
Kabar gembira yang dia terima dari Nita benar benar telah mengalihkan semua mood buruknya tadi. Kabar tentang kehamilan Nita yang sudah lama ditunggu tunggu oleh Nita dan Doni yang sudah lama menikah lebih dulu daripada dirinya.
Dan mengenai pengunduran Nita yang akan berhenti dari bekerja di butik Tiara justru mendapatkan respon yang baik dari Tiara. Meskipun sebenarnya Nita enggan untuk berhenti bekerja karena dia tidak akan bisa berdiam diri di rumah tanpa melakukan kegiatan apapun.
Entah bagaimana dia akan terus berdiam diri di rumah, mengingat dirinya yang aktif tidak bisa diam begitu saja di rumah. Apakah Nita akan sanggup berdiam diri tanpa bekerja selama kehamilannya, tapi jika dia memaksa bekerja, dia yakin suaminya ataupun Tiara pasti tidak akan pernah memberikan kesempatan itu padanya. Makanya dia hanya bisa pasrah menerima semuanya, toh semua juga demi kebaikan dirinya dan juga calon bayi yang ada di dalam kandungannya.
" Ngomong ngomong kenapa mood Lo jelek? Lo berantem sama Rivan?" kini Nita yang balik bertanya dengan masalah yang tengah dihadapi sahabatnya itu.
Tiara menggeleng dengan cepat sebagai tanda bahwa pertanyaan yang diajukan Nita salah. Kini wajah Tiara sudah berubah menjadi sendu dan itu membuat Nita khawatir.
" Trus..?" desak Nita.
" Tadi pas gue mau berangkat kerja, ada tamu spesial di rumah gue" kata Tiara malas sambil menghembuskan nafas dengan berat. " Lo tau siapa yang tamu tak diundang itu?" lanjut Tiara
" Siapa?" tanya Nita dengan kedua alisnya berkerut tajam yang penasaran dengan orang yang dimaksud Tiara. Setau Nita belum banyak orang yang mengetahui tentang pernikahan Tiara dengan Rivan. Hanya beberapa orang terdekat mereka saja seperti keluarga mereka yang sudah mengetahui termasuk dirinya dan karyawan di butik. Bahkan dirinya juga baru sekali mengetahui dimana rumah Rivan berada yang sekarang ini sudah ditinggali oleh Tiara juga.
" Bel....la.... mantan kekasih suami gue. Cewek yang menurut Rivan sangat hot, genit dan satu lagi ganjen!" kata Tiara dengan menekan setiap kata katanya dengan penuh kesal.
Nita langsung membelalakkan matanya terkejut sekaligus tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Tiara barusan. Dia tidak menyangka bisanya seorang mantan kekasih datang datang ke rumah mantannya yang sudah menikah.
" Ngapain dia ke rumah Lo?" tanya Nita penasaran.
" Pagi pagi ke rumah gue cuma ngajak ribut aja. Dia bilang kalau dia yang lebih pantas jadi istrinya Rivan daripada gue yang gak selevel dengan dia" cerita Tiara. Kini moodnya kembali memburuk karena dia harus mengingat kembali kejadian tadi pagi yang membuatnya kesal.
" Gimana reaksi Rivan?"tanya Nita
" Dia malas nanggapi ucapan Bella, tapi sikapnya langsung nunjukin ke Bella kalau sekarang dia sudah nikah sama gue" sahut Tiara. " Habis itu langsung gue usir dia dari rumah gue, dan Rivan langsung nutup pintu rumah dan kita langsung ninggalin dia pergi dari rumah lewat pintu belakang" lanjutnya berucap dengan senang.
Tiara tertawa pelan saat dia mengingat bagaimana Rivan menutup pintu rumah mereka dan meninggalkan Bella di sana. Bahkan sempat terdengar suara ketukan dan teriakan Bella yang terus memanggil mereka berdua.
" Gila...! nekat banget itu cewek sampai datangi rumah Rivan" seru Nita yang masih belum percaya kalau ada cewek yang senekat itu datang ke rumah mantannya. Nita sampai menggelengkan kepalanya berulang kali.
" Lo tau nggak? dia datang ke rumah dengan pakaian yang kurang bahan, ketat banget dadanya nyaris kelihatan" kata Tiara sambil bergidik jijik saat mengingat baju yang dipakai Bella tadi pagi. " Pantes aja mas Rivan bilang di hot, dandanannya aja kayak gitu" lanjutnya.
__ADS_1
" Kayaknya mulai sekarang Lo sama Rivan harus lebih berhati hati deh sama mantan mantan kalian, mereka kelihatannya nekat banget" Nita kembali menasehati sahabatnya untuk lebih berhati hati.
Tiara mengangguk membenarkan apa yang dikatakan oleh Nita.
" Kalian juga harus mulai menceritakan tentang mantan mantan kalian, agar kalian bisa menghadapinya bersama sama" kembali Nita menasehati Tiara.
" Iya Nit. Thanks ya udah mau dengerin curhatan gue selama ini, tapi mulai sekarang Lo harus banyak istirahat dan jagain ponakan gue baik baik" kata Tiara
" Iya aunty...." sahut Nita dengan suara yang dibuat seperti anak kecil.
