Suddenly Married

Suddenly Married
Perempuan Jujur


__ADS_3

Selesai dengan pemeriksaan janin yang dikandung oleh Nita, akhirnya Nita dan Tiara keluar dari rumah sakit. Dan hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa calon buah cinta Nita dan Doni tumbuh sehat dan baik baik saja di dalam perut ibunya.


" Ini udah siang, kita makan dulu di luar ya, Nit" ajak Tiara setelah selesai berbicara dengan Rivan di telepon.


" Ok!" sahut Nita dengan semangat. " Sekalian kita jalan jalan ya, Ra" tambahnya.


Tiara langsung menatap Nita. " Lo nggak inget apa kata dokter tadi! Lo itu harus banyak istirahat! jangan suka klayapan!" seru Tiara.


" Bentar doang, Ra.... gue mau belanja " bujuk Nita. " Boleh ya? bentar doang, bosen gue di rumah terus, Ra" Nita masih saja merengek memohon sambil menunjukkan wajah memelas.


Tiara hanya bisa menghela nafas panjang dan menghembuskannya dengan pelan sambil memutar matanya malas. Tapi nggak lama kemudian kepalanya mengangguk mengiyakan permintaan sahabatnya itu.


Sebenarnya Tiara sendiri juga kangen keluar dan jalan jalan bareng sahabatnya itu semenjak Nita hamil. Rasanya kangen juga pengen makan bareng, belanja, nonton atau cuma jalan jalan ke mall doang. Lagian nggak mungkin kan Tiara ngajakin Nita jalan duluan, takut ada apa apa jika dirinya ngajak jalan Nita mengingat kondisi orang hamil yang butuh istirahat.


Tapi berhubung Nita sendiri yang merengek pengen ngajak dia jalan bareng sebentar sekalian makan siang bersama. Akhirnya Tiara mengabulkan permintaan sahabatnya itu. Menurutnya ibu hami juga butuh refreshing sebentar bareng temen untuk have fun.


" Bilang dulu sama laki Lo! jangan sampek dia marah karena Lo nggak ijin sama dia. Ntar dia nyalahin gue lagi!" seru Tiara dengan tegas.


" Seeepp!" sahut Nita dengan senyum merekah terbit di bibirnya merasa bahagia. Dia langsung mengambil ponselnya dan memberitahu sekaligus meminta ijin sama suaminya. Dan untungnya suaminya juga mengijinkan dia dan Tiara jalan jalan sebentar. Dia juga menasehati Nita untuk menjaga dirinya dengan baik dan segera pulang kalau sudah selesai.


Setelah berada di lobi rumah sakit Tiara langsung memanggil taksi yang sedang mangkal di sekitaran rumah sakit. Mereka langsung masuk ke dalam mobil menuju ke restoran yang ada di salah satu mall di dekat rumah sakit.


Tiara terus mengikuti kemanapun Nita pergi sesuai keinginannya. Beberapa kali Nita mengunjungi toko yang menjual perlengkapan bayi. Namun mereka hanya melihat lihat beberapa kebutuhan untuk bayi tanpa berani membelinya terlebih dahulu.


Beberapa kali Nita berniat ingin membeli keperluan untuk bayinya, namun Tiara terus melarangnya. Bukan karena nggak boleh beli, tapi dia masih ingat dengan cerita ibunya kalau orang hamil dilarang membeli kebutuhan bayi terlebih dulu sebelum bayi itu mendekati kelahirannya. Karena menurut orang Jawa dulu itu namanya pamali.


Jadi demi kebaikan sahabatnya, Tiara begitu cerewet melarang Nita untuk membeli barang barang yang begitu menggemaskan bagi mereka. Meskipun sedikit kesal, Nita akhirnya menuruti ucapan Tiara. Tentu saja Tiara harus berjanji terlebih dulu pada Nita, bahwa nanti jika sudah mendekati hari kelahiran buah hatinya dia akan menemani Nita membeli keperluan untuk bayinya.


Setelah dirasa sudah cukup puas mereka menghabiskan waktu me Tina mereka, Tiara segera mengajak Nita pulang. Nita hanya nurut saja meskipun sebenarnya dia masih ingin menghabiskan waktu me timenya bersama Tiara. Dia tidak boleh egois karena dia punya tanggung jawab besar akan janin yang sedang dia kandung saat ini.

__ADS_1


" Bener nih Lo gak mampir lagi ke rumah?" tawar Nita saat mereka sudah sampai di depan rumah Nita.


Tiara menggeleng kecil " Nggak Nit, gue langsung aja, mau ke rumah ibu" jawab Tiara yang berdiri di samping mobil yang mengantar mereka pulang ke rumah Nita. " Ya udah Lo masuk sana! langsung istirahat!" suruh Tiara sebelum dirinya pergi dari sana.


" Gue masuk duluan, ya. Thanks udah mau nganterin gue" kata Nita.


Tiara mengangguk pelan sambil tersenyum tipis. " Jaga ponakan gue baik baik!" kata Tiara sebelum akhirnya Nita masuk ke dalam rumah setelah mereka berpelukan sebentar.


Setelah memastikan Nita masuk ke dalam rumahnya terlebih dahulu. Tiara kembali masuk ke dalam mobil yang tadi mengantarkan mereka ke rumah Nita.


