
Pagi hari yang cerah, semburat cahaya mengintip di balik Tirai jendela yang berukuran besar ke dalam kamar yang mewah. Sesosok kaum hawa tengah tertidur pulas di atas ranjang dengan hanya ditutupi oleh selimut tebal.
Ya sesosok kaum hawa tersebut tidak lain adalah Tiara yang masih tertidur dengan tubuhnya yang masih polos tanpa sehelai benang melekat di tubuhnya. Dan untungnya masih ada selimut yang menyelimuti tubuh polosnya. Tapi tanpa adanya sang suami yang berada di sisinya.
Semalam memang akhirnya Tiara dan Rivan sampai tahap melepaskan seluruh pakaian yang mereka kenakan. Mereka menikmati penyatuan tubuh mereka hingga membuat kegalauan di hati mereka menguap sudah.
Mereka sampai melakukannya kegiatan panas mereka tidak hanya sekali. Tidak hanya di sofa keluarga saja, mereka juga melakukan kegiatan mereka di dapur, di tangga bahkan terakhir mereka melakukannya di atas ranjang kamar pribadi mereka.
Perlahan Tiara membuka matanya, saat semburat cahaya pagi mengganggu matanya yang tengah tertutup. Dengan sisa tenaganya yang kelelahan, Tiara mengusap usap ranjang di sampingnya mencari sesuatu di sana. Matanya langsung terbuka lebar saat menyadari apa yang dicarinya tidak ada di sebelahnya
" Mas...?" rupanya Tiara mencari keberadaan Rivan yang tidak dia temukan di sebelahnya.
Matanya beralih melihat ke arah jarum jam yang menempel sempurna di dinding kamar. Rupanya jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi dan dia bangun kesiangan. Mungkin karena dirinya baru tidur beberapa jam saja setelah kegiatan mereka selesai.
Rivan sudah tidak terlihat batang hidungnya sama sekali. Suaminya itu bahkan tidak membangunkan dan justru membiarkan dirinya tidur dengan nyaman. Bukankah ini hari liburnya, kenapa dia harus buru buru bangun, itu yang ada dalam pikiran Tiara.
Tiara segera bangun dari ranjang dan dilihatnya bajunya dan juga baju Rivan berserakan di sekitar meja rias. Tiara mendesah lalu tersenyum saat mengingat apa yang telah dilakukan oleh dirinya dan suaminya semalam. Sepertinya dirinya mulai ketagihan dan tidak bosan melakukannya setiap hari bersama Rivan.
Tiara bergegas mengambil kemeja putih milik Rivan dan memakainya untuk menutupi tubuh polosnya. Masih tercium wangi tubuh dan parfum Rivan yang tertinggal di kemeja tersebut.
Tiara berjalan keluar dari kamar dan saat di luar Tiara terdiam memperhatikan suasana rumah yang memang masih nampak sepi. Rivan mencoba memperhatikan lantai bawah dan menguping siapa tau suaminya sedang ada di bawah. " Sepertinya dia tidak ada di bawah" gumam Tiara setelah mengira Rivan tidak ada di lantai bawah.
Lalu matanya beralih melihat ke atas. " Apa mungkin dia sedang olah raga di atas?" masih berbicara sendiri dengan pemikirannya sendiri.
Setelah menimbang akhirnya Tiara memutuskan untuk naik ke lantai atas mengingat setiap hari libur Rivan sering menghabiskan waktunya untuk berolahraga di ruangan studio olah raga yang ada di lantai 3.
Rupanya keputusan Tiara sangat tepat, karena dapat dia lihat Rivan yang sedang melatih otot-ototnya di studi olah raga. Rivan nampak serius mengatur nafasnya untuk mengangkat beban beban yang sangat berat. Melihat keringat yang membasahi kaos yang dipakai Rivan, dapat Tiara perkirakan bahwa Rivan sudah berada di sana sekitar 15 menit yang lalu.
__ADS_1
" Aku suka saat melihat kamu sedang berolahraga seperti saat ini" ucap Tiara masih berdiri di depan pintu sambil menatap Rivan penuh damba.
Tiara sangat terkagum dengan bentuk tubuh Rivan tercetak dengan sangat sempurna, karena hanya dibalut oleh kaos olah raga yang sudah dipenuhi oleh peluh keringat. Sehingga memperlihatkan bentuk tubuh dan lengan Rivan yang sangat athletis, kekar dan terlihat sangat seksi di mata Tiara.
Rivan menengok dan baru menyadari keberadaan Tiara yang ada di sana. " Hey..!" sahut Rivan yang lumayan salah tingkah saat Tiara berjalan mendekatinya dan dia langsung menghentikan kegiatannya.
Tidak hanya Tiara yang mengagumi tubuh Rivan, bagi Rivan perempuan itu selalu tampil cantik saat ketika ke luar dengan dandanannya. Tapi Tiara yang baru bangun tidur seperti saat ini selalu mengumbar aura keseksiannya yang luar biasa.