Mereka berdua tertawa bersama sama, bahkan seharian ini mereka tidak mengerjakan apapun. Tiara melarang Nita melanjutkan pekerjaannya dan dia sendiri juga terus menemani Nita sambil ngobrol panjang lebar. Bahkan siangnya mereka juga makan di luar bersama karena hati itu terakhir Nita bekerja di butiknya. Makanya mereka mencoba menghabiskan waktu bersama mereka lebih lama sebelum nantinya mereka akan jarang bertemu.
*
*
*
Mulai sekarang Tiara harus pulang lebih lambat dari biasanya. Selain karena dia harus menghandle semua pekerjaan Nita, dia juga harus pulang paling akhir setelah karyawan lainnya pulang semua. Dia masih belum bisa mempercayakan pekerjaan Nita pada orang lain makanya dia sendiri yang akan menyelesaikan semua pekerjaan yang biasa dilakukan oleh Nita.
Tiara baru pulang dari butiknya setelah Rivan datang menjemputnya. Mungkin karena kelelahan makanya raut wajah Tiara terlihat seperti orang yang sedang kesal.
Saat Tiara masuk ke dalam mobil, Rivan sampai terheran heran apa yang membuat wajah istrinya yang cantik terlihat murung seperti itu tidak seperti biasanya. Dia juga belum tau cerita tentang Nita jadi dia mengira bahwa kedatangan Bella tadi pagi adalah penyebab daripada wajah kusut istrinya saat ini.
" Enggak biasanya wajah cantik kamu berubah jadi sendu begini" ucap Rivan yang mulai melajukan mobilnya meninggalkan butik. Tiara diam tanpa ada niat membalas ucapan suaminya karena dirinya masih merasa lelah.
Rivan langsung menggenggam tangan Tiara dan langsung membuat Tiara sedikit kaget.
" Mas__" ucap Tiara. Tiara yang ingin protes karena kaget saat tangannya digenggam oleh suaminya, namun semua dia urungkan karena tiba tiba Rivan mengecup punggung tangannya dengan lembut dan lama.
" Kamu murung karena kepikiran masalah Bella?" tebak Rivan selesai mengecup punggung tangan Tiara.
Tiara yang melihat sikap Rivan langsung menaikkan kedua alisnya bingung. Bella.... ah perempuan yang tadi pagi datang ke rumahnya tanpa di undang. Bukannya sengaja melupakan masalah Bella, tapi saat ini Tiara benar benar tidak mengingat tentang Bella sama sekali. Mungkin karena kabar bahagia yang diberikan Nita dan juga karena tadi sibuk dengan pekerjaannya.
__ADS_1
" Biar aku beritahu kamu, sayang. Memang benar Bella adalah mantan kekasih aku" Rivan menjeda ucapannya, kedua matanya menerawang mengingat kenangan masa lalunya. " Dia memilih sahabat baik kami, Candra dan.... pergi ke suatu tempat dan aku bahkan tidak ingin mengetahuinya" lanjutnya.
Tiara menatap Rivan, rasa lelah yang dirasakannya mulai terkikis saat mendengar penuturan singkat suaminya. " Apaan sih kamu, mas. Aku tuh sama sekali nggak mikirin mantan kamu yang hot itu, mas " sindir Tiara yang terkikik melihat wajah suaminya yang merasa bersalah padanya.
Rivan menoleh sekilas ke arah istrinya sambil menyipitkan matanya penuh tanda tanya.
" Aku tuh cuma lelah aja, karena tadi banyak banget pekerjaan yang harus aku selesaiin" kata Tiara jujur.
" Lelah?" tanya Rivan
" Heemm..." gumam Tiara
" Kenapa?"
" Nita hamil...suaminya nyuruh dia berhenti kerja. Makanya tadi aku ngerjain semua pekerjaan Nita" lanjut Tiara dengan menunjukkan senyum lebarnya.
" Syukurlah..." kata Rivan.
" Ngomongin mantan kamu, dia itu nekat banget" kata Tiara
" Kamu nggak usah dengerin ucapan dia. Saat aku memilih kamu, itu artinya untuk selamanya" ucap Rivan dengan yakin.
Tiara tertawa lepas mendengar ucapan Rivan yang manis barusan. " Apaan coba kamu, mas. Cheese banget, deh" kata Tiara di sela tawanya.
" Memang ada yang salah dengan cheesy ?" tanya Rivan yang tidak mengerti maksud istrinya itu.
Tiara langsung menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Rivan. Dia itu luarnya saja kelihatan galak, apalagi kalau menatap orang dengan tatapan tajam. Beda lagi kalau dia sedang berinteraksi dengan Tiara, siapa sangka Rivan akan jadi semacam kucing anggora yang menggemaskan?
" Thank you loh, aku jadi lebih semangat dan berani buat ngadepin mantan kamu" kata Tiara yang semakin yakin bahwa Rivan akan terus memilih dirinya dibandingkan Bella.
" Kamu harus ingat, kamu segalanya untukku" sekali lagi Rivan meyakinkan Tiara sambil tersenyum tipis.
Rivan melabuhkan ciuman singkat di bibir Tiara di sela dia mengemudikan mobilnya.
__ADS_1