Suddenly Married

Suddenly Married
Pernikahan yang Sah


__ADS_3

Waktu sudah menjelang malam saat Tiara telah selesai berdandan sederhana untuk berkunjung ke rumah utama. Tiara yang memang tidak terbiasa dengan cara dandanan yang berlebihan apalagi dengan memakai pakaian yang ketat membentuk tubuhnya. Dia lebih nyaman berias sederhana dan memakai baju yang nyaman untuk dirinya sendiri.


Tiara yang sedang bercermin sedari tadi sudah terlihat cemberut saja saat melihat Rivan yang masih bersantai aja. " Ayo... mas, cepetan bergerak. Gak enak sama bunda kalau sampai telat" kata Tiara sambil menarik lengan Rivan agar berdiri dari tidurannya.


" Sabar, sayang. Bunda pasti juga maklum, kok. Lagian kamu ini kayak mau kemana aja sih, rumah bunda itu deket banget gak sampek 10 menit kita udah nyampek rumah bunda" Rivan memang sengaja memancing kekesalan Tiara.


Bagi Rivan wajah Tiara yang kesal terlihat menggemaskan dengan pipinya yang bersemu merah menahan amarah karena kekesalannya.


" Aku udah selesai dandan dari tadi, tapi lihat kamu... cuma pakai boxer doang. Astagaaa...!" Tiara menekan setiap kata yang dia ucapkan sambil berkacak pinggang melihat Rivan yang masih sibuk dengan ponselnya.


Rivan seolah tidak peduli, masih belum berganti pakaian sama sekali. Saat ini dia hanya memakai boxer ketat saja yang sedari tadi melekat di badannya usai mereka mandi sore bersama. Bahkan Rivan masih setia duduk di tepi ranjang tanpa ada keinginan untuk berdiri meskipun dari tadi lengannya sudah ditarik oleh Tiara.


Karena sudah merasa puas membuat istrinya kesal, Rivan akhirnya bangkit dari duduknya dan langsung mengecup bibir Tiara dengan gemasnya. "Gak jadi aja deh ke bundanya. Aku masih pengen berduaan sama kamu" Rivan masih saja ingin menggoda istrinya.


Tiara langsung mencebik kesal." Mas pasti sengaja, nih. Ayo buruan pakai bajunya!" Tiara akhirnya menarik lengan Rivan ke walk in closed untuk berganti baju.


" Aku kan baru keluar dari rumah sakit, sayang. Jadi aku butuh istirahat banyak agar tubuhku cepat pulih" rengek Rivan masih saja membuat alasan agar mereka membatalkan niat untuk makan malam di rumah orang tuanya.


" Nggak usah banyak alasan, kalau kamu masih ngerasa sakit... gak mungkin kamu seganas tadi" sindir Tiara sambil melotot mengingatkan kejadian bersama mereka di dalam kamar mandi tadi.


Rivan jangan ditanya, dia yang memang sengaja ingin menggoda Tiara, tentu saja hanya tertawa mendengar sindiran dan pelototan istrinya. Sebenarnya dia masih ingin menggoda istrinya, tapi dia urungkan niatnya. Bisa gawat kalau nyonya Rivan sampai ngambek, jatah malamnya bisa jadi taruhannya nanti.


Tidak ingin suaminya beralasan ataupun mengulur waktu, akhirnya Tiara menunggu Rivan di dalam walk in closed untuk berganti pakaian sampai selesai. Hingga sekitar lima belas menit akhirnya mereka telah selesai bersiap.


Rivan mengajak Tiara untuk turun ke bawah, Ketika dia membuka pintu rumahnya untuk mengambil sepatu yang akan dia pakai. Dia dikejutkan oleh sesosok perempuan yang tengah berdiri di depan pintu rumahnya dan bersiap untuk mengetuk pintu rumah tersebut .


Rivan membuang mukanya dengan malas, sedangkan Tiara menatap datar perempuan yang ada di depannya. Perempuan didepannya ini mampu membuat mood suaminya berantakan dalam sekejap.

__ADS_1


" Mas..." panggil Bella dengan nada manja dan genit.


Tiara hanya bisa memutar matanya tak percaya. ' Sejak kapan perempuan di depannya ini ikutan manggil Rivan dengan sebutan 'Mas'? perasaan kemarin masih manggil Van.. Van.. aja' batin Tiara tak tahan


Rivan terus memegang tangan Tiara tanpa berniat melepaskannya sedikitpun. Keduanya harus tenang menghadapi Bella. Karena jika tidak, mereka sendiri yang akan kecapekan dan kalah dengan siasat perempuan licik dihadapan mereka.


Rivan memandang dingin ke arah Bella yang selalu mengganggu hidupnya. Dia tau kalau Bella adalah perempuan yang ambisius yang akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan Tapi dia tidak menyangka kalau dia akan senekat ini. Padahal sudah jelas jelas dirinya sudah menikah.


Tiara sendiri tidak habis pikir, ternyata dulu suaminya juga pernah berada di posisi sama seperti dirinya yang terlalu bodoh menilai pasangannya sendiri. Dirinya dengan Dika dan Rivan dengan Bella. Tapi beruntungnya mereka tersadar kemudian bertemu dan saling memiliki tanpa melalui proses pengenalan yang panjang.


