Suddenly Married

Suddenly Married
Gak Perawan Lagi


__ADS_3

Pagi hari untuk Rivan dan Tiara berlalu dengan cepatnya. Tentu saja karena malamnya Rivan langsung menerkam Tiara hingga pagi menjelang. Rivan benar benar telah membuat istrinya kelelahan sehingga membuat Tiara bangun sedikit kesiangan. Namun meskipun begitu tetap saja membuat Tiara begitu bahagia.


Tiara yang tak bangun pagi untuk berolahraga lari di atas treadmill bergegas membuatkan sarapan, bersiap dan berangkat ke kantor bersama dengan suaminya. Sementara itu Rivan yang bangun pagi lebih lambat daripada Tiara langsung bersiap, sarapan dan berangkat ke kantor bersama istrinya.


Tentu saja semua itu diisi dengan curi curi untuk bermesraan sejak Rivan bangun dari tidurnya. Meskipun keduanya merasa kelelahan karena cukup lama beraktivitas malam, nampaknya mereka berdua sudah menemukan ritme pagi mereka.


Siang itu di butik Tiara mengajak Nita untuk makan siang di kantor karena sudah beberapa hari ini mereka belum bertemu. sejak mereka pergi belanja karena Tiara yang beberapa hari yang lalu tidak masuk datang ke butik karena kelelahan setelah malam pertama mereka. Dan hari berikutnya Nita yang gantian nggak masuk kerja.


Jadi baru sekarang mereka bisa bertemu setelah mereka menghabiskan waktu 'me time' mereka beberapa hari yang lalu.


" Gimana jadi nggak, Ra?" tanya Nita langsung setelah mereka duduk di salah satu restoran yang berada di depan sekitar butiknya.


" Jadi apaan" tanya balik Tiara yang belum mengerti maksud pertanyaan sahabatnya itu.


Mereka berdua sudah memesan makanan sebelumnya pada salah satu pelayan di sana, dan saat ini mereka duduk sambil menunggu makanan mereka diantar.


" Lo tau gak, beberapa hari ini gue udah penasaran banget! gimana malam pertama lo?!" seru Nita yang sudah mendesak ingin tau apakah hari itu rencananya berhasil atau tidak.


Nita sama sekali tidak peduli dengan pandangan orang orang yang mendengar ucapannya. Sementara itu wajah Tiara langsung merah padam menahan malu mendengar pertanyaan sahabatnya yang begitu vulgar di depan banyak orang yang ada di restoran tersebut.


Tiara kembali mengingat bagaimana malam pertama mereka hari itu langsung. Sesaat kemudian dia baru ingat bahwa itu semua adalah rencana yang dibuat oleh Nita tanpa sepengetahuan dirinya. Hingga dirinya malam itu membuat dirinya tanpa sadar membangunkan seekor singa yang sangat kelaparan.


Tiara menatap tajam ke arah Tiara. " Semua itu rencana Lo, kan?" tanya Tiara dengan wajah kesalnya.


Meskipun dia merasa kesal dengan sikap sahabatnya itu, namun dibalik itu semua dia juga berterima kasih pada Nita. Karena dengan rencana Nita beberapa hari yang lalu, tanpa sengaja sudah berhasil menghilang pikiran buruk akan malam pertama di otaknya selama ini. Dan sebenarnya dia juga merasa sangat berterima kasih pada sahabatnya itu.

__ADS_1


" Hehehe... habisnya waktu gue denger cerita Lo, gue merasa kasihan banget sama Rivan" jawab Nita dengan kekehan kecil. " Masak iya suami tampan, gagah kayak Rivan, harus Lo anggurin selama sebulan lamanya" lanjut Nita seolah tidak terima dengan perlakuan Tiara pada Rivan selama ini.


" Tapi rencana Lo itu sudah bikin gue kayak wanita murahan tau gak?" ucap Tiara dengan nada suara kesal jika mengingat hari itu.


Mata Nita langsung terbuka lebar sambil menatap wajah Tiara di depannya. " Maksudnya? Lo beneran pakek lingerie yang gue ambilin waktu itu? gimana ceritanya?" tanya balik Nita yang tidak menduga sahabatnya itu akan mau memakai gaun tipis yang diambilnya waktu itu.


Tiara memutar bola matanya dan membuang nafas dengan kasar. " Jadi... gue langsung bawa semua belanjaan gue ke kamar tanpa melihat isinya terlebih dahulu. Dan gue langsung mandi dengan membawa baju tidur gue seperti biasanya" Tiara mulai bercerita mulai awal kejadian.


Sementara Nita mendengarkan dengan seksama tanpa ada niat untuk mencela cerita sahabatnya. Dia sangat penasaran bagaimana bisa Tiara memakai lingerie waktu itu sebab dia mengira Tiara tidak akan mungkin mau memakai gaun tipis itu.


