliki suami yang kaya.
Apalagi jika Tiara tau bahwa dirinyalah yang sebenarnya ada dibalik semua yang barusan terjadi. Bisa dipastikan Tiara tidak akan marah, mengingat Tiara adalah wanita yang terlalu gengsi untuk menerima bantuan dari orang lain selama dirinya masih sanggup melakukannya sendiri.
__ADS_1
" Baguslah, itu artinya uang kamu masih utuh dong, sayang?" tanya Rivan pura pura ikut senang mendengarnya.
" Iya.... makanya tadi aku pikir mau ngajakin kamu makan di luar, tapi kamu kayaknya gak mau" sahut Tiara dengan bibir terlihat cemberut.
" Cukup masak di rumah saja, aku sudah senang, sayang" Rivan menimpali dengan mencium tangan istrinya sekilas. " Apalagi kalau ditambah bonusnya di atas ranjang kayak tadi malam" kata Rivan genit sambil menarik turunkan kedua alisnya menggoda Tiara.
" Maunya!" seru Tiara lalu berdecak kesal dengan ucapan Rivan.
" Kamu juga mau kan?" goda Rivan lagi sambil senyum senyum melihat wajah Tiara yang sudah bersemu merah.
Mereka terus berbincang sambil bercanda dalam mobil. Hingga tak terasa mobil mereka sudah terparkir dengan mulus di garasi rumah mereka setelah pintu rumah Rivan terbuka secara otomatis.
Mereka segera masuk ke dalam rumah, tanpa mengganti baju mereka terlebih dahulu. Tiara langsung melepas syalnya dan seger menuju ke dapur untuk membuat makan malam. Sementara Rivan sendiri langsung melonggarkan dasinya dan menggulung kemejanya sampai siku. Dia ikut ke dapur untuk membantu istrinya memasak agar cepat selesai.
" Kamu mandi aja sana, mas... biar aku yang masak sendiri untuk makan malam kita" usir Tiara saat melihat Rivan yang berdiri di sebelahnya.
" Nanti aja!" tolak Rivan yang terus kekeh ingin membantu Tiara.
Tiara akhirnya membiarkan suaminya membantu dirinya memasak meskipun sesekali Rivan terus saja menggodanya. Entah dia yang memeluknya, menciumnya atau bahkan sesekali Rivan mengigit telinga ataupun lehernya.
" Mas... jangan ganggu terus dong! kapan selesainya kalau kamu gangguin terus!" seru Tiara yang sedikit berbicara keras karena suaminya terus saja mengganggunya hingga dia tidak nyaman saat memasak.
Akhirnya acara memasak selesai juga dengan waktu yang sedikit lama karena ulah Rivan yang terus mengganggu Tiara. Belum sempat Tiara meletakkan semua hasil masakannya di atas meja makan.
Dengan gerakan cepat Rivan langsung menyerang istrinya dengan mencium bibir Tiara dengan lembut namun lama kelamaan ciuman tersebut semakin kasar dan menuntut lebih. Mendapatkan serangan dari suaminya Tiara yang juga ikut bergairah karena godaan suaminya tadi langsung membalas serangan dari Rivan yang juga menuntut lebih dari sekedar sentuhan saja.
Akhirnya dengan mengabaikan masakan yang baru dibuat oleh Tiara, mereka melakukan kegiatan panas lagi malam itu. Mereka melakukannya berkali kali bahkan ditempat yang berbeda beda. Mulai di atas meja makan, sofa keluarga, di tangga hingga terakhir mereka melakukannya di atas ranjang. Setelah meras puas mereka langsung mandi bersama tanpa melakukan kegiatan panas lagi karena perut mereka yang sudah keroncongan minta diisi.
Selesai mandi tengah malam, mereka langsung ke bawah dan menikmati makan malam mereka yang sudah tertunda cukup lama karena kegiatan panas mereka. Sebelumnya Tiara memanaskan masakan yang dibuatnya sebelum mereka akhirnya mereka makan dengan lahap.
__ADS_1