Apalagi saat ini Tiara memakai kemeja putihnya yang sangat kebesaran dan terlihat seksi dengan rambutnya yang dikuncir ke atas ala kadarnya menambah keseksiannya. Dan Rivan tau betul bahwa saat ini istrinya sedang tidak memakai apa apa di balik kemeja putihnya yang dipakai oleh Tiara. Pagi pagi otak Rivan sudah dibikin kacau oleh istrinya seksinya itu.
" Sudah bangun?" tanya Rivan dengan senyum kaku, tidak bisa mengalihkan tatapannya akan kecantikan dan tubuh seksi istrinya yang semakin mendekati ke arahnya.
Cup
Sebuah kecupan singkat Tiara daratkan di bibir Rivan yang masih diam termangu menatapnya. Rivan menahan debaran jantungnya yang memuncak saat Tiara menyentuh bibirnya tadi. Rivan membuka matanya dengan perlahan, dan wajah Tiara masih berada di dekatnya.
" Bodo amat! aku juga baru bangun tidur" sahut Tiara yang tidak memperdulikan keadaan Rivan ataupun keadaannya saat ini.
Rivan tersenyum dan langsung menarik tubuh Tiara untuk duduk di pangkuannya. Dia melepaskan rasa yang sudah menggebu terhadap istrinya. Mereka pun akhirnya bercumbu di atas alat olah raga yang digunakan untuk membentuk otot lengan dan bahu tersebut.
" Kamu tuh kalau habis olah raga selalu bikin aku deg deg an deh" ucap Tiara disela sela percumbuan mereka.
" Semalam juga aku olah raga sama kamu, suka juga dong?" sahut Rivan yang dia balas dengan sebuah pertanyaan mengenai kegiatan olah raga mereka dalam bentuk istilah kata yang berbeda dari aslinya.
Kembali Rivan menyerang istrinya dan kali ini dia menghisap leher Tiara dengan kuat, menambah bekas merah di leher Tiara yang dia buat semalam.
" Suka" jawab Tiara yang nyaris berbisik karena tubuhnya merasa melayang. Rivan yang telah tau titik lemahnya kembali menyerang Tiara tanpa ampun.
__ADS_1
Tiara tidak tinggal diam, dia juga membalas setiap kecupan dan sentuhan yang dilakukan oleh Rivan.
Tangan Rivan bergerak ingin membuka kemeja yang dipakai oleh Tiara. Namun belum sempat dia melakukannya Tiara menahan tangan Rivan. Dan itu langsung membuat Rivan menyatukan kedua alisnya bingung dan nafasnya terlihat semakin naik turun cepat.
" Ada apa?" tanya Rivan yang mengira istrinya tidak ingin bercinta lagi dengannya saat ini.
Tiara hanya tidak habis pikir dengan suaminya itu. Setelah dia lembur semalam dan langsung berolah raga pagi ini, bagaimana mungkin pria itu masih memiliki tenaga untuk bercinta dengan saat ini?
" Kamu nggak capek apa?" tanya Tiara yang tidak bisa menutupi rasa herannya.
" Nggak!" jawab Rivan dengan cepat. " Kamu selalu kasih aku tenaga baru, setelah kita berolah raga bersama, sayang" lanjutnya.
Tanpa melanjutkan obrolan lagi Rivan langsung membuka kemeja yang dikenakan oleh Tiara hingga kini Taira nampak polos di depannya. Dia segera menidurkan tubuh Tiara diatasi tempat duduk yang melintang.
Tiara terpekik kaget, tapi tak lama kemudian dia tertawa geli karena sentuhan serta belaian yang dilakukan Rivan pada tubuhnya. Dia menikmati apa saja yang dilakukan oleh Rivan terhadapnya.
Dan ini adalah pengalaman pertama kali mereka melakukan kegiatan panas di ruangan studi olah raga. Apalagi di pagi hari yang begitu cerah itu mereka dapat melakukannya dengan tenang tanpa terburu buru. Karena pagi itu mereka tidak akan bersiap siap untuk berangkat bekerja seperti biasanya.
" I love you, sayang" bisik Rivan di telinga Tiara dengan lembut setelah mereka selesai melakukan kegiatan yang selalu membuat mereka ketagihan.
Tiara tersenyum dalam pelukan suaminya. " I love you too, sayang" balas Tiara tak kalah seksi suaranya berbisik di telinga Rivan.
Setelah dirasa nafas mereka sudah semakin beraturan, mereka segera bergantian mandi di kamar mandi yang ada di ruangan tersebut. Mereka segera bergantian mandi untuk membersihkan tubuh mereka yang dipenuhi oleh peluh keringat setelah kegiatan bercinta mereka.
Sepertinya ini adalah awal pagi yang sangat baik setelah kegelisahan dan kekhawatiran yang mereka rasakan tadi malam kini hilang begitu saja tergantikan dengan rasa bahagia. Kini mereka tau bahwa dalam kehidupan berumah tangga pasti akan ada masalah lika liku perjalanan serta rintangan dan hantaman ombak yang ingin menerjang rumah tangga mereka.
Namun semua masalah dalam keluarga mereka bisa mereka atasi jika mereka terus saling percaya, saling mencintai dan selalu menghadapi masalah itu secara bersama maka rumah tangga mereka akan selalu bahagia dan harmonis.
__ADS_1