
Malam harinya Tiara ada janji ketemu dengan salah seorang klien yang ingin memesan gaun keluarga. Dan kebetulan klien tersebut mengundang Tiara untuk datang dan makan malam sekalian di salah satu restoran. Tiara menyetujui hal itu. Tiara datang lebih awal daripada kliennya di restoran tempat mereka janjian bertemu.
Sebelumnya Tiara juga sudah memberi kabar pada suaminya mengenai undangan makan malam kliennya. Dia memberikan kabar agar suaminya tidak menjemputnya di butik dan langsung pulang saja ke rumah mereka. Rencananya Tiara akan pulang sendiri dengan menggunakan jasa transportasi online.
Rupanya malam itu Rivan juga sedang lembur di kantornya, entah itu benar atau tidak hanya Rivan sendiri yang tau. Sehingga dia meminta Tiara untuk segera menghubungi dirinya jika acara makan malamnya sudah selesai dan dia akan langsung menjemput Tiara ke restoran tempat dimana Tiara menerima undangan makan malam. Dan Tiara tidak bisa membatah dan hanya bisa mengiyakan saja perintah suaminya.
Ketika kliennya sudah datang mereka segera membahas beberapa rancangan gaun yang sudah dibuatkan Tiara sebelumnya. Dan setelah selesai membahas dan kliennya sudah menentukan pilihan rancangan gaunnya, mereka segera memesan makan malam mereka dan langsung memakan beberapa menu makanan yang sudah dipesan akan oleh klien Tiara.
Tanpa disadari oleh Tiara ada sepasang mata yang mengawasi dirinya tidak jauh dari tempat duduknya. Seorang pria yang terlihat juga sedang mengadakan rapat pertemuan dengan seorang kliennya. Pria tersebut terus membahas pekerjaan dengan beberapa kliennya dan sesekali melihat ke arah Tiara yang sepertinya sudah selesai dengan acara makan malamnya.
Tidak terasa undangan acara makan malam berjalan lancar dengan sesekali diselingi obrolan ringan diantara Tiara dan kliennya. Dan akhirnya klien tersebut segera pamit terlebih dahulu pada Tiara setelah membayar seluruh tagihan makanan yang mereka pesan.
Tiara mempersilahkan mereka untuk terlebih dahulu meskipun awalnya mereka ingin memberikan tumpangan pada Tiara dan mengantarkan dia pulang. Dan Tiara tentu saja menolaknya dengan sopan karena sebelumnya dia sudah janji untuk menunggu suaminya. Akhirnya klien tersebut pulang terlebih dahulu meninggalkan Tiara sendirian di restoran tersebut.
Tiara segera mengirimkan pesan pada Rivan dan dia segera keluar dari restoran tersebut dan menunggu kedatangan suaminya di depan setelah Rivan bilang akan langsung menjemputnya. Dan saat ini Tiara sedang berdiri sendirian di depan restoran tersebut.
" Tiara..." suara seorang pria tengah memanggil Tiara dan pria tersebut berjalan dari dalam restoran menuju keluar dan berjalan mendekati Tiara.
Tiara menoleh ke belakang dan matanya terbuka dengan lebar berusaha menahan emosinya. Karena dalam hidupnya dia tidak ingin bertemu lagi dengan pria yang sudah sangat dia benci tersebut. Ya! pria tersebut adalah Dika mantan kekasih Tiara yang sudah menyakiti hatinya dengan begitu dalam. Tiara kembali melihat ke depan dan mengabaikan Dika yang berjalan mendekati dirinya.
Sebenarnya rapat Dika dengan kliennya sudah selesai dan mereka saat itu tengah menyantap makan malam mereka yang baru saja disajikan oleh pelayan restoran. Begitu melihat Tiara keluar dari restoran tersebut, Dika langsung berpamitan pada kliennya untuk pulang lebih duluan. Dan dia langsung keluar dari restoran dan mengikuti Tiara yang sudah berdiri di depan restoran sendirian.
Tiara sendiri hanya bisa menarik nafas dalam dengan kesal saat merasa pria tersebut telah berdiri di sebelahnya. Dia merasa sangat kesal kenapa dirinya harus bertemu dengan seseorang yang tidak ingin dia temua lagi. Dan entah kenapa setelah pertemuan mereka di restoran milik Vani waktu itu, mereka sering bertemu meskipun sebenarnya Dika yang berusaha untuk terus menemui dirinya.
" Mau apa lagi, hah!?" tanya Tiara dengan nada suara yang jutek dan dingin.
__ADS_1
" Tadi aku lagi rapat dengan klien dan gak sengaja lihat kamu ada di sini" jawab Dika dengan tenang dan santai sambil menampilkan senyuman bahagianya karena bisa bertemu dengan Tiara secara tidak sengaja di sana.
Tiara sama sekali tidak menatap Dika atau memperdulikan ucapan Dika padanya. Dia terus melihat ke depan memperhatikan beberapa mobil yang berlalu lalang.
" Kamu mau pulang? aku anterin, ya?" bujuk Dika.