" Mungkin waktu itu gue memang sedang apes kali ya. Nggak sengaja sehabis mandi baju tidur gue jatuh dan basah, ya udah gue mau pakek handuk buat nutupin tubuh gue dan mau ambil baju di lemari. Dan sial saat itu handuk yang gue bawa ternyata cuma handuk kecil buat rambut!" Tiara menceritakan semua kejadiannya secara urut dan hal itu sudah biasa mereka lakukan tanpa ada yang ditutup-tutupi.


Nita mengangkat kedua alisnya tidak percaya bahwa rencananya ternyata didukung juga oleh kejadian apes yang dialami Tiara. "Terus?" tanya Nita yang sangat penasaran dengan cerita Tiara.


" Dan rencananya gue mau lari secepatnya keluarga dari kamar mandi dan mengambil baju tidur lalu balik ke kamar, tapi semua rencananya gagal total. Rivan yang waktu sedang ada di bawah, gak tau tiba tiba masuk ke kamar dan langsung aja gue batalin rencana gue dan masih tetep di kamar mandi" sahut Tiara.


" Bukannya buruan ngasih baju tidur gue, dia banyak tanya soal baju tidur gue yang katanya nggak kayak biasanya. Gue juga gak sadar karena warna baju yang gue beli sama dengan warna lingerie yang Lo kasih"


" Hehehe.... gue emang sengaja waktu itu biar Lo gak curiga " Nita tertawa kecil mengingat rencananya yang tiba tiba waktu itu.


Tiara hanya bisa memutar kedua bola matanya dengan malas. " Mungkin waktu itu, Rivan ngiranya gue sedang ngerayu dia, makanya gue ngerasa aneh waktu itu. Tapi karena gue gak tau sama sekali soal lingerie itu gue tetep maksa dia buat ngasih baju tidur itu" kata Tiara.


" Dan waktu gue megang lingerie itu, pikiran gue bener bener bingung waktu itu. Tapi karena desakan Rivan yang terus memaksa gue keluar, akhirnya dengan terpaksa gue pakek lingerie itu. Dan gue buru buru keluar karena terdengar suara Rivan yang seolah menahan amarah. Saat gue keluar dan Rivan langsung nerkam gue kayak serigala liar!" lanjut Tiara yang segera mengakhiri ceritanya karena saat itu ada pelayan yang datang mengantarkan makan siang mereka.


" Berarti Lo udah gak perawan lagi?" tanya Nita dengan wajah bahagianya setelah tidak ada pelayan di meja mereka.

__ADS_1


" Itu semua gara gara, Lo!" sahut Tiara kesal dengan rencana Nita waktu itu.


" Tapi enakan?" tanya Nita dengan senyum cengirannya. " Gue yakin, Lo sama Rivan ngelakuinnya berkali kali kan? makanya, paginya Lo gak bisa datang ke butik" lanjut Nita menggoda Tiara dengan menaik turunkan kedua alisnya.


Tiara langsung memukul kepala Nita dengan buku menu restoran yang masih ada di meja mereka dengan pelan. " Dasar otak mesum!" ucap Tiara dengan kesal.


" Tapi bener kan apa yang gue bilang, awalnya emang sakit, tapi habis itu Lo pasti ketagihan" sahut Nita dengan masih terus menggoda Tiara namun dia juga ikut merasa bahagia dengan yang dirasakan oleh sahabatnya.


" Sudah buruan makan, entar dingin" ujar Tiara tanpa menghiraukan lebih lanjut ucapan Nita.


Tiara mulai memakan makan siangnya dan diikuti oleh Nita yang juga langsung memakan menu makan siangnya sendiri.


" Harusnya Rivan itu berterima kasih sama gue, karena udah bantuin dia mendapatkan haknya yang belum pernah Lo kasih ke dia" ujar Nita di sela sela makan siang mereka.


Tiara langsung melirik Nita yang duduk di hadapannya sekilas, lalu matanya kembali menatap ponselnya dan mengetik beberapa kata di ponsel miliknya.


" Lo lagi chat an sama Rivan, ya?" tanya Nita yang kesal dengan sikap cuek Tiara yang masih terus saja asyik dengan ponselnya sendiri. " Dari tadi senyum senyum sendiri kayak orang gila aja!" lanjutnya mengejek Tiara seperti orang gila.


" Nanti Rivan mau kirim hadiah buat Lo" ucap Tiara dengan cepat.


Nita langsung membelalakkan matanya dengan lebar mendengar ucapan Tiara yang terdengar samar di telinganya. " Lo bilang sama Rivan?!" tanya Nita dengan suara yang keras.


Tiara mengangguk sambil tersenyum tipis melihat reaksi sahabatnya.


" Harusnya Lo gak perlu kasih tau dia, tadi gue cuma bercanda doang. Gue kan jadi malu" ucap Nita dengan raut wajah cemberut. " Tapi gak apa deh, Rivan kan orang tajir" raut wajahnya berubah senang mengingat Rivan orang yang kaya.

__ADS_1


" Dasar Lo!" seru Tiara mencibir, namun dia juga ikut senang saat Rivan memberitahu akan mengirimkan hadiah untuk Nita. Memang benar seharusnya dia dan Rivan berterima kasih pada Nita.


__ADS_2