Awalnya Tiara hanya diam saja, tapi lama lama dia jadi muak dengan kehadiran perempuan masa lalu suaminya itu. Bukannya cemburu, tapi lebih merasa kesal suaminya dikejar kejar mantannya yang modelnya kayak Bella. Sudah dikasih tau tapi masih saja ngeyelnya minta ampun.


" Yuk, sayang...." Rivan menggamit pinggang Tiara dan mengabaikan Bella.


Bella tentu saja melihat semua itu, Rivan yang mengacuhkan dirinya yang tidak bisa dia terima. Apalagi melihat tatapan dan perlakuannya pada Tiara, menurut Bella seharusnya itu semua hanya untuk dirinya.


" Itu semua karena kamu membuatku ketagihan, sunshine..." balas Rivan sambil tersenyum lembut ke arah Tiara.


Mendengar ucapan Rivan barusan yang memanggil Tiara ' sunshine' membuatnya melotot tidak percaya. ' Sunshine?' bahkan saat Rivan masih bersama dirinya, Rivan hanya memanggilnya sayang tanpa ada embel embel lainnya. Bella mulai gerah disuguhi romansa suami istri di depannya.


" Mas, kita butuh bicara!" ucap Bella penuh harap. Bella memang masih memiliki harapan untuk bisa menjadi istri Rivan menggantikan Tiara. Dia masih berfikiran kalau Rivan masih akan luluh seperti dulu.


" Saya kira gak ada yang perlu kita bicarakan lagi!" sahut Rivan dengan dingin.


Tiara melihat Rivan yang berbeda saat menyahut ucapan Bella dengan intonasi yang begitu dingin yang tidak seperti suaminya.


" Kamu bohong Van, aku tau kamu..." Bella meracau tak jelas. Dia marah dan terluka karena rencananya tidak berjalan sesuai dengan yang dia pikirkan.

__ADS_1


Rivan terdiam tidak menghiraukan dan enggan menanggapi semua ucapan perempuan itu.


" Rivan, baby...." rengek Bella karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari Rivan.


" Sepertinya akan menyenangkan bagiku jika kamu berhenti melakukan apapun yang kamu inginkan, Bel. Kami mau pergi..." kata Rivan dengan jelas seperti mengusir dengan cara halus.


Bella benar benar gondok luar biasa. " Awas aja kamu wanita ganjen! Rivan akan menjadi milikku, apapun yang terjadi dan aku pastikan kamu nangis nangis kalau itu terjadi!" Bella menunjuk ke arah Tiara. Jelas Bella tidak terima diperlakukan seperti itu oleh Tiara dan Rivan. Pasti kehadiran Tiara-lah yang menjadikan Rivan bersikap dingin terhadapnya seperti itu.


Setelah mengucapakan kalimat itu Bella langsung beranjak pergi. Rivan langsung menghela nafas lega sedangkan Tiara menatap jengah dan kesal. Akhirnya perempuan pengganggu itu pergi dari rumah mereka setelah melampiaskan semua amarahnya untuk kesekian kalinya.


" Aku baru tau ada perempuan nggak tau malu kayak dia" ucap Tiara sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya.


Rivan yang berada di samping Tiara menatap ke arahnya dan tersenyum kecil.


" Kamu punya dosa apa sih mas, sampai punya mantan yang kayak gitu" Tiara masih saja menggerutu kecil.


Rivan langsung mengecup bibir Tiara singkat karena merasa gemas. " Dia tuh ambisius, kalau kita tanggepinnya dengan emosi malah bikin kita pusing nantinya" Rivan sendiri sudah sangat muak dengan sikap Bella yang selalu menerornya.


" Kejutan apa lagi yang bakalan kamu kasih, mas" ucap Tiara sambil menggeleng kecil dan memegang keningnya.


" Itu semua diluar kendaliku, sayang" Rivan kemudian memeluk Tiara dengan erat. "Capek banget aku tuh rasanya hari ini, padahal cuma didatangi tamu. Lebih capek dari yang 'tadi' " kata Rivan mengedipkan sebelah matanya dengan genit yang merujuk pada kegiatan mandi sore mereka.


Tiara memukul bahu Rivan dengan pelan. Suaminya ini masih sempat sempatnya bercanda dan berfikiran mesum setelah mereka kesal dengan kedatangan Bella tadi.


Pelukan Tiara adalah tempat yang paling menyenangkan untuk melepaskan kepenatan Rivan. Setelah dirasa keadaan hatinya sudah mulai membaik dia melepaskan pelukannya dan menatap kedua manik Tiara dengan dalam. Jelas sekali kedatangan Bella tadi membuat istrinya itu merasa tidak nyaman dan kesal.


Rivan menatap bibir merah Tiara yang selalu membuatnya tergoda. Diapun melabuhkan ciumannya, ********** untuk kesekian kalinya tanpa rasa bosan. Berharap Tiara mengerti bahwa dialah dunia Rivan saat ini. Melalui ikatan pernikahan yang sah mereka saling memiliki. Meskipun proses pernikahan mereka yang bisa dibilang unik, tapi pernikahan mereka bukan main main. Pernikahan mereka sah di mata agama dan hukum. Rivan akan menjaga pernikahan mereka sampai kapanpun.

__ADS_1


__ADS_2