Dadanya saat ini berdebar, Dika tau saat ini dirinya tengah masuk ke dalam Medan peperangan berat. Beberapa kali dia melihat saingannya saat ini memang sangat hebat, dan pastinya Tiara tidak akan dengan mudahnya luluh terhadap Dika lagi. Tapi Dika yakin bahwa dirinya akan menang dan pada akhirnya dia juga yang akan menangkan Tiara.
" Nggak perlu!" balas Tiara masih dengan singkat dan dinginnya.
Singkat dan dingin, tapi Dika sama sekali tidak peduli. Tanggapan singkat yang diberikan dari bibir Tiara, baginya tidak masalah dan akan lebih baik dari pada tidak dianggap sama sekali.
" Tiara come on... ini udah malam dan aku khawatir" Dika kembali membujuk Tiara agar mau diantar pulang olehnya.
Dika sadar bahwa diantara dirinya dan Tiara terhalang oleh tembok tak terlihat yang besar dan sangat tinggi. Tembok tersebut Tiara sendiri yang membangunnya setelah mendapatkan perlakuan dari Dika dulu. Tiara tidak ingin disakiti lagi untuk kedua kalinya dan Dika paham akan hal itu.
" Istri Lo kemana nggak Lo hawatirin? gue sudah ada yang mengkhawatirkan, Dik" sindir Tiara dengan senyum mengejek.
Dika yang biasanya nampak emosi jika disinggung tentang istrinya, tapi kali ini dia hanya bisa diam dan menatap Tiara dengan sungguh sungguh.
" Tiara... aku tau kalau aku udah menyakiti hati kamu. Tapi tolong kali ini saja dengerin aku, percaya sama aku..." ucap Dika.
Mendengar ucapan Dika menimbulkan gelombang jijik dan geli dari perut Tiara, sehingga membuatnya tertawa dan mendengus kesal.
" Percaya sama Lo itu sama aja nyebrangin atap gedung dengan hanya pakai tali. Bahaya!!" sahut Tiara dengan sinis penuh ejekan.
__ADS_1
Bukannya marah, Dika justru tertawa mendengar perumpamaan yang Tiara ucapkan.
" Kamu nggak mungkin kan, pulang malam begini pakai taksi online?" tanya Dika.
" Gue nungguin Rivan, suami gue" sahut Tiara mencoba mendesak Dika agar menjauh dan menjaga jarak dengan dirinya.
" Nggak usah bohong, Tiara" Dika masih saja belum percaya bahwa Tiara sudah menikah dan memiliki seorang suami.
Meskipun sudah beberapa kali dia mendengar penjelasan Tiara langsung bahwa dia sudah menikah. Tidak hanya itu Dika sendiri juga sudah beberapa kali melihat Tiara bersama dengan seorang pria yang sama. Dika seolah tidak terima jika Tiara harus melupakan dirinya dan menjadi milik orang lain, karena dia yakin bahwa Tiara hanya akan mencintai dirinya.
" Terserah Lo percaya atau nggak gue nggak peduli, yang penting jangan pernah ganggu hidup gue lagi. Gue capek harus ngadepin Lo terus, tau nggak?!" Tiara sudah mulai kehilangan kesabarannya.
Tiara merasa dirinya berbicara dengan dengan benda mati, karena ucapannya selama ini tidak berguna sama sekali dan hanya dianggap angin lalu oleh Dika.
" Tiara kumohon jangan bodohi diri kamu kayak gini" ucap Dika berusaha membujuk agar mau mendengarkan dirinya.
Emosi Tiara langsung tersulut dan Dika tau betul bagaimana caranya membuat emosi Tiara tersulut. Perempuan disebelahnya itu tidak pernah senang dikatai bodoh.
" Bodohi diri gue sendiri gimana maksud Lo?" tanya Tiara tidak terima dengan ucapan Dika seolah selama ini dirinya sudah menjadi orang yang bodoh.
" Aku tau kamu sudah menikah, tapi kamu tidak harus mengorbankan perasaan kamu Tiara" kata Dika pasrah.
Dia akan berusaha menghancurkan tembok besar yang menghalangi dirinya dan Tiara. Dia tau perempuan disampingnya itu ingin sekali melampiaskan kekesalannya pada Dika terlebih dahulu, baru setelah itu Dika akan mencoba mendekatinya lagi.
Dika begitu menginginkan Tiara sadar tentang betapa besarnya arti Dika dalam hidupnya. Dan Dika tidak ingin Tiara merasa malu untuk mengakui semuanya. Dia juga ingin Tiara tau bahwa dirinya juga merasakan hal yang sama.
__ADS_1
Selama ini Tiara telah menjadi bagian yang besar dalam hidup dan dalam hati Dika. Dan dia yakin Tiara juga merasakan hal yang sama dengan yang dia rasakan.
## Maaf buat para reader setiaku, beberapa hari ini aku gak bisa update karena masih mendaftarkan anakq yang akan masuk di SMA tahun ini. Dan Alhamdulillah akhirnya anakku bisa diterima di salah satu sekolah SMA favorit di kota. Dan hari ini baru bisa update setelah beberapa hari masih merasakan jetlag PPDB SMA 🙏🙏🙏.