Tiara perlahan turun dari dalam mobil yang ditumpanginya. Dia langsung masuk ke dalam saat melihat bu Suci yang tengah sibuk dengan tanamannya.


" Baru datang, Ra?" tanya Bu Suci ketika melihat putri semata wayangnya memasuki teras rumah. Beliau langsung meninggalkan kegiatannya sebentar dan menghampiri Tiara.


" Iya Bu" sahut Tiara dengan suara lemas karena tubuhnya saat ini yang kelelahan butuh istirahat, setelah bepergian dengan Nita tadi.


Bu Suci juga melihat wajah putrinya yang terlihat kelelahan. " Kamu sudah makan?" tanya bu Suci.


" Ya sudah kamu istirahat dulu sana" suruh bu Suci tanpa ingin bertanya lebih banyak pada putrinya yang terlihat lelah dan seolah malas berbicara.


Tiara tidak membantah perintah ibunya, dia hanya bisa mengangguk mengiyakan. Lalu dia langsung berjalan masuk ke dalam rumah dan meninggalkan ibunya yang masih berdiri menatapnya.


Tiara langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa ada niat menuju ke ruangan lainnya. Begitu sampai di kamarnya, Tiara langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur untuk mengistirahatkan tubuhnya.


Tanpa terasa waktu telah berganti sore hari, Tiara langsung terbangun dari tidurnya. Setelah dia menatap jarum jam di dinding kamarnya, Tiara langsung bangun karena sebentar lagi Rivan pasti datang menjemputnya. Dia langsung berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


" Loh, ada Ara to?" sapa ayah Hendra yang sedang duduk di meja makan. Dia sebenarnya sudah tau kalau putrinya datang setelah diberitahu oleh istrinya. Tapi begitu melihat putrinya dia basa nasi seolah baru mengetahui kedatangan Tiara di rumahnya.


" Iya, yah" sahut Tiara yang berjalan menghampiri pak Hendra dan langsung mencium tangannya.

__ADS_1


" Kamu gak sama Rivan?" tanya pak Hendra.


" Habis ini mas Rivan nyusul ke sini, yah" jawab Tiara.


Pak Hendra mengangguk mengerti. " Ya sudah kamu mandi sana ini mau magrib, sebentar lagi suami kamu pasti datang" suruh pak Hendra.


Tiara langsung kembali menuju ke kamar mandi yang letaknya tidak jauh dari ruang dapur dimana Bu Suci tengah sibuk di dapur.


" Tinggalin aja bu, nanti biar Tiara yang siapin makan malam kita," kata Tiara.


Bu Suci langsung menatap ke arah putrinya yang mau masuk ke kamar mandi. Lalu beralih melihat suaminya yang juga sedang memperhatikan istrinya. Seolah mengerti maksud tatapan istrinya yang bertanya padanya, pak Hendra langsung mengangguk dan tersenyum tipis pada Bu Suci.


" Ya sudah cepetan mandinya, keburu nak Rivan datang" sahut bu Suci menyuruh putrinya untuk segera membersihkan tubuhnya.


Menjelang malam, kediaman keluarga pak Hendrawan terasa ramai. Semenjak Tiara menikah dan tinggal di rumah Rivan, rumah tersebut terasa sepi, hanya terdengar celotehan bu Suci dan pak Hendra saja. Tapi kali ini tidak, ada Tiara dan juga Rivan yang berkunjung dan meramaikan suasana rumah tersebut.


* * *


" Beneran kamu mau masak, Ra?" tanya bu Suci sedikit kurang yakin dengan permintaan putrinya yang ingin menyiapkan makan malam mereka.


" Iya Bu. Kali ini biarin Tiara yang masak dan ibu yang nyobain masakan Tiara terus kasih penilaian" sahut Tiara berusaha meyakinkan.


" Emang mau masak apa sih, kamu?" dari nada suaranya bu Suci seperti sedang menantang Tiara menunjukkan kebolehannya dalam memasak. Beliau tau Tiara juga piawai dalam urusan dapur, tapi bu Suci ingin tau sejauh mana kelihaian Tiara dalam memasak selama putrinya tersebut tinggal dengan Rivan.


" Tiara lihat dulu bahan masakannya" Tiara kemudian membuka lemari pendingin dan mengecek beberapa bahan apa saja yang bisa dia olah untuk makan malam mereka.


Rivan yang duduk di meja makan bersama dengan pak Hendra memperhatikan interaksi istrinya dengan ibu mertuanya sambil menahan tawanya. Tiara itu memang perempuan yang jujur, apapun reaksi yang dia keluarkan itulah yang dia rasakan. Setidaknya itu menurut Rivan yang sudah beberapa bulan ini menyandang sebagai suami Tiara.


Tadi Rivan tiba di rumah pak Hendra saat Tiara baru selesai mandi. Dan Tiara langsung menyuruh suaminya untuk membersihkan tubuhnya agar lebih segar setelah seharian sibuk bekerja di kantornya.

__ADS_1


" Udah Bu gak apa apa, kalau itu kemauan Ara. Kita tunggu aja nanti tinggal makan, sekalian kasih penilaian hasil masakan nyonya Rivan" kata pak Hendra sekaligus menggoda putri semata wayangnya.


__ADS_2